Tania yang sudah memiliki kekasih jatuh cinta pada seorang siswanya di saat dia tengah menjalani masa-masa PPL.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebahagiaan Tania
Operasi ibu Sandy akan dilaksanakan pada sore hari jam 3. Sepulang Tania dari sekolah, dia langsung menuju rumah sakit. Tania meminta Reyhan mengantarkannya kebetulan Reyhan sedang memiliki project di kota Solok.
“Gue berangkat ya, Rul!” teriak Tania saat hendak keluar dari kamarnya.
“Yoi, hati-hati!” teriak Nurul dari balkon kamar, dia tengah asyik menelpon dengan Eko.
Reyhan sudah menunggu Tania di depan kost, dia sengaja tidak turun dari mobil agar mereka bisa langsung berangkat.
Tania membuka pintu mobil.
“Yuk berangkat!” seru Tania sambil tersenyum.
“Siap, Bidadariku,” gumam Reyhan lembut.
“Mhm,” gumam Taia menanggapi rayuan Reyhan.
Reyhan melajukan mobilnya meninggalkan kost-an Tania. Mobil Reyhan membelah jalanan raya dengan kecepatan sedang. Dia juga tak lupa menyalakan mp3. Sepanjang perjalanan Tania sering melirik ke arah Reyhan.
Semua perasaan bersalah hinggap di hatinya. “Ya Tuhan, kau telah kirimkan padaku pria yang sangat baik. Dia tak pernah melukaiku. Dalam luka yang kutorehkan di hatinya, dia hanya diam. Bahkan dia semakin menunjukkan kasih sayangnya padaku,” gumam Tania di dalam hati.
Semakin hari dia semakin menyesali perbuatan yang telah dilakukannya di belakang kekasihnya yang sangat setia padanya.
“Kamu kenapa liatin aku seperti itu?” tanya Reyhan yang mendapati Tania yang sedari tadi curi-curi pandang padanya.
Tania merebahkan kepalanya ke bahu Reyhan yang masih menyetir mobil.
“Sayang,” lirih Tania pelan.
“Mhm,” gumam Reyhan.
“Kenapa kamu lakuka ini pada Sandy?” tanya Tania pada Reyhan.
“Sandy itu kan murid kamu, dia sedang membutuhkan bantuan kita,” jawab Reyhan bijaksana.
“Apakah kamu tidak cemburu dengan kedekatanku dengannya?” tanya Tania sambil mengangkat kepalanya dan menatap serius menunggu jawaban dari Reyhan.
“Sayang, rasa cemburu seseorang pada kekasihnya adalah bukti cinta pada orang yang dicintainya, tapi setiap orang itu berbeda-beda dalam mananggapinya,” ujar Reyhan.
Mata Tania berkaca-kaca mendengar ucapan Reyhan, dia langsung memeluk Reyhan.
“Makasih, Sayang!” seru Tania terharu.
“Hei, awas aku lagi nyetir.” Reyhan kaget dengan apa yang dilakukan Tania secara tiba-tiba.
“Hehe!” Taia terkekeh dengan tindakan konyolnya.
Mereka sampai di rumah sakit setelah menempuh satu jam perjalanan, Reyha memarkirkan mobilnya di parkiran. Mereka turun dari mobil dan melangkah menuju ruang operasi.
Reyhan sengaja meraih lengan Tania lalu menggandengnya.
sesampai di rumah sakit operasi ibu Sandy sudah di mulai. Terlihat Sandy tengah duduk di bangku tunggu di depan ruangan operasi.
“Sand,” panggil Tania.
Sandy menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.
Dia melihat Tania dengan kekasihnya melangkah menghampiri nya.
Ada rasa cemburu saat melihat kemesraan yang dipamerkan Reyhan padanya. Namun, dia mengabaikan hal itu karena bukan waktunya untuk cemburu.
"Ibu gimana?" tanya Tania.
"Operasi sudah di mulai sejak sepuluh menit yang lalu," jawab Sandy.
"Kamu yang sabar, ya! Semoga ibu kamu cepat sembuh," ujar Reyhan.
"Terima kasih," ucap Sandy dingin.
Reyhan hanya menghela napasnya menanggapi sikap Sandy padanya.
Tania dan Reyhan duduk di bangku tunggu tepat di depan Sandy menunggu operasi ibu Sandy selesai.
Setelah satu jam berlalu, dokter keluar dari ruang operasi.
Sandy menghampiri sang dokter. "Bagaimana keadaan ibu saya, Dok?" tanya Sandy pada sang Dokter.
"Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar." Dokter tersenyum lega.
"Alhamdulillah," lirih Sandy di ikuti oleh Tania dan Reyhan bersyukur.
"Pasien akan kami pindahkan ke ruang ICU," ujar Dokter.
"Terima kasih, Dok!" ucap Sandy.
Dokter pun meninggalkan mereka, tak berapa lama perawat mendorong brangkar pasien ke ruang ICU.
Tania, Sandy dan Reyhan mengikuti perawat tersebut.
Sesampai di ruang ICU, perawat menghadang mereka.
"Maaf, Dek. Saat ini pasien hanya bisa di temui satu orang," ujar perawat pada Sandy.
"Ya udah kamu aja masuk, Dan!" perintah Tania pada Sandy.
Sandy mengangguk lalu dia masuk ke dalam ruang ICU.
Tania dan Reyhan menunggu Sandy di luar.
****
"Sayang, setelah kamu selesai PPL, aku akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan kita. Kamu harus semangat menyelesaikan skripsi. Agar setelah wisuda kita bisa menikah," ujar Reyhan.
"Tapi sayang, tabungan kamu, kan udah habis." Tania membantah ucapan Reyhan.
"Ibu Sandy memang membutuhkan uang itu, tapi Tuhan mengganti uang itu dengan project besar yang baru saja aku tanda tangani." Reyhan menjelaskan.
"Serius?" Tania tak percaya.
Reyhan mengangguk.
"Jadi, donatur yang membantu biaya operasi ibuku, Kamu?" tanya Sandy dingin.
Dia mendengar pembicaraan Reyhan dan Tania barusan.
Sandy menghampiri Reyhan.
"Kenapa kamu lakukan ini untukku?" tanya Sandy dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku hanya membantu sesama, dan sedikit pun aku tidak memandang dirimu dalam melakukan hal ini," ujar Reyhan menjawab Sandy.
Tiba-tiba, Sandy langsung memeluk tubuh Reyhan.
"Terima kasih," isaknya menyesal telah berprasangka buruk pada Reyhan.
"Tania pasti akan bahagia, jika bersamamu." Sandy meninggalkan Reyhan dan Tania.
Tak berapa lama, ponsel Tania berdering. Pesan masuk dari Sandy. Tania membuka pesan itu.
"Berbahagialah kamu dengan pria hebat seperti kekasihmu!"
Sejak hari itu, Sandy menjauh dari kehidupan Tania. Tania dan Reyhan pun bahagia dengan hubungan mereka setelah Tania mengakui kesalahan yang telah dilakukannya.
TAMAT
Maaf ya Guys, karyaku ini terpaksa author tamatkan di tengah jalan karena beberapa hal yang mendesak.
Author saat ini sedang menghadapi beberapa masalah yang membuat author tidak bisa melanjutkan karya ini...
Mungkin Author akan HIATUS hingga waktu yang tidak di tentukan.
Author ucap kan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua readers dan teman-teman yang sudah memberi dukungan kepada author dalam berkarya selama ini.
🙏🙏🙏🙏
See you next time 😘😘😘🥰🥰🥰
Udh Ry favorite, like dan Komen
3 Cogan dan Ry mampir