NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:864
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 (Pengungkapan yang Mengejutkan)

Keesokan harinya, Gautier sibuk mengatur keberangkatan Seraphine secara diam-diam. Amélie, sementara itu, berkonsentrasi pada pemeriksaan akhir dokumen Lussac dan sisa-sisa arsip Éloi untuk memastikan tidak ada lagi sekutu yang tersembunyi.

Sore harinya, Gautier masuk ke kamar Amélie, dengan wajah yang pucat.

"Seraphine hilang," kata Gautier, suaranya parau karena panik. "Dia seharusnya berada di kereta menuju pelabuhan, tetapi dia tidak ada di sana. Kereta itu kosong. Aku sudah mengirim Henri untuk melacaknya, tapi..."

Amélie merasakan kejutan. Seraphine, yang dilindungi di kastil, yang telah dikunjungi Gautier setiap malam selama berminggu-minggu, kini menghilang.

"Tenanglah Pangeran," kata Amélie, mencoba untuk tetap logis. "Dia mungkin ketakutan dan melarikan diri sendiri. Mungkin dia ingin pergi sebelum Anda membawanya secara resmi."

Gautier menggeleng. "Tidak. Dia tidak akan pernah pergi tanpaku. Ada yang salah. Aku yakin dia dalam bahaya. Éloi pasti memiliki sekutu lain yang mencoba melukainya untuk menyerangku."

Amélie mengambil obeng kecil dari kotak alat jahitnya. "Saya akan membantu anda Pangeran. Seraphine telah tinggal di sayap timur selama berminggu-minggu. Mungkin akan ada petunjuk disana."

Mereka berdua pergi ke kamar Seraphine. Kamar itu rapi, tetapi ada aura kekosongan yang dingin.

Saat Amélie memeriksa kamar itu, ia melihat ukiran kecil di bawah jendela yang tersembunyi, di bingkai kayu yang jarang disentuh. Itu adalah simbol yang sangat samar. Amélie, yang kini sangat peka terhadap simbol rahasia, menyentuhnya.

Itu adalah Bunga Iris Terbalik yang sangat kecil dan terukir apik. Sama seperti yang ditulis ibu Amélie dalam suratnya tentang Isabelle.

Amélie menarik napas tajam. "Pangeran Gautier, lihat ini."

Gautier mendekat, melihat ukiran itu. "Itu ukiran tua, Amélie. Kastil ini penuh dengan simbol kuno."

"Tidak. Ini adalah simbol Isabelle de Sévigny. Bunga Iris Terbalik," kata Amélie. "Ini adalah lambang pengkhianat. Mengapa ada di sini, di kamar Seraphine?"

Amélie kemudian berjalan ke lemari kecil. Di dalamnya, ada beberapa gaun milik Seraphine. Amélie meraba-raba lapisan dalam gaun sutra yang paling indah. Ia menemukan saku kecil yang dijahit secara tersembunyi. Di dalam saku itu, ada gulungan kertas kecil dan kunci perak yang berkilauan. Dan yang sedikit mengejutkan Amélie adalah, gulungan kertas itu merupakan sebuah surat. Ia kira, itu adalah sebuah surat biasa, mungkin saja itu surat dari Gautier pada Seraphine.

Amélie melirik sebentar kearah Gautier sebelum memutuhkan untuk membuka surat tersebut. Tangan-tangan Amélie mulai bergerak membuka surat itu dengan hati-hati. Lagi-lagi Amélie terkejut, ternyata surat itu ditulis oleh Seraphine, ditujukan kepada seseorang bernama 'Le Faucon' (Si Elang).

Le Faucon, Pangeran Gautier sangat percaya padaku. Aku telah memberinya informasi yang salah tentang pergerakan pasokan militer di perbatasan dan dia telah mengambil rute yang disarankan oleh Éloi. Dia tidak pernah curiga. Tapi kedatangan Duchess itu rumit. Dia cerdas. Aku harus keluar dari sini sebelum dia mencurigai aliansiku dengan Éloi. Kunci perak ini akan memberiku akses ke lorong pelayan. Aku akan pergi sebelum fajar. Sampaikan kepada Éloi ‘tugas selesai.’

Amélie membaca surat itu dua kali. Tangannya dingin. Kemudian ia menyerahkannya kepada Gautier.

Gautier membaca surat tersebut, matanya yang berwarna abu-abunya membesar. Tangan Gautier yang memegang surat itu gemetar. Semua cinta, semua pengorbanan, semua kerahasiaan yang ia pertaruhkan untuk wanita ini—semuanya hancur dalam sekejap.

Seraphine. Kekasih yang ia cintai. Wanita yang ia lindungi dari Isabelle dan Éloi. Ternyata adalah mata-mata yang ditanam oleh Éloi sendiri.

"Tidak," bisik Gautier, suaranya parau, penuh rasa sakit yang tak terlukiskan. "Ini tidak mungkin. Dia mencintaiku. Dia datang ke sini karena dia ketakutan dengan ancaman Isabelle."

"Isabelle tidak pernah mengancamnya, Pangeran," kata Amélie, suaranya lembut. "Isabelle hanya mengikuti instruksi Éloi untuk memancing Anda agar melindunginya di sini, di bawah pengawasan Anda sendiri. Isabelle adalah pengkhianat, tetapi Seraphine adalah umpan yang sempurna. Dia memiliki kunci kelemahan Anda, yaitu cinta."

Gautier meremas surat di tangannya. Pengkhianatan Éloi telah melukainya, tetapi pengkhianatan Seraphine begitu menghancurkannya.

"Semua yang kau curigai tentang kapal pasokan yang dibakar... utang LeBlanc... semua kejahatan itu adalah permainan yang diawasinya. Dia adalah informan Éloi di dalam hatimu, Pangeran," kata Amélie, membiarkan kebenaran itu meresap kedalam pikiran Gautier .

Gautier ambruk ke kursi terdekat, kepalanya ditutupi tangan. Dia telah mengorbankan kehormatan, menikahi wanita yang tidak ia cintai dan mengancam Amélie—semuanya untuk melindungi seorang mata-mata.

"Aku buta," bisik Gautier, suaranya dipenuhi rasa malu dan sakit yang mendalam. "Aku sangat buta. Aku hampir mati, Amélie. Karena wanita yang kucintai."

Amélie berjalan ke arah Gautier. Ia tidak merasakan kemenangan, hanya rasa kasihan yang dingin. Ia melihat seorang pria yang kini kehilangan segala-galanya, cinta, kehormatan dan kepercayaan dirinya.

"Saya akan membantu Anda melacaknya, Pangeran," kata Amélie. "Bukan untuk Anda, tetapi untuk memastikan jaringan pengkhianatan itu berakhir sepenuhnya. Kita adalah sekutu. Sampai akhir."

...*****...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!