NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Status: tamat
Genre:Poligami / POV Pelakor / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:654.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan_Neen

Berawal dari pertemuan kembali di acara reuni SMA, Sarah Amalia berjumpa dengan cinta pertamanya, setelah sekian lama mereka berpisah.

Kedekatan mereka pun kembali terjalin, dan kabar gembira pun datang, setelah beberapa bulan mereka menjalin hubungan.

"Maukah kau menjadi istriku?" tanya Miko, cinta pertama Sarah.

Dengan mata berkaca-kaca, perempuan itu pun mengiyakan ajakan kekasihnya.

Pernikahan pun terjadi. Setelah beberapa bulan, tiba-tiba datang seorang wanita ke hadapannya.

"Perkenalkan, saya istri pertama suamimu."

Bagai disambar petir, Sarah harus menerima kenyataan pahit itu, dikala dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan Miko.

Bagaimana kelanjutan kisah ini? Akankah Sarah tetap bersama Miko? Atau justru menemukan cinta yang lain? Mari kita simak selengkapnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malaikat kecil

Di kediaman rumah Pak Riswan, mereka yang tengah berbahagia dengan kehadiran cucu laki-lakinya pun bermaksud mengadakan acara syukuran dengan mengundang warga sekitar dan keluarga dekat.

Namun, Sarah tidak setuju. Dia tak ingin jika ada orang yang menembuskan kabar gembira tersebut kepada keluarga Miko. Meskipun jaraknya jauh, namun kabar bisa terbang secepat kilat hanya dengan hitungan detik melalui media sosial.

"Tapi, Sar. Apa kamu nggak kasian sama anakmu? Dia kan harus di kekah (aqiqoh), kamu juga ada wisuhan (ritual cuci tangan dan mandi kembang tujuh rupa untuk wanita setelah melahirkan, biasanya setelah 40 hari), apalagi kemaren nggak ada acara mithoni (tujuh bulanan). Berarti sekarang harus ada syukuran," ujar sang ibunda yang memegang kuat adat Jawanya.

"Bu, nggak harus. Tapi kalau bisa, kita adakan sebagai bentuk rasa syukur. Nggak ya nggak papa," timpal Pak Riswan.

"Lah … si Bapak ini toh yo, malah dukung si Sarah. Yo wes, karepe bapak wae wis lah (ya sudah, terserah bapak saja lah)," keluh Bu Riswan.

"Bu, maaf ya. Bukannya aku nggak mau nurutin Ibu dengan alasan apapun. Tapi, aku cuma nggak mau kalau kebohonganku soal anak ini sampai ketahuan. Aku nggak mau pisah sama putraku, Bu," ucap Sarah mencoba memberi pengertian kepada ibunya.

Bu Riswan pun melembut. Dia mengusap puncak kepala Sarah, lalu beralih mengusap ubun-ubun cucu laki-lakinya itu.

"Kenapa nasib kalian harus seperti ini. Harusnya ini adalah kabar baik yang disebarluaskan. Tapi malah justru disembunyikan," kata Bu Riswan yang terdengar sedih.

"Sabar, Bu. Semua pasti ada hikmah di dalamnya. Yang penting, kita jalani saja semuanya seperti sekarang ini," pesan Pak Riswan menguatkan istrinya yang kembali menitikkan air mata.

"Iyo, Pak," sahut Bu Riswan.

Mereka pun memutuskan untuk tetap diam.

Keluarga itu kemudian mengadakan acara aqiqah dengan hanya di hadiri oleh Pak Riswan, Bu Riswan, Tino, Maya, Sarah, dan beberapa pekerja yang ada di rumah itu, di tambah dengan kehadiran seorang ustadz yang mengimami acara tersebut. Tak lupa juga, Fadil yang turut hadir di sana, atas undangan dari Pak Riswan.

Sebenarnya, Sarah agak risih dengan sikap orang tuanya yang begitu dekat dengan dokter itu, mengingat jika dirinya yang belum resmi berpisah, sedangkan status pria itu yang adalah seorang duda.

Sarah tak ingin ada kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka, atau mungkin sudah terjadi pada kedua orang tuanya, tentang hubungan antara dirinya dan juga sang dokter.

"Ehm … Mas, maaf yah udah ngerepotin kamu udah jauh-jauh darang ke sini. Harusnya, Bapak nggak usah maksain gitu" ucap Sarah seusai acara syukuran tersebut.

Para pekerja nampak sibuk membagi-bagikan nasi kotak yang memang sudah disiapkan untuk diberikan kepada para tetangga, dengan alasan syukuran kecil-kecilan atas pulangnya Sarahke rumah.

Sedih memang saat rumah tangga anak mereka kandas di usia yang masih seumur jagung. Namun, ini adalah yang terbaik, dari pada Sarah terus hidup di bawah tekanan cibiran masyaratakat yang memandang hina ke arahnya.

Sarah dan Dokter Fadil berjalan ke arah taman belakang, di mana ada sebuah kolam kecil yang dikelilingi oleh bunga liar yang terawat. Terdapat juga dua buah bangku taman yang biasa digunakan oleh keluarga Pak Riswan untuk bersantai dengan anggota keluarga lainnya.

"Duduk, Dok," seru Sarah.

Mereka pun duduk. Fadil memilih duduk di bangku yang berbeda dengan yang di duduki Sarah, untuk menjaga pandangan orang lain atas hubungan mereka.

Sarah pun merasa nyaman atas perlakuan Fadil, yang selalu bisa membawa dirinya, karena selalu bisa menjaga sikapnya.

"Aku sangat berterimakasih atas semua bantuan Mas Fadil padaku dan juga putraku. Aku nggak tau kalau seandainya waktu itu Mas dan Mbak Lidia nggak mau mengikuti permintaanku, mungkin saat ini aku masih terjebak dengan pernikahan yang penuh luka itu." ucap Sarah.

Pandangannya menerawang, memandang menembus jernihnya kolam ikan yang berwarna kehijauan karena ditumbuhi lumut.

"Ku akui aku egois. Aku hanya memikirkan diri sendiri. Bagaimana caranya agar aku dan anakku bisa lepas dari bayang-bagang keluarga Miko. Tapi, aku hanya ingin mengembalikan semua ke tempatnya seperti sedia kala," lanjutnya.

Fadil masih mendengarkan semua perkataan Sarah, sambil matanya berlarian mengejar gerak ikan yang lincah berenang di dalam kolam.

"Tapi, ada satu hal yang membuatku penasaran. Bayi siapa itu, Mas?" tanya Sarah.

Wanita itu akhirnya menoleh, dan memandang wajah dokter yang sudah menyelamatkan dirinya dan juga sang putra.

"Terkadang, nasib sial seseorang bisa menjadi keberuntungan untuk orang lain di waktu yang sama." Fadil ikut menoleh ke arah Sarah yang telah lebih dulu memandanginya.

Wanita itu nampak mengerutkan alisnya, dan mencoba mengerti apa maksud dari perkataan pria di sampingnya itu.

Fadil nampak kembali memalingkan wajahnya, dan memandang ikan yang sedari tadi bercanda ria dengan sesamanya di antara lumut dan alga yang juga hidup di dalam kolam itu.

"Dia hanya bayi malang, yang kisahnya harus pupus bahkan sebelum dia bisa melihat dunia dengan jelas, mendengar ibunya memanggil namanya, bahkan mungkin dia belum diberi nama." Fadil nampak mengehal nafas berat.

Terlihat jika lingkar matanya memerah karena rasa sedih yang menjalar di hatinya, saat mengingat nasib bayi yang dikira anak Miko yang telah mati.

"Namun, bayi malang itu tak tau, jika kepergiannya bahkan menjadi berkah untuk orang lain. Membebaskan jiwa yang terkekang oleh kekejaman sosial. Mungkin mulai sekarang, kau bisa merayakan ulang tahun putramu, sebagai hari ulang tahun malaikat kecil itu juga, agar dia tidak merasa dirinya sia-sia telah tercipta, meski kita semua tahu bahwa ciptaan-Nya tak ada yang sia-sia," lanjut Fadil.

Pria itu berusaha menahan sesak di dadanya kala mengingat bagaimana bayi malang itu ditemukan.

Tergeletak begitu saja di tempat sampah, tanpa ada kain atau alas yang melindungi kulit rapuhnya. Sungguh keji perbuatan manusia itu. Menghilangkan aib dengan mengorbankan nyawa kecil yang tak berdosa, yang bahkan tak tahu apa-apa.

Mereka tak tau jika kehadirannya adalah anugerah, di mana banyak pasangan yang sangat menginginkannya, namun belum juga diberi kepercayaan.

Sarah pun turut merasakan nyeri di dalam hatinya, saat membayangkan betapa malangnya bayi kecil itu. Entah dia sudah tiada atau bahkan masih hidup saat ditinggalkan, yang jelas dia sama sekali tidak berdosa, dan tak sepatutnya mendapat perlajuan sekejam itu dari orang tuanya.

Tanpa terasa, air mata yang menggenang di pelupuk matanya luruh. Isakkan kecil pun terdengar. Fadil hanya bisa menyandarkan punggungnya di sandaran bangku taman, dan menengadahkan kepalanya ke atas, untuk menghalau air matanya yang hampir tumpah.

Tampak ia mneyeka sudut matanya, agar aliran itu tak mengalir lebih jauh lagi. Hembusan nafasnya terasa berat, seiring sesak di dadanya yang semakin merem*s hatinya.

.

.

.

.

Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏

1
Jmath
Tidak bisa seratus persen menyalahkan Miko, jika Sarah tidak mulai meladeni Miko juga semua ini tidak akan terjadi
Jmath
kurang nya perhatian istri membuat Miko akhirnya mencari perhatian itu dari wanita lain
Jmath
laki-laki yang tidak bersyukur
Jmath
miko adalah laki-laki yang wajib dihindari
Surati
ceritanya bagus 👍🙏🏻semangat thor 💪
Bundanya Pandu Pharamadina
otw di mari mbak Author
Windarti08
yg punya lobang bukannya ngusir tikusnya, tapi malah keenakan Thor... 🙈🙈🙈
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Windarti08
aku tuh lugu dan polos Thor... jadi gak tau "Dia yg udah bangun" itu siapa?
kasih penjelasan dong Thor... jangan digantung kek jemuran di musim hujan gitu🤭😆
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Windarti08
woles Mas Tino... jangan nge_gas gitu ah, wong adikmu maunya cuma sama Pak duda yg kamu panggil berengsek dan badjingan itu, gimana dong😅😅
Windarti08
hukuman untuk Lidya dibayar kontan... dulu dia menolak untuk hamil dan menjadi Ibu demi karir yang sedang melejit, sekarang... dia divonis kena kanker ovarium stadium lanjut dan terancam diangkat rahimnya. hmmmm.....miris sekali
Windarti08
mamam tuh hasil dari keegoisanmu Lidya... jangan nyalahin Miko doang, kau pun punya andil yg besar dalam kehancuran rumah tanggamu.
bukannya dulu kau yg nantangin Miko buat nikah lagi saat Miko minta kau untuk hamil, knapa jadi kau salahkan Miko jahat karena dia nikah sm Sarah? mengapa batas sekarang kau mau berubah untuk menjerat Miko kembali padamu lagi? udah telat Lidya!
sekarang saatnya kau instropeksi diri
Windarti08
jadi, sebenarnya Miko sadar kalo bayi perempuan itu bukan anak kandungnya...
Windarti08
Jefry Budiawan siapa ya Thor... maaf, apa ada yg aku lewatkan?🤔
Windarti08
mungkin emang lebih baik si jabang bayi gak selamat, Allah lebih sayang dia, jadi diambil lagi oleh pemilik yg sesungguhnya, daripada ia hidup menjadi rebutan dan orang tuanya gak utuh lagi
Windarti08
hadeh... apa sih maunya Sarah ini... kalo bisa menghindari pertemuan dengan Lidya, knapa ini malah ngejar Lidya? ntar ujung-ujungnya sakit hati karena lidah tajam Lidya beserta teman-temannya, kram lagi tuh perut😏😏
Windarti08
perasaan dokter Fadil luang banget waktunya... selalu bisa ketemu saat Sarah menenangkan diri di taman RS
Windarti08
ntar kalo udah lahiran Miko masih gak tegas dengan pernikahan poligaminya pisah aja Sar, gugat cerai Miko.
ngapain masih bertahan dengan laki-laki gak punya pendirian seperti Miko.
dia yg salah, Sarah yg dihujat ibu-ibu bermulut pedas
Windarti08
mungkin yang dimaksud author IGD kali ya...😅✌
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
ℒ⃝esℽαͦ°᭄🐾
dih othor ngeprenkk nih
🐌KANG MAGERAN🐌: maaf kan othor yang iseng ini 😅
total 1 replies
ℒ⃝esℽαͦ°᭄🐾
puber kedua si miko, salah lidya jg sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!