NovelToon NovelToon
Pria Tuaku Yang Kaya

Pria Tuaku Yang Kaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: AppleTwisT

Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.

Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.

.

Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?


Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 - Ulang Tahun Jia

Sementara Di Kota A - - -

''Ehm? Besok Jia ulang tahun... Nanti malam aku akan tiba di kota B, untuk mengunjungi adik kesayangannya ku.'' Sementara itu, Di tempat lain, Hongli bergumam sendiri di dalam ruangannya.

***

Hari ini Jia pulang lebih awal, dia membawa mobil sendiri. Sesampainya di rumah, dia langsung lari ke atas untuk mencari Japhar dikamar nya. Tapi tak kunjung menemukan nya.

''Dia kemana sih?'' Batin Jia

''Nyonya mencari Tuan Japhar?'' Tanya Bi Lyna yang tak sengaja melihat Jia celingukan di kamarnya.

''Iya bi, bibi tau ga Japhar kemana?'' Tanya Jia kikuk sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.

''Tadi tuan Japhar berangkat ke kantor. Saya juga ga tahu non. Maafin saya.'' Jawab Bi Lyna setengah ketakutan

Jia menghela nafas kasar, dan hanya terdiam mendengar jawaban Bi Lyna. sementara itu, Bi Lyna terus menunduk tak berani menatap Jia.

Tanpa menunggu penjelasan dari Bi Lyna, Jia langsung turun ke dapur dan mengambil apron tanpa mengganti kemeja kerjanya itu terlebih dahulu, lalu bersiap untuk memasak.

''Nyonya... Emm biar saya saja yang masak.'' Ucap Bi Lyna, seraya mengambil alih apa yang sedang dikerjakan Jia.

''Ngga udah Bi, saya mau buatin untuk Japhar. Bibi temenin Zizi aja sana.'' Jia menepis tangan Bi Lyna, dan kembali tersenyum lembut. Lantas Bi Lyna pun mengiyakannya.

''Ku harap dia cepat pulang hari ini.''

Seperti nya kemarin dia marah besar kepadaku. apakah benar perkataannya itu? aku memang terlalu cemburu. aku hanya takut dia terlalu dekat adik iparnya itu. melebihi batas antara adik dan kakak ipar. lebih tepatnya terlihat seperti sepasang kekasih

- - -

Setelah agak lama Jia berkutat di dapur, terdengar suara mesin mobil dari luar rumah. Jia mengira itu adalah suaminya. dia langsung membukakan pintu nya.

''Tunggu sebentar!''

Begitu dia membukakan pintunya, betapa terkejutnya dia. Ternyata itu adalah kakaknya Hongli. Tak lupa senyum hangat menghiasi wajahnya.

''Kakak?'' Sentak Jia terkejut, suaranya terdengar gugup. kakinya sedikit gemetar.

''Kenapa?'' Tanya Hongli bingung melihat ekspresi Jia.

''Kenapa ga bilang dulu kalo mau datang?''

Hongli masuk kedalam rumahnya, sebelum Jia mempersilahkan nya. Lalu Hongli duduk di sofa yang ada di ruang utama.

''Kamu ga senang?'' Kata Hongli pelan

''Bukan gitu kak, tapi nanti kakak tinggal di rumah keluarga besar Li dulu ya. Sebentar lagi Japhar pulang.'' Hongli terkejut dengan perkataan adiknya barusan.

''Jadi kamu ngusir kakak, gitu? Kata Hongli dengan kesalnya, sambil mencubit pipi wanita manis itu pelan.

''Ngga gitu... Aku cuma takut Japhar marah.''

''Iya, iya kakak paham.'' Hongli mengelus kepala Jia lembut.

Sementara itu... Zizi yang mendengar keributan dari bawah, segera berlari kebawah dan mendapati keduanya sedang berkutat, dia mengira itu adalah Japhar ternyata salah. Bi Lyna mencoba mengejar Zizi dari belakang hingga mendapatkan nya.

''Zizi, jangan lari-lari! Bahaya!'' Ucap Bi Lyna sambil meraih tangan Zizi.

Zizi menghentikan langkahnya ketika melihat Hongli ada disana. Sementara Hongli yang mendengar nya langsung menoleh kearah keduanya. Seketika dibenak nya muncul banyak pertanyaan tentang anak itu.

''Mi Sa mengikuti saran ku ternyata. Tapi... siapa anak ini?'' Hongli Membatin

Hongli langsung menatap Jia kembali sekilas kedua kakak dan beradik itu saling tatap. Jia hanya celingukan. Hongli menarik paksa

tangan Jia hingga ke teras rumah.

''Siapa anak itu?'' Tanya Hongli penuh selidik, keningnya berkerut.

''Dia itu keponakan Japhar yang mampir kemari. kakak jangan salah paham ya.'' Kata Jia kikuk sambil menggaruk-garuk kepalanya.

''Oh.'' Jawabnya datar

''Yaudah kakak buruan ke balik ke rumah sana, keburu malam.'' Jia mendorong kakaknya itu hingga masuk kedalam mobil.

Hongli hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu.

Jia masuk kedalam, dan melanjutkan pekerjaannya di dapur.

- - -

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 Barulah Jia selesai memasak. tak lama kemudian seseorang merangkul nya dari belakang dan mencium lehernya lembut.

''Umm... wangi...'' Benar saja dugaannya, ternyata itu adalah Japhar.

''Kamu ngapain? Aku bau, belom mandi. Sana ih.''

''Iya, tapi wangi kamu sama aja.'' Gumam Japhar

''Kamu bisa aja gombalnya, lepasin ah. Lihat tuh Zizi lihatin.''

Japhar yang terkejut langsung menoleh kebelakang dan benar saja, Zizi sudah melihat semua yang dia lakukan pada Jia.

''Papa ngapain?'' Tanya Zizi dengan kepolosannya.

Japhar yang bingung harus menjawab apa, segera mengangkat Zizi dan mendudukkan nya di kursi. Sementara Jia naik ke atas untuk mandi. dia berpapasan dengan Bi Lyna yang hendak turun kebawah. Sekilas Bi Lyna melihat bekas ciuman Japhar di lehernya.

''Sepertinya mereka pasangan yang serasi.'' Bi Lyna membatin, tanpa disadari senyum tipis tergurat dari bibirnya.

Seusai membersihkan diri, Jia turun kebawah untuk makan malam. Semua orang telah menunggu nya.

''Jadi mama mu ga bakal pulang untuk seminggu ini?'' Tanya Japhar kepada Zizi.

Zizi hanya mengangguk menjawabnya. sementara Jia hanya menyimak

''Pa, tadi aku lihat Tante Jia sama cowok.'' Zizi menunjuk ke arah Jia

Jia yang terkejut langsung membulatkan kedua bola matanya. Sementara Japhar melirik Jia tajam.

''Dia sama cowok?''

''Iya Pa, aku lihat sendiri.''

''Bocah tengik ini! Itu kakak ku.'' Batin Jia dengan kesalnya. Andai saja dia bukan keponakan Japhar, pasti Jia sudah mencakar nya disitu juga.

''Dia itu kakak ku.'' Kata Jia dengan tenangnya. Sebenarnya ada amarah bergemuruh dalam dadanya.

Japhar tak menanggapi jawabannya itu. dan mengabaikannya.

''Pantasan tadi tubuhnya bau parfum cowok.'' Gumam Japhar dalam hati

- - - - -

Keesokan Harinya

Jia terbangun di kamarnya dengan Alarm yang terus berdering. Dia pun langsung bangkit dari ranjangnya. seperti pagi biasanya, dia tak melihat Japhar ada disampingnya pagi hari.

''Kepala ku pusing sekali.'' Gumamnya di depan cermin kamar mandi. Menatap wajahnya sendiri dari pantulan kaca. segera ia kenakan kemeja nya dan bersiap untuk ke kantor.

Dia bahkan sama sekali tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Bahkan seluruh karyawan di kantor juga tidak tau, karna Jia tak pernah memberi tahu. Semenjak kematian ayahnya, hari ulang tahun tidak ada artinya bagi Jia.

.

.

.

.

Jam dinding kantor sudah menunjukkan pukul 16.00 Tepat dimana Jia hampir menyelesaikan seluruh pekerjaan nya. Di sela kesibukan nya, telfon nya terus bergetar. Jia terpaksa mengangkat tanpa melihat siapa yang penelfonnya.

''Jia, sore ini kau datang ya. Kita makan malam bersama. Kakak mu sudah menunggu.'' Di hujung telfon terdengar suara Ibu Tirinya yang begitu jelas. dia pun mengiyakannya.

Dan kini Jia membereskan pekerjaan nya dan bersiap untuk pergi.

Sementara itu... Di rumah Japhar. Japhar sibuk berbenah rumah, di seluruh ruangan yang ada di rumah mewah itu di hiasinya dengan balon abu-abu (Warna kesukaan Jia) dan menyiapkan tart tak lupa dengan lilin ke- 24.

''Bi Lyna, kamu ajak Zizi ke rumah kamu dulu ya. biarkan saya tinggal berdua dengan Jia malam ini.'' Kata Japhar dengan ragu, wajahnya tampak datar mencoba menutupi rasa malu untuk mengatakan ini.

''Ah iya, saya mengerti pak~'' Bi Lyna mengiyakan suruhan Japhar itu. Awalnya Bi Lyna sudah mengerti maksud Japhar.

''Papa mau ngapain? siapa yang ulang tahun pa?''

''ssstt'' Bisik Japhar ke telinga Zizi

Keduanya beranjak meninggalkan rumah, Tian mengantar mereka pulang.

Di sepanjang jalan, Bi Lyna hanya menatapi gedung-gedung tinggi. wajahnya pucat, hanya seutas senyum tipis yang terlihat.

''Selamat ulang tahun anakku sayang....'' Batin Bi Lyna (Mi Sa // Ibu Kandung Jia)

Tak sadar, air mata terjatuh dari pipinya. sesekali Tian menguntil kebelakang untuk melihat Bi Lyna, karna amat bingung

- - - -

''Jia! Ibu kangen loh sama kamu...'' Kata-kata manis itu terdengar saat Jia tiba di kediaman Li. Jia tahu itu hanyalah akting belaka, oleh karna itu dia meresponnya balik.

''Haha iya.''

''HAPPY BIRTHDAY!!!'' Ucap Mereka dengan bersamaan.

Jia yang terkejut tak kuasa menahan keharuan, air mata bahagia jatuh dari pipinya. Meskipun tak ada tart atau hal yang lain, namun sebuah ucapan dan doa sudah membuat Jia begitu bahagia.

''Aku bahkan tak mengingat hal itu. Kalian mengingatnya...'' Gumam Jia

.

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00, Jia segera pulang ke rumah dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sementara Japhar masih setia menunggu kepulangan Jia di rumah.

Sampai suara mesin mobil terdengar dari luar rumah, Japhar tersadar dari lamunannya. Dan bersiap mematikan seluruh lampu rumah untuk mengejutkan Jia.

''Mengapa rumah begitu gelap? Apa Japhar lupa ngisi token yak?'' Kata Jia dengan linglung

''Permisi, Lah kemana perginya semua orang?'' Begitu Jia melangkahkan kaki ke rumah, dia tak melihat satu orang pun.

''Selamat ulang tahun istriku!'' Sentak Japhar yang tiba-tiba keluar dari persembunyiannya.

Dia menghampiri Jia, membawa sebuah tart yang diatas nya dihiasi Lilin ke-24.

''Ucapkan permohonan mu sayang.''

Jia mulai bergumam dalam hatinya, menyebutkan permohonan nya satu-satu.

Aku berharap di usiaku yang ke 24 tahun ini, aku akan lebih tangguh menghadapi semua masalah, mencerna apa arti kehidupan. dan aku berharap tak ada penghalang antar kami berdua, bahagia selamanya.

Jia Mengangkat kepalanya kembali dan menghembuskan Lilin hingga padam, lalu Japhar menyalakan kembali semua lampu.

''Terima kasih, sayang.'' Kata Jia seraya mengecup kening Japhar.

Japhar yang tersipu segera membuang mukanya. Jia hanya terkekeh melihat nya.

''Apa permohonan mu kedepannya?'' Tanya Japhar penasaran.

''Aku ingin memiliki bayi....'' Jia berbisik ke telinga Japhar

.

.

.

.

Bersambung

1
sakura
.....
Bu Dewi
Japar ini bodoh meskipun kaya.
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
Rafkah
japhar sdh tua tp ko ngk dewasa
Rafkah
aq bingung dgn cerita ini
Maritza Hanan
asik
Febri Ulin
maaf thor kok u revisi lama banget y?mdh2n revisix happy ending y u jia n suamix n jg u hongli smg berjodoh dgn nona anne yg nolong jia n zizi ok thor SEMANGAT
Audita Ashley
tua bangka nggak bisa dewasa..
Audita Ashley
makin membingungkan😕❓
langitsenja
hedehh nyesel baca ni novel kirain bagusss ternyata oh ternyata membagongkan,untung baca komentar diakhir jd ga terlalu rugi buang waktu🤮🤮🤮
Rini Utya
lha kepiye to iki pak japhar e kok mlh sikape koyo ngono
Rini Utya
katanya perjaka kok punya anak?
Rini Utya
dipahami dululah nama pemeranya hampir sama
REKHA OZORA
andaikan gw yg di ajak belanja pasti mau PS 6, X BOX, dan alat ngegame lainya
Djie Marwati Laissa
dasar pria tua...gak nanya gak menyelidiki langsmg main tuduh hadehhh..dasar lelaki tua labil🤣🤣🤣
Djie Marwati Laissa
kode keras japhar ayo dong semngat tancap ggaaasss ppoolll🤣🤣🤣🤣jgn minum obat tidur pagi pria tua wkwkwkw
Djie Marwati Laissa
kno kah japhar pke minum obat tidur apa gak tw umur atau emang mw bunuh diri gak mamou layani istri yg muda🤣🤣🤜🤜
Djie Marwati Laissa
kasian jg tuh d si pria tua nnti d ajarin jia yahhhh🤣🤣🤣
Novalina Purba
koq g ada ceritanya bbrp bap
revisi mulu
Nuning Nuno
sejauh ini,aq belum ngerti alurnya thor..
Noor Dech
penasaran
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!