Naomi Olivia seorang gadis berusia 20 tahun memiliki sifat friendly dan selalu berpikir positif.
ia memiliki pekerjaan sebagai seorang desain pakaian anak-anak. Sejak kecil memang ingin sekali mendesain pakaian yang bagus karena dia di besarkan sebuah panti asuhan.
Bagaimana Naomi yang mati konyol hanya karena tergelincir dan terjatuh dari tangga. Tiba-tiba saja terbangun sebagai seorang selir yang mati menyedihkan di tangan Kaisar suaminya sendiri.
Naomi harus memikirkan bagaimana caranya pergi jauh dari Kaisar.Apalagi sekarang keadaannya sedang berbadan dua. Naomi memutuskan untuk menyembunyikan kandungan nya. Karena mengingat bahwa anaknya nanti akan mati gara-gara Kaisar tidak ingin terjadi nya perebutan tahta.
Apa Naomi bisa pergi jauh dari Kaisar?
Apa bisa Naomi menyelamatkan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Kabur
Setelah rencana di susun dengan rapi saat ini Laura sedang diam-diam berkemas baju dan perhiasan yang di bawa. Lumayan buat modal hidup anggap saja sebagai kompensasi dia karena telah bersedia menikah dengannya.
Karena sesungguhnya Laura sama sekali tidak menyukai pria yang memiliki isteri lebih dari satu. Walaupun pernikahan Kaisar hanya berdasarkan politik. Tetap Laura tidak mau menerimanya.
" Sudah selesai tinggal tunggu tengah malam setelah itu aku akan pergi. Mumpung saat ini Kaisar sedang berada di perbatasan hehehe...." ucap Laura sambil terkekeh.
Memang saat ini Kaisar Nathan sedang pergi ke perbatasan dari siang. Laura bisa mengetahuinya dari kuda milik Kaisar Nathan yang keluar dari istana.
" Sekarang lebih baik aku tidur dan setelah itu aku go dari sini." ucap Laura yang semangat.
Setelah itu Laura membaringkan tubuhnya di atas ranjang mungkin karena efek kehamilan dia jadi mudah mengantuk. Tidak beberapa lama kemudian ia pun terlelap.
...****************...
Sedangkan di kamar lain Ratu Valerie sedang duduk di kursi dengan gelisah sambil tangannya terus memegang pemberian dari Ayahandanya tadi.
Ratu Valerie sebenarnya bingung apa ia harus melaksanakan perintah Ayahandanya atau tidak. Tapi seketika pikirannya tertuju kepada calon anaknya bagaimana kalau Kaisar sama sekali tidak mau mempedulikan anaknya. Bisa saja lebih buruknya lagi ketika dirinya meninggal Kaisar akan mengangkat Selir Laura menjadi Ratu dan otomatis tahta akan di serahkan kepada anak Selir Laura sendiri. Meskipun ini pemikiran munafik tapi tidak bisa di pungkiri bahwa Ratu Valerie tidak rela tahta yang seharusnya untuk anaknya di serahkan kepada orang lain.
" Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi meskipun jika aku mati anakku tetap harus menjadi Kaisar." ucap Valerie dengan pandangan yang tajam.
...****************...
Di malam hari suasana istana terasa sunyi Laura yang saat ini berada di kamarnya sedang memperhatikan kondisi sekitar.
" Tinggal lima menit lagi pergantian penjaga, Mia kita harus pergi setelah pergantian penjaga kau mengerti." ucap Laura yang memberikan instruksi kepada Mia.
Mia yang berada di samping Laura langsung menggangguk kepalanya dengan kaku. Meskipun sekarang ia sedang berada dalam ketakutan.
" Apa anda yakin melakukan hal ini Selir? Bagaimana kalau nanti Kaisar mencari anda?" tanya Mia yang sepertinya berusaha mematahkan keinginan Laura.
Tapi karena dasarnya Laura yang memiliki sifat keras kepala. Ia sama sekali tidak mempedulikan ocehan Mia.
" Tenang saja Mia, semuanya sudah aku atur. Lagipula aku yakin, Kaisar tidak akan menyadari penampilan aku yang berbeda." ucap Laura yang benar telah merubah penampilannya.
Sekarang penampilan Laura sudah berubah dengan rambutnya yang diubah berwarna cokelat dan matanya yang tadinya hijau menjadi hitam. Tentu saja itu hasil dari pembelajaran sihirnya selama ini.
Mia yang merasa usahanya sia-sia hanya bisa menghela nafasnya dan berdoa semoga Kaisar tidak balik malam ini. Kalau tidak bagaimana nasib mereka nantinya. Bisa jadi kami akan di tangkap dan di penggal dengan tuduhan sebagai penghianat. Oh tentu saja Mia masih ingin hidup.
Sedangkan Laura pandangannya terus kearah penjaga.
" Ini saatnya." ucap Laura sambil tersenyum miring.
Setelah itu Laura memegang tangan Mia berjalan perlahan-lahan melewati lorong-lorong dan tidak lupa memperhatikan sekitar. Laura sempat dibuat tegang ketika melihat seseorang berusaha berjalan mendekat ke arahnya bahkan dia sampai membungkam mulut Mia yang tadinya ingin berteriak.
" Jangan kesini....
Continue....
Saya suka.. saya suka.. ceritanya bagus bgt Kak gak pake bertele2 ribet 👏
Terima kasih utk karyanya Kak Author 🙏🏼💐
semoga selalu sehat dan semangat membuat karya baru 💕