Bebby Daniella Putri menjadi yatim piatu sejak batita akibat korban kecelakaan yang menimpa satu keluarganya, tanpa identitas. Bebby diangkat anak oleh Daniel Frederick, Dokter Muda yang menyelamatkan nyawanya. Daniel mengangkat anak karena rasa kasihan dan sebagai permohonan maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua orang tuanya.
Dalam perjalanan waktu muncul benih benih cinta di antara mereka berdua. Daniel sebagai orang tua angkat telah menepis perasaan itu. Bagaimana kisah mereka... dan siapa sebenarnya Bebby?
Yuuukkk ikuti kisah mereka guys ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 17.
Sesampai di rumah sakit Ibu kota, tubuh Bebby segera ditaruh di atas brankar dan terus dibawa ke ruang unit gawat darurat. Daniel ikut berlari di samping brankar yang membawa tubuh Bebby. Udara dingin di dini menjelang pagi hari tidak dirasa oleh Daniel.
Brankar yang berisi tubuh Bebby terus dibawa masuk ke dalam ruang unit gawat darurat. Daniel pun juga turut serta masuk ke dalam ruang gawat darurat itu.
Tidak lama kemudian Dokter Jaga masuk ke dalam ruang itu.
“Apa yang sudah terjadi pada Bebby Dokter Dan?” ucap Dokter Jaga yang sudah siap dengan alat alat medisnya.
Daniel pun memberikan catatan medis Bebby selama dirawat di rumah sakit umum daerah.
“Baik Dok, sekarang Dokter Daniel tunggu di luar sambil beristirahat saya yakin pasti Dokter Tidak bisa beristirahat sejak tadi.” Ucap Dokter jaga lalu segera menangani Bebby. Sedangkan Daniel keluar dari ruang unit gawat darurat lalu duduk di kursi tunggu di luar ruangan.
Setelah satu jam lebih, pintu ruang gawat darurat terbuka dan muncul sosok Dokter jaga yang memeriksa Bebby. Daniel pun segera bangkit berdiri dan melangkah mendekat.
“Bagaimana Dok?” tanya Daniel dengan tidak sabar.
“Kondisi masih sangat lemah meskipun infus yang sudah diberi vitamin dengan kadar Fe tinggi. Hb masih sangat rendah Dok. Saran saya lakukan transfusi darah. Pasien kini juga sedang menstruasi jadi semakin memperburuk keadaan. Bahaya jika tidak segera dilakukan transfusi darah, organ lain akan terkena imbasnya, bahkan nyawa Bebby..” ucap Dokter jaga yang memeriksa Bebby.
“Ah maaf Dokter Daniel pasti sudah tahu.” Ucap Dokter jaga itu lagi setelah dia sadar dia kini berhadapan dengan keluarga pasien yang juga Dokter.
“Baik Dok, lakukan secepatnya.” Ucap Daniel. Dokter jaga itu pun segera kembali ke ruang rawat darurat. Sedangkan Daniel mengambil hand phone miliknya lalu mengusap usap layar hand phone untuk membuka web site Rumah sakit untuk melihat persediaan darah.
Sesaat kemudian ekspresi wajah Daniel terlihat semakin panik.
“Kosong.” Ucap Daniel saat melihat persediaan darah golongan darah yang sama dengan golongan darah Bebby tidak tersedia alias kosong.
Beberapa menit kemudian pintu ruang rawat darurat itu pun terbuka lagi kini muncul seorang perawat.
“Dokter Daniel, golongan darah AB negatif persediaan di rumah sakit dan PMI sedang kosong.” Ucap perawat itu sambil menatap Daniel yang ekspresi wajahnya terlihat sangat sedih dan panik menjadi satu.
“Dokter Dan bisa coba mencari dari keluarga. Kami pun juga akan tetap mengusahakan.” Ucap Sang perawat itu lagi. Lalu dia pun segera kembali melangkah masuk ke dalam ruang rawat darurat, setelah Daniel menganggukkan kepalanya.
Daniel pun segera mengusap usap layar hand phone miliknya. dia membuat status mencari golongan darah AB negatif, di semua status media sosial milik nya. Di semua group media sosial yang dia ikuti pun dia posting mencari golongan darah AB negatif.
Waktu terus berlalu hingga pagi hari tiba Daniel masih duduk di kursi tunggu. Daniel enggan meninggalkan kursi itu berharap dia dipanggil oleh Suster atau Dokter yang menangani Bebby mengabarkan kabar gembira tentang kondisi Bebby.
Akan tetapi hingga siang hari mereka semua tidak mendapatkan golongan darah yang dibutuhkan oleh Bebby. Kondisi Bebby masih tergolek sangat lemah, di tubuhnya terpasang alat alat medis. Sosok dan wajah Daniel terlihat sangat kusut.
Sementara itu di lain tempat. Miranda tengah iseng iseng mengusap usap layar hand phone miliknya melihat lihat status kontak kontak di dalam hand phone miliknya. Tiba tiba dia tersenyum licik saat melihat status di media sosial milik Daniel.
DIBUTUHKAN SEGERA DARAH GOLONGAN AB NEGATIF BUAT PUTERIKU YANG SEDANG SAKIT KERAS. BERAPAPUN IMBALAN YANG DIMINTA PENDONOR AKAN AKU BERIKAN
“Hmm akhirnya orang itu membutuhkan aku.” Gumam Miranda di dalam hati.
Tanpa menunggu lama Miranda pun segera mengirim foto kartu identitasnya yang tertera golongan darah milik nya yang juga AB negatif. Dan Miranda memberi keterangan.
“Jika masih membutuhkan darah, aku siap membantu.”
TING
Foto plus keterangannya terkirim ke kontak nama Daniel Frederick. Sesaat kemudian terdengar bunyi dering di hand phone milik Miranda.
Miranda tersenyum sambil menatap layar hand phone miliknya itu sebab Daniel melakukan panggilan suara.
Dengan pelan pelan Miranda menggeser tombol hijau.
“Mir, benar kamu mau mendonorkan darah buat Bebby? Kamu sedang hamil Mir.” suara Daniel di balik hand phone milik Miranda.
“Jika masih membutuhkan. Aku merasa kondisiku dan janinku sehat sehat saja. ” Ucap Miranda dengan dingin.
“Masih Mir, tolong kamu segera datang ke rumah sakit ya. Aku janji berapa pun yang kamu minta aku akan berikan Mir.” Suara Daniel di balik hand phone milik Miranda
“Hmmm masalah itu nanti dibicarakan saat aku sampai di rumah sakit.” Ucap Miranda dengan senyuman di bibirnya.
“Terima kasih sebelumnya Mir.” Suara Daniel lalu sambungan telepon pun segera terputus.
Miranda segera bangkit berdiri dia berjalan keluar dari gedung tempat dia kini berada, lalu segera melangkah menuju ke mobil nya
“Hmm aku harus memanfaatkan kesempatan ini. Ha.. Ha... Ha... tidak hanya uang yang akan aku dapatkan tetapi aku akan mendapatkan segala segalanya... Kondisiku yang sedang hamil mau mendonorkan darah juga bisa ku pakai untuk memeras Daniel Ha... Ha... Ha...” ucap Miranda sambil tertawa terbahak bahak, mobil pun terus melaju menuju ke rumah sakit di mana Daniel berada.
Beberapa menit kemudian mobil yang dikemudikan oleh Miranda sudah memasuki halaman rumah sakit. Miranda pun segera melangkah menuju ke ruang gawat darurat.
Saat melihat sosok Miranda yang datang, Daniel tersenyum, ada harapan Bebby untuk segera pulih kondisi kesehatan nya.
“Terima kasih Mir, akhir nya kamu jadi juga membantu aku dan Bebby.” Ucap Daniel sambil bangkit berdiri, dan Miranda hanya tersenyum tipis.
“Ayo Mir, langsung masuk ke ruang periksa untuk memastikan kamu bisa tidak menjadi pendonor buat Bebby.” Ucap Daniel lalu melangkah menuju ke suatu ruangan yang tidak jauh dari ruang gawat darurat. Daniel pun sudah memberi tahu Dokter dan perawat yang menangani Bebby jika ada calon pendonor darah buat Bebby.
“Hmmm okey..” gumam Miranda dan melangkah di belakang Daniel.
“Aku sampaikan nanti saja syarat dari aku, setelah aku benar benar cocok untuk menjadi pendonor anak sialan itu.” Gumam Miranda dalam hati dan dia terus melangkah di samping Daniel untuk menuju ke ruang periksa buat calon pendonor.
🤣🤣