Bijak dalam membaca,
Yumi Nagisa Tatsuya, seorang gadis berusia 17 tahun, di jodohkan paksa oleh orang tua nya, dengan seorang pria dari keluarga Nagendra.
Ternyata pria tersebut adalah orang mesum yang mencium nya di toilet saat itu.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhy-Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terima atau Tidak
Di sisi lain...
“Jadi gimana, kamu mau kan nerima perjodohan ini?” tanya lelaki paruh baya, Alankar Nagendra, kepada anak lelakinya.
“Memang siapa yang mau di jodohkan dengan ku?” tanya Ares Nagendra
“Ini, lihatlah fotonya, dia sangat cantik. Anak sahabat papa” ujar papa Alan.
Ares pun mengambil alih hp tersebut lalu menatap intens foto itu, ia merasa tidak asing dengan wajah gadis yang ada di foto itu.
“Ini kan cew—“ gumam nya terpotong saat sang papa langsung mengambil kembali hp tersebut.
“Jangan di tatap terus, nanti jatuh cinta” goda papa Alan.
“Ck. Papa ini ada-ada saja, aku hanya ingin mengenali wajah nya saja, bukan bermaksud apa-apa” ucap anak papa Hendra
“Gimana, kamu terima gak perjodohan ini?” Tanya papa Alan sekali lagi.
“Emm, iya aku terima pa” ucap Ares tanpa ragu.
Papa Alan pun tersenyum kepada anak semata wayang nya, sangat bahagia karna anak nya menerima perjodohan ini.
‘Heh liat aja lo, bakal gua bikin lo gak bisa jalan karna udah bikin adik kecil gua ngilu😏’ batin nya sambil tersenyum smrik.
‘Tunggu gua gadis manis’
🍒🍒🍒
Setelah selesai makan, Yumi kembali ke kamar nya. Ia merebahkan dirinya ke kasur menatap langit-langit kamar.
“Huhffff…” suara hembusan nafas nya terdengar.
“Gue gak mau di jodoh-jodohin! Emang masih jaman ya, di jodoh-jodohin kayak gini?” monolog nya.
“Gue gak suka kalo kayak gini, gue mau nolak. Tapi, nanti gue di cap anak durhaka. Gue gak mau”
“Tapi, kalo misalkan gue terima.. gue gak suka sama dia yang mau di jodohin sama gue, gimana mau suka? Kenal aja ngak, pernah ketemu aja enggak.”
“Huhffff… suka gak, cinta juga gak. Malah nikah, gimana nanti rumah tangga gue?”
“Terima gak ya?”
Yumi terus saja memikirkan soal perjodohan itu sambil bicara sendiri. Ia bingung harus menerima atau menolak. Yumi berfikir keras hingga terlelap tertidur, karna lelah memikirkan perjodohan itu.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
🕖 Pagi Hari
Yumi terbangun dari tidurnya, karna mendengar suara ketukan pintu.
Tok…Tok…Tok…
“Hoammmm… siapa sih yang ngetuk pintu? Ganggu orang tidur aja”
Yumi bangun lalu berjalan gontai ke arah pintu,
Ceklek…
“Baru bangun dek?” Tanya Shiro
“Iyaa, kenapa bang?”
“Ngak di suruh masuk dulu nih?”
“Ohh, ya udah masuk aja…”
Mereka berdua pun masuk dan duduk di ranjang. Shiro sedari tadi menatap adeknya, Yumi yang risih di tatap pun bertanya.
“Kenapa bang? Abang mau apa kesini? Terus kenapa liatin Yumi mulu?”
“Satu satu dong nanya-nya”
“Abang mau apa kesini?”
“Abang cuman mau nanya tentang perjodohan kamu, kamu terima atau kamu tolak?” tanya Shiro, penasaran
Yumi berfikir sejenak..
“Oh itu, Yumi terima. Emang kenapa bang?” Jawab Yumi, sembari merebahkan dirinya kembali ke kasur.
“Emhh. Ya ngak papa sih, cuman abang nanti kangen sama kamu Yum. Nanti siapa yang bakalan abang manjain lagi kalo bukan kamu?”
“Makanya cari pacar, biar gak kesepian” ucap Yumi, sambil menutup mata memeluk guling.
“Astaga, mentang-mentang udah mau nikah. Jadi kamu udah gak sayang lagi gitu, sama abang?” Tanya Shiro
“Gak gitu bang, Yumi cuman menyarankan aja biar abang gak kesepian kalo gak ada aku. Kan kalo kesepian tinggal jemput pacar nya, ajak jalan-jalan kayak abang ajak aku” ujar Yumi panjang lebar.
Terima kasih Author..