NovelToon NovelToon
A Jilted Twins

A Jilted Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kisah cinta masa kecil / Anak Kembar / Teen School/College
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: QUEENS RIA

Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.

Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.

Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.

Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.

Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.

Selepas beberapa menit pulang taraweh.

Ulan dengan Bu Venera sampai saat ini masih belum melihat kepulangan Aya di rumah.

Dengan rasa cemas Bu Venera langsung bertanya kepada Ulan. "Apa kamu gak tau kemana kakak kamu lan?"

"Ulan tadi nelpon kak ay nomor nya sedang tidak aktif mah" Jawab Ulan. Pikirnya kalau Aya sedang kehabisan baterai.

Berselang setelah ulan menjawab, Bu Venera langsung mengambil ponsel di laci lemari untuk menelpon Bu Matilda.

"Assalamualaikum Ra, ada apa?" Bu Matilda mengangkat sambungan telpon Bu Venera.

"Walaikumsallam Mat, hem... Tadi kamu lihat ada Aya tidak?"

"Iya Ra, tadi Aya ada di rumah, tapi sekarang lagi pergi sama Farid" jawab Matilda.

"Apa mereka belum pulang Mat?" Tanya Bu Venera.

"Belum Ra" Jawab Bu Matilda.

"Tapi ini sudah jam sembilan malam, biasa nya Aya ada di rumah jam segini, saya jadi takut kalau Cahaya kenapa-napa"

"Tenang aja Ra kamu gak usah khawatir. Kan ada anak saya" Jawab Bu Matilda.

"Iya tetap saja Mat, sebagai ibu yang sudah melahirkan nya pasti saya khawatir banget sama dia"

Sedangkan di kediaman Bu Matilda, beliau sejenak berpikir sembari menggigit kuku nya sendiri. "Sebentar saya tutup dulu ya telpon nya" Katanya.

"Iya mat" Jawab Bu Venera, selanjutnya sambungan telepon itu pun tersudahi.

Matilda langsung menelpon anak nya yang sedikit membuat nya kepikiran.

Sama hal nya dengan Aya, nomor nya sedang tidak aktif atau diluar jangkauan.

Bu Matilda sampai menelpon suami nya yang ada di bogor.

"Kok nanyain Farid ke saya sih de?" Kata Pak Aldi. Beliau sampai bingung sendiri dengan kepanikan Bu Matilda saat ini.

"Kalau Celia di apartemen ada gak mas?" Tanya Bu Matilda, kali ini beliau menanyakan anak pertama nya.

"Ada, Celi lagi lembur ngurus gaji karyawan, emang ada apa sih?"

"Oh gitu.. Gimana ya mas, sepertinya barusan saya sudah mengatakan hal jahat pada anak bungsu kamu mas" Kata Bu Matilda.

"Ya allah, dari zaman sekolah sampai kamu tua, sifat kamu ini pasti ada aja buat onar nya" Omel Pak Aldi.

"Engga, saya gak buat onar, masalahnya..."

Bu Matilda langsung menjelaskan situasi yang menyangkut masalah Farid dengan Ulan.

Hingga saat ini Pak Aldi belum tahu tentang perjodohan Farid secara tiba-tiba yang membuat Farid marah.

"Farid sudah mencintai Aya, tapi saya harus memisahkan mereka buat dinikahkan dengan Ulan, adik kembar nya."

"Sudah saya bilang ke kamu beberapa kali, di bilang jangan pernah berani ngatur hidup anak, mental anak bakal hancur dan dia akan berbuat kejahatan nanti" Omel Pak Aldi.

"Tapi mas, saya hanya kasihan sama ulan tadi sudah di setubuhi sama Farid" Fitnah Bu Matilda. Pak Aldi disana sampai terdiam, bahkan menutup sambungan telpon nya sepihak.

**

Sisi lain dari kekhawatiran para orang tua.

Aya di bawa sama Farid ke kos-kosan di sekitaran jakarta selatan.

Di dalam kamar kosan, Aya terus merenungi kehidupan nya yang merasa sudah di curangi oleh orang-orang rumah.

Begitu dengan Farid yang sehabis makan malam bersama Aya, ia memilih duduk bersanding bersama Aya untuk menenangkan mental sang kekasih.

"Kita sementara disini dulu, biarkan mereka merasakan apa yang nama nya kehilangan" Kata Farid sambil menatap mimik wajah Aya yang terus menerus mengeluarkan air mata.

"Iya aku ikut kamu aja sayang, aku sudah sakit hati sama keluarga ku sendiri" Lirih Aya.

Sehabis berucap, Farid memeluk Aya dalam pelik nya.

"Kamu tenang aja, aku juga ngerasain apa yang kamu rasakan, kita berdua merasakan ini bersama-sama, permainan kedua orang tua kita emang sangat-sangat aneh" Kata Farid.

"Bukan dari orang tua" Aya mendongak kepala sekilas menatap Farid sayu. "Ini permainan dari adik kembar aku yang sudah keterlaluan dari dulu hobi merebut orang-orang terdekat ku" Kata Aya. Farid tersenyum hingga akhir nya ia memberi kecupan bibir untuk memberi mental yang baik.

"Tidur yuk, besok kan kita sahur" Ajak Farid.

"Aku gak puasa dulu lagi ada tamu bulanan" Jawab Aya.

"Hem, yaudah nanti bangunin aku ya"

Aya mengangguk kepala dengan senyuman.

"Iya sok tidur duluan aja"

"Apa kita mau tidur satu ranjang?" Tanya Farid.

"...." Aya hanya menatap Farid tanpa menjawab.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!