NovelToon NovelToon
REMEDIAL

REMEDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Fantasi / Supernatural
Popularitas:274.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nela Kurniaty Idris

Mima Ayumna Lenkara, sangat optimis dia akan diterima dalam program magister jurusan Theology, Oxford University.

Sayangnya surel yang masuk mengabarkan bahwa Kelulusan beasiswanya ditunda karena pihak penyelenggara menemukan huruf C dalam daftar nilai Mima, untuk mata pelajaran Fiqih, pelajaran yang tidak pernah dia perhitungkan sejak MA.

Di waktu yang sama, Mima juga mendapat tawaran dari surat elektronik yang tidak jelas pengirimnya, dia diajak kembali ke masa lalu, ke sekolahnya untuk meremedial nilai Fiqih agar memenuhi syarat beasiswa.

Di usia ke 26 tahun, Mima menerima tawaran kembali berseragam MA dan kembali ke Kota Pariaman setelah lima tahun meninggalkannya.

Kereta api dari kota Padang tidak juga tiba di stasiun pemberhentian Mima, sampai akhirnya seorang kondektur hitam manis menjelaskan tujuan perjalanan remedial Mima yang tidak biasa.

Apa yang Mima dapat dari remedialnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nela Kurniaty Idris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun Putih Yang Ternoda

Semoga masih ada satu yang tersisa, dari seribu stokmaaf yang kamu punya

***-- Mima ***

***

“Aku minum, ya? Dikit.” Jarak wajah Dheo sangat dekat saat bicara ke Mima, harus dekat karena dentuman musik sangat keras. Mima menatapnya kecewa, tapi di dalam ruang redup dan tidak jelas ini wajahnya tampak begitu tampan dan seksi.

Mima mengutuk matanya karena tidak sengaja melihat rekan di depannya berciuman tanpa malu, dengan ciuman panas bahkan tangannya liar mencari celah-celah baju pasangannya.

“Dhe, cewek Lo nggak minum?” tanya seorang teman kepada Dheo.

Mima menggeleng cepat dan memberi isyarat kalau dia tidak minum semua yang ada di atas  meja ini. Meski tidak tau apa mereknya, dari bentuk, warna dan tempat minuman ini berada, Mima tau itu Alkhohol.

“Gue pesenin lemon, ya.” Lelaki itu menyalakan korek api dan mengangkat tangannya ke atas, ternyata itu adalah cara tamu di sana memanggil waitress, beberapa detik kemudian seorang pelayan datang menghampiri meja. Mima tidak terlalu jelas apa yang dipesan olehnya.

“Cakep juga pacarmu? Kirain beneran datang sendiri?” tanya lelaki itu pada Dheo yang menuangkan lagi satu sloki minuman ke mulutnya.

“Yoi!” jawab Dheo yang terdengar sok asik.

“Pertama kali ke club?” Sekarang perempuan di samping lelaki itu yang bertanya, mungkin gesture canggung Mima terbaca jelas oleh mereka.

“Sans aja, have fun!”

“Danu ngajakin Kita semua nginap di Daima malam ini, Bro! besok pagi mau konvoy ke bukit tinggi, Lo ikut dong?” tanya lelaki tadi.  Danu adalah nama si sahabat yang berulang tahun.

Dheo kemudian menatap Mima sambil menjawab penawaran temannya.

“Aku terserah dia aja sih!”

Mima belum sempat menjawab saat pelayan meletakkan minuman baru di meja mereka.

“Itu lemon kok, minum aja!” Atas dasar perasaan sungkan dan takut dianggap geeky, Mima mengangkat gelas itu, namun belum sampai ke mulutnya, bau alcohol begitu ketara, Mima meletakkan kembali ke meja.

“Ngga akan bikin mabuk kali,” kata si perempuan tadi dengan tawa kecil saat melihat gelagat Mima.

Ini bukan tentang bikin mabuk atau tidak, Mima tidak sesuci itu juga, tapi ini tentang ketidak mampuannya meminum minuman asing, jangankan rasa yang keras pada alkhohol, seteguk kopi hitam saja tidak mampu ditelannya.

Mima mencoba mencari sesuatu dari tasnya, ketemu! Air mineral pemberian Shaka, sejak saat itu pikirannya Kembali ke rumah, penyesalan menyeruak meninggalkan Shaka dalam keadaan sakit yang tidak biasa, meninggalkan Shaka setelah memberikannya dua tablet rasa jeruk tanpa digerus.

Ahsan Eshaka … 

Wajah pucat itu seolah tersenyum saat Mima mennggumam

“Yhaaa dia bawa bekel!” ucap si perempuan, Mima tidak peduli, tapi Dheo tampak tidak senang karena dianggap paling cupu malam ini.

“Mim, udah dong!” Dheo menahan tangan Mima yang sedang menuang botol mineral ke mulutnya.

“Kalau haus nanti aja di luar minumnya," imbuh Dheo sebal.

***

Danu bicara banyak dari depan sana bersama DJ di sampingnya, semcam ucapan terimakasih dan kata sambutan dari pemilik acara. Kemudian meminta DJ memainkan sebuah lagu dan mengajak semua tamunya untuk turun ke dance floor dan berjoged sepuasnya.

Rasanya Mima hampir gila, sudah ratusan kali mengajak Dheo pergi dari sana, ratusan kali juga Dheo mengatakan.

“Sebentar lagi, ya!” sambil membelai pipi Mima dan kembali bergoyang seperti orang gila bagi Mima.

Hampir tengah  malam menuju puncak acara, di meja mereka masih dengan orang yang sama, tiga pasangan termasuk Dheo dan Mima. Satu pasangan sudah tidak peduli dengan orang disampignnya, memadu kasih seolah sedang berada di nirwana. Mima mual dan jijik, tapi teman yang lain seolah biasa saja.

Seseorang datang melemparkan bungkusan kecil  ke atas meja tempat Mima, Dheo dan teman-temannya. Mima kaget, refleks menatap si pemilik barang.

“Wuihh!” seru Dheo.

“Satu orang minimal satu. Ya … ya … ya …” Lelaki berjaket metalik putih menodongkan jempol dan telunjuk kiri dan kanan seolah dia sedang berbaik hati memberikan bungkusan tablet di meja itu.

Semua orang buru-buru mengambil satu butir dan menelannya bulat-bulat, Mima menunggu giliran Dheo dan benar saja lelaki itu melakukan seperti apa yang temannya lakukan.

“Dheo!” pekik Mima di telinga Dheo.

“Nih, punya kamu! Satu aja, ga enak sama yang punya acara!” ucap Dheo di telinga Mima.

“Ambil, atau aku suapin?” Dheo menyodorkan pil kecil itu kepada Mima.

“Kalian make?” tanya Mima tepat di depan wajah Dheo saat tangan Dheo juga sudah berada di ambang bibir Mima.

“Sesekali aja, Sayang.” Bau alcohol menguar dari mulut lelaki itu.

“Dhe, mending kita pulang sekarang, Ayo, Dhe!” Mima berusaha menarik tangan Dheo.

“Sekali ini aja, Sayang!” Dheo merengkuh leher Mima dan memaksa gadis itu membuka mulutnya.

“Emhh,” gumam Mima sambil menggeleng.

Narkoba adalah hal yang tidak pernah Mima bayangkan separah apapun hidupnya, dia tidak pernah membayangkan ujian ini akan dia hadapi, meski hidupnya memang jauh dari kata ‘baik-baik saja’.

Di satu sisi, Mima tau hal itu sangat berbahaya, namun sisanya karena dia tidak bisa menelan pil selama hidupnya, akan semakin memalukan kalau dia meminta Dheo menggerus pil itu terlebih dahulu.

Siapa yang menelan ekstasi dengan digerus?

“Dhe, kamu tipsy? Ayo kita pulang sebelum semakin parah.”

Bukannya mendengar ucapan Mima, Dheo justru menatapnya dengan tatapan yang siap memangsa.

“Dheo, nggak gini dong!” elak Mima saat Dheo mencoba mencium lehernya dengan rakus.

Dentuman musik yang memekakkan telinga melatari aksi nekat Dheo terhadap diri Mima. Tubuh Mima ditarik paksa ke sebuah ruangan yang ada di sana. Ruangan kecil entah tempat apa. Mima ketakutan, lututnya gemetar. Dheo dalam keadaan sadar saja tidak bisa dia kuasai apalagi dalam kondisi setengah mabuk begini.

“Dheo, Plis!” Gaun putih itu sudah tersingkap sempurna.

“Sayang, anggap aja ini bukti kalau kita saling cinta, dengan cara ini kita bisa terikat sampai masa depan!” pinta Dheo memohon pada Mima yang sudah pasrah memejamkan mata.

***

Masih dengan gaun putih yang sudah kekuningan karena noda minuman dan cairan muntah, Mima bersandar di mobil travel yang dia tumpangi. Matanya sembab, kondisinya sangat menyedihkan.

Mima pulang ke Pariaman pukul satu malam itu juga, beruntung ada mobil yang bisa dipesan online malam itu. yang ada di kepalanya hanya Shaka, dia tidak peduli apakah Shaka masih akan menerimanya setelah ini, asal bisa melihat lelaki itu di rumah entah dengan senyum atau  sedang marah.

Berharap masih ada sisa satu dari seribu stok maaf yang Shaka punya untuknya malam ini. Air matanya semakin banjir membayangkan eksrpesi Shaka yang meringis  saat Mima meninggalkannya meringkuk sendiri di kursi.

“Pak, tolong lebih cepat!” ucap Mima sambil berharap bisa langsung tiba di depan rumah.

1
matcha
duuuuh banjir ni air mata Thor.. hiks
matcha
huaaaaaaaaa.. why harus mati Thor🥺🥺🥺
matcha
duh kayaknya bukan shaka deh mi calonnya.. meleset dugaan ku
matcha
sudah kuduga dari awal/CoolGuy/
matcha
ooh ini yg katanya shaka dimasa depan akan lebih bnyak bikin mima sakit hati dan butuh maaf dari mima
matcha
karakter dheo ini agak2 yaa.. dibilang baik pinter rajin solat iya tp nakal jg iya.. tp emng manusia gtu sih gak stu warna dlm diri..
matcha
haaay Thor aku dr tahun 2026 berasa ikutan terbawa ke tahun 2013..baru nemu ni novel.. hihi
nur atika
padahal udah baca k3xnya tp ttp nangis dan gk trima bngttt saja wasalam🥺😭😭😭😭
nur atika
kembali LG setelah sekian THN Hiatus baca
Nicky
Di 2025 baru nemu ini cerita, ulasan recommend salah seorang pembaca di karya lain. Asli keren ini cerita, luar biasa pemikirannya, cerita yang berbobot, sarat nilai kehidupan dan hikmah yg bisa di ambil. Sukses selalu untuk KK author.
Hadrita Khaerunnisa
halo kak sy penggemar lama mu
Hadrita Khaerunnisa
baca dari awal lagi
nana's Apel
baru baca karya2 mu di 2025 😭
rini laelasari
keren
rini laelasari
pantesan pas remedial shaka sakit2an dan menghilang. 😭
Irma Dwi
👍👍👍👍👍👍👍
She_Rha🍁
aku dateng lg dari masa depan Mima tetep ajah mewek..
terus berkarya Kak EnKa tulisannya selau penuh makna 🥰
santitri
karya yg luarbiasa hebaaaat banyak kosa kata indah tertulis disini

aku sukaa banget karya kak enka Masya Allah
jarang banget ada karya sebagus ini

tp sungguh beda dari yg lain
dari puluhan novel yg aku baca
hanya karya ini yang sad ending
sedih siih
tapi sangat menghibur

aku punya stock segudang maaf buat kamu Lo Thor


haaaaaa

sukses pokok nyaaa

🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
santitri
meninggal kaah

sad ending

🥲
santitri
Alhamdulillah akhirnya doa nyaa terkabul

/Angry//Kiss//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!