Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Awan malam itu terlihat mendung, darimana bisa dilihatnya? tentu saja karena tidak ada bintang yang bersinar di langit. Sudah pasti penyebabnya adalah awan mendung yang menutupi semua bintang-bintang itu. Awan tebal, gelap yang mungkin saja akan segera menurunkan hujan yang deras juga.
Malam itu, ketika Shen Yunan masih berbaring dengan gelisah karena tubuhnya terasa begitu tidak nyaman. Terkadang seseorang memang memiliki tekad yang kuat dan begitu besar. Tapi, terkadang juga seseorang lupa. Kalau tubuh mereka tetap saja sesuatu yang tersusun dari daging, darahh dan tulang. Lelah yang berlebihan akan membuat tubuh seseorang bisa protes juga pada pemiliknya. Rasa tidak nyaman, bahkan mimpi buruk bisa jadi salah satu yang terjadi.
Dalam mimpi itu kenangan di kehidupan lalunya, ketika dia melihat Xie Yuzin berdiri dengan jubah naga, menginjak banyak orang yang menjerit dan dia melihat Xie Yuzin tertawa di atas jeritan dan darahh yang menggenang.
Tangan Shen Yunan gemetar, orang-orang itu menatapnya dan mengulurkan tangan padanya. Menyalahkannya, karena dia adalah orang yang telah menyebabkan kematian mereka.
Di salah satu celah, dia melihat Liu Yuting yang diam menatapnya dengan kedua sudut mata mengalirkan air mata yang berwarna merah, itu bukan air mata, itu darahh. Rasa sakit yang benar-benar tak sanggup Shen Yunan bayangkan.
Di tempat tidurnya, tubuh Shen Yunan berkeringat banyak. Pelipis dan keningnya basah. Dan tidurnya sangat gelisah. Kepalanya terus bergerak ke kanan dan ke kiri. Bahkan tangannya benar-benar gemetaran.
"Hahh...."
Shen Yunan membuka matanya, nafasnya tersengal-sengal. Tatapan matanya lurus ke depan, tidak fokus dan bola matanya itu bergetar.
"Nona!"
Cao Cao yang mendengar suara Shen Yunan segera bangun dan turun dari tempat tidurnya. Cao Cao dengan cepat menghampiri majikannya meski matanya masih setengah terbuka.
"Nona, ada apa?" tanyanya sambil mengucek-ucek matanya.
Shen Yunan melihat sekeliling, dia menoleh ke arah Cao Cao.
"Aku... aku haus!"
"Sebentar nona, aku akan ambilkan minum!"
Cao Cao dengan cepat menuju ke meja, membuka cangkir yang tertutup. Lalu menuangkan air ke cangkir itu. Dan setelah itu membawanya pada Shen Yunan.
Shen Yunan meneguk air di dalam cangkir.
"Nona, apa nona sakit? aku akan minta pada pengurus istana untuk memanggil tabib..."
"Tidak Cao Cao, aku tidak sakit. Kembalilah istirahat!"
Cao Cao meraih cangkir itu dan meletakkannya kembali ke atas meja.
"Nona benar-benar tidak apa-apa?" Cao Cao terlihat ragu.
"Aku tidak apa-apa, kembalilah tidur!"
Cao Cao menganggukkan kepalanya patuh. Dan gadis pelayan itu segera kembali ke tempat tidurnya. Shen Yunan juga kembali berbaring agar Cao Cao tidak khawatir padanya. Tapi dia ingat bagaimana tawa Xie Yuzin padanya itu.
Shen Yunan bertekad, dia tidak akan pernah membiarkan Xie Yuzin bisa tertawa seperti itu lagi di kehidupan ini. Sebaliknya, dia akan mengakhiri sendiri pria jahat itu dengan kedua tangannya yang dulu pernah membantunya sampai di posisi pundak di kerajaan Tangling ini.
**
Pagi menjelang, Shen Yunan dan Cao Cao sama sekali tidak perlu bangun terlalu pagi. Mereka baru bangun jam 8, lalu sarapan dan bersiap memberi salam pada putri agung Chengyi.
Keduanya sampah di depan paviliun utama, Cao Cao minta pelayan memberitahu pada putri agung Chengyi kalau mereka sudah datang.
Pelayan itu masuk, tak lama pelayan itu balik lagi dan membuka pintu.
"Kalian bisa masuk!"
Cao Cao dan Shen Yunan tidak mengatakan apapun. Tapi langsung masuk ke dalam dan di tengah aula itu sudah ada sebuah meja, dengan sebuah Guqin yang tampak unik dan mewah.
"Salam hormat putri agung Chengyi!" Shen Yunan memberi hormat selayaknya rakyat biasa bertemu dengan putri kerajaan.
Cao Cao juga melakukan hal yang sama di belakangnya.
Wajah putri agung Chengyi agak muram saat ini. Ketika Shen Yunan setengah berlutut itu, putri agung bukannya langsung menerima salamnya dan memintanya berdiri. Tapi malah dengan santai meraih cangkir teh lalu meminum teh itu. Dengan gerakan perlahan, menggoyang sedikit cangkirnya, membuat tutup cangkir itu dan menyingkirkan ampas teh ke tepi cangkir. Bahkan gerakan minum tehnya juga dilakukan dengan sangat slow motion.
'Astaga, untung aku tidak punya permusuhan lama denganmu. Kamu bahkan mati di tangan Xie Yuzin di kehidupan yang lalu. Jika tidak, aku benar-benar akan mengendap-ngendap ke kamarmu dan menutup wajahmu dengan bantal. Dasar putri manja menyebalkan!' batin Shen Yunan.
Tao Er yang melihat hal itu, juga tidak bisa membantu. Itu sama sekali bukan masalah besar sebenarnya, beberapa menit berdiri setengah berlutut seperti itu sebenarnya baik untuk kekuatan otot kaki.
Hingga seorang pengawal datang dan membisikkan sesuatu pada Tao Er. Baru setelah itu, Tao Er mendekat ke arah putri agung Chengyi.
"Tuan putri, sepertinya tuan putri akan tertarik setelah mendengar ini. Kemarin di istana Timur, nona keempat keluarga Marquis Shen. Telah memaki pangeran putra mahkota di depan semua orang!" bisik Tao Er pada putri agung Chengyi.
Mendengar hal itu, Putri agung Chengyi sungguh merasa tertarik. Dia segera meletakkan cangkir teh itu dan meminta Shen Yunan berdiri.
"Berdiri... berdiri! kenapa masih memberi salam?" katanya sambil tertawa senang.
Shen Yunan tersenyum paksa.
"Terima kasih putri agung Chengyi!"
'Dasar putri manja menyebalkan! dia bertanya kenapa masih memberi salam. Bukannya dia yang sengaja tidak segera menerima salam kami. Kenapa semua orang-orang di istana, munafik!' kesal Shen Yunan dalam hatinya.
"Aku dengar kamu memaki putra mahkota?"
Shen Yunan mengernyitkan keningnya.
"Memaki putra mahkota? aku? putri agung Chengyi bercanda ya? aku mana berani?" tanya Shen Yunan yang memang masih harus berperan kalau dia tidak mengenal putra mahkota, tidak tahu yang mana itu putra mahkota.
Tao Er kembali mendekati putri agung Chengyi.
"Sepertinya dia memang tidak tahu kalau itu adalah putri mahkota, sama seperti dia tidak tahu kalau sudah tersesat di istana Timur, tuan putri!" bisik Tao Er lagi.
Putri agung Chengyi mengangguk paham. Tapi mendengar itu, dia semakin yakin ingin memanfaatkan Shen Yunan, untuk jadi mata-matanya di keluarga Marquis Shen.
"Tidak masalah, sekarang coba mainkan satu lagu, jika memang bagus. Aku akan memberimu pil salju itu!" kata putri agung Chengyi.
Shen Yunan merasa senang, bukankah artinya dia akan segera kembali ke kediaman Marquis. Dia kan belum puas menyiksa Shen Yuxiao.
"Baiklah putri agung Chengyi!"
Shen Yunan pun segera duduk di kursi di depan meja yang di atasnya sudah ada Guqin tua mewah itu.
Putri agung Chengyi tersenyum puas.
'Bagus, aku benar-benar bisa memanfaatkannya. Dia memaki Xie Yuzin dan orang itu tidak membunuhnyaa. Bukankah artinya Xie Yuzin tertarik pada wanita desa ini? ini akan seru!' batin putri agung Chengyi.
Sementara dia tidak tahu, siapa yang memanfaatkan dan yang di manfaatkan sebenarnya. Putri agung Chengyi sama sekali belum menyadarinya.
***
Bersambung...
Namun jika lelaki menangisi seorang wanita, maka wanita itu adalah yg paling beruntung di cintai begitu hebat oleh pria yg mencintai nya..
Dan wanita itulah suhu pawang buaya cinta..
bikin lupa diri dll🤭
Namun cinta yg tulus memang butuh pengorbanan..
Walaupun harus mengorbankan diri..
Namun yg namanya cinta, mampu mengalahkan logika..
Dan bagi seorang lelaki..
Wanita adalah kelemahan nya..
Karena bila lelaki patah hati saat mencintai..
Mereka bahkan bisa menangis melebihi balita..