Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Coco
"Coco kenapa tempat ini sangat berisik sekali hari ini, apakah dua kediaman disamping kanan dan kiri kita sudah ada yang menempati" ucap Elisa Su yang baru saja tiba di kamarnya dan berniat ingin segera masuk ke ruang ajaib miliknya namun dia mendengar ada keributan yang berasal dari kediaman-kediaman yang ada disampingnya, mendengar itu Coco pun segera mencari informasinya "Benar host, sudah ada orang yang membeli kediaman yang ada disamping kanan maupun kiri host dan saat ini mereka sedang mendekorasi kediaman tersebut, jika dihitung dengan kecepatan kerjanya juga banyaknya orang yang bekerja dapat dipastikan dekorasinya akan selesai sore ini juga" ucap Coco, mendengar itu Elisa Su pun mendecakkan lidahnya "Ck ck ck, benar-benar kehidupan orang kaya, mana mampu kita mampu mengikutinya hanya dalam setengah hari saja sudah selesai semuanya" ucap Elisa Su sembari masuk ke ruang ajaib miliknya dan segera membuat beberapa makanan untuknya juga Coco karena perutnya sudah sangat lapar dari tadi.
"Coco, aku mandi dulu ingat jangan makan duluan ya" ucap Elisa Su setelah selesai memasak makanan tersebut dan menatanya di atas meja makan selain itu dia juga menutup semua makan tersebut "Baik host, tenang saja aku tidak akan makan duluan, ayo host cepat pergi mandi jangan sampai host membuatku menunggu terlalu lama" ucap Coco sembari mengibas-ngibaskan kaki depannya seolah-olah menyuruh Elisa Su untuk segera pergi, mendengar itu Elisa Su pun segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai mandi dua pun mengenakan pakaian yang diinginkannya lalu segera berjalan ke arah meja makan, dimana disana terlihat jika Coco sudah menunggunya sembari matanya terus menatap lekat ke arah semua makanan itu dengan air liur yang sudah menggenang dimulutnya, dapat dipastikan jika Elisa Su datang lebih lama dua menit saja Coco sudah pasti tidak akan dapat lagi bertahan dan sudah memakan semuanya.
"Selamat makan Coco" ucap Elisa Su setelah memasukkan nasi dan meletakkan beberapa lauk di dalam piring milik Coco setelah selesai dia pun meletakkan piring tersebut dihadapan Coco melihat itu Coco yang dalam wujud kucing pun segera berubah menjadi wujud anak perempuan kecil yang sangat imut dan langsung mengambil piring tersebut"Selamat makan juga Host" ucapnya sembari memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya untuk mencicipi rasanya karena sejujurnya dari tadi dia sudah sangat penasaran dengan rasa makanan yang dimasak oleh hostnya itu "Masakan host benar-benar sangat enak, sama sekali tak bisa dibandingkan dengan makanan yang aku makan di rumah makan tadi" ucapnya sembari terus fokus memakan makanan yang ada di atas meja tersebut "Baguslah kalau kau menyukainya" ucap Elisa Su sembari tersenyum tipis melihat Coco yang lahap memakan semuanya, setelah selesai makan dan membersihkan alat makannya Elisa Su pun memutuskan berjalan keruang keluarga, setelah sampai dia pun segera menghidupkan televisi karena tiba-tiba saja dia merasa penasaran dan ingin menonton film mengenai negeri para penyihir "Pasti kehidupan sehari-hari mereka jauh lebih mudah, tak perlu banyak bergerak cukup menjentikkan tangan saja semuanya pasti sudah beres" ucap Elisa Su yang kemudian duduk di depan televisi tersebut dan mulai menonton filmnya bersama dengan Coco yang kini kembali lagi ke dalam wujud kucing dan duduk disampingnya.
"Bagaimana apakah sudah selesai" ucap Harun Li yang kini berada di kediaman barunya tepat disebelah kiri kediaman Elisa Su "Sudah tuan muda ketiga" ucap para pelayan tersebut secara bersamaan setelah itu Harun Li pun memerintahkan mereka untuk segera meninggalkan kediaman tersebut, dan hanya meninggalkan beberapa orang saja untuk mengurus kebutuhan sehari-harinya dikediaman itu. "Bagaimana apakah sudah kau pastikan" tanya Harun Li kepada pengawal pribadinya setelah melihat keberadaannya "Hormat tuan muda ketiga, baru saja saya memastikan semua informasi yang tuan muda ketiga katakan memang benar" ucap pengawal pribadi tersebut yang tadi sempat diperintahkan oleh tuan mudanya untuk mengecek semua hal yang dia dengar dari suara hati milik nona pertama kediaman jenderal Su itu "Baiklah kalau begitu pergilah istirahat lebih dulu, untuk beberapa hari ini aku akan menetap ditempat ini" ucap Harun Li sembari berjalan ke arah kamar tidurnya yang terletak tepat di samping pagar yang bersampingan dengan kamar tidur milik Elisa Su, "Baik tuan muda" ucap pengawal tersebut, setelah itu dia pun segera pergi dari tempat tersebut dan segera berjalan menuju ke kamarnya sendiri.
"Menarik, ini benar-benar sangat menarik" ucap tuan muda ketiga yang merupakan anak dari perdana menteri kanan Li sekaligus merupakan orang yang berada di dalam ruang khusus nomor dua pada saat acara lelang berlangsung, selama ini dia selalu menyembunyikan kemampuannya hingga keluarganya sendiri tak mengetahui jika dia merupakan seseorang yang sangat dikagumi dalam dunia bela diri bahkan dia juga merupakan murid utama dari guru besar juga sekaligus penerus perguruan elang yang merupakan perguruan beladiri nomor satu di kekaisaran tersebut. Semua itu terjadi karena selama ini Harun Li selalu mendapatkan perlakuan yang dingin dari kedua orang tuanya yang sama sekali tidak memperdulikannya bahkan selalu memarahinya sebagai orang yang tidak berguna bahkan ketika dia tidak pulang beberapa hari kedua orang tuanya pun langsung menuduhnya pergi keluar untuk bermain-main dan hanya tau menghambur-hamburkan uang saja padahal mereka tak ingat jika selama ini mereka tak pernah lagi memberikan uang saku kepada anak ketiga mereka itu semenjak usianya tujuh tahun. Mendengar kata-kata tuduhan seperti itu dari kedua orang tuanya tanpa menanyakan kebenarannya terlebih dahulu membuat hatinya pun semakin dingin, selain itu dia juga bahkan mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari para selir juga para pelayan yang ada dikediaman perdana menteri kanan Li tersebut, sehingga dia pun memutuskan untuk tak kembali lagi ke kediaman perdana menteri Li tersebut kecuali keempat saudaranya yang mengundangnya datang, meskipun tak semua saudaranya berasal dari ibu yang sama namun kasih sayang dan kepedulian diantara mereka benar adanya.
Hari pun mulai menjelang malam dan kini kedua kediaman yang ada di samping kediaman Elisa Su pun telah ditempati oleh masing-masing pemiliknya bahkan jenderal Su pun telah duduk di kamarnya untuk mendengarkan percakapan putrinya dengan sesuatu yang bernama Coco, awalnya dia mengira jika dia hanya dapat mendengar suara hati keduanya saja siapa sangka bukan hanya suara hati saja yang dapat dia dengar namun selama itu berupa percakapan yang keduanya lakukan dia juga tetap dapat mendengarnya.
"Coco coba cek kapan misiku akan selesai" ucap Elisa Su yang telah duduk dikursi yang ada dikamarnya sembari menopang dagunya di atas meja dengan satu tangannya sedangkan tangan lainnya pun sibuk mengetuk-ngetuk sudut meja tersebut "Tidak lama lagi misi host akan segera selesai, host hanya perlu lebih sering keluar untuk bersenang-senang saja" ucap Coco sembari merebahkan tubuhnya yang sedang berubah menjadi kucing di atas meja dimana Elisa Su sedang menopang dagunya, mendengar ucapan Coco membuat Elisa Su pun mengernyitkan keningnya karena menurutnya bukankah selama ini dia sudah cukup bersenang-senang "Sepertinya bukan hanya aku saja yang mendapatkan misi di dunia ini tapi kau juga kan?, dan kita baru bisa kembali setelah kita berdua berhasil menyelesaikan misi kita masing-masing" tebak Elisa Su sembari menatap tajam mata sistemnya itu, mendengar tebakan dari hostnya yang gitu tepat tanpa sadar Coco pun mengalihkan tatapannya "Hehehe, host benar-benar orang yang sangat pintar" ucap Coco yang berhasil membuat Elisa Su pun menghela napasnya berat "Sudah kuduga, kalau hanya berdasarkan misi yang diberikan kepadaku seharusnya aku sudah lama kembali kedunia ku, coba katakan kepadaku misi seperti apa yang harus kau selesaikan jika tak dapat kau katakan karena ketentuan dari pusat maka kau dapat menuliskannya saja" ucap Elisa Su yang berhasil membuat Coco pun menatapnya dengan mata yang berbinar "Host benar-benar host yang terbaik" ucap Coco yang langsung menulis misi-misi yang diberikan kepadanya setelah selesai dia pun memperlihatkannya kepada hostnya tersebut "Ternyata hanya tinggal dua misi lagi, ini bukanlah hal yang sulit baiklah mulai besok kita akan fokus menyelesaikannya" ucap Elisa Su dengan penuh percaya diri setelah melihat hanya perlu menyelesaikan dua misi saja, mendengar itu Coco pun segera menganggukkan kepalanya "Baik host, Coco pasti akan menuruti semua ucapan host" ucap Coco dengan suara yang ceria.
Semua orang yang mendengar percakapan antara keduanya pun merasa sangat frustasi karena keduanya tak mengatakan apapun terkait dua misi yang akan mereka selesaikan nantinya "Aduh kenapa tidak kalian katakan saja misinya apa, apakah ini berkaitan dengan kekaisaran ini, jika benar ini akan membuatku sangat khawatir" tebak kaisar setelah mendengar semua percakapan keduanya, awalnya sebelum datang ke kediaman baru milik putra mahkotanya itu kaisar sama sekali tak memiliki ekspetasi yang tinggi, namun setelah mengalami langsung kaisar pun menyadari betapa banyaknya hal ajaib yang ada di dunia ini, bahkan ada yang dapat mengetahui masa depan bahkan juga dapat mengubahnya, mengetahui hal itu membuat kaisar pun semakin khawatir ketika memikirkan jika salah satu dari dua misi tersebut ada yang berkaitan dengan kekaisaran bukan itu sangat mengerikan, namun dia pun segera menggelengkan kepalanya "Tidak mungkin, pasti misi tersebut tidak ada kaitannya dengan kekaisaran ini" ucap kaisar tersebut dengan penuh keyakinan di dalam hatinya.