Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Ba'da sholat isya, Najma, umi Siti dan juga Balqis menuju ke asrama putri,sedangkan Abi Ibrahim, Kai dan juga Ilham ke Asrama putra.
" kita anter aja dulu, abi kan baru beli buggy car" ujar Ilham .
" Abi kok beli buggy car enggak bilang umi sih'" ucap umi Siti menatap tajam ke arah abi Ibrahim.
"hehehe maaf umi, kan buat suprise umi, biar umi enggak capek kalau bolak balik asrama sama Madrasah " jawab Abi Ibrahim.
" Ahh alasan" jawab umi Siti.
" Kamu sih ham.. kenapa bilang sih... kan abi mau kasih suprise umi " ujar abi Ibrahim menyalahkan putranya.
" hehehe ampun bi" sahut Ilham.
" ahhh bilang aja abi beli buggy car buat umi, karena abi mau beli alat vespa baru kan " ujar Kai ikut mengompori kedua orang tuanya.
" suttt... kamu ini, malah ikut ngomporin abi sih kai"ucapa Abi Ibrahim.
" Tapi emang bener kan bi? soalnya yang nyariin mas agung nahh dia kan apa- apa cerita sama Kai bi" jawab Kai.
" abi beli vespa lagi?" tanya umi Siti.
" heheheh iyaa mi, buat touring " jawab abi Ibrahim sedikit takut.
" beli berapa ?" tanya umi Siti.
" beli satu doang kok mi, murah lagi" jawab abi Ibrahim .
" beli satu lagi buat umi, umi juga mau ikut touring" sahut umi siti menatap abi Ibrahim.
Semua anaknya terkejut mendengar perkataan umi mereka kecuali Najma yang hanya menyimak drama keluarga ini.
" beneran mi?'" tanya abi Ibrahim memastikan perkataan sang istri.
" kenapa umi enggak boleh ikut touring?" tanya umi Siti.
" ehhh enggak boleh, boleh, abi pesan kan ke mas agung sekarang juga mi, tau gitu kan abi enggak beli buggy car mi" sahut abi Ibrahim.
" ouhh jadi enggak ikhlas nih beliin umi buggy car?" tanya umi Siti.
" Hayo abiii...." Ucap Kai, Balqis dan juga Ilham yang malah provokasi, abinya.
" kalian ini bukannya bantu abi, malah provokasi" sahut kiyai Ibrahim.
" Udah ,ayo keburu malam nanti " ucap Umi Siti menghentikan berdebatan ini, beliau yang memulai beliau juga yang menyudahi.
" Ayo, oh ya... Kai sama Najma naik motor aja mi.. bi.., biar nanti motornya di tinggal di asrama putri, nanti kalau umi sama Najma mau pulang duluan biar enggak nunggu malam" ujar Kai memberikan saran.
" oh iya benar juga yaa...,balqis jadi tidur asrama kan nduk?" sahut umi siti.
"jadi umi, udah janjian sama Billa, sama teman- teman yang lain" jawab Balqis.
" hp nya tinggal" ujar Kai sedikit sinis.
"Iya tahu bawel banget " jawab Balqis.
Akhirnya Ilham , Balqis, Umi Siti dan juga Abi Ibrahim menggunakan buggy car, sedangkan Kai mengikuti di belakang dengan Najma.
" Kamu capek? kalau capek enggak usah ikut gapapa loh, aku temenin di ndalem" ujar Kai pada Najma.
" enggak, masih aman kok mas " jawab Najma.
Setelah beberapa saat mereka tiba di asrama putri, Najma, Balqis dan umi Siti kemudian turun, Kai juga memarkirkan motornya di koridor asrama.
" Dek ini kuncinya, kalau capek langsung pulang aja ke ndalem yaa " ujar Kai memberikan kunci motornya pada Najma.
Banyak para santri dan para ustadzah yang melihat interaksi mereka, tidak ada adegan romantis, tapi tutur kata Kai pada Najma yang begitu lembut yang membuat mereka heboh sendiri.
" Aaa cocweet"
"Aduh kapal aku"
Dan masih banyak lagi bisikan- bisikan yang mereka dengar, Najma hanya mampu tersenyum dan tersipu malu.
" Ya.sudah mas ke putra dulu yaaa" pamit Kai.
Najma akhirnya bergabung dengan ustadzah lainnya, bahkan dengan santri, umi Siti yang duduk di samping kantor dengan beberapa ustadzah yang sudah sepuh.
" Liat us, Kai memang enggak salah pilih istri yaa us" ucap umi Siti dengan bangganya melihat Najma yang mudah sekali beradaptasi, bahkan bisa merangkul para santri dari yang singhor (kecil) sampai kibhar ( besar).
" Iya umi, liat Ning Najma ngerangkul semua kayak gini, jadi adem yaa mi, bahkan yang kibhar bukan ist bisa berbaur sama adik- adiknya, padahal sebelumnya senioritasnya kelihatan banget " jawab ustadzah Laili.
" Alhamdulillah us, jadi saya bisa ikut touring " jawab umi Siti yang memang memiliki jiwa anak muda sekali.
Karena umi Siti harus menggantikan mertuanya di saat para anaknya masih kecil, bahkan Balqis masih bayi, karena mertua umi siti meninggalkan karena kecelakaan saat menuju ke tempat pengajian dan keduanya meninggal di tempat.
Dan yang di beri amanah untuk menggantikan memimpin pondok adalah abi luqman.
" wahh, seru banget itu mi, ayo lah agenda kan kita- kita" jawab ustadzah endang.
" ayo, boleh lah, biar santri- santri di urus yang muda - muda dulu ya... kita refreshing dulu ya... coba nanti saya diskusi sama abi dulu, sama nyari waktu yang pas " jawab umi Siti.
" wahh umi memang terbaik " jawab ustadzah Laili.
Umi siti dan Abi Luqman adalah orang yang santai, mereka juga terkadang juga meluangkan waktu untuk sekedar quality time berdua menikmati alam, biasanya mereka akan ke pantai atau resto yang memiliki nuansa alam.
Umi Siti dan Abi Luqman juga tidak menuntun para pengajar, para pengajar dan pegawai juga memang di bebaskan untuk berekspresi juga, tapi masih dalam aturan dan tidak menentang agama.
Bahkan banyak sekali pengajar yang betah dan enggan keluar semenjak pesantren di pimpin oleh kiyai luqman, karena semenjak kepemimpinan Abi Luqman, banyak di perbrui bahkan fasilitasnya, bukan hanya untuk santri, untuk para pekerja pun abi luqman selalu menjadi yang terbaik, maka dari itu beliau begitu di sayang.
Sedangkan di asrama putra kini Kai sedang berada di kamar sahabatnya yaitu ustad Imron, ia di kamar hanya dengan Ustad imron, karena yang lain sedang berkumpul.
" sampean ( kamu ) kenapa lagi Gus?"tanya ustad imron melihat Kai yang tampak merenung dan galau.
" Saya kayaknya udah mulai cinta sama istri saya dech, tadz" ujar Kai.
" Yahhh bagus dong Gus, dan itu emang harus sih Gus, lagi pun apalagi yang buat sampean ( kamu) galau?" tanya ustad imron.
" saya memang sudah mulai cinta sama Najma, tapi nama Aiza masih terukir begitu indah, bahkan di saat saya mencoba melupakanya rasa dia makin dekat dan saya semakin susah buat ngelupain dia " jawab Kai menatap ustad imron.
" Ya sudah, sebelum ustadzah Aiza menikah dengan Gus Ilham lebih baik, sampean jujur pada abah dan umi kalau sampean masih mencintai ustadzah Aiza" saran ustad imron.
" pasti abi dan umi nyuruh saya melupakan Aiza, tapi enggak segampang itu, kalau pun umi dan Abi menyetujuinya, Najma bagaimana?" tanya Kai yang sepertinya memang sedang bingung dengan perasaan dan hatinya.
" Ning Najma buat saya, gapapa janda yang penting Ning Najma, pasti kalau Ning Najma single pun banyak yang ngejar gus" jawab ustad imron yang membuat Kai sedikit emosi.
" Enak saja dia istri saya" sahut Kai.
" ahay, nikah lagi saja gus, ustadzah Aiza jadi yang kedua"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭