Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.
Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.
Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.
Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.
Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Udara di sekitarnya seketika terasa lebih berat dan menekan akibat fluktuasi energi elemen logam tersebut.
Ting.
Suara Kaisar Pedang Haus Darah kembali menggema di dalam kepala Lin Xiao dengan sangat jelas.
'Waktunya sangat pas, Nak.' ucap sosok kuno itu dengan nada bersemangat melihat persiapan Lin Xiao.
'Tubuhmu sudah kebal terhadap racun, sekarang saatnya membuat kulitmu tidak bisa ditembus oleh senjata tajam.'
"Apa yang harus aku lakukan kali ini?" tanya Lin Xiao meminta petunjuk secara teknis.
"Energi kristal ini terasa sangat tajam, aku bisa merasakannya seakan ingin mengiris pori-pori kulitku hanya dari jarak sedekat ini."
'Tentu saja, logam adalah elemen yang paling tidak fleksibel dan sangat destruktif.' jawab sang kaisar.
'Pusatkan energi racun dari Kaisar Racun di bawah kulitmu sebagai pelindung, lalu serap energi logam ini secara paksa ke dalam aliran darahmu.'
'Biarkan racunmu melunakkan ketajaman logam itu secara perlahan, dan gunakan energi Penguasa Darahmu untuk menyatukannya dengan sel-sel ototmu.' jelasnya secara rinci.
"Ini terdengar seperti proses penyiksaan yang akan jauh lebih menyakitkan lagi daripada menelan inti racun tempo hari." gumam Lin Xiao.
'Hahaha, rasa sakit adalah sahabat dan guru terbaik bagi seorang penguasa.' tawa Kaisar Racun Tanpa Wujud ikut menimpali dari kedalaman makam.
'Jika kau ingin menjadi monster yang ditakuti dunia, kau harus melewati penderitaan yang tidak bisa dibayangkan oleh akal sehat manusia normal.'
Lin Xiao membuang napas perlahan untuk mengosongkan pikirannya lalu menutup kedua matanya.
"Mari kita mulai pembantaian terhadap kelemahanku sendiri."
Wush.
Lin Xiao mengaktifkan Teknik Penguasa Darah dan Inti Racun Surgawi secara bersamaan tanpa ragu.
Tubuhnya seketika memancarkan perpaduan aura berwarna merah pekat dan hijau zamrud yang saling melilit dengan sangat misterius.
Dia menempelkan kedua telapak tangannya ke permukaan Inti Logam Bumi yang ada di pangkuannya.
Daya hisap yang sangat kuat langsung tercipta dan meledak dari pusat Dantian Lin Xiao.
Sss.
Energi keemasan dari kristal itu tersedot masuk secara liar dan langsung menabrak lapisan racun hijau di bawah kulitnya.
Sensasi sayatan ribuan pisau kecil yang sangat panas langsung meledak di seluruh permukaan tubuh pemuda itu secara bersamaan.
Darah segar mulai merembes keluar dari pori-porinya akibat sobekan mikroskopis, namun langsung menguap karena suhu tubuhnya yang meningkat sangat drastis.
"Ugh."
Lin Xiao mengerang tertahan menahan siksaan itu, urat-urat di dahi dan lehernya menonjol seperti akar pohon yang dipaksa keluar menembus tanah.
Dia memfokuskan seluruh sisa kesadarannya untuk menjaga keseimbangan ketiga energi buas yang sedang berperang di dalam tubuhnya itu.
Energi darah bekerja sebagai pondasi penyembuh, energi racun bekerja sebagai pelarut penjinak, dan energi logam murni bekerja sebagai pelapis pelindung pertahanan akhir.
Krak. Krak.
Suara tulang yang bergeser, hancur, dan mengeras kembali terdengar berulang-ulang menyelimuti kesunyian kamar tersebut.
Seluruh otot dan serat daging Lin Xiao dihancurkan secara perlahan lalu dibangun kembali dengan struktur yang jauh lebih padat dan berat.
Warna kulitnya perlahan-lahan berubah menjadi sedikit keabu-abuan seperti besi yang baru diangkat dari tempat penempaan, sebelum akhirnya memudar kembali ke warna kulit manusia normal.
Hari berganti hari, lalu minggu berganti minggu bergulir tanpa henti.
Di luar sana, Klan Lin sangat sibuk mempersiapkan perhelatan turnamen besar tahunan mereka dengan sangat megah.
Tenda-tenda sutra didirikan di alun-alun utama, dan surat undangan berhias emas dikirimkan ke berbagai sekte serta keluarga terpandang di Kota Jade River.
Lin Zhen menggunakan semua koneksi dan sisa kekayaannya untuk memastikan faksi miliknya terlihat paling mendominasi di mata tamu luar guna menutupi kelemahannya.
Lin Jian juga tidak pernah keluar dari halamannya semenjak insiden tangannya dipatahkan.
Pemuda sombong itu sedang mengonsumsi berbagai macam pil terlarang pemberian kakeknya untuk memaksa terobosan kultivasinya ke tahap yang lebih tinggi.
Sementara itu, di kamar kecil yang gelap di area belakang, Lin Xiao masih duduk diam tak bergerak seperti patung batu purba.
Pakaiannya sudah hancur menjadi serpihan debu akibat gesekan energi logam yang memancar keluar dari tubuhnya selama tiga minggu terakhir.
Brak.
Kristal Inti Logam Bumi di pangkuannya akhirnya kehilangan seluruh sinarnya dan hancur lebur menjadi abu berserakan.
Bersamaan dengan suara itu, Lin Xiao perlahan-lahan membuka kedua kelopak matanya yang tertutup rapat.
Kilatan cahaya keemasan yang bercampur dengan merah darah melesat dari tatapannya, seolah mampu menembus menembus dinding batu kamarnya.
Wush.
Sirkulasi energinya mulai menjadi tenang secara bertahap, namun aura yang dia pancarkan kini terasa sangat berat seolah membawa beban gunung baja.
"Tahap Pembentukan Dasar tingkat kelima." gumam Lin Xiao dengan suara yang terdengar jauh lebih dalam dan berwibawa dari sebelumnya.
Dia melompat berdiri dari lantai kayunya dengan gerakan yang sangat ringan namun bertenaga.
Tanpa menggunakan energi spiritual dari Dantiannya sedikit pun, Lin Xiao mengayunkan kepalan tangan kanannya ke udara kosong di depan dada.
Duarr.
Suara ledakan udara yang sangat keras seketika tercipta murni dari tekanan kekuatan fisik tersebut.
'Sempurna.' puji Kaisar Pedang Haus Darah dengan nada takjub yang jarang dia tunjukkan.
'Kulit dan ototmu sekarang memiliki ketahanan murni setara dengan monster tingkat enam, senjata biasa milik manusia bodoh tidak akan bisa menggoresmu sama sekali.'
Lin Xiao tersenyum kejam menatap sepasang kepalan tangannya sendiri yang kini terasa mematikan.
Dia segera mencari pakaian bersih di dalam lemarinya yang lapuk dan mengenakannya dengan rapi menutupi ototnya yang terbentuk sempurna.
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penduduk Kota Jade River.
Turnamen berdarah Klan Lin akan segera dimulai dalam beberapa jam ke depan.
Kriet.
Lin Xiao membuka pintu kamarnya yang berdebu dan melangkah keluar menuju cahaya matahari pagi yang menyilaukan.
Waktunya telah tiba untuk mencabut semua rumput liar pembangkang itu sampai ke akar-akarnya di depan seluruh mata yang memandang.