" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vira menemui security kawasan
Vira terkejut melihat rupa petugas security yang beruntusan atau bentol bentol besar di wajahnya dan hampir tidak ada tempat lagi untuk tumbuh secara permanen di wajah security yang kini berusia lima puluh tahunan tersebut.
" Oh maaf , Pak.... Saya kira gak ada
orang disini.... " Jawab Vira sedikit ketakutan melihat kondisi wajahnya security itu. Security yang diketahui bernama Sadiman itu reaksinya. cukup tenang tidak banyak gerakan yang gak perlu, hanya tatapan mata nya saja yang membuat Vira kurang nyaman, sepertinya selalu curiga jika ada tamu yang datang, makanya Vira secepatnya mengambil jarak untuk sekedar antisipasi sekiranya penyakit kulit yang ada di wajah Pak Sadiman tidak menular ke dirinya.
" Saya udah ngeliat mba dari jauh...."
Vira kaget mendengar ucapan Sadiman yang tenang namun sangat mengejutkan dari perkataannya itu.
Vira sendiri gak merasa kalo dirinya tengah diperhatikan oleh security tua itu, sebab ia juga tidak melihat kalo ada orang yang secara diam diam mengamatinya dari kejauhan.
Berarti Pak Sadiman menurut Vira bukan orang sembarangan. Ia bisa membaca pikiran orang, terbukti dari tatapan matanya sudah beda. Kalo orang yang normal biasanya gak harus sembunyi sembunyi melihat tamu yang datang, ditambah cara menegurnya pun bikin orang kaget. Ditambah tidak ada senyumnya apa lagi adab sopan santun. Semuanya seperti datar saja layaknya seperti malas malasan menerima tamu. Padahal Vira sangat memerlukan sekali pertolongan dari petugas itu guna menolong Wisnu yang terjebak didalam gudang kimia. Tapi respon yang didapat tidak sesuai dengan kehendak hatinya.
" Oh.... Saya justru gak tau.... Cuma
kedatangan saya kesinii untuk
minta tolong bahwa ada teman
saya terkunci didalam gudang
yang bekas pabrik itu , Pak.... " Seru Vira pada petugas security itu yang nampak dingin saja menerima laporan tersebut.. Bukan membalas pengaduan dari Vira yang dilanda kecemasan itu, malah menatapnya dengan tatapan yang tak lazim. Inikan aneh sekali menurut Vira, ada orang minta bantuan tapi responnya biasa aja, seperti gak peduli gitu.
" Saya udah tau, mba.... Terus saya
harus gimana....?? " Jawab Pak Sadiman, security yang tampangnya sama sekali tidak nyaman untuk di lihat Vira. Perempuan itu semakin bingung mendengar ucapan yang terkesan membiarkan peristiwa itu terjadi.
" Ya setidaknya ada tindakan dari
bapak.... Minimal lapor polisi atau
keamanan lain di sekitar sini.....
Soalnya ini genting banget Pak....
Bisa bisa teman saya mati didalam
jika pertolongan gak ada yang
datang membantu.... " Ujarnya berharap security itu melaporkan kejadian ini pada aparat setempat. Security itu diam sejenak seperti tengah merancang sesuatu yang Vira gak tau. Kemudian security itu mengambil handy talkie atau HT yang biasa di pakai petugas security atau keamanan di ruang pos nya. Dan menyalahkan dengan malas malasan, setelah Handy talkie tersambung , justru malah menyuruh Vira sendiri yang melaporkan kasus itu kepada temannya sesama petugas security juga. Padahal Vira berharap security itu melaporkannya kepada aparat kepolisian.
" Ya hallo zona keamanan tiga disini,
ada yang bisa kami bantu....? " Seru petugas keamanan lain via handy talkie dengan suara datar. Namun Sebaliknya Vira menyambutnya dengan antusias dan ia berharap ada tindakan cepat dari petugas area kawasan industri itu.
" Tolong saya, Pak...!! Teman saya
terjebak didalam gudang kimia...! "
Seru Vira lewat corong handy talkie yang sudah cukup jadul, jadi suara Vira agak kurang jelas terdengar di telinga petugas security kawasan industri tersebut.
" Ya, halo zona keamanan tiga disini,
apa ada yang bisa kami bantu...? "
Petugas security mengulangi lagi ucapannya. Suara Vira betul-betul kecil sekali terdengar bahkan nyaris tak ada suaranya. Vira makin panik dan bingung kemudian coba untuk mengecek handy talkie yang sedikit eror tersebut. Sementara security Sadiman cuek saja tidak ada untuk berusaha memperbaiki HT miliknya itu. Justru Vira yang mencoba mengutak-atik alat komunikasi itu sambil menggerutu kesal.
" Ha te kenapa sih... Giliran penting
malah gak ada suaranya....!! " Gerutunya kesal sambil terus usaha
agar alat komunikasi jaman jadul itu bisa pulih kembali.
" Halo masuk, zona keamanan tiga
disini.... Sekali lagi apa ada yang
bisa dibantu....??? " Ujar petugas security kawasan yang ke sekian kalinya memanggil secara darurat via handy talkie. sepertinya sedang melakukan pemantauan atau keliling
mengcroscek untuk memastikan kalo kawasan itu dinyatakan aman terkendali.
" Halo... Halo... Halo....!!! Apakah
bisa mendengarkan saya, Pak....!
Saya butuh pertolongan...!! " Cetus
Vira lagi melalui ha te yang ternyata masih tetap sama , tidak ada suara Vira yang keluar dari handy talkie jadul milik security Sadiman itu. Rasanya ingin Vira banting saja kalo ha te itu miliknya.
" Ok, berarti gak ada masalah di
zona keamanan satu... Selanjutnya
kami akan meluncur di zona yang
berikutnya.... Dan pastikan disitu
sudah aman terkendali..... " Tegas petugas security kawasan itu langsung mematikan saluran alat komunikasi tersebut. Jelas Vira langsung marah dan teriak sekeras kerasnya sebagai rasa bentuk kekecewaannya karena saluran HT yang digunakannya telah keburu matikan oleh petugas keamanan kawasan industri tersebut.
" Aahhh....!!! Siaall...!!! Kenapa harus
dimatikan HTnya....!! " Teriak Vira kesal pada petugas kawasan yang mengatakan zona keamanan satu di nyatakan aman. Padahal jelas jelas Vira ingin melaporkan kejadian yang kini menimpa Wisnu temannya. Kembali Vira berurusan dengan Pak Sadiman, security yang dianggapnya aneh . Ia langsung kembalikan HT error itu pada petugas security yang gak jelas dengan tugasnya tersebut.
" Kamu masih tetap ngotot juga
mau nolong teman kamu itu...? "
Tanya security Sadiman sambil mengambil handy talkie yang error itu dari tangan Vira. Ditanya begitu jelas Vira makin geram. Kemudian mengembalikan pertanyaan tersebut pada security aneh itu.
" Sekarang kalo bapak jadi saya
gimana....?? " Dibalikin Vira begitu security itu langsung diam , namun matanya tetap tajam seperti orang gak terima gitu. Dan tak lama Pak sadiman itu berpikir, ia berkata lagi
" Sebaiknya mba pulang saja.....
Sebelum nanti menyesal..... " Kata
Sadiman petugas security memberi
saran dan nasehat.
" Pak.... Saya tuh paling gak bisa
ninggalin temen yang lagi terancam
keselamatannya...Bapak gak ngerti
perasaan wanita itu seperti apa.... "
Jawab Vira seraya membantah apa yang di sarankan Sadiman, security yang sudah banyak makan asam garam di dunia pengamanan khusus di lingkungan pabrik. Usai ngomong begitu tiba-tiba muncul petugas security kawasan yang jumlahnya dua orang menggunakan mobil operasional nya berhenti tepat di depan gerbang pabrik dimana tempat Sadiman bertugas. Vira pun menoleh senang secepatnya wanita itu menyongsong kedatangan petugas security yang dianggapnya super hero tersebut.
" Pak.... !! Pak tolong saya, pak....!! "
Teriak Vira sambil berlari mendekati petugas security yang masih ada didalam mobil. Petugas security itu menoleh sejenak ketika ada seorang wanita berlari menghampirinya. Salah satu petugas nampak nyinyir gitu saat Vira mendekati mobil yang mesinnya belum di matikan itu.