Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.
Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.
Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.
Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
04
Alina duduk di sebelah bundanya, dengan tatapan matanya masih berfokus pada Farhan.
Farhan yang di tatap oleh Alina merasa tidak enak karena tatapan Alina menimbulkan kesalahpahaman antara orang tua mereka.
"Aku ga nyangka kalau kalian udah saling kenal." ucap papa Farhan.
"iya."
"Tidak"
Alina dan Farhan menjawab dengan jawaban yang berbeda,para orang tua bingung dengan perbedaan jawaban tersebut.
"Jadi saya baru bertemu pak Farhan satu kali di kampus, itupun sebagai dosen pengganti." Alina menjelaskan agar tidak terjadi kesalah pahaman.
Farhan mengangguk menandakan setuju atas jawaban Alina.
Merekapun makan dalam keheningan sebagai bentuk adab.
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang tamu,Alina merasa tidak nyaman berada di ruangan yang sama dengan Farhan karena kejadian menjijikan waktu itu kembali terputar dalam kepalanya.
Lamunan Alina terputus saat mama Farhan mengajak bicara.
"Alina udah punya pacar?" tanya Lara (nama mama Farhan).
"Eh iya apa Tante?." Alina mencoba memastikan kembali ucapan Tante Lara.
"Kamu udah punya pacar?."
"Belum ada waktu buat pacaran Tante." jawab Alina sambil tersenyum malu.
"Alina itu anaknya ga suka ribet mbak." tambah mama Alina.
Disinilah momen menegang itu dimulai.
"Jadi kedatangan kami sekeluarga hari ini untuk melamar Alina." Ucap papa Farhan.
Alina dan Farhan yang hendak dijodohkan sama-sama terkejut karena tidak di beri tahu sebelumnya.
"Pa jangan ngawur ya." Farhan berbisik kepada papanya.
Sedangkan Alina sudah panas dingin membayangkan menikah dengan orang yang tidak ingin dia lihat.
"Mungkin ini terkesan dadakan,tapi kami para orang tua sudah mendiskusikan jauh hari terkait perjodohan ini." tambah papa Farhan.
"Mohon maaf sebelumnya, untuk saat ini saya tidak ada niatan untuk menikah, apalagi menikah dengan orang yang tidak saya cintai dan mencintai saya." ucap Alina sambil menatap Farhan dengan tatapan jijik.
Farhan yang menyadari tatapan Alina Marasa terhina.
"Saya juga tidak mau menikah dengan wanita yang tidak saya cintai,dan asal kalian tau saya sudah memiliki kekasih yang akan saya nikahi dalam waktu dekat ini." setelah mengatakan hal tersebut Farhan langsung bangkit dan pergi meninggalkan mereka semua.
Alina juga melakukan hal yang sama,dia berpamitan kepada orang tua nya kemudian pergi ke kamar nya.
Para orang tua yang sudah menduga akan hal ini tidak terkejut sama sekali.
"Jadi bagaimana?." tanya papa Alina.
"Kita lanjutkan sesuai rencana saja." jawab papa Farhan.
Setelah meninggalkan rumah Alina Farhan mengemudi mobil nya dengan kecepatan tinggi, bagaimana mungkin dia bisa menikah dengan wanita lain sedangkan dihatinya hanya ada Renata.
Akhirnya Farhan pergi menemui Renata di rumahnya.
Melihat kedatangan Farhan Renata langsung memeluknya.
"Katanya ada acara sama keluarga kamu." tanya Renata.
Farhan yang masih memeluk Renata tidak menjawab seolah dia mencari kenyamanan di tubuh kekasihnya.
"Ayo kita nikah." tiba-tiba kalimat itu terlontar dari mulut Farhan.
"Hey kamu ada apa? Tiba-tiba ngajak nikah." Renata membalas ucapan Farhan dengan tertawa.
"Aku serius sayang,aku mau nikah sama kamu,dan kamu juga tau ini bukan pertama kalinya aku ngajak kamu nikah." tatapan Farhan menjadi lebih intens.
Renata mengelus pipi Farhan dengan lembut,"sayang nikah itu bukan hal yang mudah,dan aku belum siap ada di posisi itu."
"Apa yang bikin kamu ga siap.?" kembali Farhan bertanya.
"Banyak hal yang ga bisa aku ungkapin." ucap Renata.
"Terus kalau aku akhirnya menikah dengan orang lain?" Ucapan Farhan membuat Renata mematung sejenak.
Kemudian Renata tertawa kecil,"itu tidak mungkin,kamu ga bakalan menikah dengan orang lain dan meninggalkan aku,lagi pula aku ga bakalan biarin itu terjadi."
Farhan merasa frustasi atas apa yang terjadi.
"Mending kita tidur aja sayang, katanya besok kamu ada seminar." Renata menuntun Farhan ke kamar mereka.
Malam itu Farhan tidur sambil berpelukan dengan Renata.
Sedangkan Alina membolak balikkan tubuhnya tapi kantuk tak kunjung hadir.
"Di jodohin?sama cowok mesum?."
"Kejahatan apa yang aku lakukan di masa lalu sehingga harus menanggung balasan mengerikan seperti ini."
"Tapi aku bakalan nolak,aku yakin kalau ayah sama bunda ga mungkin maksain hal itu."