NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 10

Anggi mencengkeram bahu Senja erat-erat, matanya berkilat memancarkan kemarahan yang meluap-luap. Foto dan video di layar ponsel Senja masih terbayang jelas di kepalanya.

"Kita kemasi semua barangmu sekarang!" tegas Anggi, tangannya sigap membantu Senja memasukkan berkas-berkas pribadi ke dalam tas.

"Jangan ada satu pun milikmu yang tersisa di rumah pria brengsek itu!"

"Terima kasih, Anggi," bisik Senja parau. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes juga, bukan karena meratapi Adam, melainkan karena keharuan atas dukungan sahabatnya.

"Aku cuma mau keluar dari sana dengan tenang. Tapi aku juga harus mengurus perceraian aku dengan cara yang baik,"

"Tenang?" Anggi mendesis sebal.

"Kamu memang terlalu baik, Senja! Tapi tenang saja, apartemen studio milik sepupuku kosong di daerah Selatan. Kunci ada di aku. Malam ini kamu langsung menginap di sana. Ayo, aku antar untuk melihat-lihat!"

Kedua wanita itu melangkah cepat menuju lift, meninggalkan lantai divisi keuangan yang mulai sepi.

Sementara itu, di dalam ruangan CEO yang kedap suara, atmosfer terasa bagaikan ruang eksekusi yang membeku.

Angkasa masih duduk menyandar di kursi kebesarannya. Cangkir kopi dingin di tangannya bergetar tipis, bukan karena takut, melainkan menahan murka yang teramat pekat. Pria itu menekan satu tombol di telepon interkom mejanya. Dia tak mengira jika wanita yang akan di nikahinya tidak sesuai dengan Branding yang selama ini di tunjukkan oleh Lyra di depan dirinya dan kelurganya. Selama ini dia selalu percaya kepada Lyra. Dia mamang tak terburu-buru menikah, apalagi sebelumnya dia juga sudah pernah gagal. Namun keluarga sudah mendesak agar dia segera menikah dan memiliki keturunan.

"Rian. Masuk ke ruanganku sekarang."

Tak sampai satu menit, pintu berukir itu terbuka. Rian, asisten pribadi kepercayaan Angkasa, melangkah masuk seraya menunduk hormat.

."Iya, Pak Angkasa? Ada yang bisa saya bantu?"

Angkasa tidak langsung menjawab. Ia melemparkan sebuah dokumen profil proyek yang terikat pita merah ke tengah meja.

"Cari tahu seluruh pergerakan Lyra dalam tiga bulan terakhir," perintah Angkasa, suaranya teratur, namun sangat rendah dan membahayakan.

 "Selidiki hubungannya dengan Adam Surya, Manager PT Adijaya Perkasa. Saya mau laporan lengkap beserta bukti transaksi, lokasi pertemuan, dan rekaman CCTV jika ada, sebelum besok pagi."

Rian tersentak. Nama calon istri bosnya disebut bersanding dengan nama klien utama perusahaan. Namun, profesionalisme Rian membuatnya cepat menguasai diri.

"Baik, Pak. Akan saya kerahkan tim investigasi internal malam ini juga," jawab Rian mantap.

"Satu hal lagi," potong Angkasa dingin. Matanya menyipit menatap layar monitor yang menampilkan draf kontrak kerja sama bernilai puluhan miliar bersama perusahaan Adam.

"Tahan seluruh penandatanganan pencairan dana investasi untuk proyek Adijaya Perkasa. Buat alasan teknis mengenai masalah kualifikasi audit."

"Tapi Pak... proyek itu dijadwalkan rilis lusa dan saham mereka sangat bergantung pada dana investasi kita," ujar Rian memberanikan diri.

Angkasa mengulas senyum tipis, sebuah senyuman penuh racun yang membuat Rian merinding seketika.

"Justru itu tujuannya, Rian," bisik Angkasa santai.

"Saya ingin melihat seberapa tinggi perusahaan itu bisa merangkak saat fondasi perusahaannya saya hancurkan secara perlahan."

"Baik, Pak Angkasa. Segera saya laksanakan!" Rian membungkuk dalam lalu bergerak cepat keluar ruangan.

Angkasa berdiri dari kursinya, berjalan mendekati jendela kaca raksasa yang menampilkan pemandangan gedung-gedung bertingkat Jakarta yang mulai diselimuti lampu malam. Pria itu menyesap kopi dinginnya, membayangkan dua orang penipu yang sedang merasa menang di luar sana.

"Kamu bermain di papan catur yang salah, Lyra..." desis Angkasa pada kegelapan malam.

Angkasa menyandarkan punggungnya kembali ke kursi, jemarinya mengetuk pelan permukaan meja kayu jati. Kepedihan karena dikhianati perlahan-lahan menguap, digantikan oleh kalkulasi dingin seorang predator bisnis. Topeng kesucian dan keanggunan yang selama ini dikenakan Lyra di hadapan keluarganya runtuh seketika, menyisakan noda busuk yang harus dibersihkan sampai tuntas.

"Perusahaan keluarga Lyra, PT Megah Citra Mandiri bukankah mereka sedang mengajukan injeksi dana untuk proyek logistik regional minggu ini?" tanya Angkasa dengan nada datar yang menusuk.

Rian mengangguk cepat, mengingat-ingat data perusahaan. "Benar, Pak. Ayah Lyra, Bapak Hendra, bahkan sudah menelepon langsung keluarga besar Anda kemarin untuk memastikan komitmen pendanaan tahap pertama dari kita."

"Batalkan semuanya," perintah Angkasa tandas.

Rian terbelalak kaget. "Batalkan, Pak? Tapi proyek itu adalah joint venture keluarga besar kita, dan hubungannya menyangkut relasi jangka panjang—"

"Saya tidak peduli," potong Angkasa dingin, tatapannya menajam.

"Tahan seluruh aliran dana investasi ke PT Megah Citra Mandiri mulai detik ini. Bekukan semua fasilitas kredit yang dijamin oleh perusahaan kita. Jika mereka bertanya alasannya, katakan bahwa evaluasi risiko internal menemukan ketidakberesan fatal dalam laporan keuangan mereka."

"Tapi Tuan besar, keluarga besar Anda pasti akan mempertanyakan keputusan ini," cemas Rian, menyadari badai besar yang akan segera menghantam lingkaran elit keluarga Angkasa.

Angkasa berdiri dari kursinya, merapikan jasnya dengan gerakan lambat yang penuh wibawa. Ia berjalan menghadap jendela kaca besar, menatap gemerlap lampu kota di bawah sana.

"Biarkan mereka bertanya," ucap Angkasa tanpa keraguan sedikit pun.

"Lebih baik saya menghadapi kemarahan keluarga saya sendiri sekarang, daripada harus menikahi wanita bermuka dua yang menginjak-injak harga diri saya. Urus itu sekarang, Rian. Pastikan sebelum matahari terbit besok, keran keuangan keluarga Lyra benar-benar kering. Dan saya minta kamu kirimkan segera nomor Senja!"

"Bu Senja dari bagian analisis keuangan, Pak?" Tanya Rian kaget.

"Benar! Kirimkan sekarang dan kamu juga cari tahu tentang kehidupan wanita itu! Aku mau berkas hasil penyelidikanmu besok pagi ada di ruangan saya!"

"Baik, Pak! Segera saya laksanakan instruksinya," jawab Rian tegas, lalu bergegas meninggalkan ruangan.

Hening kembali merajai ruang CEO yang luas itu. Angkasa mengepalkan tangannya di balik saku celana, matanya menyipit penuh perhitungan. Malam ini, fondasi hidup Lyra dan Adam resmi mulai runtuh tanpa mereka sadari.

Di tempat lain, Senja baru saja selesai mandi setelah berkemas bersama dengan Anggi. Malam ini Senja memutuskan untuk tetap tingal di rumah Adam. Dia ingin menyelesaikan pernikahan mereka secara baik-baik.

TING

TING

Kembali pesan masuk dari nomor yang tak di kenal oleh Senja masuk ke dalam ponselnya.

"Astaga, apa Arum ganti nomor lagi setelah aku blok tadi sore? Apa lagi yang akan dia kirimkan kali ini? Apa foto dan Video kegiatan panas mereka lagi! Aish, menji-jikan sekali wanita yang di cintai Mas Adam itu. Ternyata dia bukan wanita yang bisa menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita. Ah, Mas Adam juga sama saja," seru Senja.

Namun belum sempat Senja membuka pesan itu, terdengar suara mesin mobil milik Adam yang baru saja tiba, kembali pria itu pulang larut malam. Bahkan sekarang hampir jam sebelas malam.

1
ryuka
bagus senja 👍👍👍👍👍👍
nely_48
maksa n harus ya angkasa, no debat
sunaryati jarum
Yoi pacaran Setelah sah sangat bagus, tidak takut berbuat zina karena sudah sah
Ilfa Yarni
betul itu pak angkasa pacaran halal setelah menikah itu asyik tau
YuWie
agak2 dejavu dg kata2 adam dan senja ya..lagian adam sdh diusir2..ngapain masih di apart arum. Gak mampu sewa rmh
YuWie
tetap saja arum merasa menang walo sesaat..tak suka.
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!