NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena yang bernama Kalani Gianna, hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Satu jam lagi pernikahan akan segera dimulai. Seorang wanita dengan gaun pengantin berwarna putih gading sudah menunggu dengan detak jantung yang berdebar kencang di dalam ruangannya.

Senyumnya terus merekah. Buket bunga di tangan terus ia cium sambil menatap sumringah ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan taman yang indah.

Satu jam lagi, dia akan resmi menjadi istri dari Arsenio Malik. Satu jam lagi, dia akan pergi meninggalkan Ayah dan Ibu yang selalu pilih kasih. Satu jam lagi, hanya kebahagiaan yang akan Seraphina rasakan. Satu jam lagi, semua duka selama 20 tahun ini akan berganti dengan senyum yang semoga abadi.

Cklek!

Pintu dibelakangnya terbuka. Wanita itu pun reflek menoleh. Kedua orangtuanya masuk dengan wajah yang terlihat tegang. Hal itu mengundang perasaan tak enak ke dalam hati dan pikiran sang calon pengantin wanita.

"Seraphina..." Suara Romi Maherza terdengar jelas. Memantul di dinding marmer ruangan itu.

"Ada apa, Ayah?" tanya Seraphina Allena Maherza.

"Ada hal yang ingin Ayah katakan padamu," ucap Romi dengan ekspresi yang semakin rumit untuk Seraphina baca.

"Silakan," angguk Seraphina.

"Hari ini, kamu tidak akan menikah dengan Arsenio Malik."

Kata-kata itu membuat Seraphina membeku. Tangannya mencengkram buket bunga di tangannya dengan erat.

"Maksud Ayah?"

Romi menghela napas panjang. "Kalani yang akan menggantikan kamu menikah dengan Arsenio."

Deg.

Seperti ada ribuan tangan tak kasat mata yang sedang meremas jantung Seraphina secara bersamaan. Apalagi, saat melihat sang kakak yang masuk ke dalam ruangan dengan langkah sumringah sambil mengenakan gaun pengantin yang terlihat jauh lebih mahal dibanding punyanya.

Kalani Gianna Maherza tersenyum lebar. Tak ada rasa bersalah di wajahnya.

"Ayah, tidak bisa begitu," geleng Seraphina menolak. "Hari ini, hari pernikahan ku. Kalani tidak seharusnya menghancurkan semuanya. Lagipula, Arsenio bukan barang. Dia bukan mainan yang bisa dioper ke siapa saja."

"Arsenio sudah setuju," kata Romi dengan tegas.

Hal yang membuat tungkai Seraphina seketika jadi melemas.

"Arsenio, masuklah! Jelaskan sendiri kesalahanmu pada Seraphina!" titah pria berusia 55 tahun itu.

Tak lama, seorang pria yang tampak begitu gagah dalam balutan jas pengantin berwarna putih mulai melangkah masuk. Wajahnya menunduk. Penuh rasa bersalah.

"Seraphina..." panggil Arsenio lirih.

Air mata Seraphina mulai mengalir deras. Hatinya benar-benar sakit. Bahkan, sebelum Arsenio bicara pun, Seraphina seperti sudah bisa menangkap garis besarnya.

Pasti, sang calon suami sudah jatuh cinta pada kakak kandung Seraphina sendiri, Kalani.

"... Kalani hamil anakku."

"A-apa?"

Seraphina tahu ini pengkhianatan. Tapi, dia tak menyangka jika pengkhianatan itu ternyata sudah sejauh ini.

"Maaf," lirih Arsenio. "Tapi, aku harus bertanggungjawab."

"Sejak kapan kalian bermain di belakang ku?" tanya Seraphina dengan kepingan hati yang semakin hancur.

"Sudah enam bulan," jawab Kalani tanpa rasa bersalah. "Maaf, Sera. Tapi, Arsenio lebih nyaman denganku dibanding denganmu."

Seraphina menggeram marah. Tanpa sadar, tangannya melayang memberi tamparan keras pada wajah Kalani.

Plak.

Wajah Kalani tertoleh ke samping.

Plak.

Kini, gantian wajah Seraphina yang tertoleh ke samping. Wajahnya bahkan lebih parah karena sudut bibirnya sampai robek.

"Berani-beraninya kamu menyakiti kakak kandungmu sendiri!" pekik Romi marah.

Seperti biasa, dia akan berdiri di sisi Kalani sekali pun Kalani sudah melakukan kesalahan besar.

"Dia yang menyakiti ku duluan," teriak Seraphina. "Dia yang merebut calon suamiku."

"Apa suaramu tidak bisa dipelankan sedikit?" Sang Ibu turut angkat suara. "Kamu mau membuat nama baik Kakakmu jadi tercoreng, hah?"

Seraphina tertawa sumbang. Lihatlah! Betapa jelasnya pilih kasih kedua orangtuanya.

"Namanya memang sudah tercoreng. Dia itu cuma wanita murahan dan kalian masih saja membelanya," timpal Seraphina.

"Kalani bukan wanita murahan, Seraphina!" hardik Arsenio. "Jaga mulutmu! Jangan sampai aku dengar kamu berani mengatai calon istriku!"

Tubuh Seraphina terhuyung. Dia nyaris kehilangan keseimbangan. Adakah sesuatu yang bisa menggambarkan rasa sakit ini?

Sekali lagi, Kalani berhasil merebut miliknya. Kebahagiaannya.

"Baik. Kalau kalian mau menikah, silakan!! Anj ing memang cocok dengan ja lang" ujar Seraphina. Dia membuka veil di kepalanya. Menghempaskan buket bunga ditangan lalu menginjaknya hingga hancur.

Secepat kilat, dia melangkah pergi. Semakin lama dia di sana, maka semakin sesak pula yang akan dia rasakan.

"Kamu mau kemana, hah? Kembali ke sini, Seraphina!!!" teriak sang Ayah.

Namun, Seraphina tak peduli. Dia terus berlari.

"Ayah, Ibu, Arsenio... maafkan aku," lirih Kalani dengan mata memerah. "Gara-gara aku, Seraphina jadi membenci kalian."

"Kamu tidak salah," timpal sang Ibu. "Seraphina yang kurang dewasa. Seharusnya, dia bisa memahami bahwa bayi didalam perutmu membutuhkan Ayahnya."

*******

Lima tahun berlalu sejak kejadian itu. Dan, kini Seraphina telah menikah dengan Kaivan Lyonel Marvin. Seorang pria yang lebih tua lima tahun darinya dengan pembawaan dewasa dan penuh perhatian.

Malam ini adalah hari anniversary pernikahan mereka yang keempat tahun. Namun, seperti perayaan-perayaan sebelumnya, Kaivan tak pernah pulang ke rumah.

Seraphina tidak bodoh. Dia tahu kemana suaminya pergi. Namun, dia memilih berpura-pura tidak tahu.

Pukul dua dini hari. Kaivan akhirnya pulang. Pria itu membuka pintu dengan perlahan. Berjalan mengendap-endap dalam kegelapan untuk segera naik ke atas.

Cklek.

Lampu ruangan menyala terang. Langkah kaki Kaivan yang sudah menapak anak tangga kedua reflek terhenti.

Pria itu menoleh dan mendapati sang istri yang ternyata sedang duduk di ruang tamu dengan punggung tegak, tangan terlipat rapi diatas pangkuan, persis seperti boneka tanpa nyawa.

"Seraphina..." panggil Kaivan kikuk.

"Kau darimana saja?"

Pertanyaan itu meluncur begitu dingin. Tak ada kekhawatiran seperti sebelum-sebelumnya. Hanya benar-benar datar. Namun, Kaivan sama sekali tidak menyadarinya.

"Ada rapat penting dengan klien. Tadi, aku tidak sempat mengabarimu. Maaf."

Kaivan berjalan mendekati Seraphina. Dia duduk disamping istrinya, berniat memberi kecupan hangat di dahi wanita itu.

Akan tetapi, wanita itu justru menahan dadanya. Tak memberi Kaivan kesempatan untuk melancarkan aksinya.

"Tubuh mu dipenuhi aroma wanita lain. Aku tidak suka," kata Seraphina.

Kaivan salah tingkah. Memang benar, aroma parfumnya telah bercampur dengan aroma manis dari parfum seorang wanita.

"Maaf. Mungkin, ini bau parfum sekretaris ku. Tadi, dia tidak sengaja menabrak ku," ujar Kaivan beralasan.

"Sebaiknya kamu mandi," kata Seraphina.

"Baiklah!" angguk Kaivan.

"Mau ku siapkan sesuatu?"

"Ehmmm.... Teh Chamomile saja," jawab Kaivan setelah berpikir selama beberapa detik.

Seraphina mengangguk. Dia memperhatikan langkah demi langkah yang diambil Kaivan untuk naik ke atas.

"Kaivan..." panggil Seraphina kemudian.

"Ya?" Pria itu berbalik. Dia sudah berada di pertengahan tangga.

Seraphina diam sejenak. Dia meneguk ludahnya dengan kasar. Netranya sedikit bergetar.

"Selamat ulangtahun pernikahan yang keempat," ucap Seraphina.

Hening. Tubuh Kaivan mematung dalam diam. Entah kenapa, dia merasa jika Seraphina berbeda dari biasanya.

1
bibuk Hannan & Afnan
ceritanya seru komplit ada sedih bahagia kocak juga hikmah dlm cerita ini ada pelajaran tentang kehidupan juga
bibuk Hannan & Afnan
kok ada nama Liam
bibuk Hannan & Afnan
kemdiaymenyambar = kemudian menyambar
typo nih thor
maya ros
akhirnya Sera ingat😇😇
maya ros
apa Sera ga ingat sama sekali wajahnya Noah?
My Sweetyy
thooor meleyot bangt sieh pengn donk dapetin kaya Noah 🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
sa ae modusmu si bayi T-rex 🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
ucapannya ckckck🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 iya bener iblis dan setan berteman 👏👏👏
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
Bang sat! nya mantep benerrr 👍😄😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
memang tdk ada sejarahnya nama durhaka tersemat ke orang tua tp ke anak, dan orang tua yg macam kau tua Bangka Romi itu namanya dzolim, dzolim itu lebih sadis kejam dr durhaka.
bibuk Hannan & Afnan
berpura-pura menyayangi! ampun dah itu hatinya si tua Bangka Romi ck ck ck lucu amat ya ke anak kandung sendiri malah bilangnya berpura-pura menyayangi,
bibuk Hannan & Afnan
membebaskan Seraphina? kalani Thor bukan Seraphina kan yg dipenjara kalani bukan Seraphina
rahmah
ceritanya bagus memang jodohnya Sera itu Noah sama² mengalami ortu yg tidak memperdulikannya Sera ortunya pilih kasih sampai calon suaminya dan suaminya direbut sama kakanya aja ortunya malah mendukung dan menuruti semua keinginan kakaknya saja tapi sama Sera tidak begitu juga dg Noah ayahnya lebih memperdulikan istri barunya serta anak² tirinya daripada Noah anak kandungnya sendiri dan akhirnya Sera dan Noah bertemu di desa neneknya sera karena perkataan perkataan neneknya lah yg bilang "langit tak selamanya mendung" Sera dg sabar menjalankan kehidupan nya tapi Sera dan kalani itu pekerjaannya apa ya dan Marco kasihan belum dapat jodoh meskipun dia sudah jadi CEO tapi yg penting Sera dan Noah bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Leo putranya dan orang² yg jahat semuanya kena karma masing²..🤗
Deals Service
sedih campur seng dan terharu. cerita nya bener" seru dan pokok nya nyes x di hati 🥲
Airin Mukherjee
awas bintitan to mata🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
👍👏👏👏 Sera keren
bibuk Hannan & Afnan
modus 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!