NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik (29) memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena (25) yang bernama Kalani Gianna (27), hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin (30) yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Satu jam lagi pernikahan akan segera dimulai. Seorang wanita dengan gaun pengantin berwarna putih gading sudah menunggu dengan detak jantung yang berdebar kencang di dalam ruangannya.

Senyumnya terus merekah. Buket bunga di tangan terus ia cium sambil menatap sumringah ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan taman yang indah.

Satu jam lagi, dia akan resmi menjadi istri dari Arsenio Malik. Satu jam lagi, dia akan pergi meninggalkan Ayah dan Ibu yang selalu pilih kasih. Satu jam lagi, hanya kebahagiaan yang akan Seraphina rasakan. Satu jam lagi, semua duka selama 20 tahun ini akan berganti dengan senyum yang semoga abadi.

Cklek!

Pintu dibelakangnya terbuka. Wanita itu pun reflek menoleh. Kedua orangtuanya masuk dengan wajah yang terlihat tegang. Hal itu mengundang perasaan tak enak ke dalam hati dan pikiran sang calon pengantin wanita.

"Seraphina..." Suara Romi Maherza terdengar jelas. Memantul di dinding marmer ruangan itu.

"Ada apa, Ayah?" tanya Seraphina Allena Maherza.

"Ada hal yang ingin Ayah katakan padamu," ucap Romi dengan ekspresi yang semakin rumit untuk Seraphina baca.

"Silakan," angguk Seraphina.

"Hari ini, kamu tidak akan menikah dengan Arsenio Malik."

Kata-kata itu membuat Seraphina membeku. Tangannya mencengkram buket bunga di tangannya dengan erat.

"Maksud Ayah?"

Romi menghela napas panjang. "Kalani yang akan menggantikan kamu menikah dengan Arsenio."

Deg.

Seperti ada ribuan tangan tak kasat mata yang sedang meremas jantung Seraphina secara bersamaan. Apalagi, saat melihat sang kakak yang masuk ke dalam ruangan dengan langkah sumringah sambil mengenakan gaun pengantin yang terlihat jauh lebih mahal dibanding punyanya.

Kalani Gianna Maherza tersenyum lebar. Tak ada rasa bersalah di wajahnya.

"Ayah, tidak bisa begitu," geleng Seraphina menolak. "Hari ini, hari pernikahan ku. Kalani tidak seharusnya menghancurkan semuanya. Lagipula, Arsenio bukan barang. Dia bukan mainan yang bisa dioper ke siapa saja."

"Arsenio sudah setuju," kata Romi dengan tegas.

Hal yang membuat tungkai Seraphina seketika jadi melemas.

"Arsenio, masuklah! Jelaskan sendiri kesalahanmu pada Seraphina!" titah pria berusia 55 tahun itu.

Tak lama, seorang pria yang tampak begitu gagah dalam balutan jas pengantin berwarna putih mulai melangkah masuk. Wajahnya menunduk. Penuh rasa bersalah.

"Seraphina..." panggil Arsenio lirih.

Air mata Seraphina mulai mengalir deras. Hatinya benar-benar sakit. Bahkan, sebelum Arsenio bicara pun, Seraphina seperti sudah bisa menangkap garis besarnya.

Pasti, sang calon suami sudah jatuh cinta pada kakak kandung Seraphina sendiri, Kalani.

"... Kalani hamil anakku."

"A-apa?"

Seraphina tahu ini pengkhianatan. Tapi, dia tak menyangka jika pengkhianatan itu ternyata sudah sejauh ini.

"Maaf," lirih Arsenio. "Tapi, aku harus bertanggungjawab."

"Sejak kapan kalian bermain di belakang ku?" tanya Seraphina dengan kepingan hati yang semakin hancur.

"Sudah enam bulan," jawab Kalani tanpa rasa bersalah. "Maaf, Sera. Tapi, Arsenio lebih nyaman denganku dibanding denganmu."

Seraphina menggeram marah. Tanpa sadar, tangannya melayang memberi tamparan keras pada wajah Kalani.

Plak.

Wajah Kalani tertoleh ke samping.

Plak.

Kini, gantian wajah Seraphina yang tertoleh ke samping. Wajahnya bahkan lebih parah karena sudut bibirnya sampai robek.

"Berani-beraninya kamu menyakiti kakak kandungmu sendiri!" pekik Romi marah.

Seperti biasa, dia akan berdiri di sisi Kalani sekali pun Kalani sudah melakukan kesalahan besar.

"Dia yang menyakiti ku duluan," teriak Seraphina. "Dia yang merebut calon suamiku."

"Apa suaramu tidak bisa dipelankan sedikit?" Sang Ibu turut angkat suara. "Kamu mau membuat nama baik Kakakmu jadi tercoreng, hah?"

Seraphina tertawa sumbang. Lihatlah! Betapa jelasnya pilih kasih kedua orangtuanya.

"Namanya memang sudah tercoreng. Dia itu cuma wanita murahan dan kalian masih saja membelanya," timpal Seraphina.

"Kalani bukan wanita murahan, Seraphina!" hardik Arsenio. "Jaga mulutmu! Jangan sampai aku dengar kamu berani mengatai calon istriku!"

Tubuh Seraphina terhuyung. Dia nyaris kehilangan keseimbangan. Adakah sesuatu yang bisa menggambarkan rasa sakit ini?

Sekali lagi, Kalani berhasil merebut miliknya. Kebahagiaannya.

"Baik. Kalau kalian mau menikah, silakan!! Anj ing memang cocok dengan ja lang" ujar Seraphina. Dia membuka veil di kepalanya. Menghempaskan buket bunga ditangan lalu menginjaknya hingga hancur.

Secepat kilat, dia melangkah pergi. Semakin lama dia di sana, maka semakin sesak pula yang akan dia rasakan.

"Kamu mau kemana, hah? Kembali ke sini, Seraphina!!!" teriak sang Ayah.

Namun, Seraphina tak peduli. Dia terus berlari.

"Ayah, Ibu, Arsenio... maafkan aku," lirih Kalani dengan mata memerah. "Gara-gara aku, Seraphina jadi membenci kalian."

"Kamu tidak salah," timpal sang Ibu. "Seraphina yang kurang dewasa. Seharusnya, dia bisa memahami bahwa bayi didalam perutmu membutuhkan Ayahnya."

*******

Lima tahun berlalu sejak kejadian itu. Dan, kini Seraphina telah menikah dengan Kaivan Lyonel Marvin. Seorang pria yang lebih tua lima tahun darinya dengan pembawaan dewasa dan penuh perhatian.

Malam ini adalah hari anniversary pernikahan mereka yang keempat tahun. Namun, seperti perayaan-perayaan sebelumnya, Kaivan tak pernah pulang ke rumah.

Seraphina tidak bodoh. Dia tahu kemana suaminya pergi. Namun, dia memilih berpura-pura tidak tahu.

Pukul dua dini hari. Kaivan akhirnya pulang. Pria itu membuka pintu dengan perlahan. Berjalan mengendap-endap dalam kegelapan untuk segera naik ke atas.

Cklek.

Lampu ruangan menyala terang. Langkah kaki Kaivan yang sudah menapak anak tangga kedua reflek terhenti.

Pria itu menoleh dan mendapati sang istri yang ternyata sedang duduk di ruang tamu dengan punggung tegak, tangan terlipat rapi diatas pangkuan, persis seperti boneka tanpa nyawa.

"Seraphina..." panggil Kaivan kikuk.

"Kau darimana saja?"

Pertanyaan itu meluncur begitu dingin. Tak ada kekhawatiran seperti sebelum-sebelumnya. Hanya benar-benar datar. Namun, Kaivan sama sekali tidak menyadarinya.

"Ada rapat penting dengan klien. Tadi, aku tidak sempat mengabarimu. Maaf."

Kaivan berjalan mendekati Seraphina. Dia duduk disamping istrinya, berniat memberi kecupan hangat di dahi wanita itu.

Akan tetapi, wanita itu justru menahan dadanya. Tak memberi Kaivan kesempatan untuk melancarkan aksinya.

"Tubuh mu dipenuhi aroma wanita lain. Aku tidak suka," kata Seraphina.

Kaivan salah tingkah. Memang benar, aroma parfumnya telah bercampur dengan aroma manis dari parfum seorang wanita.

"Maaf. Mungkin, ini bau parfum sekretaris ku. Tadi, dia tidak sengaja menabrak ku," ujar Kaivan beralasan.

"Sebaiknya kamu mandi," kata Seraphina.

"Baiklah!" angguk Kaivan.

"Mau ku siapkan sesuatu?"

"Ehmmm.... Teh Chamomile saja," jawab Kaivan setelah berpikir selama beberapa detik.

Seraphina mengangguk. Dia memperhatikan langkah demi langkah yang diambil Kaivan untuk naik ke atas.

"Kaivan..." panggil Seraphina kemudian.

"Ya?" Pria itu berbalik. Dia sudah berada di pertengahan tangga.

Seraphina diam sejenak. Dia meneguk ludahnya dengan kasar. Netranya sedikit bergetar.

"Selamat ulangtahun pernikahan yang keempat," ucap Seraphina.

Hening. Tubuh Kaivan mematung dalam diam. Entah kenapa, dia merasa jika Seraphina berbeda dari biasanya.

1
ryuka
aku nunggu upp nyaaa thooorrr 🔥🔥🔥🔥🤭🤭🤭🤭
partini
pasti kalani ngiler Ampe ngcesssss kemana" lihat calon suaminya Sera
menyusun rencana merebut lagi
Vie
kadang untuk membalas sakit hati, kita tidak perlu berteriak2 ataupun dengan menjambak mereka, tapi balasan yang cantik dan elegan adalah dengan memperlihatkan kesuksesan kita dimana dulu kita lah yang mereka hina dan rendahkan.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
halah bulshit loh lani... nanti pas lihat Noah kamu pasti bakalan iri lagi sama sera dan kehidupan barunya... apalagi sekarang Noah jauh lebih kaya dari para lelaki sampah itu... wah pasti nanti dia tantrum sendiri dan ada aja lagi alasan untuk bisa kembali merebut kebahagiaan milik sera...
Vie
waaahhh pasti nanti yang ada dia bakalan pingsan deh... 🤭🤭🤭
Ani Rahmawati
👍
Tri Handayani
waaah gk kebayang gimana muka orang" dipesta itu😅😅😅😅lanjut thooor 😍😍😍
mam ray
whoahhhhhhhhhh,,,, lanjut thorrrr,,, gregettt
Dew666
💝💝💝
Dew666
Up lagi lagi dong💄💎
ryuka
akkhhh aku suka aku suka... 🤭🤭🤭😍😍
noah & sera kalian keren sekali 🤭🤭🤭🤭
Riri DH
aku suka keributan ini😂
Yoyoh Rokayah
lanjut kaka
Ibuk Oppo
lanjut kakak seru bnget
Riri DH
Siap2 Kalani tantrum lagi..
partini
keluar yah tapi nanti masuk keluarga lebih parah lagi sere
Dew666
💝💝💝💝
Dew666
Lanjutttt penasaran banget
ryuka
aku sabarr aku tunggu upppp nya thorrrrr🔥🔥🔥🔥👍👍👍
ryuka
bagus thor karya mu ini.. 😍🤩🤩 aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!