NovelToon NovelToon
Mr. Sinclair Bride

Mr. Sinclair Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Action
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Muse_Cha

Chester, Kapten tim khusus Angkatan Darat yang dingin dan tak tersentuh, terpaksa melangkah ke altar memungut kekacauan yang ditinggalkan Haikal.

Ia membenci situasi ini, membenci kelakuan kakaknya, dan kini terjebak mengikat janji suci dengan wanita yang tak pernah ia inginkan.

Di antara dendam, luka yang belum sembuh, dan kebohongan besar di hadapan publik—mampukah pernikahan paksa ini bertahan saat Haikal kembali menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muse_Cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Datang Di Keluarga Militer

Hanya dalam hitungan jam sebelum janji suci diucapkan, seluruh jejak digital telah dibersihkan tanpa sisa.

Tangan dingin Jenderal Jacob bekerja sangat rapi, memanfaatkan seluruh wewenang dan akses tingkat tingginya untuk merombak total dokumen perizinan di basis data markas besar.

Saat ajudan Harris mengutak-atik layar tabletnya dengan kening berkerut, yang terpampang di sana hanyalah berkas pengajuan pernikahan resmi atas nama Kapten Chester Sinclair dan Ayyana Sanders. Lengkap dengan stempel digital, verifikasi komando, dan tanggal pengajuan yang secara ajaib telah disesuaikan seolah-olah direncanakan sejak bertahun-tahun lalu.

Nama Haikal Sinclair menguap begitu saja dari sistem perizinan, seakan pria itu tak pernah terdaftar sebagai calon mempelai sejak awal.

Ajudan itu bergegas kembali, melangkah mendekati Laksamana Muda Harris lalu berbisik dengan nada penuh ketidakpercayaan. "Jenderal... berkasnya lengkap. Seluruh dokumen perizinan militer atas nama Eclipse-Zero terdaftar sah dan bersih di sistem. Tidak ada nama Haikal di sana."

Harris menerima tablet itu, menatap layar kaca yang menyala di kegelapan area VIP. Jarinya mengusap dokumen digital yang tampak tanpa cela tersebut.

Namun alih-alih percaya, sudut bibir sang Laksamana Muda justru terangkat membentuk senyum sinis.

Sebagai komandan senior, Harris tahu betul betapa rapinya manipulasi tingkat tinggi ini. Dokumen itu memang sempurna, namun justru kesempurnaan instan itulah yang membuktikan betapa besarnya kebohongan yang sedang ditutupi oleh Jenderal Jacob.

Harris menyerahkan kembali tablet itu pada ajudannya. Matanya beralih menatap Chester yang di atas altar sana baru saja merapatkan ibu jarinya ke bibir Ayyana.

"Luar biasa," gumam Harris dingin. "Jenderal Jacob rela merombak sistem pertahanan data hanya demi menutupi kelakuan busuk anak sulungnya dan menumbalkan Zero."

Laksamana Muda Harris melangkah maju membelah kerumunan pejabat dan petinggi militer yang sedang mengantre untuk memberikan selamat.

Langkah kakinya yang mantap berhenti tepat di hadapan kedua pengantin.

Mata veteran bertangan besi itu mengintimidasi, menyapu penampilan Chester dari ujung kepala hingga ujung kaki sebelum akhirnya tertuju pada Ayyana yang berdiri kaku.

"Selamat, Kapten," suara Harris bergema berat dan dalam.

Pria paruh baya itu mengulurkan tangannya. Chester secara refleks menarik posisinya, menegakkan tubuh, dan menyambut uluran tangan sang atasan. Genggaman tangan dua perwira itu terjadi—saling mengunci dengan tekanan kuat yang menyalurkan sinyal ketegangan terselubung.

"Terima kasih, Jenderal," balas Chester datar, matanya tak berkedip menatap langsung ke manik mata Harris.

Harris tidak langsung melepaskan cengkeraman tangannya. Ia menarik tubuh Chester setengah langkah lebih dekat, memiringkan kepalanya seolah ingin membisikkan ucapan selamat yang hangat, namun kata-kata yang keluar dari bibirnya justru sedingin es.

"Operasi pengalihan isu yang sangat rapi, Zero," bisik Harris dengan nada rendah yang hanya bisa didengar oleh Chester. Senyum tipis yang tak sampai ke mata terukir di wajah sang Laksamana Muda. "Tapi ingat satu hal... dokumen digital bisa kamu bersihkan dalam hitungan jam, tapi bau bangkai tidak akan pernah bisa kamu sembunyikan dari saya."

Rahang Chester makin mengeras, namun tak ada sedikit pun riak terkejut di wajahnya. Sebagai prajurit didikan Harris, ia tahu persis bahwa atasannya ini bukan orang yang bisa dibodohi oleh permainan dokumen buatan ayahnya.

"Saya hanya menjalankan perintah komando, Jenderal," balas Chester serendah mungkin, tetap mempertahankan nada suaranya agar tampak seperti perbincangan biasa di mata publik dan kamera media.

Harris tertawa pelan—sebuah tawa formalitas yang sengaja ia pamerkan pada tamu undangan di sekitar mereka—lalu menepuk bahu Chester dua kali dengan cukup keras.

"Lakukan tugasmu dengan baik, Kapten. Jangan sampai 'misi' barumu ini membuatmu kehilangan fokus di markas," tutur Harris penuh penekanan sebelum akhirnya melepaskan genggaman tangannya dan beralih menatap Ayyana.

"Selamat datang di keluarga militer, Nona Sanders," ucap Harris pada Ayyana dengan nada yang sedikit lebih lembut, namun matanya tetap memancarkan kecurigaan yang mendalam. "Semoga kamu sanggup bertahan dengan pria yang baru saja kamu nikahi ini."

Ayyana menelan kembali kalimat yang sudah berada di ujung lidahnya.

Senyum sopan yang hendak ia ulas tertahan, tergantikan oleh kilatan ketegangan di matanya saat peringatan dingin Chester tadi mendadak bergema kembali di kepalanya.

Sepatah kata pun yang kamu keluarkan, itu bisa membunuh kita berdua.

Ayyana melirik pelan ke arah Chester dari sudut matanya.

Chaster berdiri begitu tegap di sampingnya, dengan rahang mengeras dan tatapan lurus yang tak menunjukkan sedikit pun celah kepanikan, meski baru saja secara halus diancam oleh atasan tertingginya sendiri.

Melihat bagaimana Chester menyikapi tekanan Harris dengan ketenangan yang mematikan, Ayyana sadar bahwa pria di sebelahnya ini bukan sekadar bermain gertak sambal.

Perang dingin ini jauh lebih rumit dan berbahaya dari sekadar skandal keluarga yang batal menikah.

Ayyana akhirnya memilih untuk mengangguk kecil pada Laksamana Muda Harris, menyunggingkan senyum tipis yang amat terkontrol tanpa menguraikan sepatah kata pun.

Harris menyipitkan mata, menyadari perubahan sikap Ayyana yang mendadak amat berhati-hati. Namun sebelum sang Laksamana Muda sempat menekan lebih jauh, Chester menggeser posisinya setengah tapak ke depan—secara halus memotong jalur pandang Harris dari istrinya.

"Terima kasih atas kedatangan Anda, Jenderal," potong Chester datar, menutup ruang interaksi secara tegas namun tetap dalam batasan sopan santun militer.

......................

Begitu acara resepsi yang melelahkan itu akhirnya usai, suasana di luar ballroom berubah menjadi sunyi yang mencekam.

Mobil pengantin mewah bertabur bunga yang seharusnya mengantar sang mempelai kini terparkir dingin tanpa penghuni di sudut halaman.

Di jalur utama, sebuah SUV hitam anti-peluru bermuka garang milik Chester sudah menyala dengan mesin yang meraung halus.

Ciara Sanders melangkah cepat menghampiri putrinya sebelum Ayyana menyentuh pintu kendaraan militer itu. Tanpa peduli pada gaun mahalnya yang tersapu angin malam, Ciara merengkuh Ayyana ke dalam pelukan yang teramat erat.

Tubuh sang ibu bergetar hebat, menahan isolasi rasa sakit dan amarah yang menumpuk seharian.

"Ayyana... putriku," bisik Ciara dengan suara tercekik di ceruk leher Ayyana. Jarinya menancap lemah di punggung gaun pengantin Ayyana, seolah tak rela membiarkan anak semata wayangnya dibawa pergi oleh pria asing yang berbahaya. "Jika pria itu... jika keluarga Sinclair menyakitimu sedikit saja, kembalilah pada Ibu. Jangan bertahan untuk bisnis Ayahmu."

Ayyana memejamkan mata rapat-rapat, meremas jemari ibunya di balik punggung. Ia ingin menangis, ingin berteriak bahwa ia takut, tapi sorot mata Chester yang berdiri kaku di samping pintu mobil memancarkan peringatan mutlak.

"Aku akan baik-baik saja, Bu," bisik Ayyana lirih, memalsukan ketenangan yang tersisa dalam dirinya. "Jangan khawatirkan aku."

Ciara melepas pelukannya perlahan, mengusap kedua pipi Ayyana dengan tangan yang gemetar. Matanya sempat melemparkan tatapan benci yang tajam ke arah Chester yang berdiri tanpa ekspresi.

Chester tidak bergeming. Tanpa sepatah kata pun, pria itu membukakan pintu penumpang belakang SUV hitamnya—bukan mobil pengantin berhias pita, melainkan kendaraan taktis yang dingin dan siap tempur.

Ayyana menarik napas panjang, mengangkat gaun pengantinnya yang berat, lalu melangkah masuk ke dalam mobil tersebut.

Begitu pintu dihempaskan dan terkunci otomatis dengan bunyi clack yang berat, Ayyana sadar bahwa kehidupan lamanya sebagai putri bangsawan bisnis telah resmi berakhir, digantikan oleh dunia gelap sang Kapten.

1
Mei TResna Rahmatika
kok di ulang thor bab nya
YuWie
lhaaa begitu ternyata mbak kendall
IceQueen
mulai muncul nih gangguan2 dedemit/Smug/
karina
guaaaa suka bangetttt cerita nyaa aaaaa baperr bangett 🤣
Muse_Cha: makasihhh ya kak 😍😭
total 1 replies
IceQueen
mulai muncul serangan fajar
Muse_Cha: serangan ayya ini kak 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
porak poranda sudah hati Chester 🤣
Muse_Cha: kalah bom molotov ya😭
total 1 replies
IceQueen
selalu ada aja gebrakan dari ayyana🤣
Muse_Cha: ini dia si kancilll🤭
total 1 replies
YuWie
wah wahhh.... masih kita tunggu action mu yg lebih berani kapt..
Muse_Cha: jabatan doang kapten ya, ama istri sendiri cemen🤭
total 1 replies
YuWie
gagal kapt..hukumanmu ke ayyana
Muse_Cha: kurang beruntung, silahkan coba lagi besok😄
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wkwkw Chester 🤣bikin Ayana hamil Chester biar kalo si pecundang kembali ga bisa ngrebut ayana🤭
Muse_Cha: pelaaaaaaan pelaaaan pak sopiiiiir🤣🤭
total 1 replies
YuWie
walahh..kupikir akan terjadi hal yg iya2... btw rambutbayyana hitam atau coklat kak thor..
Muse_Cha: iya² nya delay ini😶‍🌫️cokelat kak. makasih yaa🙏
total 1 replies
YuWie
nah lho..
YuWie
sik, aku gak salah baca kan..perkawinan ayyana dan cester sdh berapa lama..kenapa ayy tanya ke jacob..kemana haikal menghilang 2th lalu?
YuWie
dasar kanebo..dikasih sinyal2 gak paham..memang harus dijelaskan secara gamblany ayy..biar mudeng tuj si kapten
YuWie
semangat kak..aku aja baru nemu cerita cester dan ayyana kemaren..
YuWie
maniss dikit.. terus ayy..buat suamimu makin salting dan akhirnya bucin akut
YuWie
goda goda aja terus itu suami mu ayy...
YuWie
kapan manis2 nya tho kapten...
YuWie
sdhh terima aja kapt..ayyana kan mmg istrimu
YuWie
jar kan saja si kapten ya Ayy..biar berjuang mendapatkanmu dan lepas dr bayang2 haikal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!