NovelToon NovelToon
Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Alvierra Zea Khanza atau biasa dipanggil Zea rela menjadi gubernur demi mewujudkan impian sang nenek. Tapi sejak menjabat, berbagai teror dan ancaman mulai mengincarnya.

Demi keselamatan Zea, sang kakek mengirim seorang pengawal pribadi bernama Sagara Arya, kapten dingin yang ternyata menyimpan misi rahasia yaitu membunuh Zea.

Sayangnya, menghadapi gubernur yang bar-bar, keras kepala, tetapi begitu tulus mencintai rakyatnya membuat Kapten Sagara perlahan melupakan misinya.

Di antara ancaman, rahasia, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh, sang kapten justru jatuh cinta kepada perempuan yang seharusnya menjadi targetnya.

Ketika tugas dan cinta berada di dua sisi yang berlawanan, akankah Sagara memilih perintah atau melindungi perempuan yang telah mencuri hatinya?

Yuk stay tune ya. Yang gak suka silakan skip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bodoh

Huhuhuhuhu!

Suara tangisan terdengar di sebuah jembatan yang ramai dilalui kendaraan. Zea duduk di sisi trotoar dengan kedua tangan menutupi wajahnya, sementara bahunya naik turun menahan isak yang sejak tadi berusaha ia tahan.

Setelah semua kejadian di kafe tadi, akhirnya pertahanan gadis itu runtuh juga. Ia memang bisa marah, membentak, bahkan membuat keributan di depan banyak orang, tetapi ternyata tidak semudah itu menghapus perasaan yang sudah dipeliharanya selama bertahun-tahun.

Reno bukan orang yang baru dikenalnya kemarin sore. Mereka sudah berteman sejak kecil, melewati masa sekolah bersama, dan selama bertahun-tahun Zea selalu menyimpan harapan bahwa suatu hari nanti pria itu benar-benar akan datang untuk melamarnya.

Tapi ternyata semua harapan itu hanya menjadi bahan permainan Reno. Pria yang selama ini dianggapnya baik dan sedang berjuang membangun masa depan justru menjadikan perasaan Zea sebagai jalan untuk mendapatkan keuntungan.

“Huhuhuhu! Jahat banget!” tangis Zea semakin keras. “Kenapa dia tega banget sama aku?”

Sagara berdiri beberapa langkah darinya dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Pria itu tidak menyangka bahwa gubernur bar-bar yang sejak pagi membuatnya harus bekerja ekstra ternyata juga memiliki sisi rapuh.

Selama ini, yang dilihatnya hanyalah perempuan keras kepala yang berani melawan siapa pun, bahkan tidak segan memanjat jendela toilet demi menghindari pengawalan. Namun, sekarang perempuan itu justru menangis tersedu-sedu hanya karena seseorang yang telah lama dipercayainya.

Meski begitu, wajah Sagara tetap datar. Ia tidak tahu harus melakukan apa untuk menghibur perempuan yang sedang menangis di hadapannya.

“Kapten Es Batu,” panggil Zea di sela isakannya.

“Ya, Bu?”

“Aku memang gadis bodoh, kan?”

Sagara menatapnya sebentar. “Ya, benar.”

Tangisan Zea langsung berhenti selama dua detik. Ia menurunkan tangannya dan menatap pria itu dengan mata sembap.

“Apa?”

“Anda bertanya apakah Anda bodoh. Saya menjawab dengan jujur.”

Zea kembali menangis. “Huhuhuhu! Aku memang bodoh banget!”

Sagara mengangguk kecil. “Ya, benar. Bodoh.”

Zea langsung menoleh tajam. “Kau ini tidak punya hati, ya?”

“Bukankah Anda sendiri yang bertanya?”

“Aku ini gadis cerdas yang kena tipu!” seru Zea sambil mengusap air matanya. “Bayangkan, seorang gubernur bisa ditipu laki-laki seperti Reno. Aku bodoh banget!”

“Ya, benar.”

“Kapten!”

“Apa?”

“Kenapa kau mengiyakan terus?!”

Sagara terdiam sejenak. “Karena pernyataan Anda memang sesuai dengan pertanyaan sebelumnya.”

Zea kembali menutup wajahnya. “Huhuhuhu! Sudah jatuh tertimpa tangga pula!”

Sagara mengembuskan napas pelan. Ia sebenarnya bisa saja mengatakan bahwa tertipu oleh seseorang yang dipercaya tidak serta-merta membuat seseorang menjadi bodoh, tetapi entah mengapa setiap kali hendak berbicara, kalimat yang keluar justru semakin membuat Zea kesal.

“Aku sudah bertahun-tahun menyukainya, Kapten Es Batu,” ujar Zea dengan suara bergetar. “Aku selalu percaya kalau dia benar-benar akan datang melamarku setelah sukses.”

Sagara diam mendengarkan.

“Aku bahkan sering membelikan barang-barang yang dia inginkan karena kupikir dia sedang kesulitan. Ternyata dia cuma memanfaatkan aku.” Zea mengusap pipinya kasar. “Apa aku sebodoh itu sampai tidak bisa membedakan orang tulus dan orang yang cuma mau mengambil keuntungan?”

Sagara menatap jalanan yang dipenuhi kendaraan. “Anda terlalu percaya kepadanya.”

Zea mendongak. “Jadi aku bodoh?”

“Ya, benar.”

“Aastaga!”

Sagara akhirnya mengalihkan pandangannya kepada Zea. “Anda meminta saya menjawab dengan jujur.”

“Aku tidak minta kau menghancurkan harga diriku!”

“Lalu apa yang harus saya katakan?”

Zea mengusap hidungnya, kemudian menatap Sagara dengan wajah kesal bercampur sedih. “Bisakah kau berbicara manis sedikit saja untuk menghiburku? Bukan malah mengatakan semua yang ada di kepalamu!”

Sagara terdiam. Ia memikirkan permintaan itu dengan serius, seolah sedang menerima instruksi penting dalam sebuah operasi. Beberapa detik kemudian, ia mengangguk pelan.

“Gula-gula?”

Zea langsung tersedak oleh ingusnya sendiri.

“Uhuk! Uhuk! Ya ampun!”

Sagara refleks maju selangkah. “Anda baik-baik saja?”

Zea menatapnya tidak percaya. “Bukan manis itu maksudku!”

“Lalu?”

“Maksudku kata-kata yang bisa membuat hati orang sedikit tenang!” seru Zea sambil menunjuk dadanya sendiri. “Misalnya, jangan sedih, kamu masih berharga, atau kamu akan menemukan orang yang lebih baik!”

Sagara mengangguk lagi. “Oh.”

Zea menunggu dengan penuh harap.

“Jangan sedih,” ucap Sagara datar.

Zea mengerjap.

“Anda masih berharga.”

Zea mulai tersenyum tipis.

“Dan lain kali jangan mudah percaya kepada pria yang tidak jelas.”

Senyum Zea langsung lenyap. “Kau merusaknya lagi!”

Sagara terdiam, sementara Zea kembali menutup wajahnya dengan kedua tangan. Namun, kali ini tangisannya mulai bercampur dengan tawa kecil yang tidak bisa ia tahan.

“Ya ampun, kenapa aku punya pengawal seperti ini?” gumamnya.

“Karena kakek Anda yang memilih saya.”

“Harusnya Kakek memilih pengawal yang bisa menghibur!”

“Saya bukan badut, Bu.”

Zea menurunkan tangannya dan menatapnya dengan mata masih sembap. “Tapi kau bisa sedikit lebih manusiawi, tidak?”

“Saya manusia.”

“Wajahmu saja seperti kulkas sepuluh pintu!”

Sagara tidak membalas. Ia hanya mengeluarkan saputangan bersih dari saku jasnya, lalu mengulurkannya kepada Zea.

Zea menatap benda itu beberapa saat sebelum mengambilnya. “Untukku?”

“Tidak, untuk tiang jembatan.”

Zea langsung mendelik. “Kau benar-benar menyebalkan!”

“Silakan dikembalikan kalau tidak mau.”

“Siapa bilang tidak mau?”

Zea segera menggunakan saputangan itu untuk mengusap wajahnya dan jugaa ingusnya. Setelah beberapa saat, ia kembali menatap kendaraan yang berlalu-lalang di hadapannya.

“Kapten Es Batu, menurutmu aku masih bisa menemukan orang yang benar-benar tulus?”

Sagara terdiam sebentar sebelum menjawab, “Bisa.”

“Benarkah?”

“Ya.”

“Bagaimana kalau aku tertipu lagi?”

“Kalau begitu, belajarlah mengenali orang dari tindakannya, bukan hanya perkataannya.”

Zea menoleh perlahan, jawaban Sagara terdengar cukup masuk akal dan tidak membuatnya ingin melempar sesuatu.

“Tumben kau bicara seperti manusia normal,” gumamnya.

“Saya memang manusia.”

“Iya, iya. Manusia kutub.”

Sagara menghela napas panjang.

Zea kemudian menatap Sagara. “Terima kasih, Kapten. Aku akan mengembalikan sapu tanganmu.”

Sagara langsung berkata, “Ambil saja.”

“Dan maaf sudah menangis di depanmu.”

“Tidak masalah.”

Zea mengendus pelan. “Jangan bilang kepada siapa pun kalau aku menangis.”

“Saya tidak punya kebiasaan menyebarkan urusan pribadi orang lain.”

“Bagus.” Zea mengangguk puas, lalu tiba-tiba menambahkan, “Tapi kalau kau bilang aku bodoh lagi, aku pecat!”

Sagara menatapnya datar. “Anda tidak bisa memecat saya.”

“Kenapa?”

“Saya ditugaskan oleh kakek Anda.”

Zea langsung menggerutu. “Menyebalkan!”

1
ismi
kenapa ? gak lanjut dibabak baku hantam kak yul😄😄😄
Hary Nengsih
🤣🤣🤣
juwita
krn anak seorang jenderal bisa seenaknya🤣🤣. bener* persis di dunia real🤣🤣
juwita
awas aj memanfaatkan kekuasaan Bpk mu soraya buat dptin sagara🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ajak si Soraya tanding gelut Zea biar th kl kamu bkn gubernur yg manja dan dpt di remehkan oleh dia biar seluruh barak jg th kamu itu gak gampangan dan gak lemah 😏💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kalah ya ngaku kalah aja Soraya jngn buat kamu nanti malu dngn kekeh pengen tanding lg sama Zea 😏😏 makanya jd orang yg sotoy dan suka rendahin jd malukan ternyata Zea lbh unggul dr kamu dah minggir aja jngn di terusin biar gak tambah malu nantinya 😏😡
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Soraya blm th aja kehebatan Zea jd jngn remehkan Zea kl kamu blm lihat sendiri kehebatannya 😏😏😡
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mundur Alon" aja Soraya karna Sagara bkn buat kamu tp buat Zea seorang ☺️☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
wah saingan merebutkan Sagara nih 😅😅
Maria Lina
lh thor kata nya gk lanjut lgi piye iki
mama_im
kirain mau lanjut latih tanding di ring tinju 🤣🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: 🤣🤣🤣 Kadung malu kak
total 1 replies
mama_im
kalah ya kalah aja 😒😒😒😤😤😤
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kagak Terima dia kak🤣🤣
total 1 replies
Ayu Padi
Thor ..mau ngasi info aja ..ada Novel baru judul nya BALAS DENDAM SANG PUTRI .. cerita ini sangat sangat mirip bngeeeet dgn novel author yg judul nya KESEMPATAN KEDUA SANG PUTRI GUO MEI... coba author baca novel tsb..apakah bener sangat mirip ..gak rela aja Thor Krn Guo Mei itu favorit aku bngtt...
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Author udah cek kak. Emang mirip banget 🥺🥺🥺. Cuman dia ubah nama dan beberapa biar gak terdeteksi🥺🥺
total 4 replies
Tiara Bella
asikkk ada lagi nh cerita.....
cilla
ihh nungguin karya author lama ternyata babnya udh banyak aku ketinggalan mana ada dua lagi😭😭😭😭🤭
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wahahahaaaaa🤣🤣🤣🤣
pimter sekali mereka bikin si kanebo kereing mati kutu
mau bilang apa lagi coba hadeh
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
🤣🤣, sang kapten cemburu 🤣🤣, mau bilang cemburu, tapi gengsi 🤣🤣
Suci Dava
Alhamdulillah up lgi
Patrish
bener bener gubernur bar bar..KDM kalah jauh..kades HoHo lewat..🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: 🤣🤣🤣 Gubernurnya gen Z kak
total 1 replies
Mei Mei
minnajai kapten na taro ibu gubernur, Zea si bawa kapten 11 dan 12 sipat nya, aahh si kapten cemburu ladde i,
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: 🤣🤣🤣 Ndag sadarpi itu kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!