NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Seperti apa yang terjadi sebelumnya Luna sengaja mengikuti alur ritme yang seharusnya terjadi. Arkan nampak terlihat bahagia dengan apa yang sudah di siapkan Luna dan anehnya Luna semakin muak melihat hal tersebut.

Luna memutar gelas berisi wine di tangannya dengan raut wajah yang bosan, sambil mendengarkan omong kosong yang terus keluar dari mulut Arkan dan juga teman-temannya.

Tak tak tak...

Sampai kemudian sebuah suara sepatu hak tinggi yang beradu dengan lantai, mulai terdengar dan memunculkan senyuman licik di wajah Luna saat itu.

"Hai Lun.... Kamu pasti lapar bukan? Daripada kamu hanya duduk dan mendengarkan para cowok berbicara, sebaiknya kita cari sesuatu yang manis untuk mengganjal perut, bagaimana?" ucap Rachel dengan senyum yang terlihat polos namun terasa menjijikan bagi Luna.

"Menarik, tentu saja..." ucap Luna dengan tersenyum tipis kemudian meletakkan gelas di tangannya dan berjalan mengikuti kemana perginya Rachel barusan.

.

.

Rachel terus melangkahkan kakinya mengajak Luna ke arah dessert yang berada tepat di tepi kolam renang. Luna hanya melirik sekilas ke arah kolam, kemudian kembali mendengarkan ocehan omong kosong yang keluar dari mulut Rachel saat ini.

"Kau tahu Lun, Arkan benar-benar jadi orang paling bahagia malam ini dan aku yakin begitu juga dengan mu. Pesta yang kamu rancang benar-benar sangat indah Lun..." ucap Rachel sambil mengambil sepiring kecil desert dengan toping coklat strawberry di atasnya.

"Ya, tentu saja" jawab Luna dengan datar.

Mendapati jawaban Luna yang seperti itu, Rachel hanya tersenyum tipis kemudian melangkahkan kakinya semakin mendekat ke arah Luna.

"Sepertinya dia akan mulai beraksi..." ucap Luna dalam hati sambil terus melihat gerak gerik Rachel.

"Lun.. Apakah kamu tahu jika kemarin Arkan sangat sedih karena ulah mu?" ucap Rachel sambil terus membawa Luna bergerak mundur dan mendekat ke arah tepi kolam. "Aku tahu kalian berdua mungkin ada masalah, tapi bukankah sebaiknya hal itu dibicarakan dulu? Lagi pula..." ucap Rachel kemudian berusaha menggapai lengan Luna dan hendak memulai aksinya.

Hanya saja sayangnya Rachel yang tak mengetahui jika Luna sudah bersiap dengan hal ini, mendapati Rachel hendak menggapai tangannya dan menariknya jatuh ke air bersama dengannya. Luna langsung buru-buru menghindar, hal tersebut tentu saja membuat Rachel terkejut dan langsung terhuyung jatuh masuk ke dalam air seorang diri tanpa Luna tentunya.

"Apa...tunggu.. bagaimana bisa?" ucap Rachel yang terkejut sebelum pada akhirnya masuk ke dalam air.

Byur......

"Upsi..." ucap Luna dengan nada yang santai sambil tersenyum tipis melihat Rachel jatuh seorang diri ke dalam air.

"Tolong...tolong...siapapun tolong aku..." teriak Rachel sambil terus berusaha naik ke permukaan.

Mendengar suara teriakan dari arah kolam renang, lantas langsung memicu semua orang datang dan mendekat tak terkecuali dengan Arkan. Arkan yang mendapati Rachel jatuh langsung turun membantu tanpa pikir panjang dan hal ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Luna dan tentu saja sesuai dengan alur di kehidupannya yang lalu.

Di masa lalu Rachel dan Luna sama-sama masuk dan jatuh ke dalam air, namun Arkan yang hanya mengkhawatirkan Rachel lantas memilih menolongnya dan mengabaikan Luna seperti orang bodoh hingga pisan dan berakhir di rumah sakit.

Sejak saat itu ia terus menjadi perbincangan di kalangan kelas atas dan terkenal sebagai bucin bodoh yang tak bisa melihat kenyataan jika Arkan tidak mencintainya.

Hanya saja satu hal yang membuat Luna terkejut kali ini, bukan tentang dirinya yang berhasil lolos, namun sebuah variabel baru yang tak pernah ada di masa lalu, lantas membuatnya terkejut.

Byur....

"Sagara? Apa yang dia lakukan? Bagaimana bisa dia datang... Tapi tunggu..kenapa ia langsung terjun begitu saja masuk ke dalam kolam?" ucap Luna dengan raut wajah yang terkejut mendapati hal tersebut.

Luna terlihat mengambil langkah kaki mendekat ke arah kolam renang, begitu ketiganya muncul di permukaan air seperti orang bodoh dan tentu saja basah kuyup.

"Kau!" pekik Sagara yang terlihat terkejut dengan wanita di sebelahnya yang ternyata adalah Rachel.

Mendapati hal tersebut Sagara buru-buru menepis genggaman tangannya pada Rachel, sepertinya Sagara salah mengira jika yang masuk ke dalam air adalah Luna.

"Tu....an Sagara..." ucap Rachel sambil terbatuk-batuk.

"Apa yang kau lakukan?" ucap Arkan yang nampak kebingungan menatap ke arah Sagara yang juga beada di dalam air saat ini.

Sagara yang mendapati pertanyaan tersebut enggan menjawabnya, di edarkan pandangannya ke arah sekitar mencari keberadaan seseorang. Sampai pada akhirnya manik matanya terpaut pada tatapan aneh seorang gadis yang melihatnya masuk ke dalam air.

"Sial! Ternyata bukan Luna yang jatuh. Tapi bagaimana bisa?" ucap Sagara sambil melangkahkan kakinya naik ke atas.

"Sagara? Are you oke?" ucap Luna menghampiri Sagara dengan segudang pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.

"Aku baik-baik saja, aku kira tadi... Ah sudahlah..." ucap Sagara sambil bangkit dari tempatnya.

"Apa jangan-jangan Sagara mengira jika aku juga terjatuh ke dalam kolam tadi? Namun bagaimana dia bisa tahu? Dan hal yang paling penting kenapa Sagara bisa datang ke acara ini, sementara harusnya ia tidak datang di acara ini. Apakah dulu aku melewatkan sesuatu?" ucap Luna dalam hati dengan raut wajah yang bingung.

***

Di salah satu ruang istirahat yang terletak di hotel bintang lima tersebut.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu dari arah luar memecah keheningan yang terjadi di ruangan tersebut. Luna yang mendengar suara ketukan pintu, lantas langsung bangkit dan membuka pintu tersebut.

"Permisi nona, saya mengantar setelan kemeja pria pesanan nona." ucap seorang pelayan hotel begitu pintu terbuka.

"Terima kasih.." jawab Luna singkat sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam dan menutup pintu.

Sambil membawa sebuah paper bag berisi setelan kemeja pria, Luna terlihat mendekat ke arah dimana Sagara berada.

"Ganti dulu baju mu sebelum nantinya masuk angin." ucap Luna sambil menyerahkan paper. Bag tersebut.

"Oke"

.

.

.

Sepuluh menit kemudian

Pintu ruang ganti nampak terbuka dan memperlihatkan Sagara yang sudah berganti pakaian. Mendapati hal tersebut hanya membuat Luna manggut-manggut kemudian bangkit dari tempat duduknya.

"Ada satu hal yang terus mengganggu pikiran ku, apakah aku boleh menanyakan kepadamu?" ucap Luna kemudian yang lantas membuat Sagara terdiam sejenak.

"Katakan saja"

"Bagaimana kamu bisa sampai ke tempat ini? Maksud ku, aku bahkan belum pernah membahasnya sebelumnya kepadamu atau bahkan memberikan undangan kepadamu. Tapi inti masalahnya bukan itu, apa yang membuat kamu mendadak langsung masuk ke air begitu Rachel jatuh ke dalamnya?" cecar Luna tanpa jeda yang langsung membuat Sagara diam seribu bahasa.

"Aku..."

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!