Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16: Peringatan Berdarah
Lorong Kehormatan yang semula tenang seketika berubah menjadi medan pembantaian.
Empat pengawal Keluarga Ouyang menyerang bersamaan.
Dua pedang menebas dari kiri dan kanan. Satu menebas dari atas. Pedang terakhir melesat lurus menuju jantung Lin Xuan.
"Tuan Muda, awas!"
Xiao Ya menjerit.
Lin Xuan tetap tenang.
Ia mendorong Xiao Ya ke belakang dengan hembusan Qi lalu menatap keempat pengawal itu.
"Hanya dengan kekuatan seperti ini kalian berani menghalangi jalanku?"
Ia tidak mencabut senjata.
Teknik Tungku Daging Sembilan Kesengsaraan Putaran Kedua langsung aktif. Kulitnya berkilau seperti tembaga.
Pedang yang mengarah ke dadanya hampir tiba. Lin Xuan mengangkat tangannya.
Krak!
Ia menangkap bilah pedang itu dengan tangan kosong.
Bilahnya langsung remuk.
Sebelum lawannya sempat bereaksi, tinju Lin Xuan menghantam dadanya.
Buum!
Tubuh pengawal itu terlempar dan menghantam dinding kaca.
Dindingnya seketika retak, dan pengawal itu jatuh tanpa nyawa.
Satu pukulan.
Satu nyawa melayang.
Tiga pengawal lainnya tertegun.
Mereka tidak percaya seorang kultivator tingkat tujuh bisa membunuh kultivator tingkat sembilan dengan tangan kosong.
Namun keraguan hanya bertahan sesaat.
Lin Xuan sudah bergerak.
Dengan Langkah Angin Menyapu, tubuhnya berubah menjadi bayangan dan lolos dari tebasan.
Ia muncul di antara dua pengawal lainnya.
Jarinya bergerak, seketika, Dua percikan Api Teratai Bumi Terdalam melesat dan menembus titik vital mereka.
"Ukh!"
Kedua pengawal itu terhuyung. Qi dalam tubuh mereka seketika kacau.
Dua pengawal itu berlutut.
Tak ada darah yang mengalir. Api Teratai Bumi Terdalam membakar Qi mereka dari dalam dan menghancurkan meridian mereka.
Tubuh keduanya jatuh tak bernyawa.
Pengawal terakhir gemetar melihat tiga rekannya tewas dalam sekejap.
Pedangnya terlepas. Ia berbalik dan mencoba melarikan diri.
"Kembali." Suara Lin Xuan terdengar tenang. Ia menendang pecahan pedang di lantai.
Wush!
Pecahan baja melesat dan menembus tengkuk pengawal itu hingga keluar dari tenggorokannya.
Tubuhnya jatuh. Lorong kembali sunyi. Sementara Ouyang Chen berdiri kaku di ujung lorong.
Bola besi di tangannya terlepas dan menggelinding di lantai.
Klotak.
Wajahnya pucat.
Empat pengawal tingkat sembilan telah tewas dalam hitungan napas.
Dan semuanya dilakukan oleh seorang pemuda yang kultivasinya jauh di bawah mereka.
Lin Xuan melangkah mendekat.
"K-kau berani membunuh orang Keluarga Ouyang?!"
Ouyang Chen mundur dengan panik hingga terjatuh.
"Aku pewaris Keluarga Ouyang! Jika kau menyentuhku, Pemimpin kami tidak akan mengampunimu!"
"Mengampuniku?"
Lin Xuan tersenyum tipis.
Ia mencengkeram kerah Ouyang Chen lalu mengangkatnya dengan satu tangan.
"Keluarga Ouyang terlalu lama hidup nyaman." Tatapan Lin Xuan menjadi dingin.
"Sepertinya kalian lupa." Ia mendekatkan wajahnya.
"Di atas langit masih ada langit."
Tangan Lin Xuan bergerak menuju lehernya.
Niat membunuh yang pekat langsung menekan jiwa Ouyang Chen.
Tubuh pemuda itu gemetar hebat.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar merasakan ketakutan akan kematian.
Jari Lin Xuan hampir menyentuh lehernya.
"Hentikan!"
Raungan keras mengguncang lorong. Tekanan spiritual turun seperti gunung dan menekan seluruh ruangan.
Tahap Pembentukan Fondasi.
Seorang pria tua berjubah abu-abu mendarat di antara Lin Xuan dan Ouyang Chen. Lambang Rumah Lelang tersemat di dadanya. Tatapannya tajam dan penuh wibawa.
Di belakangnya, Master Yan datang bersama Su Yue'er dan Paman Qin.
Melihat empat mayat di lantai, wajah Master Yan berubah pucat.
"T-Tuan Muda Lin! Apa yang terjadi?"
Penatua Penegak Hukum menatap Lin Xuan.
"Rumah Lelang Kekaisaran melarang pertumpahan darah. Kau telah membunuh empat orang."
Tatapannya mengeras.
"Meski memiliki Kartu Emas Hitam, kau tetap harus mempertanggungjawabkannya."
Lin Xuan tetap tenang.
Tekanan seorang kultivator Pembentukan Fondasi tidak mampu membuatnya gentar.
Ia sebenarnya mampu membunuh orang tua ini. Namun saat ini bukan waktunya menyingkap kekuatannya.
Lin Xuan melepaskan cengkeramannya.
Ouyang Chen jatuh ke lantai.
"Mereka yang menyerang lebih dulu." Suaranya dingin.
"Aku hanya membalas." Ia melirik Ouyang Chen.
"Namun demi Rumah Lelang, hari ini akan kubiarkan dia hidup."
Sebelum Ouyang Chen sempat bangkit, Lin Xuan menepuk pundaknya.
Gerakannya begitu ringan hingga tak seorang pun menyadarinya.
Bahkan Penatua Pembentukan Fondasi pun tidak.
Seutas Api Teratai telah menyusup ke dalam meridian jantung Ouyang Chen.
Benih itu akan menyerap Qi setiap kali ia berkultivasi. Tujuh hari kemudian, benih itu akan mekar.
Saat itu jantung Ouyang Chen akan berubah menjadi abu. Dan tak seorang tabib pun di Ibukota akan menemukan penyebabnya.
Bagi Lin Xuan, membiarkan musuh hidup hanyalah menunda kematian mereka.
Ouyang Chen merangkak ke belakang Penatua Penegak Hukum.
"Penatua! Tangkap dia! Dia membunuh pengawalku! Keluarga Ouyang tidak akan tinggal diam!"
Master Yan segera maju.
"Tuan Muda Ouyang, formasi saksi sudah merekam semuanya. Pengawalmu yang menyerang lebih dulu."
Tatapannya menjadi dingin.
"Menyerang tamu di Rumah Lelang adalah pelanggaran berat. Kau masih hidup karena Tuan Muda Lin memilih mengampunimu. Pergilah."
Ouyang Chen menggertakkan gigi.
"Kau akan menyesal!"
Ia menunjuk Lin Xuan dengan wajah penuh dendam.
"Begitu keluar dari sini, Keluarga Ouyang akan membuatmu membayar!"
Setelah mengucapkan ancaman itu, ia segera pergi tanpa menoleh lagi.
Penatua Penegak Hukum menarik kembali tekanannya.
"Tuan Muda Lin, Master Yan sudah menjelaskan semuanya. Namun setelah kau meninggalkan tempat ini, keselamatanmu bukan tanggung jawab kami."
Ia berhenti sejenak.
"Keluarga Ouyang memiliki tiga kultivator Pembentukan Fondasi. Berhati-hatilah."
"Terima kasih atas peringatannya."
Lin Xuan tidak terlalu peduli.
Ia berbalik dan menghampiri Xiao Ya yang masih gemetar. Tangannya menggenggam tangan gadis itu.
Di ambang pintu, Su Yue'er dan Paman Qin masih memperhatikan mereka.
"Nona..."
Paman Qin mengusap keringat dingin di dahinya.
"Pemuda itu mengalahkan empat kultivator tingkat sembilan dengan tangan kosong. Bahkan serangannya ke Titik vital sangat tepat."
Ia menatap punggung Lin Xuan. "Dia bukan orang biasa."
Su Yue'er mengangguk pelan. "Keji, angkuh, tapi sangat tenang." Tatapannya semakin dalam.
"Dia tahu kapan harus berhenti." Su Yue'er kembali teringat bisikan Lin Xuan.
Jangan minum Teh Teratai Dingin.
"Hubungi jaringan kita." Ia menatap Paman Qin.
"Aku ingin tahu semua tentang Lin Xuan. Asal-usulnya dan hubungannya dengan Senior Xuan."
"Baik, Nona."
Di luar Rumah Lelang Kekaisaran, Lin Xuan menatap langit yang mulai mendung.
Tiga hari lagi lelang dimulai.
Keluarga Ouyang pasti akan mencari kesempatan untuk menyerangnya.
Ia juga harus mendapatkan Serpihan Kuali Naga Hitam.
Lin Xuan tersenyum dingin.
"Tiga kultivator Pembentukan Fondasi?"
Ia melangkah pergi bersama Xiao Ya.
"Sepertinya aku perlu menyiapkan kembang api untuk menyambut mereka."