NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Pagi hari di mansion mewah klan Victor disambut oleh pendar sinar matahari hangat yang menembus jendela-jendela kaca raksasa. Hazel telah rapi mengenakan seragam sekolahnya kemeja putih bersih yang tersetrika sempurna, rok lipat kotak-kotak, serta rompi rajut yang membuat penampilannya terlihat begitu anggun, manis, dan polos.

Ia turun menyusuri tangga utama menuju ruang makan. Di ujung meja jati yang panjang, Arlend sudah duduk tegap mengenakan kemeja formal hitam tanpa jas. Di hadapannya terhidang cangkir kopi hitam yang masih mengepulkan uap halus dan beberapa berkas dokumen yang sedang ia periksa.

Mendengar langkah kaki Hazel, Arlend langsung mengalihkan pandangannya. Senyum tipis yang sarat akan kehangatan terukir di wajah tampannya.

"Selamat pagi, Hazel," sapa Arlend lembut, suaranya yang berat memecah keheningan pagi.

"Selamat pagi, Kak Sagara," balas Hazel manis seraya mendudukkan dirinya di kursi tepat di samping Arlend.

Seorang pelayan pribadi dengan sigap menyajikan piring berisi pancake lembut bertabur buah beri segar dan sirup murni, lengkap dengan segelas susu hangat. Hazel menikmati sarapannya dengan tenang, sementara Arlend sesekali memperhatikan gadis itu seraya memastikan Hazel menyantap makanannya hingga habis.

"Jangan lupa minum vitaminmu setelah ini," pesan Arlend seraya mengusap pelan puncak kepala Hazel. "Mobil dan dua pengawal berjas hitam sudah bersiap di depan. Mereka akan menunggumu di luar area gerbang sekolah sepanjang hari."

Hazel menghabiskan tegukan terakhir susunya, lalu mengangguk patuh. Ia berdiri, merapikan roknya, lalu menatap Arlend dengan binar mata yang jernih.

"Aku pergi ke sekolah dulu ya, Kak. Terima kasih untuk sarapannya," pamit Hazel lembut.

Arlend ikut berdiri, mengantar Hazel hingga ke ambang pintu utama. "Hati-hati di jalan. Jika terjadi sesuatu atau tubuhmu merasa tidak enak, langsung beritahu pengawal."

Mobil SUV hitam mewah yang mengantar Hazel berhenti tepat di seberang gerbang sekolah. Hazel melangkah turun dengan penuh percaya diri. Penampilannya yang segar dan aura anggun yang memancar membuat beberapa siswa di koridor sempat menoleh memperhatikan.

Begitu memasuki area koridor kelas, seorang gadis berambut pendek melambaikan tangan dengan penuh semangat. Itu adalah Maya, sahabat dekat Hazel.

"Hazel! Ya ampun, Hazel!" seru Maya seraya berlari kecil dan langsung memeluk Hazel erat-erat. "Aku kangen banget sama kamu! Kamu ke mana aja beberapa hari ini? Aku khawatir banget waktu kamu nggak masuk tanpa kabar!"

Hazel tertawa kecil, membalas pelukan sahabatnya dengan hangat. "Aku cuma sakit sedikit dan butuh istirahat, Maya. Tapi sekarang aku udah pulih total, kok."

"Syukurlah kalau gitu," hela Maya lega seraya merangkul lengan Hazel saat mereka berjalan menuju kelas.

Saat mereka tiba di kelas baru untuk kelas pilihan, Maya mendadak menyenggol lengan Hazel pelan seraya berbisik. "Eh, Hazel... kamu lihat cowok yang duduk di pojok dekat jendela itu nggak? Dia anak pindahan baru minggu lalu, namanya Leo. Katanya dia terkenal banget di luar sekolah."

Hazel mengalihkan pandangannya ke arah sudut kelas. Di sana, seorang siswa laki-laki bertubuh jangkung dengan paras yang sangat tampan sedang bersandar santai. Rambutnya sedikit berantakan dengan gaya messy style, wajahnya tegas, dan jaket kulit hitam tergantung di sandaran kursinya. Aura ketampanannya yang terkesan sedikit rebel membuat beberapa siswi di kelas mencuri pandang padanya.

Saat Hazel berjalan mendekat untuk mengambil tempat duduk di dekat sana, pria bernama Leo itu mendongak. Pandangan mereka beradu sejenak. Mata Leo yang tajam memancarkan ketertarikan saat melihat gantungan kunci helm balap berukuran mini yang terpasang di tas sekolah Hazel.

"Gantungan kunci yang bagus," suara renyah dan berat milik Leo memecah jarak di antara mereka saat Hazel mendudukkan dirinya. "Seri limited edition dari kejuaraan sirkuit balap tahun lalu, kan?"

Hazel sedikit terkejut, namun senyum tipis yang penuh percaya diri mengembang di bibirnya. "Kamu tahu soal itu?"

"Tentu saja," kekeh Leo tipis, menyandarkan sikunya di atas meja seraya menatap Hazel lurus-lurus dengan senyuman ramah. "Aku pembalap. Motor, mobil, circuit track, underground race semuanya hobi utamaku. Jarang banget lihat cewek di sekolah ini yang paham atau koleksi barang-barang berbau balapan."

"Sama," sahut Hazel dengan nada santai yang memikat. "Aku suka kecepatan. Buatku, ada kepuasan tersendiri pas ada di balik kemudi atau di atas motor balap."

Mata Leo berbinar terang mendengar jawaban Hazel. Pria tampan itu tersenyum lebar, merasa menemukan seseorang dengan frekuensi dan hobi yang persis sama.

"Serius? Berarti seleramu keren banget," puji Leo terang-terangan. Ia memajukan tubuhnya sedikit, memelankan suaranya. "Kalau kamu emang suka balapan... nanti malam ada arena balap liar bergengsi di jalur bypass sirkuit lama. Hadiahnya lumayan besar dan yang turun banyak pembalap top papan atas. Kamu mau ikut nonton... atau mau ikut aku turun ke trek?"

Hazel menaikkan sebelah alisnya tipis. Di balik senyuman manisnya, otak cerdas Hazel langsung berputar. Menghadiri arena balap malam nanti bukan hanya sekadar menyalurkan hobinya yang terpendam, tetapi juga bisa menjadi kesempatan emas baginya untuk mulai membangun jaringan baru di luar jangkauan Arlend.

"Boleh," jawab Hazel tanpa ragu sedikit pun, matanya berkilat penuh keberanian. "Kirim lokasinya padaku. Nanti malam aku bakal datang."

Leo terkekeh puas seraya menjentikkan jarinya. "Deal. Sampai ketemu nanti malam, Hazel."

Malam harinya, suasana mansion klan Victor begitu hening. Jam dinding antik di ruang tengah telah menunjukkan pukul delapan malam. Arlend belum kembali dari markas utama karena harus menyelesaikan beberapa urusan bisnis mendadak, memberikan kesempatan sempurna bagi Hazel untuk melancarkan aksinya.

Di dalam kamar utama, ponsel Hazel yang tergeletak di atas ranjang mendadak berdering nyaring. Nama Kirana tertera di layar, disertai pesan masuk berturut-turut dari Maya. Hazel menggeser ikon hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Hazel! Kamu udah siap belum?!" suara Kirana terdengar setengah berteriak dari seberang telepon, diiringi dentuman musik bass yang samar-samar. "Aku sama Maya udah ada di dalam mobil nih, jalanan menuju arena bypass mulai padat! Leo juga udah nanyain kamu terus dari tadi!"

"Aku udah siap, Kir. Jemput aku di persimpangan jalan luar gerbang utama aja ya, jangan masuk ke area mansion," instruksi Hazel seraya menyunggingkan senyum tipis.

"Sip! Lima menit lagi kita sampai di titik penjemputan. See you, Girl!" sahut Kirana sebelum memutus panggilan.

Hazel melepas jubah tidurnya dan berjalan mendekati cermin tinggi. Penampilannya malam ini berubah drastis dari sosok gadis polos di sekolah. Hazel mengenakan crop top hitam ketat berkerah rendah yang memamerkan garis leher dan perut rata cantiknya, dipadukan dengan celana jeans minim berpotongan high-waist yang mempertegas lekuk tubuh serta kaki jenjangnya. Sebuah jaket kulit hitam sengaja disampirkan di bahunya untuk menyempurnakan kesan edgy dan berani.

Dengan langkah santai namun penuh percaya diri, Hazel menyusuri koridor dan turun melewati tangga utama.

Begitu kakinya melangkah mendekati pintu kaca menuju area luar, dua orang pengawal berjas hitam bertubuh kekar langsung menghadang jalannya secara sopan. Kepala pengawal yang bertugas malam itu menatap penampilan Hazel yang tak biasa dengan raut wajah cemas.

"Selamat malam, Nona Hazel," sapa kepala pengawal seraya membungkuk hormat. "Maaf mengganggu, tapi... Nona hendak pergi ke mana di larut malam seperti ini? Tuan Besar Arlend berpesan agar Nona tetap berada di dalam mansion untuk beristirahat."

Hazel menghentikan langkahnya, menatap kedua pengawal itu dengan pendar mata yang begitu tenang, jernih, dan sangat meyakinkan.

"Aku cuma mau keluar sebentar mencari angin segar dan membeli beberapa perlengkapan sekolah bersama teman-temanku," sahut Hazel dengan nada suara yang amat lembut dan santai, tanpa menyiratkan sedikit pun kepanikan.

"Tapi Nona... jika Tuan Besar mengetahui Nona keluar tanpa pengawalan ketat dari kami—"

"Tidak apa-apa," potong Hazel cepat seraya mengukir senyuman manis yang sangat tenang. "Kalian tidak perlu khawatir. Aku hanya keluar sebentar ke area depan dan teman-temanku sudah menunggu di luar. Kak Sagara tidak akan marah pada kalian selama kalian tidak membuat ini menjadi rumit. Aku bisa menjaga diriku sendiri."

Aura tenang namun tegas yang dipancarkan Hazel membuat kedua pengawal itu ragu sejenak. Sebelum mereka sempat berargumen lagi, Hazel sudah melangkah maju melewati mereka dengan anggun.

Lima menit kemudian, sebuah mobil sedan hatchback merah milik Kirana sudah menunggu di pinggir jalan raya, agak jauh dari jangkauan kamera pengawas gerbang mansion. Hazel membuka pintu depan dan mendudukkan dirinya di samping Kirana, sementara Maya bersorak heboh dari kursi belakang.

"Gila! Penampilanmu malam ini keren banget, Hazel!" puji Maya penuh antusiasme melihat gaya pakaian Hazel. "Leo pasti makin terpesona!"

"Ayo berangkat, sebelum jalurnya ditutup!" seru Kirana seraya menancap gas dalam-dalam.

Perjalanan menuju jalur bypass sirkuit lama menempuh waktu sekitar dua puluh menit. Begitu mobil mereka memasuki kawasan trek balap liar, atmosfer di sana langsung terasa sangat liar dan riuh.

Lampu-lampu sorot kendaraan membelah kegelapan malam, memantul di atas aspal jalanan yang luas. Ratusan anak muda berkumpul di sepanjang pinggir jalan, bersorak diiringi dentuman musik dari speaker raksasa. Deruman mesin mobil-mobil sport terkustomisasi dan motor balap berkapasitas mesin besar saling bersahutan, mengocok adrenalin siapa pun yang mendengarnya. Baunya asap ban yang terbakar dan bensin menyengat di udara.

Kirana memarkirkan mobilnya di area VIP luar arena. Begitu Hazel melangkah keluar dari mobil, sosoknya yang menawan dengan pakaian jeans minim dan jaket kulit langsung mencuri perhatian beberapa pembalap dan pengunjung di sekitarnya.

Dari kejauhan, Leo yang sedang bersandar di kap mobil balap modifikasinya langsung menegakkan tubuh. Pria tampan itu tersenyum lebar seraya melambaikan tangan, melangkah mantap menyambut kedatangan Hazel di tengah riuhnya arena balap malam itu.

1
Mei TResna Rahmatika
udah tamat aja kak
merry
🤣🤣🤣🤣cemburuuan bos mu gidion
falea sezi
g suka karakter nya sok alias licik🤣 bunglon
falea sezi
😒 rugi gue nangisin elu zel 😒
falea sezi
q malah berharap hazel di Selamat kan orang trs di bawa pergi jauh 🤣 trs ketemu beberapa tahun kemudian hazel ilang ingatan😕
falea sezi
😓part hazel nangis q😕
falea sezi
nunggu qm nyesel😒
merry
jdiin pelayan ajj si zel trs viral kn mrkk biar kmu gk dicap ank haram trs sm mrkj
merry
bgs hazel bgs jujur dan terbuka,, dr pd bhong kn yg ada repot,,, lgian Sagara psti dukung kmu untuk bls perbuatan y Helena dan cat cat ap lg Bpk y lon selingkuh dgn Helena gmpng x hancurin y biar mmmy Leon gk di selingkuh trss
Mundri Astuti
nah gitu jujur aja hazel ..
Mundri Astuti
omelin aja si hazel ..arlend🤭
merry
knp gk. jdiin babu ajj hazel tu mrk berdua,, kn Helena dh bunuh mmu dan jebak papamu ,,di saat papa mu msh tunangannya dr mmu,, biar cat muka mata y berapa licik y mmy itu
merry
hazel menurut mu jgn pura pura polos dan lugu dech asli y kn ngk 🤭🤭🤭bgs jdi cwe manja biar di manja sm mafia dan nikmatin falistas mewah ya,, sambil ngehukum ibu Tri dan saudara trimu,,,
Mundri Astuti
kirain hazel bener" tulus ...wewww sama aja kamu kaya Catlin zel, cuma manfaatin arlend
merry
astoge klian berdua in psangan bonglon ternyata,, klo Sagara tidak anemsia knp mau aj di injk injk cbb sm cat,,, hazel tujuan y ap sm Sagara selain bls dendam,, 🤔🤔🤔🤔
merry
jdi psagann gk y nntii hazel sm Sagara
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!