NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

BAB 4

Menantu yang Selalu Salah

Pagi berikutnya, Nadira bangun lebih awal.

Ia ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia bisa menjadi menantu yang baik.

Setelah membereskan kamar, ia turun ke dapur.

Bu Ratih sudah berada di sana.

“Pagi, Bu.”

Bu Ratih hanya mengangguk.

Nadira mulai menyiapkan sarapan.

Tak lama kemudian Rani turun.

“Kak, mau aku bantu?”

Nadira tersenyum.

“Boleh. Tolong potong buah ini.”

Rani mengambil pisau.

Namun beberapa menit kemudian, terdengar suara benda jatuh.

Prang!

Nadira segera menoleh.

Piring buah sudah pecah di lantai.

“Ya ampun, maaf,” kata Rani.

Nadira menghampiri.

“Kakak tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa.”

Bu Ratih datang.

“Ada apa?”

Rani menunduk.

“Aku tidak sengaja menjatuhkannya.”

Bu Ratih melihat pecahan piring.

Kemudian melihat Nadira.

“Kenapa kamu memberikan pekerjaan seperti ini kepada Rani?”

Nadira terdiam.

“Aku hanya minta Rani memotong buah, Bu.”

“Dia baru bangun.”

Nadira menahan napas.

“Maaf.”

Rani langsung berkata,

“Bu, jangan salahkan Nadira. Aku memang ceroboh.”

Bu Ratih menghela napas.

“Sudahlah.”

Nadira kembali membersihkan pecahan piring.

Tangannya sedikit gemetar.

Ia tidak mengerti.

Rani yang menjatuhkan.

Tetapi dirinya yang merasa bersalah.

Saat sarapan, Arga akhirnya turun.

Ia melihat tangan Nadira.

“Kenapa?”

“Tidak apa-apa.”

Arga memperhatikan luka kecil di jarinya.

“Kamu terluka.”

“Cuma sedikit.”

Arga mengambil tangannya.

“Harus dibersihkan.”

Rani tersenyum.

“Mas, tadi aku tidak sengaja memecahkan piring. Nadira yang membersihkannya.”

Arga menoleh.

“Kenapa kamu yang membersihkan?”

Nadira hendak menjawab, tetapi Bu Ratih lebih dulu berkata,

“Namanya juga menantu. Harus bisa membantu di rumah.”

Arga diam.

Nadira menatap suaminya.

Ia berharap Arga mengatakan sesuatu.

Namun Arga hanya berkata,

“Nanti hati-hati.”

Nadira mengangguk.

“Iya.”

Setelah sarapan, Arga menghampirinya di kamar.

“Kamu marah?”

Nadira sedang merapikan pakaian.

“Tidak.”

“Aku tahu kamu kecewa.”

Nadira berhenti.

“Sedikit.”

Arga duduk di sampingnya.

“Aku akan bicara dengan Ibu.”

Nadira menatapnya.

“Serius?”

“Iya.”

Untuk pertama kalinya pagi itu, Nadira tersenyum.

Namun malam harinya, ketika Nadira sedang mengambil air di dapur, ia mendengar suara Arga dari ruang keluarga.

“Ibu, jangan terlalu keras kepada Nadira.”

Bu Ratih menjawab,

“Ibu hanya ingin dia belajar.”

“Aku tahu.”

“Dia masih harus menyesuaikan diri.”

Arga terdiam.

Kemudian berkata,

“Baiklah, Bu. Tapi jangan sampai dia merasa tidak diterima.”

Nadira tersenyum kecil.

Setidaknya Arga mencoba.

Namun beberapa detik kemudian, suara Rani terdengar.

“Mas.”

“Hm?”

“Aku takut setelah menikah, Mas berubah.”

Arga terdiam.

“Aku tetap kakakmu.”

“Tapi Mas sekarang punya istri.”

“Rani…”

“Aku cuma takut kehilangan Mas.”

Suara Rani terdengar bergetar.

Nadira berhenti melangkah.

Kemudian ia mendengar Arga berkata,

“Kamu tidak akan kehilangan aku.”

Rani terdiam.

“Janji?”

“Janji.”

Nadira menundukkan wajah.

Entah kenapa, kalimat itu terasa menyakitkan.

Bukan karena Arga menyayangi adiknya.

Tetapi karena untuk pertama kalinya Nadira menyadari sesuatu.

Arga mungkin akan selalu menjadi kakak bagi Rani.

Tetapi apakah ia sudah benar-benar tahu bagaimana menjadi suami?

Malam itu, ketika Arga masuk kamar, Nadira sudah berbaring membelakanginya.

Arga mendekat.

“Kamu sudah tidur?”

Nadira memejamkan mata.

“Belum.”

“Kamu dengar percakapanku dengan Rani?”

Nadira diam.

Arga menghela napas.

“Aku sayang kamu.”

Nadira akhirnya menoleh.

“Aku tidak pernah melarangmu menyayangi keluargamu.”

“Aku tahu.”

“Tapi aku tidak ingin suatu hari nanti kamu merasa harus memilih.”

Arga menggenggam tangannya.

“Aku tidak akan memilih.”

Nadira menatapnya.

“Lalu kalau aku dan keluargamu berada di pihak yang berbeda?”

Arga terdiam.

Nadira menunggu.

Lama.

Sampai akhirnya Arga berkata pelan,

“Aku akan mencari jalan tengah.”

Nadira tersenyum tipis.

“Semoga.”

Ia kembali membelakanginya.

Karena saat itu Nadira belum tahu—

jalan tengah yang Arga maksud ternyata selalu membuatnya menjadi pihak yang harus lebih banyak mengalah.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!