NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:101.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Perempuan

Mendengar pertanyaan itu, wajah Lin Xuan justru terlihat semakin malu.

Ia menunduk sedikit. Mulutnya sempat terbuka, tetapi tidak langsung mengeluarkan suara. Tatapannya juga terlihat gugup, seolah-olah ada sesuatu yang cukup memalukan untuk diceritakan.

Gao Rui mengerutkan kening.

“Kenapa?”

Lin Xuan menggaruk kepalanya.

“Ini... sebenarnya...”

Ia kembali melirik ke arah Bao Chu.

Gao Rui semakin bingung.

“Apa hubungannya dengan dia?”

Lin Xuan menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata pelan.

“Aku... mempunyai kekasih di Kota Wuye.”

Gao Rui terdiam.

“Hah?”

Lin Xuan langsung merasa semakin malu.

“Beberapa waktu lalu aku datang ke Kota Wuye untuk menemuinya. Namun ternyata... Tuan Muda Bao Chu juga menyukai dia.”

Gao Rui berkedip.

“Oh...”

Ia akhirnya mulai memahami masalahnya.

Lin Xuan melanjutkan dengan suara pelan agar tidak terlalu banyak orang yang mendengarnya.

“Bao Chu meminta aku meninggalkan kekasihku. Ia bahkan mengatakan akan memberikan kompensasi kepadaku jika aku bersedia melepaskannya.”

Gao Rui mengerutkan kening.

“Lalu kau menolak?”

Lin Xuan mengangguk.

“Tentu saja.”

Gao Rui menatap Lin Xuan dalam-dalam.

“Setelah itu?”

Lin Xuan tersenyum pahit.

“Dia memerintahkan orang-orangnya untuk menghajarku. Mereka juga mengatakan aku harus meninggalkan Kota Wuye dan tidak boleh bertemu lagi dengan kekasihku.”

Gao Rui terdiam beberapa saat.

“Lalu kau masih menolak?”

Lin Xuan mengangguk lagi.

“Aku tidak mungkin meninggalkan orang yang kucintai hanya karena seseorang yang lebih kuat menyukainya.”

Suaranya terdengar lebih tegas ketika mengatakan kalimat terakhir.

Gao Rui menatap Lin Xuan beberapa saat. Kemudian sudut bibirnya terangkat.

“Begitu rupanya.”

Percakapan mereka berlangsung cukup pelan. Orang-orang yang berdiri agak jauh dari mereka hanya bisa melihat Gao Rui dan Lin Xuan berbicara tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan.

Namun ada satu orang yang mendengar semuanya dengan jelas. Orang itu tentu saja Sha Nuo.

Dengan tingkat kultivasinya yang sangat tinggi, percakapan beberapa meter di depannya tidak berbeda dari orang yang berbicara tepat di sebelah telinganya.

Ia menghela napas. Tangannya terangkat lalu menepuk jidatnya sendiri.

“Ternyata urusan perempuan...”

Sha Nuo menggeleng pelan.

“Benar-benar masalah klasik anak muda.”

Ia sudah melihat banyak perselisihan selama hidupnya. Pertarungan antarsekte, perebutan wilayah, permusuhan antar keluarga, bahkan perang besar. Namun pada akhirnya, masalah antara dua pemuda juga bisa dimulai hanya karena seorang wanita.

Sha Nuo kembali melirik Gao Rui dan Lin Xuan.

“Anak muda memang merepotkan.”

Sementara itu, Gao Rui akhirnya mengalihkan pandangannya kepada Bao Chu. Pemuda itu masih berdiri di tempatnya. Di belakangnya terdapat sekitar enam orang pengawal.

Gao Rui mengamati mereka satu per satu. Ia dapat merasakan tingkat kultivasi mereka dengan mudah. Lima orang berada di tingkat Pendekar Ahli. Satu orang lainnya sedikit lebih kuat dan berada di ranah Pendekar Raja.

Gao Rui tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut. Dengan kekuatannya sekarang, keenam orang tersebut jelas bukan tandingannya. Terlebih lagi, setelah melihat cara mereka mengeroyok Lin Xuan, Gao Rui semakin tidak menyukai kelompok itu.

Ia melangkah maju. Tatapannya langsung tertuju kepada Bao Chu.

“Berani-beraninya kau menyerang Saudara Xuan?”

Suara Gao Rui tidak keras. Namun kalimat itu terdengar jelas di tengah kerumunan.

Bao Chu menatapnya. Kini ia benar-benar memperhatikan Gao Rui dengan lebih teliti.

Pemuda di hadapannya terlihat sangat muda. Dari wajah dan tubuhnya, Bao Chu memperkirakan pemuda di depannya mungkin baru berusia tiga belas atau empat belas tahun.

Namun usia muda itu sama sekali tidak sesuai dengan kekuatan yang baru saja ditunjukkannya. Beberapa orangnya telah dihantam hingga tidak mampu berdiri hanya dalam waktu singkat. Bahkan tidak ada satu pun dari mereka yang sempat memberikan perlawanan berarti.

Tatapan Bao Chu menjadi semakin serius. Bocah ini bukan orang biasa.

Ia tidak tahu siapa orang ini. Ia juga tidak tahu dari mana pemuda itu berasal. Namun satu hal sudah pasti. Pemuda seusia ini tidak mungkin memiliki kekuatan seperti itu tanpa latar belakang yang luar biasa.

“Kau.”

Suara Bao Chu terdengar dingin.

“Kau sepertinya belum memahami situasinya.”

Gao Rui mengangkat alis.

“Situasi apa?”

Bao Chu menunjuk Lin Xuan.

“Dia yang membuat masalah denganku.”

Gao Rui melirik Lin Xuan sebentar. Kemudian tatapannya kembali kepada Bao Chu.

“Kalau masalahnya hanya karena seorang wanita, lalu kau mengeroyoknya?”

Beberapa orang di sekitar langsung saling pandang. Mereka baru menyadari bahwa ternyata persoalan ini memang berkaitan dengan seorang wanita.

Bao Chu tidak menjawab. Wajahnya sedikit berubah.

Gao Rui melanjutkan.

“Saudara Xuan sudah kalah jumlah. Kau masih menyuruh orang-orangmu menghajarnya sampai seperti itu.”

Tatapan Gao Rui perlahan menjadi lebih tajam.

“Apakah Keluarga Bao mengajarkan cara seperti itu kepada kalian?”

Pernyataan itu membuat wajah Bao Chu semakin kesal.

Terlebih lagi, pemuda itu membawa-bawa nama Keluarga Bao di depan banyak orang. Permasalahan yang sebelumnya hanya diketahui oleh beberapa orang kini mulai terbuka di hadapan kerumunan.

Beberapa orang bahkan sudah mulai berbisik.

“Jadi benar karena seorang wanita?”

“Tidak kusangka Tuan Muda Bao Chu sampai mengeroyok seseorang hanya karena masalah seperti itu.”

“Pelan-pelan. Jangan sampai terdengar.”

Bao Chu mengepalkan tangannya. Ia merasa sedikit malu. Bukan karena seorang pemuda berhasil menjatuhkan anak buahnya, melainkan karena sekarang orang-orang mengetahui alasan di balik pertarungan tersebut.

Tatapan Bao Chu menjadi semakin dingin.

“Kau terlalu banyak bicara.”

Gao Rui sama sekali tidak gentar. Ia justru tersenyum. Kemudian tangannya terangkat. Jari telunjuknya bergerak beberapa kali ke arah Bao Chu.

“Sini.”

Bao Chu mengerutkan kening.

Gao Rui menatapnya dengan santai.

“Kalau kau memang merasa hebat, bertarunglah denganku.”

Kerumunan langsung menjadi lebih ramai.

“Dia menantang Bao Chu?”

“Pemuda itu benar-benar berani.”

“Dia bahkan tidak tahu siapa Bao Chu?”

Bao Chu tetap diam. Ia tidak langsung bergerak.

Tatapannya terus mengamati pemuda yang menantangnya ini. Ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Pemuda itu memang terlihat sangat muda, tetapi keberanian seperti ini tidak mungkin muncul tanpa alasan. Terlebih lagi, ia baru saja melihat sendiri bagaimana orang itu menjatuhkan beberapa orangnya dalam waktu singkat.

Bao Chu tidak bodoh. Ia tahu bahwa lawannya bukan pemuda biasa. Namun justru karena Gao Rui terlihat terlalu tenang, Bao Chu semakin ragu.

Gao Rui menunggu beberapa saat. Bao Chu tetap tidak bergerak. Senyum Gao Rui perlahan berubah menjadi senyum mengejek.

“Kenapa?”

Bao Chu tidak menjawab.

Gao Rui kembali menggerakkan jarinya.

“Takut?”

Wajah Bao Chu langsung berubah.

Gao Rui melanjutkan dengan santai.

“Sepertinya aku salah menilaimu.”

Ia menggeleng.

“Kukira Tuan Muda Bao Chu cukup berani.”

Tatapan Gao Rui menjadi tajam.

“Ternyata kau hanya berani bermain keroyokan.”

Salah seorang pengawal Bao Chu langsung membentak.

“Bocah kau!”

Namun Bao Chu mengangkat tangannya, menghentikan pengawalnya. Ia menatap Gao Rui. Rasa kesal yang sejak tadi ditahannya akhirnya meledak.

“Kau benar-benar mencari masalah.”

Gao Rui tersenyum.

“Bukankah kau yang sudah lebih dulu mencari masalah dengan Saudara Xuan?”

Kalimat itu membuat Bao Chu tidak bisa lagi menahan diri. Ia melangkah maju. Para pengawal di belakangnya langsung mundur sedikit dan memberikan ruang.

Bao Chu berhenti beberapa meter di depan Gao Rui. Tangannya bergerak ke arah pinggang.

“Cklik!”

Pedang yang tergantung di pinggangnya langsung dicabut. Kilatan tajam muncul di bawah cahaya matahari.

Kerumunan orang spontan mundur beberapa langkah.

“Dia mencabut pedangnya!”

“Pertarungan sungguhan akan dimulai!”

Lin Xuan yang berada di belakang Gao Rui langsung terlihat khawatir.

“Saudara Rui...”

Gao Rui mengangkat satu tangan.

“Tenang saja.”

Tatapannya tidak pernah meninggalkan Bao Chu.

“Aku akan menyelesaikannya.”

Sha Nuo yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya menghela napas kecil. Ia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.

Gao Rui memang masih muda. Namun anak itu memiliki sifat keras kepala yang terkadang membuatnya sendiri pusing. Terlebih lagi, jika sudah menyangkut teman.

Sha Nuo menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Sepertinya pertarungan tidak bisa dihindari.”

Di tengah kerumunan, Gao Rui dan Bao Chu kini berdiri saling berhadapan. Satu orang memegang pedang dan satu orang lainnya berdiri dengan tangan kosong.

Perbedaan usia mereka terlihat jelas. Namun aura yang keluar dari tubuh Gao Rui sama sekali tidak menunjukkan bahwa ia adalah seorang anak biasa.

Bao Chu menggenggam pedangnya semakin erat.

“Jangan salahkan aku kalau kau terluka.”

Gao Rui tersenyum tipis.

“Kita lihat saja.”

Angin berembus melewati jalan Kota Wuye. Kerumunan semakin mundur.

Semua mata tertuju kepada dua pemuda yang berdiri di tengah jalan. Pertarungan antara Gao Rui dan Bao Chu akhirnya akan segera dimulai.

1
Akhmad Baihaki
hmmmmm..bikin penasaran
Aghaffar
ayoo thoor..
jgn buat penasaraan
y@y@
💥👍🏿🌟👍🏿💥
nengnong
cantik memang cantik
yayat
bakal ada apa ni pamsn nou sampe minta rui bersiap
udenk
kayaknya ada yg mau nembak nich
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sesuatu 🔥🌽
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍
Adek Darmansyah
pelit x up ny thor😭😭 jd malas kasih
Sarip Hidayat
waaah... terlalu
Nanik S
Paman Nuo.... minum tehnya gak usah pedulikan yang lain kecuali Gao Rui
Nanik S
Paman Nuo... kenapa Rui suruh bersiap memang Kejutan apa yang akan Paman Berikan 🤣🤣🤣👍👍👍
Raju: ralat. keluarga wong
total 2 replies
tariii
bersiap apa nich, paman?? jangan buat penasaran lah...🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lnjut
miss blue 💙💙💙
gou rui sama paman nuo pasti mau bikin pesta sendiri 🤣🤣🤣
angin kelana
waduh apakah akan ada penyerangan???💪💪💪
John Travolta
bagusss 👍👍👍👍👍👍
Eka Haslinda
ternyata paman Nuo benar2 gak terkenal 🤣🤣🤣
Warda Rahmawati
apakah paman nuo akan hilang disini??
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!