Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.
Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.
Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.
Balapan liar, berkelahi, membolos.
Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.
Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.
Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"
Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...
Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.
Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Sebulan berlalu setelah sidang mediasi terakhir di Polda Metro Jaya.
Rumah Pondok Indah benar-benar berubah 180 derajat.
Tidak ada lagi dress merah marun Chanel, tidak ada lagi buket 100 tangkai fitnah inisial R, tidak ada lagi bule palsu Robert Smith Fund 2 Triliun, tidak ada lagi seragam suster palsu .
Clarissa Wijaya benar-benar hilang. Akun second @claire.london.92 sudah dihapus. Hasil laporan Sinta sang bodyguard, Clarissa sudah ikut konseling psikolog 3 bulan di RS Fatmawati, dan minggu lalu pindah ke Surabaya ikut orang tuanya. Surat perjanjian damai radius 500 meter itu benar-benar dia patuhi.
Rumah Pondok Indah akhirnya tenang.
Jam 06.00 pagi, tapi pagi ini beda.
Alena sudah tidak mual lagi. Nasi goreng spesial telur mata sapi bulat sempurnanya sudah balik lagi, kuningnya di tengah, tidak pecah, tidak gosong, pinggirnya crispy. 3 piring habis: untuk Aditya, Sean, dan dirinya sendiri porsi double karena kata dokter makan untuk dua orang.
Yang beda, jam 06.00 pagi ini, Alena berdiri di depan kaca lemari kamar utama, pakai daster bunga, tapi tangannya pegang perut.
Perutnya sudah tidak rata lagi
Usia kandungan 12 minggu 2 hari, baby bump pertama mulai kelihatan. Kecil, masih kecil, kayak habis makan kenyang, tapi kalau pakai dress ketat sudah kelihatan menonjol sedikit.
Alena senyum-senyum sendiri di depan kaca, elus-elus perut kecil itu.
"Hai adik... udah gede ya nak..."
Aditya yang baru bangun, masih pakai kemeja tidur putih kusut, melihat Alena di depan kaca memegang perut, langsung bangun, jalan pelan dari belakang, peluk perut Alena yang mulai bump itu dari belakang.
Tangan besar Aditya yang biasa tanda tangan kontrak Triliunan, sekarang nutup baby bump kecil Alena yang baru 12 minggu.
"Selamat pagi baby biru pink Papa... selamat pagi Mama cantik Papa..." bisik Aditya di telinga Alena, kemudian mencium leher Alena.
Alena ketawa, "Mas Adit, baby bumpku udah kelihatan ya Mas?"
Aditya mengangguk, kemudian memutar badan dan mencium perut kecil itu dari luar daster.
"Udah sayang, udah kelihatan sayang, cantik banget sayang, Mas suka banget lihatnya sayang."
Jam 07.00, Sean turun dari lantai 2, sudah pakai almamater UI kuning, tas ransel, mau berangkat kuliah semester 1 Manajemen Bisnis UI Depok. Sejak jadi mahasiswa UI, Sean berangkat jam 07.00, pulang jam 15.00.
Tapi hari ini Sean tidak langsung berangkat, dia lihat Bundanya di depan kaca lagi pegang perut bump kecil.
Sean berlarian dan melempar tas ranselnya kemudian lututnya ditekuk, kepalanya ditempel ke perut Bunda yang sudah bump kecil itu.
"Bun! Baby bump Bunda udah kelihatan Bun! Wah adik udah gede Bun!"
Sean menmpelkan telinganya ke perut Alena.
"Halo dek! Ini Kak Sean dek! Kak Sean mau berangkat kuliah dek!."
Alena dan Aditya tertawa melihat Sean yang sudah 18 tahun tapi masih kayak anak kecil.
Jam 09.00, jadwal USG 12 minggu di Pondok Indah Hospital lantai 5 VIP.
Berbeda dari USG 8 minggu yang tegang karena ada suster palsu Clarissa nguping di luar, hari ini USG 12 minggu benar-benar private, aman, dan bahagia.
Masuk lift VIP langsung lantai 5, Sinta dan Wulan sang bodyguard juga ikut, tapi mereka hanya menunggu di luar ruang USG.
Di dalam ruang USG 5, Dokter Tania sudah tunggu dengan senyum.
"Wah Bu A, Pak A, Kak Sean, selamat ya, sudah 12 minggu, baby bump-nya sudah kelihatan ya Bu?"
Alena tiduran di ranjang USG, perutnya mulai dioles gel dingin, tidak rata lagi, sudah menonjol sedikit.
Aditya tak pernah terus menggenggam tangan kiri Alena, Sean genggam tangan kanan Alena, mereka bertiga melihat layar besar hitam putih di depan.
Dokter Tania gerakin alat USGnya pelan.
Di layar, bukan lagi titik kedip-kedip atau bentuk kecil, sekarang sudah jelas bayi. Kepala, tangan, kaki, bahkan jari-jari kecil sudah kelihatan.
"Lihat Bu, ini kepalanya, ini tangannya lagi gerak-gerak, ini kakinya nendang-nendang, aktif banget bayinya Bu," kata Dokter Tania.
Tiba-tiba, di layar, bayi kecil itu gerakin tangan kayak dadah-dadah.
Sean langsung teriak, "BUNDA LIHAT BUNDA! ADIK DADAH-DADAH KE SEAN BUN!"
Alena tersenyum bahagia sekaligus merasa lucu dengan tingkah Sean.
" Iya Sean mungkin dia tau kakanya sedang disini untuk menemuinya." kekeh Alena.
Aditya yang melihat anaknya dadah-dadah di layar USG, tak kalah menggemaskan dari Sean.Aditya menatap layar itu dengan binar bahagia.
"Hai nak, Papa di sini nak, Papa sayang kamu nak..."
Dokter Tania print foto USG 12 minggu 4 lembar. 1 untuk Alena, 1 untuk Aditya taruh di dompet, 1 untuk Sean taruh di kamar, 1 untuk ditempel di kulkas rumah Pondok Indah itu permintaan konyol dari aditya.
Jam 11.00, pulang dari RS, di mobil Alphard, Alena terus memegangi foto USG 12 minggu itu terus dengan wajah bahagianya.
Foto itu foto bayi kecil yang dadah-dadah.
Sampai di rumah Pondok Indah jam 11.30, Bi Ijah sudah masak sayur asem.
Alena langsung tempel foto USG 12 minggu itu di kulkas sesuai riques sang Aditya.
Sean foto kulkas itu kemudian dia upload di Instastory, tapi kali ini dengan izin Ayah.
Captionnya: _"12 Weeks! Adik sudah dadah-dadah! Sean jadi kakak beneran! Mohon doanya! #BabyPradana #12Weeks"_
Kali ini tidak ada akun @claire.london.92 yang screenshot, karena akun itu sudah hilang.
Sore jam 16.00, Aditya pulang dari Pradana Tower cepat, bawa kado besar.
Alena tak sabar untuk membukanya dan setelah dibuka ternyata isinya dress hamil baru 3 biji warna sage green, putih, dan pink, semua ukuran M yang ada space untuk baby bump.
"Mas beliin biar baby bump cantiknya kelihatan sayang, Mas suka lihatnya," kata Aditya.
Malam jam 19.00, bertiga makan malam di taman belakang.
Sean makan sambil ngomong, "Bun, nanti kalau adik lahir, Sean yang gendong pertama ya Bun! Sean sudah belajar gendong boneka di Youtube Bun!"
Alena tertawa, "Iya nak, kamu yang gendong pertama."
Untuk pertama kalinya drama, air mata, fitnah, dan suster palsu, makan malam di taman belakang Pondok Indah tidak ada rasa takut lagi.
Makan malam yang disediakan oleh bi Ijah karna aditya melarang Alena sudah dilarang untuk masuk dapur.
Bersambung