"Kamu yang menginginkan pernikahan ini. Jadi jangan salahkan aku setelah aku tidur denganmu. Besok aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai!"
Kalimat itu bagaikan petir yang menyambar hatiku. Ijab kabul baru saja dilontarkan oleh lelaki yang kucintai sejak dulu, Danu Saliyo.
Aku tidak pernah menyangka, menjadi istrinya justru membuatku harus berbagi suami dengan wanita yang dicintainya.
Hingga akhirnya aku memilih berhenti mencintai Danu.
Namun, semua tak berjalan sesuai keinginanku, sekarang waktunya ia mengejarku.
Bagaimana cerita selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Ditolak secara halus
Setelah mengendarai mobil beberapa kilometer, akhirnya kami berhenti di tepi danau dengan taman yang cukup luas. Semilir angin malam menusuk hingga ke tulang. Daun-daun kering juga berjatuhan saat angin menerpa, menambah kesan musim kemarau yang panjang.
Aku dan Danu duduk di salah satu bangku yang tersedia di sana. Di depan kami, cahaya rembulan menerangi bumi. Beberapa bintang juga menghiasi langit malam.
"Ini satu cup es krim rasa stroberi yang kamu suka." Danu memberikan es krim yang berada di tangan kanannya.
"Terima kasih, Dan."
Aku masih memandang rembulan di depanku yang terlihat begitu bersinar.
"Berkediplah saat kamu menatap bulan itu. Matamu bisa kering kalau kamu terlalu memaksanya," tegur Danu.
"Tapi aku suka dengan situasi seperti ini. Seakan aku bisa menaklukkan rembulan itu. Bukankah ini sangat keren?"
"Kamu sama sekali tidak berubah. Masih saja tidak takut dengan sinarnya," sahut Danu.
Aku tersenyum lalu membuka penutup cup es krim itu. Kusendok es krim dan menikmati rasa dingin serta manisnya. Namun, pertanyaan Danu berikutnya membuatku tersendak.
"Dinda, apa kamu pernah memikirkan lelaki yang bisa menjadi pangeranmu?"
"Uhukk ... uhukkk...."
"Dinda, kamu gak apa-apa? Tunggu sebentar, aku cari air dulu."
Beberapa menit kemudian, Danu datang membawa dua botol air mineral. Setelah membukakan tutup botol itu, ia memberikannya kepadaku yang masih terbatuk.
"Kamu ini makan es krim saja bisa tersedak. Ceroboh!" omel Danu.
"Kamu juga kenapa harus bertanya seperti itu? Lagipula aku memiliki satu lelaki idaman, hanya saja tidak bisa aku gapai layaknya bintang di sana." Aku menunjuk salah satu bintang itu.
Jantungku berdebar-debar. Setelah Ghina memberitahu Danu tentang perasaanku, aku tidak bisa lagi merasa sebebas dulu ketika membicarakan lelaki idamanku.
"Jika kamu tidak bisa menggapainya, segera move on dan mencari bintang yang baru. Bukankah bintang lain juga sama terangnya?"
Aku tahu maksud Danu. Ia sedang menyuruhku melupakan lelaki yang kusukai.
Entah kenapa, aku justru merasa sedikit lega. Setidaknya sekarang Danu sudah tahu perasaanku, meskipun aku tidak pernah mengatakannya secara langsung.
"Tentu saja, aku pasti akan mendapatkan yang lebih berkilau. Lagipula aku sama sekali tidak ada kekurangan, kan?" tandasku sambil menarik sudut bibir. Tak lupa, aku kembali memasukkan es krim itu ke dalam mulut sebelum mencair.
Awalnya rasa es krim itu benar-benar nikmat dengan sensasi dingin dan manis. Namun, dalam sekejap rasanya menjadi begitu pahit hingga aku kesulitan menelannya.
"Iya, kamu cantik dan baik. Tentu saja kamu akan dengan mudah mendapatkan bintang itu. Sekali lagi aku akan mengatakan padamu, meskipun aku sudah memiliki istri, kita akan tetap menjadi sahabat. Jadi jangan ragu untuk menceritakan masalahmu padaku," ucap Danu.
"Aku janji."
"Dinda, apa ada yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Danu kembali.
"Tentang apa?"
"Apa saja. Aku akan mendengarnya," jawab Danu.
"Baiklah, karena sebentar lagi menjadi hari bertambah usiaku dan hari di mana kamu juga akan mendapatkan status baru, maka aku akan mendoakan dirimu. Aku harap kamu bisa hidup bahagia dengan dua anak yang cantik dan tampan seperti Mama Saras. Aku juga berharap kamu bisa memiliki rumah yang indah dengan taman yang luas. Intinya, aku ingin kamu bahagia."
Aku mengatupkan kedua tanganku di dada lalu memejamkan mata. Sungguh aku benar-benar berharap Danu bahagia, meskipun kebahagiaan itu nantinya bukan bersamaku.
Beberapa saat kemudian, aku membuka mata lalu mendengar suaranya kembali.
"Dinda, kamu cukup tahu jika hatiku sudah memilih Belinda. Aku harap kamu bisa menerima kenyataan itu. Dan aku tidak ingin kamu melukai Belinda lagi."
Pandangan mataku langsung mengarah pada bola mata Danu yang hitam pekat. Aku tidak menyangka dia masih menuduhku melukai Belinda.
"Dan, kamu masih menuduhku melukai Belinda? Apa kamu tahu dia yang terlebih dahulu menarik rambutku?" jelasku.
"Dinda, kamu tidak perlu lempar batu sembunyi tangan. Aku sangat membencinya!" ujar Danu geram.
Aku tertawa hambar. Selama puluhan tahun kami saling mengenal, nyatanya semua itu tidak membuat Danu benar-benar paham tentang diriku.
Aku merasa lelah. Tanpa banyak berpikir, aku langsung beranjak dari bangku sembari berkata, "Terserah!"
"Dinda, kamu mau ke mana?" tanya Danu.
"Aku mau pulang. Titip salam untuk Ghina karena malam ini aku tidak bisa menemaninya," sahutku.
Aku baru saja hendak pergi ketika Danu menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam mobil.
"Ikut ke hotel sekarang juga!"
"Aku tidak mau! Biarkan aku pergi atau aku teriak sekarang juga!" ancamku.
"Aku tidak peduli."
Aku menatap Danu beberapa saat. Aku tidak tahu apakah dia benar-benar tidak peduli atau hanya yakin aku tidak akan berani melakukannya. Namun, aku tidak mau terus dipaksa.
"Kamu yakin tidak peduli?"
Danu mengangguk kuat.
Aku langsung menurunkan kaca jendela mobil lalu berteriak sekuat tenaga,
"Tolong! Tolong!"
ap km g makin nyesel tuh.... sdh brp ratus kata mnyakitkn yg km tancapkn ke hati dinda...
Dinda ingin tetap waras.... & tak prlu km sibuk mncarinya.... krna itu tak perlu...
smoga sja... dimasa mndatang dinda mndpt jodoh lelaki yg terbaik...
sesuai yg km ktakn.... klo Dinda prgi berrti km sdh mnceraiknnya....
tak prlu kepengadilan agama.... toh km cm nikah siri sm Dinda....
up bnyak bnyak😘😘
km.g tau kejamnya danu mmprlakikn dinda.... bhkn mulut danu tak segan mngatakn hal yg keji trhdp dinda...🙄🙄
seenteng... dan segmpang itu kta keramat km ucpkn kedinda....
jgn prnh lgi km mngusik hidup dinda.... krna dinda bukan lgi bagian dri hidupmu..... krna dinda sdh km jandakn🙄🙄
untuk dinjadikn senjata.... saat si belinda mnindasnya...
mulutmu sll mnghina dinda tidak berharga..... tpi nyatanya km yg prtama mnikmatinya.....
justru belinda yg tak ada harganya.... krna sdh dinikmati laki" lain.... ntah sdh berapa ratus kali di pake...