NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Cadangan

Terpikat Pesona Suami Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Perjodohan
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kecil, Mili selalu menjadi anak yang dianaktirikan, sementara Gea, adik kesayangannya, selalu mendapatkan segalanya. Saat perjodohan keluarga mempertemukan mereka dengan Andrew dan David, Mili terpaksa menikah dengan David yang dingin, sedangkan Gea memilih Andrew yang dianggap sempurna.
Namun, kenyataan berbalik. Andrew jauh dari harapan, sementara David justru menjadi suami yang tulus mencintai Mili. Diliputi penyesalan, Gea tanpa malu meminta Mili menceraikan David agar bisa merebutnya. Kali ini, Mili menolak mengalah. Dengan satu kalimat yang menohok, ia menatap adiknya dan berkata, "Kamu kira suamiku barang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Mili meremas kedua tangannya dengan sangat erat, hingga buku-buku jarinya memutih.

Tatapannya mendadak kosong, terseret mundur ke dalam lorong waktu yang penuh dengan kegelapan dan rasa sakit.

Bayangan masa kecilnya bersama Gea berputar kembali seperti mimpi buruk yang enggan pergi.

Sore itu, awan hitam bergulung tebal menghiasi langit.

Mili yang berusia sepuluh tahun menggenggam erat tangan Gea yang berusia delapan tahun di taman kompleks.

"Gea, ayo pulang. Hujan sudah mulai turun deras," bujuk Mili cemas, merasakan rintik air mulai membasahi pakaian mereka. Namun, Gea kecil yang keras kepala langsung menghempaskan tangan kakaknya dengan kasar.

"Nggak mau! Aku masih mau main! Kak Mili jangan sok mengatur!" teriak Gea sambil berlari menghindar.

Hujan badai mendadak tumpah dengan membabi buta.

Dalam kepanikan dan pandangan yang buram oleh air, Gea terpeleset di atas undakan semen yang licin.

Tubuh kecilnya jatuh terjungkal ke area bebatuan, membuat lutut dan dahinya robek hingga darah segar mengalir bercampur air hujan. Tangis histeris Gea sore itu merubah segalanya.

Begitu tiba di rumah, sambutan hangat tidak pernah ada untuk Mili.

Papa dan Mama langsung menatapnya dengan pandangan penuh murka seolah ia adalah seorang pembunuh.

"Dasar anak sial! Kamu sengaja mencelakai adikmu, kan?!" bentak Papa sambil menampar pipinya. Mama memeluk Gea yang menangis, lalu menunjuk wajah Mili dengan telunjuk yang gemetar kemarahan.

"Kamu itu pembawa petaka! Seharusnya kamu tidak pernah lahir ke dunia ini!"

Malam itu menjadi awal dari neraka yang sesungguhnya.

Selama dua hari penuh, Mili dikurung di kamar mandi bawah dan tidak diberikan makan sama sekali oleh orang tuanya.

Perutnya melilit hebat, meminum air keran demi bertahan hidup.

Penderitaannya tidak berhenti di sana. Setelah kejadian itu, Gea dengan angkuh meminta kamar Mili yang lebih luas dan terang.

Papa dan Mama tanpa ragu mengabulkannya, melempar barang-barang Mili ke gudang loteng yang pengap.

Sejak hari itu, hak-haknya sebagai manusia dicabut satu per satu.

Mili tidak diperbolehkan sekolah lagi, sementara Gea dikirim ke sekolah internasional terbaik.

Mili tidak boleh keluar rumah, dikurung layaknya tahanan rumah.

Setiap hari, ia hanya diberikan sepiring nasi dengan taburan garam.

Hanya kebaikan hati Bi Sumi dan beberapa pelayan lain yang diam-diam menyelipkan potongan ayam tanpa tulang ke kamarnya saat malam larut, yang membuatnya bisa bertahan hidup hingga sedewasa ini.

Lamunan pahit itu buyar saat sepasang tangan yang hangat dan kokoh menyentuh kulitnya.

David perlahan membuka pergelangan tangan Mili, menaikkan lengan gaun katun pudar yang longgar itu ke atas.

Di sana, di atas kulit porselen Mili yang pucat, bertebaran bekas luka memar keunguan yang kontras dan tampak mengerikan.

"Ini apa?" tanya David. Suaranya sangat rendah, namun ada getaran kemarahan yang tertahan di balik rahangnya yang mengeras kaku.

Air mata Mili akhirnya runtuh, membasahi pipinya yang tirus.

"Mama... Mama selalu mencubitku sampai biru seperti ini setiap kali dia sedang kesal, padahal aku tidak berbuat salah apa-apa..."

Mili menatap David dengan tatapan yang begitu rapuh, hancur, dan penuh keputusasaan.

"Apa aku memang bersalah, David? Apa kehadiranku di dunia ini benar-benar sebuah kutukan?"

Pertanyaan yang begitu menyayat hati itu menjadi batas akhir pertahanan David.

Tanpa berkata-kata lagi, David memajukan tubuhnya dan langsung menarik Mili ke dalam rengkuhan lengannya yang kuat.

Ia memeluk erat tubuh istrinya yang gemetar hebat dan menangis sesenggukan, menyembunyikan wajah rapuh wanita itu di dada bidangnya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup Mili, ada dada hangat tempatnya menumpahkan seluruh air mata, dan ada sepasang tangan kokoh yang mendekapnya seolah ia adalah permata yang paling berharga di dunia.

"Kamu bukan pembawa sial, Mili. Dan sekarang kamu istriku. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu lagi," bisik David tepat di telinga Mili.

Suaranya yang berat menembus langsung ke dalam palung hati Mili, meruntuhkan sisa-sisa dinding ketakutan yang telah bertahun-tahun ia bangun sendirian.

David perlahan melonggarkan pelukannya, lalu menghapus air mata di pipi Mili dengan ibu jarinya yang hangat.

Ia berdiri, lalu menoleh ke arah koridor samping dan memanggil kepala pelayan yang sejak tadi menunggu dengan patuh di balik pintu pembatas.

"Siapkan makan malam yang paling bergizi. Bawa langsung ke kamar utama," perintah David tegas.

"Baik, Tuan." Pelayan itu membungkuk khidmat dan segera berlalu.

David kembali menatap Mili, lalu mengulurkan tangannya.

"Ayo, aku antar ke kamar kita."

Mili menyambut uluran tangan itu dengan ragu. Mereka berjalan beriringan menaiki tangga marmer yang melingkar megah menuju lantai dua.

Di sana, koridor panjang membentang dengan deretan pintu kayu ek yang kokoh.

Namun, saat mereka melewati sebuah pintu besar berukiran kuno di bagian paling ujung koridor yang tampak selalu terkunci, David menghentikan langkahnya sejenak.

"Mili," panggil David, menatap istrinya dengan ekspresi serius.

"Kamu boleh pergi ke mana saja di rumah ini. Tapi, aku minta kamu untuk tidak pernah membuka kamar di ujung itu."

Mili mengerutkan keningnya, menatap pintu yang tampak gelap dan terasing itu.

"Kenapa?" tanya Mili polos.

"Ada hantunya," jawab David singkat dengan wajah yang teramat datar.

Mili seketika membelalakkan matanya yang bulat. "Hantu?"

David menganggukkan kepalanya sekali, tanpa ekspresi sedikit pun di wajah tampannya, membuat Mili merinding ngeri dan langsung bergeser lebih dekat ke sisi tubuh David.

Melihat reaksi takut istrinya, kilatan geli sempat melintas di mata gelap pria itu.

David kemudian membuka pintu kamar utama yang terletak di tengah koridor.

Begitu pintu terbuka, Mili kembali terpukau untuk kesekian kalinya.

Kamar itu sangat luas, didominasi warna monokrom yang elegan dengan lampu tidur yang berpendar hangat.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah ranjang berukuran king size dengan seprai sutra yang tampak sangat lembut.

Mili menatap ranjang mewah itu dengan canggung, lalu beralih menatap karpet bulu tebal yang membentang di bawahnya.

"A-aku... tidur di bawah saja," cicit Mili pelan, merasa dirinya masih terlalu kotor untuk menyentuh ranjang seindah itu.

David menghela napas, lalu menatap Mili dengan tatapan menuntut yang tidak bisa dibantah.

"Mili, kamu tidur di tempat tidur sama aku."

Jantung Mili berdegup kencang. "Tapi..."

"Apa kamu ingin suamimu kedinginan?" potong David, menaikkan sebelah alisnya.

Mili mengerutkan dahinya, bingung dengan jalan pikiran pria di depannya.

"Kedinginan? Kan... ada selimut?"

David tersenyum tipis—sebuah senyuman yang sangat langka, namun berhasil membuat ketegangan di wajah Mili mencair seketika.

"Selimut saja tidak cukup." Pria itu kemudian menepuk pundak Mili pelan.

"Lekas ganti pakaianmu dengan baju baru yang sudah ada di dalam lemari. Sebentar lagi makan malam kita datang."

1
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
Yensi Juniarti
ayo mili tunjukan ke gea kalau km lebih dari segala galanya .... 🥰🥰🥰
Yensi Juniarti
bahagia menyertai mu Mili...🥰🥰
Yensi Juniarti
🥰🥰🥰🥰 semuanya milik Mili
Yensi Juniarti
lanjutkan 🙏🙏
Rian Moontero
lanjooott👍😍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!