Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.
Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Kamu itu membosankan. Kamu tidak mampu membuatku untuk tetap bertahan denganmu. Kamu tidak bisa membuat aku tergila-gila padamu. Tidak seperti dengan Alicia, hanya dengan tersenyum saja sudah membuatku jadi nyaman," ujar Bima dengan wajah yang penuh kesombongan.
"Itu bukan kesalahanku. Kamu sendiri yang menutup hatimu untukku dan membiarkan wanita lain memasukinya. Sudahlah, percuma juga membahas tentang masa lalu. Semuanya juga sudah lewat, yang penting sekarang kita harus mengakhiri pernikahan ini daripada saling menyakiti satu sama lain. Aku harap kamu tidak menyulitkan jalannya perceraian. Jangan lupa juga tepat janjimu pada papa."
Kenanga pun segera beranjak dari sana. Dia tidak mau berlama-lama bersama dengan Bima, yang ada hatinya akan semakin tersakiti oleh kata-kata calon mantan suaminya. Pria itu tidak pernah merasa bersalah atas apa yang sudah dilakukannya. Justru malah membuat seolah semua ini salah Kenanga.
Kenanga kembali ke apartemen yang disewanya. Dia mengemasi seluruh barang miliknya dan akan kembali ke kampung halamannya sekarang juga. Tadi dirinya sudah membicarakan hal ini dengan pengacaranya. Untuk sidang berikutnya Kenanga tidak akan pernah datang.
Mungkin nanti saat akta perceraiannya sudah keluar, dia akan mengambilnya sendiri. Kenanga tidak ingin lagi berhubungan dengan Bima dan keluarganya. Dirinya ingin hidup dengan tenang dan damai. jika masih berada di kota ini kenangan yakin Bima akan terus mengusiknya jadi, lebih baik berjauhan dan tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. Bima juga tidak akan mungkin berani datang ke sana lagi.
***
Singkat cerita Kenanga akhirnya sampai di rumah kedua orang tuanya saat sore hari. Di sana juga sudah ada Lucky bersama keluarga kecilnya. Adiknya itu mendengar kedatangannya ke sini jadi dia mau memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya, juga untuk berlibur. Istri dan anaknya juga tidak keberatan. Mereka sudah lama tidak berkunjung. Namun, tidak bisa berlama-lama karena Lucky ada pekerjaan yang menunggu. Putrinya juga harus sekolah.
Begitu Kenanga turun dari mobil, dia disambut oleh keluarganya di depan pintu. Dirinya merasa terharu dan segera berjalan menghampiri sang ibu dan memeluknya. Halim yang melihatnya ikut terharu. Dia ingin menangis juga. Namun, sebagai laki-laki dia berusaha untuk terlihat tegar dan tidak mengeluarkan air mata.
Air mata Kenanga menetes dan mengalir semakin deras. Bukan karena sedih, tapi karena perasaan lega karena akhirnya dia bisa menghapuskan beban yang ada di dadanya. Meskipun belum bisa sepenuhnya karena sidang perceraiannya yang masih berjalan.
Salma pun juga merasa lebih lega dan tenang sekarang karena putrinya sudah berada di sisinya. Setelah mengetahui rumah tangga Kenanga yang tidak baik-baik saja, tentu membuatnya terus kepikiran. Wanita itu hanya bisa mendoakannya dari jauh. Sekarang Salma bisa tenang karena bisa menemani Kenanga menghadapi masalah yang ada, serta bisa mengobati luka di hati putrinya.
"Mama senang kamu pulang ke sini menemani Mama," ujar Salma dengan sesenggukan.
"Justru aku yang senang karena bisa kembali ke rumah ini, ke tempat Mama dan Papa berada. Tidak ada tempat lain untukku pulang selain ke rumah ini."
Halim mengusap kepala putrinya dan berkata, "Sudah pelukannya. Kita masuk dulu, kamu juga pasti sudah lelah setelah mengendarai mobil sendiri."
Kenanga mengangguk dan memasuki rumah bersama dengan kedua orang tuanya. Lucky dan istrinya pun mengikuti dari belakang. Mereka duduk di ruang tengah sambil bicarakan mengenai sidang perceraian tadi pagi. Kenanga menceritakan semuanya dan tidak menutupinya sama sekali. Semua orang tentu saja merasa geram dengan sikap Bima yang sama sekali tidak mencerminkan pria sejati.
"Dia itu tidak tahu malu sekali. Sudah berselingkuh malah minta negosiasi!" seru Lucky dengan kekesalannya.
"Sudahlah, tidak salah membicarakan dia lagi. Eh, kamu kok ada di sini? Kamu nggak bilang sebelumnya sama Kakak kalau kamu ke sini juga," tanya Kenanga pada sang adik.
"Aku di sini sejak tadi, tapi Kakak baru bertanya sekarang."
"Maaf, tadi aku kurang fokus."
Lucky mendengus, tapi tetap menjawab pertanyaan kakaknya. "Tadi malam Papa bilang kalau Kakak mau pulang, makanya aku sengaja datang ke sini juga."
"Kerjaan kamu bagaimana? Bukannya Vania juga sekolah? Dia sudah masuk kelas satu 'kan?"
"Nggak pa-pa libur sesekali. Selama ini dia juga ada yang lain tidak pernah izin. Atasanku juga tidak marah karena selama ini aku tidak pernah mengambil izin jadi, sekali minta langsung dikasih izin, tapi nggak bisa lama-lama. Aku di sini cuma dua hari saja. Besok malam harus kembali."
"Nggak pa-pa, kok. Terima kasih sudah peduli sama Kakak," ujar Kenanga dengan menatap adiknya sambil tersenyum tulus.
"Kita ini keluarga, tidak perlu merasa tidak enak. Oh ya, untuk merayakan kebersamaan kita yang sudah lama tidak terjalin, bagaimana kalau nanti malam kita makan di luar?" ujar Lucky yang tiba-tiba memiliki ide.
"Boleh. Kita juga sudah lama tidak makan bersama di luar sambil jalan-jalan," timpal Kenanga.
Semua orang pun setuju jika nanti malam mereka akan makan malam di luar sambil bersenang-senang. Halim dan Salma pun setuju saja asalkan anak dan cucu mereka bahagia. Lagi pula kapan lagi mereka bisa bersama-sama seperti ini.
Mereka akhirnya berangkat setelah Magrib, sengaja agar bisa menikmati waktu lebih lama di luar. Mereka berangkat dengan menggunakan dua mobil. Kenanga bersama dengan kedua orang tuanya satu mobil, sementara Lucky bersama keluarga kecilnya. Mereka menuju rumah makan yang sedang viral saat ini.
Kenanga dan Lucky sama-sama penasaran bagaimana tempatnya karena dilihat dari media sosial, lokasinya tenang dan sangat indah di malam hari. Belum lagi pengunjungnya yang selalu padat, pasti pelayanannya juga bagus.
Begitu sampai di tempat yang dituju, mereka mencari tempat yang lebih tenang dan sedikit jauh dari keramaian. Mereka juga memesan makanan yang paling best seller di sana. Tentu saja harga tidak menjadi masalah bagi mereka karena sudah ada bos yang akan membiayainya.
Siapa lagi kalau bukan Halim, sebagai donatur utama di keluarga ini. Pria itu pun tidak masalah jika harus mentraktir anak dan cucunya. Lagi pula buat siapa lagi uang yang dia miliki kalau bukan untuk mereka semua.
Saat menikmati makan malam, tiba-tiba saja ada seorang gadis kecil berusia sekitar tiga tahun yang berjalan sambil menangis mencari papanya. Kenanga melihat ke sekitar barangkali ada orang tua dari anak itu. Namun, semua pengunjung hanya diam, berarti tidak ada yang mengenalinya.
Kenanga yang merasa kasihan pun segera mendekatinya dan bertanya, "Nak, kenapa menangis?"
"Papa ... Papa ...."
"Papa kamu ke mana?" tanyak Kenanga sambil mengusap kepala anak kecil itu.
Anak itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Kenanga jadi bingung, anak ini tidak mau bicara dengannya atau memang belum bisa bicara. Sebagai seorang wanita yang pernah membesarkan seorang anak kecil, tentu dirinya tahu jika anak seusianya tidak bisa dipaksa. Dia pun mencoba untuk tetap tersenyum.
"Ya sudah, ayo Tante bantu cari papamu! Kita ke resepsionis dulu, ya! Barangkali mereka bisa membantu untuk mengumumkan jika kamu ada di sini bersama Tante. Mudah-mudahan saja papamu masih berada di sekitar sini dan mendengar pengumumannya."
Anak itu hanya mengangguk. Kenanga yang gemas pun mencubit pipi anak kecil dengan jepitan yang tidak menekannya, jadi tidak akan terasa sakit.
semoga iya dan berjodoh dan bisa punya baby sekarang banyak bngt usia puber ke dua pada tekdung
tapi jaman sekarang yg kepala 4 tuh lagi wow kaya umur 25 th ga kelihatan tuir
ayo kenangan do something temui tuh wanita yg di cintai suamimu