NovelToon NovelToon
Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayamgoreng

Di hari ulang tahun suaminya, Nadia berjalan dengan hati penuh bunga. Dua garis merah di tangannya adalah hadiah terindah yang ingin ia persembahkan untuk Arkan–suaminya.

Namun, kejutan manis itu berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan dunianya.

Di balik pintu sebuah restoran mewah, Nadia memergoki Arkan tengah memeluk mesra Ghea—kakak tirinya sendiri.

Bukan hanya dikhianati, Nadia juga harus menelan pil pahit saat mendengar kenyataan bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok busuk Arkan untuk menguras habis seluruh harta warisan mendiang ayah Nadia.
Di ambang keputusasaan, di bawah guyuran hujan yang menyamarkan air matanya, Nadia hampir kehilangan nyawanya dan bayi di kandungannya. Tepat saat itu, sebuah tangan kekar menyelamatkannya.
Devan Alister. Pria berkuasa, sekaligus musuh bebuyutan suaminya di dunia bisnis, hadir dan menawarkan sebuah aliansi berbahaya.

"Ikut denganku, kita hancurkan mereka bersama. Sebagai gantinya, jadilah istri sandiwaraku selama satu tahun."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayamgoreng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 tamparan kenyataan

Ruang tamu yang tadinya dipenuhi kepongahan Arkan dan Ghea mendadak sunyi senyap. Kehadiran Devan Alister di sana bagaikan membawa badai salju yang membekukan atmosfer seketika.

Arkan menelan ludah dengan susah payah. Kakinya perlahan mundur satu langkah, melepaskan cengkeramannya dari pintu kerja. Tatapan matanya bergantian menatap tajam ke arah Devan, lalu ke arah lengan Devan yang melingkar posesif di pinggang Nadia.

"P-Pak Devan?" suara Arkan bergetar, mencoba mempertahankan sisa harga dirinya. "Apa maksud semua ini? Nadia ini istri saya! Berani-beraninya Anda masuk ke rumah saya dan lancang menyentuh istri saya!"

Devan tidak terprovokasi. Pria itu justru menyunggingkan senyum dingin yang sangat meremehkan.

"Istri?" Devan menaikkan satu alisnya, lalu melirik sekilas ke arah Ghea yang masih duduk tegang di sofa. "Kukira kamu sudah melupakan statusmu sejak membawa wanita murahan ke dalam rumah peninggalan mertuamu sendiri."

"Kamu—!" Ghea berteriak tidak terima, wajahnya memerah karena malu sekaligus marah dikatai 'wanita murahan' oleh konglomerat nomor satu itu.

Arkan mengepalkan tinjunya erat-erat. "Pak Devan, Anda memang penguasa bisnis di kota ini. Tapi Anda tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga saya! Nadia, sini kamu!" bentak Arkan sambil mengulurkan tangan, hendak menarik paksa Nadia.

Namun, sebelum tangan Arkan sempat menyentuh seujung kuku pun, Leo—asisten pribadi Devan yang berbadan tegap—langsung pasang badan di depan Arkan dengan tatapan mengancam.

"Jaga jarak Anda dari calon Nyonya Alister yang baru, Tuan Arkan," ucap Leo tegas, menekankan setiap kata.

Mendengar kata 'calon Nyonya Alister', jantung Arkan rasanya seperti dihantam palu godam. Dia menatap Nadia dengan pandangan tidak percaya. Sementara Ghea membelalakkan mata, dipenuhi rasa iri dan dengki yang membakar dadanya. Bagaimana bisa Nadia yang malang dan baru saja dikhianati, justru langsung digaet oleh pria sekaya Devan?

"Nadia... kamu menjual dirimu pada pria ini demi membalas dendam padaku?!" tuduh Arkan, suaranya meninggi penuh curiga.

Nadia menatap Arkan dengan pandangan lurus, tanpa ada rasa takut lagi di matanya.

"Aku tidak serendah kamu dan Ghea, Arkan" jawab Nadia, suaranya terdengar begitu dingin dan tenang. "Aku hanya mengambil kembali apa yang menjadi hakku, dan membuang sampah yang sudah tidak layak dipertahankan."

Devan beralih mengambil tas besar berisi dokumen penting dari tangan Nadia, menyerahkannya pada Leo.

"Ayo pergi, Nadia. Udara di tempat ini terlalu kotor untuk kesehatanmu" ucap Devan dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, memamerkan perhatian palsu namun mematikan di depan Arkan.

Nadia mengangguk. Tanpa menoleh lagi ke belakang, dia melangkah pergi mendampingi Devan keluar dari rumah itu.

Di dalam mobil sedan mewah milik Devan yang melaju membelah jalanan kota, Nadia mengembuskan napas panjang. Adrenalinnya masih berpacu hebat. Ini pertama kalinya dia berani menantang Arkan dengan begitu telak.

"Terima kasih, Devan" bisik Nadia sambil menatap keluar jendela.

"Jangan berterima kasih dulu. Ini baru pemanasan" sahut Devan datar sambil mengetik sesuatu di tablet kerjanya. "Besok malam adalah acara Gala Tahunan Alister Group. Arkan dan perusahaan peninggalan ayahmu sudah mengemis proposal kerja sama sejak berbulan-bulan lalu."

Devan meletakkan tabletnya, lalu menoleh menatap Nadia dengan senyum misterius.

"Besok malam, aku akan mengumumkan pernikahan sandiwara kita di depan publik. Dan besok malam juga... kita akan memutus seluruh aliran dana ke perusahaan Arkan hingga dia berlutut di kakimu."

★★★

1
Rita Rita
pelakor selalu menikmati hasil orang lain,dan Arkan sama Ghea menikmati hasil juga dari merampas harta orang
Rita Rita
pokoknya begitu klik langsung lebur,, AQ paling suka gercap,,,
Rita Rita
diri ku mampir, keknya menarik banget alur ceritanya Thor,,
KakLia
canggung bngt yah pak🤭
KakLia: terserah kk aja, kan author adalah penguasa🤣
total 2 replies
Ayamgoreng
wah ad yg komen. oke!! udh ta up satu tuh
Iffanaya 😽
kuy ditunggu lanjutannya kk 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!