NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:626.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Keesokan paginya, setelah berjaga semalaman penuh, Sakti memutuskan untuk segera pulang ke rumah dinas. Sepanjang perjalanan, pikirannya terus-menerus tertuju pada Rahma. Sebenarnya, ego perwiranya yang setinggi langit menghalangi tangannya untuk sekadar mengetik pesan singkat lewat ponsel guna menanyakan kabar sang istri. Ia gengsi dan tetap berharap Rahma yang mencarinya atau menghubunginya lebih dulu. Namun, rasa khawatir yang membuncah mengalahkan segalanya, memaksa pria itu untuk cepat-cepat pulang.

Setibanya di depan rumah, Sakti melangkah tegap menuju pintu utama. Tepat saat jemari kekarnya memegang dan menekan handle pintu dari luar, pintu tersebut tiba-tiba ditarik dari dalam.

Ceklek!

Keduanya langsung mematung di ambang pintu, berpapasan dalam jarak yang cukup dekat. Rahma tampak sudah rapi dan wangi dengan pakaian kuliahnya yang sederhana namun anggun, lengkap dengan tas ransel yang mengalung di pundaknya.

"Loh... kamu mau ke mana, Rahma?" tanya Sakti heran, menatap penampilan istrinya dari atas sampai bawah.

Rahma sempat tersentak kaget melihat kedatangan suaminya yang mendadak. Untuk menutupi rasa canggung yang luar biasa akibat insiden kemarin, ia buru-buru menjawab dengan nada terburu-buru.

"Aku mau ke kampus, Kak. Bete juga cuti kuliah seminggu, mending aku masuk saja. Kebetulan aku mau mengejar beberapa pelajaran yang sempat tertinggal," ujar Rahma cepat sambil melangkah melewati Sakti.

"Oh iya, aku sudah buat sarapan untuk Kakak di atas meja, dan nasinya juga sudah matang di magic com. Sepertinya aku pulang sore, Kak. Assalamualaikum!"

Karena saking paniknya ingin menghindari tatapan mata Sakti, Rahma melangkah begitu saja. Ia bahkan sampai lupa melakukan ritual wajib mencium punggung tangan suaminya seperti biasa.

Sakti membalikkan tubuhnya, menatap punggungnya Rahma yang berjalan cepat meninggalkan pekarangan rumah dinas. Detik itu juga, ingatan Sakti langsung berputar pada ucapan santai Mayor Adnan semalam di pos jaga, bahwa pagi ini sang Mayor juga akan pergi ke Kampus Padjadjaran.

Deg!

Dada Sakti seketika bergemuruh hebat, diselimuti kabut cemburu yang teramat pekat. Rahma pergi ke kampus sepagi ini, dan Adnan juga pergi ke kampus yang sama. Kebetulan macam apa ini?

'Jangan bilang kalian berdua diam-diam sengaja janjian ketemuan di belakangku?! Rahma... Adnan... kalian benar-benar, ya! Tidak tahu malu!' dengus Sakti kesal dalam hati. Rahangnya mengeras menahan amarah yang mendadak meluap.

Dengan langkah dihentak gusar, Sakti masuk ke dalam rumah dan membanting pintu pelan. Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian dinasnya dengan pakaian santai.

Begitu keluar dari kamar, ia melirik ke arah meja makan di mana sarapan buatan Rahma sudah tersaji rapi. Namun, selera makannya mendadak hilang tak berbekas. Pikirannya telanjur kacau dan dipenuhi oleh berbagai prasangka buruk. Sakti mengepalkan tangannya kuat-kuat. Mengabaikan rasa lapar dan lelahnya setelah berjaga semalaman, ia memantapkan tekad di dalam hati.

Ia tidak bisa tinggal diam di rumah ini. Sakti memutuskan akan menyusul ke kampus sekarang juga. Jika sampai sepasang matanya melihat Rahma benar-benar sedang berduaan dengan Mayor Adnan, ia tidak akan segan-segan melabrak mereka berdua di tempat.

*

*

Sakti memarkirkan mobilnya dengan kasar di area parkir kampus Universitas Padjadjaran. Dengan langkah lebar dan napas memburu, ia mulai menyusuri koridor kampus. Namun, alih-alih langsung menemukan sosok istrinya bersama Mayor Adnan, pandangan Sakti justru menangkap siluet Salma yang sedang asyik mengobrol bersama teman-teman kuliahnya di dekat lobi utama.

Sontak, insting strategi Sakti bekerja. Pria tegap itu segera memundurkan langkah dan bersembunyi di balik pilar besar agar adiknya tidak memergoki keberadaannya yang sedang bertingkah bak detektif cemburu ini.

Sementara itu, di taman belakang kampus yang suasananya cukup sepi, Rahma tengah duduk di salah satu bangku taman. Matanya sesekali melirik jam tangan. Ya, ia memang sedang menunggu seseorang yang tak lain adalah Mayor Adnan.

Tak jauh dari sana, Mayor Adnan tampak melangkah cepat memotong jalan setapak taman sesuai dengan janji tersembunyi mereka kemarin pagi. Di tangan kanannya, sang Mayor membawa sebuah tote bag tebal. Di dalam tas kain itulah tersimpan beberapa buku kedokteran limited edition yang sangat langka dan selama ini dicari-cari setengah mati oleh seseorang. Rahma sendiri sebenarnya hanyalah seorang perantara yang berniat membantu menjembatani urusan Mayor Adnan dengan Profesor Asha yang super dingin itu.

"Rahma!" panggil Mayor Adnan pelan sambil melambaikan tangannya begitu jarak mereka mengikis.

Rahma menoleh, wajahnya langsung cerah dan membalas lambaian tangan itu dengan senyuman lega. "Dokter Adnan! Akhirnya sampai juga."

Tanpa mereka sadari, interaksi manis nan akrab itu telah menjadi tontonan gratis bagi Sakti yang baru saja berhasil melacak keberadaan mereka dari kejauhan. Menyaksikan Rahma tersenyum begitu lepas, dadanya Sakti serasa dihantam palu godam besar. Ia tak habis pikir; alasan Rahma pergi ke kampus sepagi ini demi mengejar pelajaran yang tertinggal ternyata hanyalah sebuah kebohongan belaka di matanya.

Sakti mengepalkan tangannya amat erat, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menegang.

Bugh!

"Kurang ajar... kalian benar-benar tidak tahu malu!" umpat Sakti tertahan setelah meninju tembok di samping tempatnya bersembunyi. Darahnya seketika mendidih.

Di sudut koridor lain, Salma yang berniat ke toilet tiba-tiba menangkap sosok kakaknya yang sedang berdiri tegang memperhatikan taman belakang. Salma mengikuti arah pandang Sakti dan mendapati Rahma sedang duduk berhadapan dengan Mayor Adnan yang tak kalah tampan dan gagah dari kakaknya.

Sebuah senyuman licik bin jahil langsung terbit di wajah Salma.

'Sepertinya Kak Sakti mulai cemburu tingkat dewa nih sama Rahma. Apakah Rahma belum cerita soal rencana pertemuannya dengan Mayor Adnan ini ke Kak Sakti? Tapi kalau melihat raut wajah Kak Sakti yang sudah seperti monster siap mengamuk begitu, sepertinya belum deh. Wah... bakal ada tontonan menarik nih! Kita lihat sejauh apa Kapten galak ini bertindak, dan semoga saja Profesor Asha segera tiba sebelum tempat ini berubah jadi medan perang,' ujar Salma dalam hati penuh harap seraya menahan tawa.

Sakti sudah tidak tahan lagi. Menyaksikan Rahma bisa tertawa sepuas itu di hadapan pria lain, sementara di hadapannya sendiri Rahma selalu bersikap ketakutan, gugup, dan kaku, membuat kewarasannya terbang entah ke mana.

Dengan tangan yang masih mengepal kuat dan tatapan mata tajamnya yang siap menghujam, Kapten Sakti Prawira Kusuma mulai melangkah mantap keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan tegap menghentak bumi menuju bangku taman belakang kampus, siap meledakkan seluruh amarah dan api cemburu yang sudah membakar habis kesabarannya tepat di depan wajah Rahma dan Mayor Adnan.

Bersambung...

1
Jumi Eko
Bagus
Rahma Inaya
mampus km dinda raskan keangkuhan mu lenyap dlm seketika
Rahma Inaya
sptnya umpan sdh masuk perangkap
Rahma Inaya
rahma jgn mudh lemah dikit2 melow.km hrs cr tau dl kebenarnya tny lng ke sakti dan kirm foto juga chat dr orang misterius or mkn dinda .rumah tangga mu sedang di uji km hrs kuat mental
Rahma Inaya
untung adnan tepat dtg bs menolong dr sandriwa murahan pelakor
Rahma Inaya
mentg2 br bukq puasa maunya gaspol trs bknnya smlm sdh 3 kli untg2 km bs jebol gawang mash rejeki walau pginya rahma lngs dtg buln gmn klu pas mau jebol gawang rahma sdh keduluan dtg bulan tmbh pusing tu kpla bwah mu🤭🤭
Neng Tuti
lawan Rahma jangan kalah dari ulat bulu gateel itu
Neng Tuti
mulai datang si ulat bulu gateeel😡
Neng Tuti
gaskeun Pak Kapten biar cepet jadi Sakti atau Rahma junior😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap akak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Neng Tuti
tah mulai pasea pak komandan mah timuruan iiiih🤭
Rahma Inaya
so sweet pak kapten rela menurunkn ego nya demi meluluh kn dan mendptkan cnt sang istri bocilnya
Rahma Inaya
sakti kena jebakan adiknya sendiri
Rahma Inaya
mode semburi pak komandan padhl rahma kenal krn dokter yg periksa sakti adlah gebetan doseb rahma di kampus .blm apa2 sdh cemburu
Rahma Inaya
lambat laun tp pastu sakti mulai terpesona dgn rahma ..
Rahma Inaya
walau bau kencur nntnya bisa buat ank utk keturunan mu pak komandan dan ada nnt km bakal bucin
Rahma Inaya
lama2 pak komandan jatuh cinta pd ormg nya juga
Rahma Inaya
knp rahma yg di tuduh .kan km sdh tau klu ayah mu sifat nya keras
Rahma Inaya
nysek rasanya hati rahma
Asmawati Wati
rahma hamidun positif++😍😍 apa yg ditakutkan kan rahma akhirnya berhasil sakti wujudkan😄😄😄
Asmawati Wati
serasi👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!