Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.
Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].
Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!
Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Dungeon Pertama dan Healer Tsundere
3 hari setelah keluar dari Hutan Iblis.
Kota Perbatasan. Guild Petualang.
[Tim Buangan: Kael Lv.6, Luna Lv.5, Grom Lv.3]
Baru resmi terdaftar 2 hari lalu.
Kael menatap papan quest. Kebanyakan rank F dan E.
"Grom, kita butuh uang buat beli perlengkapan. Dan butuh EXP."
Grom mengangguk. "Grom mau pedang baru Tuan."
Tiba-tiba seorang cewek dengan jubah putih mewah lewat. Rambut pirang, staf kristal, hidung nungging.
[Status: Luna Velmont - Healer - Level 5 - Rank E]
Dia melirik party Kael. Lalu mendengus.
"Hah. Penyihir Sampah, Goblin, dan Healer miskin. Party apaan ini."
Kael belum jawab. Grom udah mau maju.
Luna langsung narik kerah baju Kael. "Jangan diladenin. Bangsawan."
"Siapa yang miskin?!" Cewek itu langsung balik. "Aku Luna Velmont! Dari Keluarga Velmont! Aku cuma... lagi nyari party sementara karena party ku bubar!"
"Oh? Terus kenapa bubar?" Kael nyengir.
"DIAM KAMU SAMPAH!" Wajahnya merah. "Pokoknya aku butuh anggota buat dungeon! Quest rank E! Ada yang mau ikut atau nggak?!"
Resepsionis berbisik: "Itu Nona Luna. Healer jenius tapi... tsundere parah. 3 party udah dia pecat."
Kael dan Luna saling pandang.
"Kita butuh EXP."
"Kita butuh uang."
"Oke deal." kata Kael. "Tapi ada syarat. Kamu nggak boleh ngeledek kami."
"Hmph. Terserah." Luna cemberut.
[Ding! Quest Baru: Penelusuran Dungeon Goblin Gua]
[Rank: E] [Reward: 200 Gold + Material]
---
Lokasi: Gua Goblin, 30 menit dari kota.
Begitu masuk, baunya apek. Ada 10 goblin level 2-3.
Luna langsung maju. "Singkir! Biar aku yang bersihin!"
[Berkah Cahaya]
"Cahaya Suci!" -50 HP ke semua goblin.
Kael: "...kamu healer atau mage?"
"HEALER JUGA BISA NYERANG YA!" Luna malah makin kenceng.
Grom: "Grom bantu Tuan!" Belatinya nembus mata 1 goblin.
Pertarungan 5 menit. Selesai.
[Kael: Lv.6 → Lv.7]
[Luna: Lv.5 → Lv.6]
[Grom: Lv.3 → Lv.4]
Luna langsung duduk. "Capek. Heal aku."
Kael: "Loh kamu kan healer."
"HEALER JUGA BUTUH DIHEAL TAU NGGAK?!"
Kael ngeluarin ramuan. "Nih."
Luna ngambil sambil manyun. "Makasih... bukan karena aku butuh ya. Cuma... biar nggak mati aja."
Di tengah dungeon, mereka nemu jalan bercabang.
"Kiri ada suara air." kata Grom.
"Kanan ada aura monster kuat." kata Kael.
Luna menunjuk kanan. "Kanan. Makin kuat makin banyak loot."
Mereka jalan ke kanan.
Tiba-tiba "KLETAK!"
Jebakan. Dinding tertutup. Jalan keluar ketutup batu.
"BRISAK KITA KEJEBAK!!" Luna panik.
Kael tenang. "Grom, cari jalan lain. Luna, hemat mana. Kita bakal lama di sini."
2 jam nyari jalan. Nggak ada. Makanan tinggal 1.
Luna duduk di pojok. "Ini salahku... kalau aja aku nggak maksa..."
Kael duduk di sebelahnya. "Bukan salahmu. Ini kerja tim. Kalau 1 jatuh, 2 lainnya narik."
Luna melirik Kael. "Kamu... beda dari penyihir sampah lain. Kamu nggak nyalahin orang."
Kael senyum. "Karena aku udah sering disalahin."
Hening.
Tiba-tiba tanah bergetar.
"GRRRRAAA!!"
[Raja Goblin Gua Level 5]
[HP: 500/500]
"HAH?! BOSS?! DI DUNGEON RANK E?!" Luna langsung berdiri.
Raja Goblin mengayun pentungan. Kael menahan pake tangan. [HP: 40/70]
"Kael!!" Luna langsung heal.
Pertarungan brutal.
Grom: [Lempar Ganda] -20 HP
Luna: [Cahaya Suci] -40 HP
Kael: [Tombak Api] -60 HP
Tapi Raja Goblin terlalu kuat. Dia nangkep Grom dan mau banting.
"GROM!!" Kael berteriak.
Efek korupsi muncul. Urat hitam di tangan.
_'bunuh... bakar...'_
Kael menahan. "AKU NGGAK MAU JADI MONSTER!"
Lalu dia lihat Luna. Luna terluka, tapi masih berdiri di depan Grom.
"Nggak akan kubiarkan!" Luna teriak.
Sesuatu di dalam Kael pecah.
Api merahnya berubah. Bukan hitam. Bukan biasa. Api putih keemasan.
[Sihir Api Level 2: Tombak Api Pembebas!]
"SHINGGG!!!"
Tembus dada Raja Goblin.
"GAAA!!!"
[Raja Goblin: HP 0/500]
[Ding! Boss Dikalahkan!]
[EXP +250]
[Kael: Lv.7 → Lv.8]
[Luna: Lv.6 → Lv.7]
[Grom: Lv.4 → Lv.5]
[Mendapatkan: Inti Goblin x1]
Kael jatuh berlutut. Napas tersengal.
Luna langsung lari dan memeluknya dari belakang. "B-bodoh... jangan mati... sialan..."
"Eh? Aku baik-baik saja..." Kael bingung.
"DIAM! Aku lagi... khawatir! Iya khawatir! Puas?!" Luna langsung ngelepas dan cemberut.
Grom ketawa. "Nona Luna sayang Tuan."
"SIAPA YANG SAYANG!!"
Tiba-tiba dinding belakang retak. Jalan keluar kebuka. Ada sungai bawah tanah.
Mereka bertiga keluar pas matahari terbenam.
Di Guild, resepsionis kaget. "Kalian... beneran ngalahin Raja Goblin Level 5? Di dungeon E Rank?"
Kael meletakkan Inti. "Iya. Dan ini party ku."
Luna berdiri di samping Kael. "Hmph. Sementara. Sampai aku nemu party yang lebih bagus."
Kael bisik: "Bohong."
Luna bisik balik: "Diam."
Malamnya di penginapan.
Luna ngetok kamar Kael. "Nih. Ganti baju. Punyaku kekecilan." Dia lempar jubah putih.
"Buat apa?"
"Buat kamu! Biar nggak keliatan kayak gelandangan!" Lalu kabur.
Kael megang jubah itu. Ada wangi bunga.
[Ding! Bond: Kael + Luna +10]
[Ding! Quest: Naik ke Rank D Terbuka]