NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:116.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyusuri Kenangan

Setengah jam setelah rombongan Harta Langit meninggalkan Penginapan Kayu Mawar, suasana di lantai atas masih begitu sunyi.

Di salah satu kamar, sosok bertubuh tinggi besar itu masih terbaring nyaman di atas tempat tidur.

"Hmm..."

Sha Nuo perlahan membuka sebelah matanya. Ia menguap panjang sambil meregangkan kedua lengannya.

"Haaah..."

Ia duduk sebentar di tepi ranjang, masih dengan wajah mengantuk.

"Masih pagi rupanya..."

Matanya melirik ke arah jendela yang diterpa cahaya matahari. Beberapa detik kemudian...

Bruk.

Sha Nuo kembali menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.

"Tambahan sebentar saja..."

Tak lama kemudian, suara napasnya kembali terdengar teratur. Ia benar-benar tertidur lagi.

Sekitar satu jam kemudian...

"Haaah..."

Sha Nuo kembali menguap. Kali ini ia mengusap wajahnya beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar membuka kedua mata.

"Oke."

"Sekarang ayo bangun."

Ia menepuk-nepuk pipinya sendiri pelan, lalu bangkit dari tempat tidur.

Tak lama kemudian, suara air terdengar dari dalam kamar. Sha Nuo membersihkan diri dengan santai sebelum mengenakan jubah hitamnya kembali.

Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai bawah. Ruang makan Penginapan Kayu Mawar kini jauh lebih lengang dibanding pagi tadi. Hanya tersisa beberapa tamu yang masih menikmati sarapan mereka. Beberapa pelayan sibuk membereskan meja-meja yang telah kosong.

Sha Nuo menggaruk pipinya.

"Heh... Sepertinya aku bangun terlalu siang."

Ia lalu memilih sebuah meja di dekat jendela.

"Pelayan."

Seorang pelayan segera menghampiri.

"Tuan ingin memesan apa?"

Sha Nuo tersenyum lebar.

"Yang biasa."

Pelayan itu tampak bingung.

"...Yang biasa?"

"Hahaha."

"Pokoknya bawakan makanan yang paling banyak."

Pelayan itu langsung memahami maksudnya.

"Baik, Tuan."

Tidak lama kemudian, berbagai hidangan kembali memenuhi meja Sha Nuo. Bubur hangat, roti kukus, daging panggang, mi, sup ayam, hingga sepoci teh hangat. Sha Nuo pun mulai makan dengan lahap.

Beberapa tamu yang masih berada di ruang makan sesekali melirik ke arahnya. Mereka tampak heran melihat seorang pria mampu menghabiskan makanan sebanyak itu seorang diri.

Namun Sha Nuo sama sekali tidak memedulikan tatapan mereka. Tak lama kemudian...

"Haa..."

Ia mengembuskan napas puas sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Enak juga."

Ia menuangkan secangkir teh hangat lalu meminumnya perlahan.

Beberapa saat kemudian, ia mulai berpikir.

"Hmm..."

"Sekarang harus melakukan apa, ya?"

Tatapannya mengarah ke luar jendela. Hari masih belum terlalu siang.

Kemudian ia tiba-tiba teringat sesuatu.

"Oh. Siang ini aku ada janji makan siang dengan Rui'er."

Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Kalau begitu... masih ada cukup banyak waktu."

Ia mengetukkan jarinya pelan di atas meja.

"Aku jalan-jalan sendiri saja dulu. Nanti menjelang siang baru kembali ke penginapan."

Sha Nuo mengangguk puas dengan keputusannya.

Sebelum berdiri, ia sempat menoleh ke kanan dan kiri ruang makan. Tatapannya menyapu setiap meja.

"Rui'er belum turun?"

Ia kembali melihat ke arah tangga menuju lantai atas. Namun tidak ada siapa pun yang dikenalnya.

"Mungkin ia masih tidur...."

Sha Nuo tertawa kecil sendiri.

"Hahaha... Kalau begitu nanti saja."

Ia pun bangkit dari kursinya, meletakkan beberapa keping koin di atas meja, lalu melangkah santai menuju pintu keluar

Tak lama kemudian, sosok tubuh besarnya telah menghilang di tengah keramaian pagi Kota Weiyang, sama sekali tidak menyadari bahwa Gao Rui telah meninggalkan penginapan sejak beberapa waktu yang lalu.

Begitu melangkah keluar dari Penginapan Kayu Mawar, Sha Nuo menarik napas panjang.

"Haa..."

Udara pagi Kota Weiyang terasa begitu segar. Ia kemudian mulai berjalan tanpa tujuan yang jelas, membiarkan kedua kakinya membawanya menyusuri setiap sudut kota ini.

Jalan-jalan utama dipenuhi para pedagang. Suara tawar-menawar terdengar dari berbagai arah. Kereta kuda hilir mudik membawa barang dagangan, sementara anak-anak kecil berlarian dengan wajah ceria.

Sha Nuo hanya tersenyum. Tatapannya bergerak ke kanan dan kiri, memperhatikan setiap perubahan yang terjadi.

Di dalam hatinya, tersimpan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bagaimanapun juga, tempat ini dahulu adalah rumahnya. Tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan, baik yang indah maupun yang menyakitkan.

Ia masih mengingat dengan jelas sektenya yang dulu berdiri di atas tanah kota ini untuk terakhir kalinya. Saat itu, bangunan-bangunan nampak runtuh.

Namun sekarang, semua itu telah menjadi masa lalu. Tempat ini telah kembali dan berganti wujud menjadi Kota Weiyang.

"Itu bagus..." gumam Sha Nuo pelan.

Senyumnya semakin lebar.

Ia kembali melanjutkan langkahnya. Semakin jauh ia berjalan, semakin banyak hal menarik yang ditemuinya.

Di sebuah lapangan kecil, puluhan anak muda sedang berlatih memanah. Anak-anak itu bergantian melepaskan anak panah ke arah sasaran.

"Wusss!"

"Plak!"

Beberapa mengenai tepat di tengah sasaran, sementara yang lain meleset cukup jauh.

"Hahaha!"

Teman-teman mereka langsung saling mengejek.

Sha Nuo berhenti beberapa saat. Tangannya disilangkan di depan dada sambil memperhatikan mereka.

"Semangat mereka cukup bagus."

Ia mengangguk puas.

Setelah beberapa saat, ia kembali berjalan. Tidak jauh dari sana, terdengar suara benturan senjata.

"Hyaaa!"

"Duk!"

"Duk!"

Sha Nuo menoleh.

Ternyata di sebuah arena latihan terbuka, puluhan anak muda sedang berlatih bela diri. Ada yang berlatih ilmu pedang. Ada yang menggunakan tombak. Ada pula yang saling bertanding dengan tangan kosong.

Beberapa orang tua tampak berdiri di pinggir arena sambil memberikan arahan.

"Lututmu lebih rendah!"

"Jangan hanya mengandalkan tenaga!"

"Gunakan langkah kakimu!"

Suasana begitu hidup.

Sha Nuo kembali berhenti. Ia memperhatikan setiap gerakan mereka dengan penuh minat. Sesekali ia mengangguk kecil. Sesekali ia tersenyum melihat kesalahan-kesalahan sederhana yang dilakukan para murid muda itu.

"Waktu benar-benar terus berjalan..." gumamnya pelan.

Setelah merasa cukup lama berada di sana, ia kembali melanjutkan perjalanan. Ia melewati pasar. Melewati rumah-rumah dagang. Melewati taman kota. Hingga akhirnya, sebuah bangunan besar menarik perhatiannya.

Di bagian depan bangunan itu tergantung papan kayu besar, Gedung Pertunjukan Weiyang. Dari dalam terdengar suara musik serta riuh tepuk tangan para penonton.

Sha Nuo mengangkat sebelah alisnya.

"Oh?"

"Masih ada pertunjukan sandiwara rupanya."

Tanpa berpikir panjang, ia langsung membeli satu tiket dan masuk ke dalam.

Ruangan pertunjukan dipenuhi penonton. Sha Nuo memilih sebuah kursi di bagian tengah.

Tak lama kemudian, sandiwara kembali dimulai. Para pemain berganti-ganti peran dengan sangat lucu.

Ada tokoh pendekar bodoh. Ada tabib yang selalu salah memberi obat. Ada pula seorang pejabat tamak yang terus-menerus dipermainkan oleh rakyat jelata.

"Hahaha!"

Sha Nuo langsung terbahak-bahak. Suara tawanya bahkan menjadi yang paling keras di seluruh ruangan.

"Bagus!"

"Hahaha!"

"Yang itu lucu sekali!"

Beberapa penonton di sekitarnya ikut tertawa mendengar tawa lepas pria bertubuh besar itu.

Semakin lama pertunjukan berlangsung, Sha Nuo semakin menikmatinya. Air mata bahkan mulai keluar dari sudut matanya karena terlalu banyak tertawa.

"Hahaha..."

Ia mengusap pelan matanya.

"Sudah lama sekali..."

Pandangan Sha Nuo tetap tertuju ke atas panggung. Kemudian senyum hangat muncul di wajahnya.

"Kalau Tuan Muda Boqin Changing ada di sini..."

"...ia pasti juga akan menyukai pertunjukan seperti ini."

Suara itu begitu pelan, seolah hanya ditujukan kepada dirinya sendiri.

Di luar gedung pertunjukan, matahari perlahan mulai condong ke ufuk barat. Langit Kota Weiyang berubah menjadi jingga keemasan.

Waktu terus berlalu tanpa disadari. Sha Nuo masih asyik menikmati setiap adegan yang dipentaskan di atas panggung.

Ia tertawa, bertepuk tangan, dan sesekali menggeleng kagum melihat kepiawaian para pemain. Tanpa ia sadari, janji makan siang dengan Gao Rui telah lama terlewatkan. Bahkan, saat itu hari telah beranjak menuju sore.

1
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
Nanik S
Bantai semua dan ambil semua Cincin ruang musuh seperti biasanya
Nanik S
Rui... tunjukan pada Paman Nuo, bahwa mampu membantai mereka dan tidak selembut hatinya🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Ridwan Pasirjambu
😍😍😍😍
budiman
satu mawar 🌹
Raju
tiba dilokasi, bertatap muka, mengetahui tingkt kultivasi musuh, di izinkan bertarung seraya mencabut pedang... udah.... slsai....🤣🤣🤣
tariii
jangan remehkan bocil itu, wooooyyyyy.... jangan lihat tampangnya yg polos, dia itu monster kecil yg siap membant*i kalian para perampokk...🤭🤭🤭😂😂😂
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz 🔥🌽
kute
super seru enak alur ceritanya tidak membosankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!