NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:673
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pergi tanpa kata

Hari Minggu yang begitu dinanti-nantikan oleh Bima akhirnya tiba juga. Sejak fajar menyingsing, atmosfer di sekitar villa megah yang terletak di tepi danau itu sudah terasa sangat berbeda. Udara pagi yang sejuk dan riak air danau yang tenang seolah mendukung rencana besar yang sudah ia susun matang-matang. Dengan penuh semangat dan gerakan cekatan, Bima mempersiapkan segala keperluan perjalanan mereka. Ia benar-benar tidak ingin ada satu pun detail yang terlewatkan demi kelancaran hari ini.

Bima kemudian melangkah mantap ke area luar, menuju bagian belakang mobil hitam yang sudah terparkir rapi di halaman villa. Ia membuka pintu bagasi, lalu dengan hati-hati memasukkan sebuah tas ransel berukuran besar. Tas itu berisi pakaian ganti serta perlengkapan pribadi milik Viona yang sudah ia siapkan secara diam-diam. Di dalam benaknya, Bima sudah membayangkan bagaimana ia akan membawa istri tsundere-nya itu keluar dari hiruk-pikuk kesibukan wilayah Utara. Ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah perjalanan penting yang mempertaruhkan kelanjutan hubungan mereka.

Namun, takdir tampaknya gemar bercanda dengan rencana manusia. Tepat ketika Bima baru saja meletakkan tas tersebut dan berniat meraih tepian pintu bagasi untuk menutupnya, sebuah interupsi datang. Di dalam kabin mobil yang kedap, Viona yang memang sudah duduk manis di kursi pengemudi dikejutkan oleh getaran hebat. Ponsel pintar miliknya yang diletakkan di atas dasbor mendadak berdering dengan sangat nyaring. Suara instrumen panggilan itu terdengar begitu menusuk telinga, seketika memecah keheningan pagi yang damai di halaman villa tersebut.

Viona mengernyitkan dahi indahnya, melirik malas ke arah layar yang menyala terang. Di sana, sebuah nama yang paling tidak ingin ia lihat di hari libur tertera dengan jelas: Sekretaris Pribadi. Viona menghela napas panjang, mencoba meredam rasa jengkel yang mulai merayap di dadanya. Dengan enggan, jemari lentiknya menggeser tombol hijau di layar untuk mengangkat panggilan tersebut.

"Ya, ada apa?" tanya Viona. Nada suaranya terdengar dingin dan agak malas, sebuah sinyal protes yang jelas karena momen berharganya telah diganggu secara sepihak.

Namun, respons dari seberang telepon langsung menghancurkan seluruh sisa ketenangannya. "Maaf Nona Viona..." ujar suara sekretarisnya dengan nada yang sangat panik, bergetar, dan terengah-engah seperti orang yang dikejar hantu. "Anda harus segera datang ke kantor pusat sekarang juga! Tanpa penundaan! Ada masalah yang sangat penting dan darurat tingkat tinggi yang membutuhkan keputusan mutlak dari Anda hari ini juga!"

Mendengar frasa 'penting dan darurat' yang diucapkan dengan nada seputus asa itu dari mulut orang kepercayaannya, seluruh insting profesionalitas Viona langsung bangkit. Jiwanya sebagai seorang direktur utama sebuah konglomerasi besar seketika masuk ke dalam mode siaga satu. Wajah cantiknya yang semula tampak rileks mendadak menegang, guratan kecemasan tercetak jelas di keningnya. Tanpa membuang waktu untuk mendengarkan penjelasan yang lebih panjang lebar atau sekadar berbasa-basi, Viona langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Kepalanya kini dipenuhi oleh rasa tanggung jawab yang luar biasa besar terhadap kelangsungan perusahaan keluarganya. Kepanikan yang akut mengaburkan akal sehat dan ruang pandangnya. Viona benar-benar lupa sekelilingnya. Tanpa sempat menoleh ke kaca spion, tanpa memedulikan keberadaan Bima, dan tanpa menyadari posisi suaminya, tangan Viona bergerak cepat memutar kunci kontak. Mesin mobil berkapasitas besar itu langsung menderu garang, memecah kesunyian villa tepi danau.

Vroom!

Tanpa memberikan aba-aba atau peringatan apa pun, kaki Viona langsung menginjak pedal gas dalam-dalam secara impulsif. Mobil itu melesat kencang bagai anak panah yang lepas dari busurnya, tancap gas meninggalkan halaman villa dengan sangat tergesa-gesa menuju jalan raya luar kota yang mengarah ke pusat kota.

Di belakang, Bima hanya bisa berdiri terpaku seperti patung, tercengang menyaksikan pemandangan gila di depannya. Embusan angin kencang dan kepulan asap tipis dari knalpot mobil menyembur langsung ke arah wajahnya. Ia mematung menatap kendaraan itu menjauh, tanpa bisa berbuat apa-apa. Viona pergi begitu saja, benar-benar menutup mata dan telinganya. Sang istri bahkan sama sekali tidak menghiraukan apakah pintu bagasi mobilnya sudah tertutup rapat atau masih menganga lebar, berguncang hebat memperlihatkan tas ransel di dalamnya yang nyaris merosot jatuh ke aspal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!