NovelToon NovelToon
KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Selya

Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.

Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.

Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.

Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Arsyila terkena pengaruh alkohol sampai telat bangun lagi.Pukul delapan pagi ibunya mengetuk pintu kamarnya dengan sangat kencang.

"Brug... Brug... Brug... Bangun Arsyila!"Teriak ibunya.

"i-iya Bu,"jawabnya dengan suara samar.

"astaga ! sudah jam delapan...Mati aku,"Arsyila langsung bangun dari tidurnya seperti orang kerasukan.

Teman nya fikir Arsyila sakit karena belum masuk kerja.Namun, teman-temannya mendapati Arsyila yang berangkat kerja terlambat dengan rambut yang acak-acakan,baju yang lusuh,dan mata yang sembab.Bukan sekali dua kali ia terlambat,bosnya sudah geram sekali ingin memarahi Arsyila.

"kamu pikir ini toko kamu ! berangkat seenaknya gak tau waktu !"Arsyila langsung mendapat teguran ketika masuk ke dalam toko.

Arsyila menjadi pusat perhatian teman-temannya.Rizki yang merasa heran darimana dia semalam,tidak biasanya Arsyila yang pendiam... berlagak aneh seperti ini.

"ada yang berubah dalam diri Arsyila!"gumamnya pelan.

Arsyila menaruh tas nya dan mulai bekerja.Seperti tak punya semangat,ia tidak mendapat sarapan pagi ini.Perutnya sakit,magh nya kambuh karena telat makan.Belum lagi semalam ia minum alkohol.

"argghh ! sakit sekali perutku,"ujarnya sambil memegang perutnya.

Rizki dengan cepat mengambilkan obat pereda sakit magh nya.

"minum ini... Syil,"Rizki menjulurkan tangannya dan memberi obat.

Rizki sangat miris melihat Arsyila yang setiap hari selalu tidak mendapat sarapan dari ibunya.Ibunya sengaja menghemat uang gara-gara suaminya selalu memarahinya.Alhasil anak nya menjadi korban.

"jujur,kamu habis kemana semalam ? aku tau kamu pasti menemui Melly kan ?"Tanya Rizki dengan nada serius.

"kamu tau dari mana ?"Tanya Arsyila terkejut.

"aku peduli Syil... Kenapa sih kamu nekat ke tempat karaoke.Tidak baik untuk anak perempuan seperti kamu,"Rizki mencoba memberi nasehat.

"ah tau apa kamu.Coba kamu rasakan jadi aku sehari saja ! Pasti kamu tidak banyak bicara inilah-itulah,"Arsyila membangkang nasehat dari Rizki.

Rizki melihat perubahan dari dalam diri Arsyila semenjak hari itu,yang tadinya pendiam menjadi pemberani dan banyak bicara.

Rizki tak punya hak untuk mengatur hidup Arsyila,ia hanya tidak ingin Arsyila terjebak di kejamnya dunia malam.

Malamnya...

Arsyila nekat menelfon Melly untuk menjemput nya di tempatnya bekerja.

"mel.Jemput aku ! Bawa aku ke sana lagi,"pesan singkat Arsyila pada Melly.

Melly yang sedang bekerja dan menemani para pria menyanyi,sontak langsung memberhentikan mikrofon nya.Ia meninggalkan tamu nya sebentar dan menjemput Arsyila.

"aku bawa teman ! Gak lama kok sepuluh menit,"Melly memohon pada tamu pria nya.

"yaudah janji jangan lama-lama,"jawab teman pria Melly.

Melly menaiki mobil Innova nya dan bergegas menjemput Arsyila dengan menggunakan rok mini dan tank top yang di balut jaket.Melly sampai di depan tempat kerja Arsyila.

'pip... Pip... Pip...'suara klakson mobil Melly yang membuat Arsyila terkejut.Ia pun langsung masuk ke dalam mobil Melly.

"yakin kamu tidak pulang malam ini ? Terus orang tua kamu gimana ? Jangan bawa-bawa nama aku loh pokoknya.Kan kamu yang minta sendiri,"ujar Melly dengan nada pelan.

"udah lah ayo jalan saja.Aku capek,"ucapnya pelan.

"kamu nggak bisa ke tempat karaoke dengan seragam dan identitas nama yang masih menempel di baju mu,kita ke kos sebentar.Dan kamu bisa pakai dress aku,"ujar Melly sembari menyetir.

Arsyila bingung,harus memakai dress ?

Dia saja selalu berpakaian sopan.Untuk apa Melly menyuruhnya memakai dress,dia ingin sekali menumpahkan banyak pertanyaan malam ini.Namun takut Melly malah mengusirnya pulang.Ia mengikuti apa saja kata Melly yang terpenting dia bisa menghilangkan jenuh di pikirannya.

Arsyila sangat canggung memakai dress dan sepatu hak tinggi milik Melly untuk yang pertama kalinya.Langkah kakinya tidak luwes,menyeimbangkan diri dengan sepatu hak tinggi yang tidak nyaman menurut nya.

Tangannya terlihat sibuk—menarik-narik bagian bawah gaun yang terlalu pendek , membetulkan tali gaun yang merosot karena tidak pas di bahunya.Gaun glamor, payet yang berkilau, warna mencolok tampak "berteriak" keras, berbenturan dengan dirinya yang pemalu dan gerak-geriknya yang sederhana.

"Mell... kamu yakin kita akan pergi menggunakan pakaian seperti ini ?"Tanya Arsyila yang dari tadi sibuk mencoba menutupi bagian pahanya yang terlihat.

"udah nurut saja.Penampilan adalah segalanya ! Lihat saja uang saweran yang akan kamu dapat malam ini,"Melly memberi kan kedipan mata pada Arsyila.

Deg... Jantung Arsyila terasa mau copot.Apakah malam ini ia akan kehilangan arah ? Atau justru kehilangan keperawanannya? Pikiran Arsyila kacau disepanjang perjalanan menuju tempat room karaoke.

Sesampainya di sana,ia turun dan berusaha berjalan dengan lenggak-lenggok nya.Menjadi pusat perhatian semua orang,yang terpukau dengan kulit putih dan bersih milik Arsyila.Serta tubuhnya yang terlihat langsing memakai dress.

Di dalam ruangan kedap suara,hanya suara musik yang menggema terdengar dari dalam ruangan.Nyaris tak Terdengar ketika di luar ruangan.

"widih.Mantep juga temen kamu Mel,"celetuk pria yang mencoba merangkul Arsyila.

"udah enjoy aja.Kamu tinggal keluarkan suara emas kamu untuk membuatnya senang,"gumam Melly.

Malam itu, bayang-bayang keraguan menyelimuti langkah pertamanya. Dengan gaun ketat yang terasa asing di tubuh, ia menatap serius ke arah lirik lagu di layar depan wajahnya, menepis rasa cemas dan tatapan asing di sekelilingnya saat bersiap mengambil peran sebagai seorang pemandu lagu (Lady companion/ LC).

Jantungnya berdebar kian kencang, berkejaran dengan dentuman bas dari ruangan-ruangan VIP di sepanjang lorong. Di depan cermin ruangan yang memantulkan keremangan lampu,Gaun pas badan berwarna merah marun terasa melekat asing di kulitnya, jauh berbeda dengan kemeja kerjanya. Setiap kali ia menarik napas panjang, wewangian parfum yang manis menguar, menutupi aroma cemas yang coba ia sembunyikan rapat-rapat.

Ia memejamkan mata sejenak, mengingat kembali alasan pahit yang membawanya ke tempat ini. Dengan tekad yang ditopang oleh keberanian semu, ia memoles senyuman pertamanya. Malam ini, ia bukan lagi wanita biasa,ia harus menjelma menjadi seorang pendengar yang baik, penghibur bagi tamu-tamu yang lelah, seorang pemandu lagu yang dituntut untuk selalu tampil sempurna di balik gemerlap lampu disko.

Melly sangat senang Arsyila menikmati peran nya malam ini.Melly sudah punya banyak langganan tamu, sehingga dia adalah pemandu lagu panggilan,bukan lewat mamih atau semacamnya.

Jadi,uang sawerannya utuh,tidak dibagi dua oleh mamih yang biasa memegang anak-anak pemandu lagu.

Setelah selesai menyanyi dan memuaskan tamu-tamunya dengan tarian dan suara merdunya.Tamu meninggalkan sejumlah uang di atas meja,meninggalkan Melly dan Arsyila berdua di dalam ruangan karaoke.

"gila ! Ini uang yang kita dapatkan dalam waktu cuman satu jam ?"Arsyila merasa kaget.

"enak kan ? kita cuma nyanyi dan gak perlu jual diri,"Melly menghitung uang yang di dapatnya.

"nih jatah kamu.Tapi kamu gak boleh setiap malam ikut... Takut menganggu pekerjaan kamu ketika pagi.Paling aku jadwalkan setiap malam Minggu deh,"Melly menawarkan pada Arsyila.

"Banyak sekali Mel—,"Arsyila mencoba menghitung uang beberapa selembaran ratusan ribu yang ia dapat.

"itu belum seberapa.Kalau mau lebih yah nemenin dia tidur,"Melly membahas ke arah yang lebih serius.

Glekk... Arsyila menelan ludah,baginya uang yang di dapatkan menjadi pemandu lagu pun sudah cukup.Paling tidak ia punya pegangan ketika butuh sesuatu yang mendadak.Ia tidak berani melangkah lebih jauh lagi.

Malam ini ia menginap di kos Melly,tak peduli Omelan apa yang akan Arsyila dapat besok pagi oleh Ayah dan Ibunya.Yang terpenting ia sudah mendapat pekerjaan tambahan yang juga membuat ia lupa akan masalah di rumah.

"maaf Ayah,ibu.Arsyila memilih jalan ini karena kalian yang tidak peduli lagi dengan Arsyila"gumamnya dalam hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!