NovelToon NovelToon
Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Riyan Sadewa, seorang kuli bangunan di Bandung, hidup pas-pasan hingga sebuah kecelakaan di lokasi kerja mengubah segalanya. Sebuah sistem misterius muncul, memaksanya menghabiskan uang dengan syarat tidak boleh mendapatkan keuntungan sedikit pun. Jika ia untung, nominal uang yang harus dibuang justru berlipat ganda. Riyan terjebak dalam permainan ekonomi yang absurd, membeli aset besar hanya untuk merusak harganya demi memuaskan sistem. Di tengah tekanan ini, ia harus belajar bahwa membuang uang ternyata jauh lebih sulit daripada mencari nafkah, dan ia harus menemukan cara untuk menghentikan siklus ini sebelum hidupnya hancur.

"Sistem gila. Bukannya berkurang, duit gua sekarang malah bertambah."

"Gua cuma mau miskin, Ya Tuhan! Kenapa susah banget buat bangkrut di dunia ini?!"

Bagaimana kelanjutannya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

"Seratus miliar... tiga kali!" TAK!

Pemandu lelang mengetukkan palu kayunya dengan tangan gemetar. Seluruh ballroom Hotel Grand Royal Bogor langsung gemuruh oleh tepuk tangan riuh para hadirin.

Para kolektor kaya saling berbisik dengan mata melotot, menatap Riyan seolah pria berpakaian jas dengan sepatu safety boots berdebu itu adalah dewa keuangan yang baru turun dari langit.

"Gila! Dia beli vas harga delapan miliar seharga seratus miliar!"

"Ini bukan sekadar beli vas, ini penguasaan dominasi! Dia sengaja mematok harga gila-gilaan biar aset Vandersen jatuh sepenuhnya ke tangan dia!"

Riyan yang mendengar kasak-kusuk itu hanya tersenyum lebar. Dalam hatinya, dia sudah ingin melompat girang.

'Hahaha! Mampus! Seratus miliar gua melayang melayang buat vas keramik retak berdebu! Kerugian murni sembilan puluh dua miliar di depan mata!', batin Riyan bersorak-sorai. Habis ini Sistem pasti bakal ngasih notifikasi penurunan saldo masif!

Valerie Vandersen yang duduk dua kursi di sebelahnya menatap Riyan dengan napas memburu. Bibirnya yang beroleskan gincu merah menyala gemetar menahan amarah dan kehancuran harga dirinya.

"Riyan... lu bener-bener binatang," bisik Valerie dengan nada penuh kebencian yang samar.

"Lu sengaja ngerjain gua, kan? Lu tahu perusahaan gua butuh dana segar, makanya lu beli vas koleksi utama keluarga gua dengan harga absurd ini cuma buat pamer kekuatan?!"

"Gua gak pamer, Pirang. Gua cuma suka aja buang duit," balas Riyan santai sambil menyandarkan punggungnya, sengaja memasang wajah songong.

Namun, belum sempat Riyan menikmati rasa kemenangannya, pemandu lelang kembali menaiki podium dengan wajah sumringah.

"Hadirin sekalian! Karena aksi spektakuler dari Tuan Riyan Sadewa, kita lanjut ke barang lelang kedua!" seru sang pemandu lelang dengan nada membumbung tinggi.

"Sebuah Lukisan Minyak Abad ke-18 Karya Maestro Belanda—juga merupakan aset yang diagunkan oleh Vandersen Group! Harga awal dibuka pada angka 15 Miliar Rupiah!"

Mata Riyan langsung berbinar. Satu barang aja belum cukup! Gua harus habisin sisa dua triliun gua malam ini juga di sini!

Tanpa memberi kesempatan pada peserta lain untuk bernapas, Riyan langsung mengangkat papan penawarannya tinggi-tinggi.

"DUA RATUS MILIAR RUPIAH!" teriak Riyan lantang, suaranya menggelegar memenuhi ruangan.

GUBRAK!

Kali ini seorang pengusaha tekstil asal Bandung sampai tersedak minumannya hingga terbatuk-batuk hebat.

Lukisan yang harga pasaran resminya paling mahal hanya Rp20 Miliar... langsung dihantam harga Rp200 Miliar oleh Riyan tanpa ampun!

[Denting Sistem! Penawaran Fiktif Mark-Up Berhasil Dilakukan!]

[Total Pengeluaran Sesi Lelang: 300 Miliar Rupiah!]

[Status Transaksi: Menguras Saldo Tunai Inang secara Masif!]

"Yes! Tiga ratus miliar melayang dalam sepuluh menit!"

Riyan mengepalkan tangannya di bawah meja lelang, hatinya meledak oleh kebahagiaan.

Namun, di tengah kebahagiaan Riyan yang membumbung tinggi, Valerie tiba-tiba menyunggingkan senyum tipis yang sangat beracun. Dia melirik pengacaranya di belakang, lalu secara perlahan menyambar papan penawarannya sendiri.

'Tunggu... kenapa si Pirang malah senyum?', batin Riyan mendadak menegang.

"DUS RATUS FIFTY MILIAR! Dua ratus lima puluh miliar dari saya!" seru Valerie tiba-tiba dengan suara lantang dan penuh percaya diri.

DEG!

Seluruh isi ruangan langsung menahan napas. Perang harga antara Penguasa Lama (Vandersen) dan Penguasa Baru (Riyan Sadewa) resmi meletus!

Riyan melotot menatap Valerie. 'Ngapain ini cewek pirang malah naik-naikin harga?! Dia kan yang jual barangnya?! Kalau dia yang menang, duit gua gak jadi berkurang dong?!',

"Pirang! Lu gila ya?! Itu kan lukisan punya perusahaan lu sendiri!" bisik Riyan panik.

Valerie menoleh dengan tatapan penuh kemenangan. "Gua memang jual barang ini, Riyan. Tapi gua gak akan biarkan lu membeli harga diri Keluarga Vandersen dengan murah! Kalau lu mau lukisan ini, lu harus bayar lebih mahal lagi!"

Riyan menyeringai tajam. 'Oh, lu mau maen umpan-umpanan harga? Bagus! Ini yang gua tunggu-tunggu! Gua bakal naikin harganya sampai lu gak sanggup ikut, dan duit gua bakal hangus di angka tertinggi!

"LIMA RATUS MILIAR RUPIAH!" jerit Riyan dengan nekat.

"ENAM RATUS MILIAR!" balas Valerie tanpa ragu sedikit pun.

"SATU TRILIUN RUPIAH!" teriak Riyan sekencang-kencangnya, sampai-sampai Agus dan Ujang yang berjaga di belakang langsung terperanjat kaget sampai kaos kutangnya hampir melar.

"B-Bos Riyan! Satu triliun buat lukisan gambaran orang tua?!" bisik Ujang panik sambil memegangi dadanya.

Ruangan lelang kini benar-benar hening bagai kuburan. Satu triliun rupiah untuk sebuah lukisan tua! Ini adalah rekor lelang barang antik terbesar dalam sejarah Asia Tenggara!

Riyan menatap Valerie dengan senyum kemenangan yang sangat lebar. 'Hayo! Beli noh satu triliun kalau berani! Gua jamin lu gak punya duitnya! Dan kalau gua yang menang, satu triliun duit gua melayang seketika! Gua bakal bangkrut total!

Valerie menatap Riyan dengan mata bergetar. Dia memegang papan penawarannya, menyiapkannya untuk diangkat kembali. Namun, tepat sebelum Valerie membukakan mulutnya untuk menawar di angka 1,1 Triliun—

Kezia Zevan yang sejak tadi diam melipat tangannya di dada, mendadak menjatuhkan pulpen emasnya ke lantai.

Tuk.

Suara pulpen jatuh itu begitu jernih di tengah keheningan. Valerie mendadak menghentikan pergerakan tangannya. Otak bisnisnya yang penuh kecurigaan langsung berputar liar saat melihat senyuman dingin Kezia Zevan dan wajah "santai" Riyan Sadewa.

'Tunggu... batin Valerie dengan peluh dingin menetes di lehernya. 'Kezia tenang banget... Riyan juga keliatan seneng banget pas gua naikin harganya... Jangan-jangan ini jebakan?! Riyan sengaja sengaja memancing gua ke angka satu triliun biar gua gak bisa bayar, lalu aset keluarga gua disita sepenuhnya karena penipuan lelang?!

Valerie perlahan menurunkan papan penawarannya. Wajahnya yang tadinya percaya diri berubah menjadi pucat pasi.

"Gua... gua mundur," bisik Valerie dengan suara lemas, menyerah total.

TAK!

"SATU TRILIUN RUPIAH! Dijual kepada Tuan Riyan Sadewa!" teriak pemandu lelang dengan histeris hingga melompat dari panggungnya.

Riyan Sadewa langsung berdiri dari kursinya. BERHASIL! SATU TRILIUN MELAYANG! SALDO GUA TINGGAL SATU TRILIUN KECIL! BENTAR LAGI GUA MISKIN!

Namun, tepat saat Riyan hendak mengepalkan tangannya untuk merayakan kebangkrutannya, pimpinan Kurator Lelang Internasional berjalan tergesa-gesa mendekati meja Riyan dengan membawa berkas sertifikat keaslian lukisan tersebut.

"Selamat! Selamat, Tuan Riyan Sadewa!" ucap sang kurator dengan mata berbingkai kaca mata tebal yang berkaca-kaca karena haru.

"Haha, makasih! Duitnya langsung dipotong dari rekening gua sekarang juga ya!" sahut Riyan gembira.

"Tentu, Tuan! Tapi sebelum itu, saya harus menyampaikan kabar yang sangat spektakuler ini!" lanjut sang Kurator dengan suara bergetar.

"Saat kami melakukan pemindaian sinar-X darurat pada kanvas lukisan tua ini lima menit lalu untuk verifikasi transaksi satu triliun Anda... kami menemukan fakta tersembunyi yang menggemparkan dunia!"

Riyan mendadak menghentikan tawa bahagianya. Keningnya berkerut tajam.

"Fakta... tersembunyi?"

"Ya, Tuan Riyan! Di balik lapisan cat lukisan abad ke-18 ini... ternyata tersembunyi sketsa asli berbahan tinta emas milik Leonardo da Vinci yang telah hilang selama 500 tahun!" jerit sang kurator histeris.

"Museum Louvre Paris baru saja mengirimkan penawaran resmi via satelit! Mereka siap membeli lukisan ini dari Anda detik ini juga seharga TIGA TRILIUN RUPIAH!"

JGEERRR!

Petir imajiner seolah-olah menyambar kepala Riyan Sadewa hingga berkeping-keping.

[Denting Sistem! Analisis Keuntungan Tak Terduga Selesai!]

[Aset yang dibeli seharga 1 Triliun Rupiah mendadak mengalami Lonjakan Nilai Efektif sebesar +200%!]

[Transaksi Otomatis Diterima: Museum Louvre mentransfer dana langsung ke rekening Inang!]

[Selamat! Keuntungan Bersih Masuk: +2 Triliun Rupiah!]

[Saldo Terkini Anda Melonjak Dahsyat Menjadi: 4,22 Triliun Rupiah!]

Riyan Sadewa berdiri mematung di tengah ballroom. Bola matanya seolah mau keluar dari kelopaknya, menatap layar sistem yang menampilkan angka 4,22 Triliun Rupiah dengan warna hijau menyala yang sangat menyiksa jiwanya.

Bukannya berkurang gara-gara beli barang mahal, kekayaannya justru MELEJIT DUA KALI LIPAT gara-gara lukisan rongsokan yang dibelinya ternyata ada gambar lukisan tersembunyi da Vinci!

"Luar biasa, Suamiku..." Kezia berdiri dan memeluk lengan Riyan dengan mata berbinar penuh cinta dan kekaguman tanpa batas.

"Kamu sudah tahu ada lukisan da Vinci di balik kanvas itu sejak awal, kan? Makanya kamu rela mempertaruhkan satu triliun... Kamu benar-benar dewa keuangan!"

"LEONARDO DA VINCIII BAAAJINGANNNN!" jerit Riyan Sadewa sekencang-kencangnya sambil mencengkeram rambutnya sendiri, lalu roboh pingsan tak berdaya di atas karpet merah lelang.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bikin tiga kekuatan besar itu bangkrut
Fajar Fathur rizky
bikin wanita itu jatuh cinta kepada mcnya thor
BaekTae Byun: jatuh cinta mending mikirin nyawa yang tinggal belasan jam
total 1 replies
adib
oke. alur awal terlalu cepat.. jadi nggak berasa .. tp udah cukup unik jalur ceritanya
Bang Haji
Kalo bikin cerita pake otak dong ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!