Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24 menghampiri
Erick dan Biel saling menatap tanpa menghiraukan raut wajah Jokey yang nampak terkejut dan menatap mereka berdua bergantian.
Sementara Erick,
Usai menatap Biel lama, ia tersenyum tipis mendengar jawaban gadis itu.
Terdengar dingin dan ketus memang, tapi entah kenapa ia justru suka.
" ya...
kau benar Bee....itu namaku " jawab Erick kemudian dan kembali tersenyum kecil. Tak lama ia beralih menatap Jokey.
" boleh aku meminta waktu untuk bicara dengannya ?! " ucap Erick dengan wajah yang telah berubah serius kepada Jokey.
Jokey tak langsung menjawab, tatapannya beralih kepada Biel.
Sementara Biel hanya menarik nafas pelan, ada semacam rasa gentar di sudut terdalam hatinya setelah ia mengetahui siapa sebenarnya sosok di hadapannya itu.
Tapi Ia tahu....
Ini adalah sebagian resiko dari semua pilihannya.
Meski mati matian ia sudah berusaha untuk menghindari, tapi bagaimanapun ia harus siap berurusan dengan mereka.
dengan polisi.....
" tak apa bos....jika kau izinkan " jawab Biel kemudian.
Jokey beralih menatap Erick,
" dia.... "
" jangan khawatir, aku akan mengantarnya pulang.... " jawab Erick dan sukses membuat Biel dan Jokey saling menatap tak mengerti.
" apa maksud anda pak Erick ?!! karyawan ku ini baru saja masuk bekerja setelah dia mangkir dari pekerjaannya selama satu Minggu.
Dan sekarang anda ingin mengantarnya pulang ?! " ucap Jokey berusaha menghalangi Erick membawa Biel.
" ingat pak Erick....
meski dia adalah seorang bartender di sini, dia bukan wanita yang mungkin sedang kau pikirkan " kali ini Jokey sedikit mendekatkan wajahnya kepada wajah Erick.
Ia tak suka jika mungkin laki laki di hadapannya itu menganggap Biel berbeda.
Keduanya saling menatap tajam,
" katakan padaku, dia hanya sebatas karyawan bagimu atau....
kau juga menaruh hati kepadanya ?! " jawab Erick pedas.
Ia tak suka posesif laki laki di hadapannya itu.
Jokey menarik nafas kesal,
" jaga bicaramu pak Komisaris polisi, dia sudah kuanggap seperti adik bagiku " jawab Jokey dengan menatap tajam kepada Erick.
Erick tersenyum sinis,
Ia mendekatkan kepalanya dan berbisik di telinga Jokey,
" jika benar begitu, kenapa kau tetap membawanya kedalam bahaya ?!
kau lihat dia masih sangat kecil sebenarnya....tapi kau tetap saja mengajaknya,
jangan kau pikir aku bodoh dan tak tahu apa apa tentang pekerjaan sampingan kalian.....
Jokey...."
bisik Erick di telinga Jokey dan sukses membuat laki laki itu sontak menoleh dan menatapnya dengan bibir yang terkunci rapat.
Sungguh ia di buat sport jantung oleh komisaris polisi di hadapannya itu.
Erick menarik kepalanya dan kemudian menegakkan tubuhnya.
Ia memang telah mengetahui siapa Biel sebenarnya,
Berawal dari penyelidikan yang sebenarnya telah ia lakukan diam diam,
Perhatiannya tertuju pada sosok Biel,
apalagi keberadaan gadis itu di tempat tempat tertentu dan di waktu waktu yang tidak lazim,
hingga keberadaan Biel malam itu di tempat yang menjadi umpan targetnya.
Dan terakhir adalah dari motor gadis itu yang ia bawa dan sesuatu yang tertinggal di dalam jok Motor gadis itu.
Teledor.....
menurutnya gadis itu teledor,
awalnya ...
sebenarnya kenyataan itu sangat membuatnya syok hingga ia tak bisa berpikir dengan tenang.
Tapi entahlah, ia pun tak tahu.
Ia memilih menyimpan sendiri rapat rapat kenyataan itu.
Erick yang telah menegakkan tubuhnya mengulurkan ke dua tanganya dan mengusap kedua pundak Jokey.
" tapi jangan khawatir bos, aku hanya ingin bicara dengan Bee...
apa kau mengizinkan ?! hanya saja aku tidak tahu apakah pembicaraan kami akan cepat selesai atau tidak.
Karena itu aku bermaksud mengantarnya pulang jika mungkin pembicaraan kami lama. kamu mengerti maksudku kan ?! " ucap Erick.
Jokey masih diam,
" bos...." panggil Biel dan seolah mampu menyadarkan Jokey,
" apa kau tidak apa apa bicara dengannya ?! Perlu aku temani ?! " Jokey masih tak rela melepas Biel sendirian pergi bersama polisi di depannya itu.
Sementara Erick, ia menatap tajam kepada Jokey,
Ia tak suka mendengar tawaran laki laki itu kepada Biel barusan.
" tidak usah bos....aku akan baik baik saja, bukan begitu pak polisi ?! " jawab Biel sambil beralih menatap Erick
" tentu saja kau akan baik baik saja bersamaku,
memangnya kenapa ?! Apa bosmu itu khawatir aku akan memakanmu ?! " jawab Erick ambigu sambil menatap Biel.
Biel sontak melotot kepadanya,
" baiklah.... pergilah Bee " jawab Jokey kemudian.
Tapi laki laki segera menarik lengan Biel kearahnya hingga menempel padanya.
" jangan lupa segera hubungi aku jika terjadi hal buruk padamu "
bisik Jokey di telinga Biel,
ia tak perduli meski tingkahnya di tatap dengan begitu tajam oleh Erick.
" hemm.... " jawab Biel sambil mengangguk.
" ayo....." ucap Erick dan melangkah lebih dulu, Biel kemudian mengikutinya di belakangnya.
Di belakang sana, Jokey mengikuti langkah kaki Biel dengan tatapan penuh khawatir.
" semoga Tuhan selalu melindungimu Bee.....semoga tidak akan terjadi apa apa padamu.... " bisik Jokey di dalam hati.
Sungguh ia sangat mencemaskan gadis itu, tapi ia tahu.
Ia tak bisa berbuat apa apa untuk saat ini.
" siapa yang bersama Bee bos ?! " Samy yang baru saja keluar dari ruang ganti melihat Biel melangkah di belakang seseorang dan merasa aneh ketika gadis itu terlihat melewati pintu utama.
Pintu yang hampir tak pernah di lewati oleh semua pegawai bar ini karena mereka punya pintu sendiri.
" dan kenapa dia lewat pintu utama ?! " Samy masih terus bertanya.
" komisaris polisi Erick Wiratmaja " jawab Jokey masih dengan menatap Biel yang telah hilang dari pandangannya.
" mereka pacaran ?! " cicit Samy dan sukses membuat Jokey seketika menoleh dan menatap kepadanya.
" pacaran.... ?!! " cicit Jokey juga
" entahlah....aku tak tahu " jawab Samy kemudian sambil mengedikkan bahunya kemudian berlalu meninggalkan sang bos yang kini isi otaknya kembali berputar cepat.
( Pacaran...?!
Bee dan komisaris polisi itu... ?!
Apa iya ?!
Tapi itu bisa juga ...karena jika tidak, mana mungkin polisi itu bicara lembut dengan Bee..... )
Otak Jokey terus memikirkan kemungkinan yang sama sekali tidak ia pikirkan.