NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 1: Lembar Tagihan di Meja Makan

...HALO SAHABAT SEMUA KALAU BACA NOVEL AKU INI JANGAN LUPA LIKE YA GUYS, COMENT JUGA GUYS,BANTU AKU YA GUYS SUPAYA NOVEL INI BISA TERPILIH DALAM 80 BAB TERBAIK,CARANYA DENGAN LIKE DAN JANGAN LUPA VOTE. TERIMAKASIH ...

...SELAMAT MEMBACA ...

Suara gemerincing sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen mahal menjadi satu-satunya pembatas keheningan di ruang makan kediaman keluarga sitorus malam itu. Aldi Pratama duduk di kursi ujung, perlahan mengunyah nasi goreng buatan istrinya, Kirana. Di lengannya yang tergulung sebatas siku, tampak jam tangan kasual yang sederhana—jauh dari kesan mewah, namun selalu bersih dan terawat.

Di seberang meja, Ibu Ratna, ibu mertuanya, sedang sibuk mengusap layar ponsel pintarnya. Wajah wanita paruh baya itu tampak masam, sesekali mendengus pelan seolah sengaja memancing perhatian semua orang di ruangan itu.

"Kirana," panggil Ibu Ratna dengan nada suara yang sengaja ditinggikan, matanya tetap tertuju pada ponsel.

"Teman-teman arisan Mama di geng High Class tadi sore sudah pada bayar iuran bulanan untuk arisan emas batangan besok. Cuma Mama yang belum setor. Malu Mama tadi di grup WhatsApp ditagih-tagih sama Bu Broto."

Kirana yang sedang menuangkan air putih untuk Aldi menghentikan gerakannya sejenak. Dia melirik suaminya dengan tatapan sungkan. "Ma, kan arisan bulan ini jadwalnya minggu depan? Kok dimajuin lagi?"

"Ya mana Mama tahu! Namanya juga orang-orang kaya, uang segitu mah tinggal jentikkan jari langsung ada. Gak pakai mikir bulanan," sindir Ibu Ratna, kini matanya melirik tajam ke arah Aldi yang masih tenang mengunyah makanannya.

"Makanya, kalau punya menantu itu yang posisinya mapan, jadi mertua gak perlu nahan malu tiap kali ada urusan uang."

Aldi meletakkan sendoknya perlahan. Tidak ada guratan amarah di wajah tampannya. Sebagai pria yang sengaja menanggalkan seluruh fasilitas Pratama Group demi membuktikan cinta tulusnya pada Kirana, hinaan verbal seperti ini sudah menjadi makanan sehari-harinya selama dua tahun terakhir. Bagi Aldi, selama Kirana tetap berada di sisinya, semua ini hanyalah riak kecil.

"Berapa nominal arisan bulan ini, Ma?" tanya Aldi lembut, memotong kecanggungan yang mulai menyelimuti istrinya.

Ibu Ratna mendongak, melipat kedua tangannya di dada dengan angkuh. "Sepuluh juta. Itu belum termasuk uang arisan berlian yang dua minggu lagi. Tapi yang emas ini harus ditransfer malam ini juga. Mama gak mau ya besok dicap miskin pas kumpul di kafe."

"Sepuluh juta, Ma? Bulan lalu kan baru naik?" Kirana membelalakkan matanya, merasa keberatan. "Gaji Mas Aldi bulan ini kan banyak kepotong buat—"

"Gak apa-apa, Kirana," potong Aldi sambil tersenyum menenangkan, lalu menggenggam jemari istrinya di atas meja.

Dia merogoh saku celana kainnya dan mengeluarkan ponselnya sendiri. "Biar Mas yang urus malam ini. Kirana gak usah pusing, ya?"

Sebelum Ibu Ratna sempat menimpali dengan cibiran baru, Riko—adik ipar Aldi yang baru masuk semester awal perkuliahan—berjalan masuk ke ruang makan dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan sengaja. Wajahnya ditekuk masam. Dia langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi di sebelah ibunya.

"Ada apa lagi, Riko? Pulang-pulang kok mukanya ditekuk begitu?" tanya Ibu Ratna, mendadak suaranya berubah lembut dan penuh perhatian pada anak bungsunya itu.

"Gimana gak ditekuk, Ma! Riko malu banget tadi di kampus.

Teman-teman satu tongkrongan Riko semuanya sudah ganti laptop baru yang bisa buat gaming dan editing kelas berat.

Sedangkan laptop Riko? Lemotnya minta ampun!" Riko menggebrak meja makan pelan, lalu menoleh pada Aldi dengan tatapan menuntut. "Lagian, Mas Aldi gimana sih? Cicilan rumah baru aku yang di perumahan kluster itu katanya mau langsung didebit otomatis? Kok tadi sore aku dapet SMS peringatan dari bank kalau belum dibayar bulan ini? Mana denda keterlambatannya lumayan lagi!"

Kirana langsung meletakkan gelas dengan keras ke meja.

"Riko! Jaga sopan santun kamu. Rumah itu dibeli atas nama kamu, dan Mas Aldi yang berbaik hati mau bayar cicilannya setiap bulan. Harusnya kamu berterima kasih, bukan malah membentak suamiku!"

"Halah, Kak Kirana selalu aja belain Mas Aldi," cibir Riko sambil memutar bola matanya. "Dia kan kerja sebagai Manajer Keuangan di perusahaan besar, masa bayar cicilan rumah lima juta per bulan aja telat? Jangan-jangan sengaja ditahan-tahan uangnya."

"Riko, cukup," ucap Aldi dengan nada suara yang tetap tenang namun memiliki wibawa tersembunyi yang membuat Riko terdiam sesaat. Aldi membuka aplikasi mobile banking-nya dengan cekatan. "Soal cicilan rumahmu, bukan sengaja ditahan. Mas baru saja mengalokasikan dana untuk biaya les bahasamu dan uang semesteranmu minggu lalu. Sistem auto-debet bank biasanya butuh waktu satu sampai dua hari kerja jika jatuh temponya bertepatan dengan hari libur."

Aldi menekan beberapa tombol di layar ponselnya. Beberapa detik kemudian, sebuah bunyi notifikasi tanda transaksi berhasil terdengar.

"Sudah Mas transfer ya, Riko. Cicilan rumah bulan ini beserta dendanya sudah lunas. Dan untuk Mama..." Aldi mengalihkan pandangannya pada Ibu Ratna yang sedang pura-pura sibuk memeriksa kukunya. "Uang arisan sepuluh juta rupiah sudah masuk ke rekening Mama. Silakan dicek."

Ibu Ratna langsung menyambar ponselnya. Begitu melihat mutasi rekeningnya bertambah, senyum tipis kepuasan muncul di wajahnya, meski sedetik kemudian dia kembali memasang wajah dingin. "Ya, sudah masuk. Lagian memang sudah kewajiban kamu sebagai menantu di rumah ini. Kamu menumpang di rumah peninggalan almarhum suami Mama, jadi wajar kalau kamu yang menanggung operasional keluarga ini."

Rumah besar ini memang peninggalan ayah Kirana, namun Ibu Ratna sengaja melupakan fakta bahwa sertifikat rumah ini hampir saja disita bank dua tahun lalu karena utang bisnis almarhum suaminya, dan Aldilah yang melunasinya secara diam-diam melalui jalur belakang tanpa memamerkan kekayaannya.

"Terima kasih ya, Mas," bisik Kirana lirih, matanya berkaca-kaca menatap Aldi. Dia tahu betul betapa beratnya beban yang dipikul suaminya secara finansial, tanpa tahu bahwa bagi seorang Aldi Pratama, uang puluhan juta itu tak lebih dari sekadar remah-remah tabungan pribadinya yang sengaja dia pisahkan dari aset raksasa keluarganya.

Aldi membalas genggaman tangan Kirana, tersenyum dengan ketulusan yang murni. "Sama-sama, sayang. Selagi Mas bisa, Mas pasti penuhi semua kebutuhan keluarga kita."

Di sudut meja, Ibu Ratna dan Riko saling berpandangan, tersenyum sinis seolah merasa telah berhasil memeras sang

"Manajer Biasa" itu sekali lagi untuk menopang gengsi mereka di luar rumah. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa kesabaran pria yang mereka anggap remeh ini memiliki batasnya, dan badai besar yang akan menjungkirbalikkan dunia mereka sedang mulai bergerak mendekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!