NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:805.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 Roti Panggang Gosong

"Yati, kamu tidak apa-apa?"

Sarah buru-buru menghampiri pelayan kepercayaannya yang masih terduduk lemas di lantai. Dengan wajah penuh kekhawatiran yang bercampur amarah, ia menarik lengan wanita paruh baya itu untuk berdiri.

"Kamu ini bagaimana, sih?!" gerutu Sarah kesal, menepuk-nepuk lengan baju Yati yang basah.

"Kenapa kamu cuma diam seperti orang bodoh saat Kirana memperlakukanmu semena-mena begitu? Biasanya kamu paling berani melawannya! Kemana mulut tajam mu itu?!"

Sarah benar-benar tidak habis pikir. Selama bertahun-tahun, Yati selalu menjadi pion yang paling bisa diandalkan untuk menekan Kirana di rumah ini. Apa pun yang diperintahkan Sarah, mulai dari menyindir hingga menyabotase pekerjaan Kirana, pelayan itu akan melakukannya tanpa ragu sedikit pun. Namun pagi ini, Yati justru terlihat seperti ayam yang kehilangan nyalinya.

"Saya tidak apa-apa, Nyonya Besar," jawab Yati lirih. Tangannya yang gemetar sibuk mengusap air mata dan sisa kuah sayur berbau asam di wajahnya.

"Tidak apa-apa bagaimana? Lihat wajahmu! Bajumu kotor semua!" Sarah masih mendidih, dadanya naik turun menahan emosi.

"Saya benar-benar kewalahan menghadapi Nyonya Kirana hari ini, Nyonya."

"Kewalahan? Menghadapi perempuan lemah seperti dia?!"

Yati menelan ludah dengan susah payah. "Entah kenapa... sejak beliau pulang dari rumah sakit, auranya berbeda sekali. Matanya... matanya menakutkan, Nyonya."

"Beda bagaimana maksudmu?!"

"Saya merinding kalau melihat tatapannya tadi. Rasanya seperti beliau bisa melakukan apa saja, termasuk membunuh saya jika saya melawan."

Ucapan Yati yang penuh ketakutan itu justru membuat Sarah mendengus dan memutar bola matanya.

"Halah! Percaya sekali kamu sama omong kosong begitu! Itu cuma akal-akalan Kirana supaya kamu takut!" Sarah melipat kedua tangannya di dada.

"Ingat, Yati. Kamu dibayar mahal di rumah ini untuk patuh padaku, bukan pada perempuan parasit itu!"

Siska, yang sejak tadi hanya diam menonton dari balik pilar, akhirnya melangkah maju.

"Kalau cuma menghadapi Kirana saja kamu tidak becus, buat apa Tante Sarah mempertahankan mu di sini?" sela Siska sambil menyilangkan tangan, menatap Yati dengan angkuh.

Padahal, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, Siska sendiri sempat menahan napas ketakutan saat melihat perubahan drastis Kirana tadi. Tetapi gengsinya terlalu tinggi untuk mengakuinya.

"Maafkan saya, Non Siska. Lain kali saya akan lebih berani melawan," ucap Yati cepat sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Meski mulutnya berkata demikian, dalam batinnya Yati sama sekali tidak yakin. Tatapan Kirana tadi masih terbayang sangat jelas di benaknya. Tatapan yang sedingin es dan seolah mampu menelanjangi seluruh sisa keberaniannya hingga tak bersisa.

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, suara ketukan sepatu terdengar dari arah tangga. Ardy turun dengan langkah gontai. Setelan kemeja putihnya tampak sedikit kusut, dan wajahnya masih terlihat lelah akibat semalaman kurang tidur.

"Sedang apa kalian pagi-pagi begini kumpul di sini?" tanyanya datar.

Melihat Ardy muncul, Siska seketika mengubah raut wajahnya. Ia memasang senyum paling manis dan tatapan paling polos yang dimilikinya. Dengan gemulai, ia berjalan menghampiri Ardy, lalu merangkul lengan pria itu dengan lembut.

"Itu, Mas, tadi di sini cuma ada sedikit keributan kecil."

Ardy memijat pangkal hidungnya. "Keributan apa lagi?"

"Mbak Kirana, entah kenapa pagi ini mood-nya sedang buruk. Dia tidak sengaja menumpahkan makanan ke wajah bi Yati."

Ardy melirik sekilas ke arah Yati yang masih tampak berantakan dan menunduk takut. Ekspresinya sama sekali tidak berubah. Tetap datar dan tidak peduli.

"Kalau kotor, ya dibersihkan saja. Begitu saja repot."

Jawaban singkat dan tak acuh itu membuat Sarah dan Siska saling lirik dengan raut kecewa. Mereka sangat berharap Ardy akan marah besar, menghubungi Kirana, dan memakinya. Namun pria itu justru terlihat lelah dan tidak ingin ikut campur urusan dapur.

Ardy menarik sebuah kursi, lalu menghempaskan tubuhnya ke sana.

"Siska."

"Iya, Mas Ardy?"

"Tolong buatkan aku sarapan. Aku ingin roti bakar dengan selai keju. Seperti biasa, jangan terlalu gosong. Lalu buatkan juga secangkir kopi hitam. Ingat, tanpa gula sama sekali."

Senyum manis di bibir Siska langsung sirna seketika.

"Sarapan Mas?"

"Iya, sarapan." Ardy mengangkat sebelah alisnya, merasa aneh dengan reaksi sang kekasih. "Kenapa? Kamu tidak mau membuatkannya untukku?"

"Bukan begitu, Mas." Siska tertawa canggung. Hatinya mulai dilanda kepanikan yang luar biasa. Jangankan meracik roti bakar dengan tingkat kematangan yang pas, menyalakan pemanggang roti saja ia tidak pernah tahu tombol yang mana!

Selama ini, setiap kali Ardy memuji roti panggang buatannya, sebenarnya roti itu ia beli dari sebuah kafe mahal langganan sebelum ia datang ke rumah ini. Tugasnya hanyalah memindahkan roti itu ke atas piring cantik dan berpura-pura mengelap keringat di dahi.

Sementara kopinya? Kirana yang selalu menyiapkannya untuk Ardy.

Otak Siska berputar cepat mencari alasan. Ia tiba-tiba memegangi perutnya dan membungkuk.

"Aduh... aduuuh..." rintih Siska dengan dramatis

"Kamu kenapa, Siska? Apanya yang sakit, katakan!" Ardy akhirnya menoleh dan sedikit khawatir.

"Perutku tiba-tiba sakit sekali, Mas. Seperti melilit. Astaga..." Ia meringis, memegangi pinggiran meja. "Mungkin asam lambungku kambuh karena kaget melihat kejadian belum lama tadi."

Sarah yang sangat mengerti dan tahu betul bahwa Siska sama sekali tidak bisa memasak, langsung menyela untuk menyelamatkan situasi.

"Sudah, sudah, Ardy. Jangan paksa Siska kalau dia sedang sakit. Biar Mama saja yang menyuruh Yati membuatkannya untukmu."

"Tidak mau, Ma. Aku ingin Siska yang membuatnya," tolak Ardy tegas. "Sudah lama sekali aku tidak makan roti bakar buatan tanganmu, Sis. Rasanya selalu pas dan enak. Makanan di rumah ini akhir-akhir ini rasanya hambar. Hanya masakanmu yang bisa menenangkan perutku."

Sarah dan Siska saling berpandangan dengan mata membelalak.

Siska menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya terasa kering. Kini ia benar-benar terjebak dan tidak punya celah untuk mundur.

"Mati aku! Tapi demi mas Ardy dan posisiku di rumah ini, aku harus melakukannya. Cuma manggang roti dan menyeduh kopi, kan? Anak SD saja bisa!" batinnya kesal.

"Baiklah, Mas. Kalau mas Ardy yang minta, rasa sakit ku bisa ditahan sebentar," ucap Siska memaksakan senyum yang terlihat lebih mirip orang meringis, lalu melangkah menuju dapur.

Sepuluh menit berlalu dan kekacauan total terjadi. Aroma hangus yang menyengat mulai memenuhi udara dapur.

Yati yang melihat keadaan itu dari sudut ruangan hanya bisa mengelus dada sambil menahan napas.

"Non itu rotinya mulai berasap!" tegur Yati panik saat melihat asap kelabu mengepul dari alat pemanggang.

"Astaga! Tombol cancel-nya yang mana ini?!" Siska berteriak panik, menekan semua tombol secara acak hingga pemanggang itu berbunyi dan melontarkan dua potong roti yang warnanya sudah hitam seperti arang.

"Biar saya bantu buat yang baru, Non," tawar Yati kasihan.

"Nggak usah! Nanti Mas Ardy tahu!" tolak Siska dengan gengsi. Ia buru-buru mengambil roti panas itu menggunakan jarinya, lalu memekik kecil karena kepanasan.

1
Ila Lee
wai Sarah lupa apa yg pernah kau buat pada Kirana byk LH orang yg kelulusan universiti sarjana kerja pegawai keselamatan atau jdi gram kenapa mahu kerja yg halal Sarah
Ila Lee
Siska wanita ular yg tamak kau juga bidih Tony sama 2 😈😈😈
Ila Lee
menyesal tak berguna, Ardi Kirana telah pergi hanya tinggal penyesalan mu
Ila Lee
wah Tony mahu kabur kemna tu dj cari Tristan🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
memaafkan memang mudah rapi untuk melupakan terlalu sukar kerana setiap luka ada parutnya walau pon luka telah pulih tapi parut tetap ada penyesalan sudah terlambat ardi
Ila Lee
kamu lebih kejam Siska sanggup membunuh Baby Kirana dan Mehancurkn rumah tangga kirana
Ila Lee
/Joyful//Joyful/ rasa Andi mampus kau Siska Tony tunggu ajer sebentar lagi DPT karma nya
Ila Lee
wah betul best dj pesta susah, dan Ardi lihat kerubut kehancuran Siska dan Ardi/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ila Lee
tak sabar mahu lihat dihati pernikahan Ardi dan Siska kebohongan Siska dan Tony terbongkar🤭🤭🤭🤭
Ila Lee
Ardi kah terlalu meremeh kn Kirana SMKA taj Thu Kirana seorang CEO perusahaan besar tunggu LH nasib ardi
Ila Lee
betul bair Siska membusuk dipenjara dengan tuduhan pembunuhan terancang hukuman berat rasa kau Siska semes Kirana itu tak seberapa kehilangan Baby dan penderitaan Kirana, selama menjadi isteri Ardi/Sob//Sob//Sob//Sob/
Ila Lee
Ardi sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur hati Kirana telah tertutup untuk mu lelaki paling d bodoh
Ila Lee
Tony kamu salah orang Kirana buja cewek biasa 2 loh padan muka ke tampar🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
seorang CEO yg paling bodoh carj Thu KH bodoh amat Siska dan Tony benar-benar sepupu🤭🤭🤭🤭
Ila Lee
Sarah bagus LH Siska yg jau bangga kn lihat dua berani bawa kekasih nya masok kerumah mu anak mh yg bodoh Nyonya Sarah t yg terhormat🤣🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
itu foto2 Siska dan Tony LH Sarah calon menantu hantu mu enak ayer Ardi montak2 tolong kurana🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
orang yg jatuh cinta buta Kirana pasti dua bilang itu edaran atau mcm LH cari tahu bangunan yg Siska kandung anak siapa itu lebih bagus
Ila Lee
jin mimpi terlalu jauh Andi kembali kamu selama tiga tahun dulu mungkin Kirana Ngis terharu tapi bukan sekarang ardi🤣🤣🤣
Ila Lee
wahdh Sarah Siska mahu suruh Tony jeguk Baby nya🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭
Ila Lee
dasar Siska wah Tony ayah Baby nya bukan Ardi bodoh amat Ardi padan muka ada isteri sebaik Kirana kau siasatan mampus kai ardi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!