NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:291.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Suasana di peternakan siang itu terasa panas, bukan hanya karena terik matahari, tetapi juga karena kedatangan dua orang yang tidak pernah Aditya duga.

Seorang pekerja menghampirinya dengan wajah canggung. “Pak, ada tamu. Orang tua Mbak Lavanya.”

Aditya yang sedang memeriksa catatan langsung berhenti. Alisnya berkerut. “Di mana?”

“Mereka sudah ada di depan, Pak.”

Belum sempat ia bersiap, Pak Bagus dan Bu Dewi sudah berdiri di ambang pintu kantor kecil itu. Wajah mereka tegas, langkah mereka mantap. Lavanya berdiri sedikit di belakang, matanya langsung mencari Aditya, penuh harap sekaligus cemas.

Aditya memaksakan senyum. “Silakan masuk, Pak, Bu ....”

Tanpa ada basa-basi panjang, Pak Bagus langsung membuka suara. “Kami datang mau minta kejelasan.” Nada suara pria paruh baya itu datar, tapi tajam.

Aditya menarik napas pelan. “Tentang apa, ya, Pak?”

“Jangan pura-pura tidak tahu,” potong Bu Dewi. “Ini tentang hubungan kamu dengan anak kami.”

Aditya merasa ruangan itu mendadak terasa sempit. 

Lavanya mendekat, tangannya dengan berani melingkar di lengan Aditya. “Mas …,” bisiknya pelan, tapi cukup terdengar.

Pak Bagus melanjutkan, “Ada keluarga yang melamar Lavanya. Bukan orang sembarangan dan akan memberi maskawin yang jumlahnya sangat besar.”

Aditya terdiam, rahangnya menegang. Sementara Lavanya, memasang muka cemberut.

“Tapi anak aku menolak,” sambung Bu Dewi, kini menatap Aditya lurus. “Katanya dia memilih kamu.”

Lavanya mengangguk cepat. “Aku cuma mau sama Mas Aditya, Yah.”

Kalimat itu seperti dorongan terakhir. Aditya mengusap tengkuknya sebentar, lalu berkata, “Pak … Bu, aku memang serius sama Lavanya.”

“Kalau begitu, kapan kamu menikahi Lavanya?” tanya Pak Bagus tanpa jeda.

Pertanyaan itu membuat Aditya terdiam beberapa detik. Ia menimbang, lalu akhirnya berkata, “Aku, memang berencana mau menceraikan istriku secepatnya, Pak.”

Bu Dewi langsung bereaksi. “Kenapa?”

Aditya menjawab singkat, seolah itu alasan yang paling wajar. “Karena dia mandul.”

Hening sejenak.

Pak Bagus mengangguk pelan, ekspresinya mulai berubah. Tidak lagi setegang sebelumnya.

“Kalian menikah sudah berapa lama?” tanya pria paruh baya itu penasaran.

“Lima tahun. Kita sudah melakukan berbagai pengobatan, tapi tidak ada perkembangan,” jawab Aditya cepat.

Lavanya menatap kedua orang tuanya dengan penuh harap, lalu menambahkan, “Aku juga sangat mencintai Mas Aditya, Yah ... Bu. Aku enggak mau sama orang lain.”

Bu Dewi menghela napas panjang. Dadanya naik turun perlahan, seolah sedang menimbang sesuatu yang tidak ringan. Pandangannya bergeser pelan ke arah suaminya yang berdiri di sampingnya. 

Pak Bagus tidak langsung bicara, tetapi sorot matanya bertemu dengan istrinya. Dalam diam, ada percakapan yang tak terucap lewat tatapan mereka. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dan perhitungan untuk masa mendatang.

Di hadapan mereka, peternakan itu membentang luas. Kandang-kandang berjajar rapi, suara ayam terdengar bersahut-sahutan. Beberapa pekerja hilir mudik membawa pakan, sementara di sisi lain, truk pengangkut terlihat terparkir menunggu muatan.

“Lumayan besar juga,” gumam Bu Dewi pelan, tapi cukup jelas.

Pak Bagus mengangguk kecil. Tatapannya menyapu sekeliling, tidak melewatkan detail sekecil apa pun. “Bukan cuma besar. Jalan terus usahanya.”

Matanya kemudian berhenti pada sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari kantor kecil di ujung sana. Catnya mengilap, terlihat baru.

“Itu mobilnya Aditya?” tanya Bu Dewi, sedikit mencondongkan kepala.

“Iya, Bu,” sahut Lavanya cepat dari samping mereka. Wajahnya tampak berbinar, seolah bangga. “Mas Aditya yang beli tahun lalu. Dari hasil usaha ini juga.”

Bu Dewi mengangguk pelan. Bibirnya mengerucut tipis, lalu ia melirik lagi ke arah suaminya. Kali ini lebih lama. Ada kilatan yang berbeda di matanya. “Kalau usahanya seperti ini,” bisiknya pelan, nyaris tak terdengar, “masa depan Lavanya seharusnya aman.”

Pak Bagus tidak langsung menjawab. Ia menyilangkan tangan di dada, masih mengamati sekitar. Rahangnya sedikit mengeras, tanda pikirannya sedang bekerja.

“Yang penting jelas dulu statusnya,” balasnya akhirnya, suaranya rendah tapi tegas.

Lavanya yang berdiri di dekat mereka langsung menatap penuh harap. “Makanya aku bilang ke Ayah sama Ibu, kalau Mas Aditya serius sama aku.” Nada suaranya terdengar yakin. 

Bu Dewi tersenyum tipis, tapi bukan senyum hangat. Lebih seperti senyum seseorang yang mulai melihat peluang. “Kalau memang serius,” ucapnya pelan, “ya, harus ada kejelasan.”

Lavanya mengangguk cepat. “Ada, Bu. Mas Aditya cuma lagi cari waktu yang tepat.”

Pak Bagus menatap Aditya yang berdiri tidak jauh dari mereka. Pria itu tampak berbicara dengan salah satu pekerja, tapi sesekali melirik ke arah mereka.

“Waktu yang tepat,” ulang Pak Bagus pelan, seolah menguji kalimat itu.

Bu Dewi mendekat sedikit ke suaminya. “Yang penting, kita enggak salah pilih,” bisiknya.

Pak Bagus menarik napas panjang, lalu mengangguk kecil.

Di mata mereka, semua terlihat jelas. Peternakan ayam yang luas. Usaha yang berjalan lancar. Aset yang tampak nyata. Lalu, seorang pria yang terlihat mapan dan mencintai putrinya. Semuanya tampak menjanjikan.

Tanpa mereka sadari, apa yang mereka lihat hanyalah permukaan. Karena di balik semua itu, ada satu kebenaran yang belum mereka ketahui sama sekali, bahwa semua yang mereka nilai, hitung, dan harapkan bukan benar-benar milik Aditya.

Pak Bagus akhirnya berdeham pelan. “Kalau memang begitu …” Ia menatap Aditya lebih dalam. “Kamu selesaikan dulu urusanmu. Cerai dengan baik.”

Bu Dewi mengangguk setuju. “Jangan sampai berlarut-larut. Kalau memang dia tidak bisa kasih keturunan, ya, sudah tidak perlu dipertahankan.”

Lavanya langsung tersenyum lega. Tangannya semakin erat menggenggam lengan Aditya.

“Aku tunggu ya, Mas,” ucap Lavanya manja.

Aditya mengangguk, meski di dalam hatinya ada kegelisahan yang tidak ia tunjukkan. “Iya, sebentar lagi selesai.”

Pak Bagus menepuk bahu Aditya pelan. “Kami percaya kamu bisa bertanggung jawab.”

Kepercayaan itu terasa berat. Namun, bukan karena rasa bersalah, melainkan karena ia tahu semua ini dibangun di atas kebohongan yang belum terungkap.

Di sisi lain, Lavanya tersenyum puas. Dalam bayangannya, masa depan sudah terlihat jelas hidup nyaman, harta melimpah, dan Aditya sepenuhnya menjadi miliknya.

Sementara itu di tempat lain, seorang perempuan yang selama ini mereka anggap tidak berharga sedang bersiap merebut kembali semuanya. Dengan cara yang tidak akan mereka duga.

1
zahrahaifa
bener arka mending ngejauh daripada kena getahnye si mantan sableng cari aman aja biarin aje yg onoh mencak2
mimief
tapi emang laki laki yg bener tu kaya gini.
selalu bisa memberikan garis yg jelas buat mantan.
karena dengan kata kasihan itu gerbang pertama yg bikin semuaa jadi abu abu
keren si kamu ar,aku suka gayamu 😍
Sri Widiyarti
kebiasaan di novel kenapa mantan selalu kembali dengan tidak tahu malunya 🤦🤦🤦
Mundri Astuti
bagus arka jangan biarkan masa lalu kembali merecoki keluarga kamu yg skrg, kemuning mau menerima Arya itu poin pentingnya arka, sehingga bisa harmonis, masa lalumu tdk bisa kehadiran Arya di rmh tanggamu yg dulu
Jetva
keren..
Jetva
SUDAH BENAR ARKA RAK TANGANI KASUS TAMARA...DIPERSIDANGAN BISA SAZA MOMEN ITU DIPAKAI UTK MENGHUJAT BALIK TAMARA N ARKA..SECARA RAMLI DULU SELINGKUH DGN TAMARA..BISA SAZA ADA TUDUHAN TAMARA BALIK LAGI AMA ARKA ATW ARKA PEGANG KASUS TAMARA AGAR BERCERAI DR RAMLI AGAR BS KEMBALI BERSAMA TAMARA..........ARKA OTAKNYA SEHAT...TAMARA KAYAKNYA GA TAU DIRI...
Fyrly
Benar Arka tegas tidak mau menjadi pengacara Tamara biar meminimalkan dampak buruk bagi rumah tangganya, sepertinya Tamara mau memanfaatkan perceraiannya untuk mendekati Arka lagi
Lee Mba Young
Bagus Arka kl bisa teges gk berhub dng masalalu. krn nnti kl sidang a lot mereka bertemu tiap Hari pa gk cinlok lagi 🤣 palagi pernh berhub 😄. inget rasa lah...
gina altira
Sudah bener Arka jgn mau terlibat dengan masa lalu. Ada kemuning dan Ziya yg harus kamu lindungi,
Zhang Wuyang (张五阳)
jadian dong pliss kalau gak jadian ku jodohin sama walid
🌸 Sunshine 🌸: Enggak pernah nonton, Kak. Tahu Walid karena rame aja di grup sama cuplikannya di tiktok.
total 3 replies
Eonnie Nurul
laki2 ya gitu harus tegas kalau masih bisa jangan berhubungan dengan mantan dan lebih tepat nya buanglah mantan pada tempatnya 🤪
Sri Supriatin
Semoga tercapai beli HP barunya Thor, sy bc marathon nich 🤭💪💪💪
Vie
sama2 pernah merasakan hati yang hancur dan sekarang sama2 saling menyembuhkan dengan kekuatan cinta mereka berdua.... luka tidak akan pernah bisa hilang sepenuhnya, selalu meninggalkan bekas walau itu hanya samar,, dan itu akan tersimpan sangan jauh dan dalam di hati yang terdalam, tapi tidak sepenuhnya bisa ditutupi......
Sri Supriatin
Sedih bcnya Thor, pengalaman anak itu diurus n dioerhatiiin lebih meresap dan berbakti drpd dicerewetin... Tapj tergantung juga sy g. Bisa bandingin Karena cuma dititipin satu anak laki2... Alhamdullilah putraku sampe skrng buat ibunya bersyukur 🙏🙏🙏
Ma Em
Tamara penyesalanmu sdh terlambat , semoga saja Arkatama tdk akan kembali lagi pada Tamara setelah mendengar bahwa Tamara menyesal .
Ita rahmawati
nah kalo kamu beneran menyadari kesalahanmu Tamara harusnya kamu menjauh dari arkatama yg udh bahagia bknnya malah mendekat mepet LG 🤦
sengaja kamu ya jgn2 ada udang di balik batu 🤣
Retno Harningsih
up
Sugiharti Rusli
karena baik Arka dan Kemuning sama" korban pengkhianatan mantan pasangan nya, semoga mereka bisa saling menguatkan yah dalam mengarungi rumah tangganya,,,
Sugiharti Rusli
yah semua memang berasal dari kebodohan dan sifat egois seseorang yang mencari kesenangan dengan orang lain,,,
Sugiharti Rusli
makanya konsen Arkatama dalam membela seorang istri yang dikhianati dan disakiti karena ibu dan dirinya sendiri jadi korban yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!