NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jam lembur dan tamu yang tak diinginkan

Jam di dinding menunjukkan pukul 20.00. Kantor pusat Arshaka Group sudah sepi, hanya menyisakan beberapa lampu lorong yang meredup otomatis. Di lantai 45, Elfesya masih berkutat di depan monitor. Cahaya biru dari layar komputer memantul di wajahnya yang mulai tampak lelah.

Ia sedang menyusun ulang laporan audit yang tadi pagi dihina oleh Ravion. Ia tidak ingin memberi celah sedikit pun bagi pria itu untuk memecatnya esok hari.

"Sedikit lagi," gumamnya sambil mengetik angka-angka terakhir. Di samping keyboard-nya, sebuah foto kecil adiknya, Elric, yang sedang tersenyum menjadi satu-satunya penyemangatnya malam ini.

Tiba-tiba, suara denting lift terdengar. Pintu terbuka, menampakkan Ravion yang keluar bersama seorang wanita berbeda lagi—kali ini seorang model yang mengenakan gaun perak minim yang berkilauan. Mereka tertawa kecil, atau lebih tepatnya, si wanita yang tertawa manja sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ravion.

Langkah mereka terhenti saat melihat Elfesya masih ada di sana.

"Masih di sini?" Ravion bertanya, nadanya datar namun penuh selidik. "Mencoba membuatku terkesan dengan kerja lemburmu?"

Elfesya tidak mendongak, jemarinya tetap menari di atas keyboard. "Saya hanya menyelesaikan apa yang Bapak sebut 'sampah' tadi pagi. Saya tidak ingin besok pagi Bapak punya alasan untuk berteriak lagi. Itu tidak baik untuk kesehatan telinga saya."

Ravion mendengus sinis, sementara wanita di sampingnya mencibir. "Duh, Rav, sekretarismu ini kaku sekali ya? Seperti robot."

"Biarkan saja, Calista. Dia memang suka menyiksa diri," jawab Ravion sambil menarik wanita itu masuk ke ruangannya.

Namun, baru saja pintu ruangan Ravion tertutup, lift kembali berdenting. Kali ini yang keluar adalah Nenek Lastri dan Papa Ravion, Pak Arshaka. Wajah Pak Arshaka tampak keras dan tidak bersahabat, sementara Nenek Lastri terlihat cemas.

"Lho, Elfesya? Kamu belum pulang, Nak?" tanya Nenek Lastri, menghampiri meja sekretaris itu dengan langkah tergesa.

"Belum, Nek. Masih ada sedikit laporan," jawab Elfesya sambil berdiri dan menyalimi tangan Nenek serta mengangguk hormat pada Pak Arshaka.

Pak Arshaka hanya menatapnya sekilas dengan tatapan dingin yang identik dengan Ravion. "Di mana dia?" tanya Pak Arshaka singkat.

Belum sempat Elfesya menjawab, suara tawa dari dalam ruangan Ravion terdengar cukup keras. Pak Arshaka langsung berjalan menuju pintu dan membukanya tanpa mengetuk.

"Ravion!"

Di dalam ruangan, Ravion sedang menuangkan minuman, sementara Calista duduk di atas meja kerja Ravion dengan pose yang sangat tidak sopan. Pemandangan itu membuat Pak Arshaka mengepalkan tangan, dan Nenek Lastri membuang muka.

"Keluar," perintah Pak Arshaka pada Calista.

"Tapi, Om—"

"Aku bilang keluar sekarang sebelum aku memanggil keamanan untuk menyeretmu!" bentak Pak Arshaka.

Calista yang ketakutan segera menyambar tasnya dan berlari keluar melewati Elfesya dengan wajah merah padam.

"Papa, apa-apaan ini? Ini kantorku," ucap Ravion tenang, meski matanya menyiratkan kemarahan.

"Ini kantorku juga! Dan aku tidak akan membiarkanmu merusak nama baik keluarga dengan membawa wanita-wanita murahan itu ke sini setiap malam!" Pak Arshaka mendekat ke meja anaknya. "Kamu pikir Papa tidak tahu? Kemarin Clarissa, sekarang dia. Besok siapa lagi?"

"Setidaknya mereka tidak membosankan seperti pilihan Nenek," sindir Ravion sambil melirik ke arah pintu di mana Elfesya masih bisa mendengar semuanya.

Nenek Lastri masuk ke ruangan, wajahnya tampak sangat sedih. "Ravion, Nenek hanya ingin kamu punya seseorang yang tulus. Bukan mereka yang hanya mengincar kartu kreditmu. Lihat Elfesya, jam segini dia masih bekerja keras demi perusahaanmu, sementara kamu malah bersenang-senang dengan wanita yang bahkan tidak tahu cara mengeja kata 'kesetiaan'."

"Nenek, berhenti membandingkan mereka dengan gadis itu," balas Ravion tajam. "Dia di sini karena terpaksa, bukan karena tulus. Dia hanya butuh uang."

"Dan apa bedanya dia dengan wanita-wanita yang kamu kencani?" potong Pak Arshaka telak. "Setidaknya dia bekerja untuk uang itu. Bukan menjual diri dengan kemanjaan yang menjijikkan."

Suasana menjadi sangat tegang. Elfesya yang berada di luar merasa sangat tidak nyaman. Ia memutuskan untuk merapikan barang-barangnya.

"Maaf, Pak Arshaka, Nenek... laporan sudah selesai. Saya pamit pulang dulu," ucap Elfesya di ambang pintu, mencoba tidak ikut campur dalam drama keluarga itu.

Nenek Lastri menghampirinya. "Pulanglah, Nak. Biar supir Nenek yang mengantar. Ini sudah terlalu malam untuk gadis sepertimu naik kendaraan umum."

"Tidak usah, Nek. Saya—"

"Ini perintah, bukan tawaran," sela Pak Arshaka, suaranya sedikit melunak tapi tetap berwibawa. Ia menatap Ravion dengan tajam. "Biar supirku yang antar. Dan kamu, Ravion... ikut Papa pulang sekarang. Kita perlu bicara soal masa depanmu yang berantakan ini."

Ravion hanya diam, menatap punggung Elfesya yang mulai menjauh. Ada rasa kesal yang membara di dadanya karena lagi-lagi gadis itu menjadi alasan ia disudutkan oleh keluarganya sendiri. Bagi Ravion, Elfesya adalah pengganggu yang pelan-pelan merusak kendali yang selama ini ia bangun.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!