NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Bima

"Istriku terlalu emosi. Aku mewakilinya minta maaf padamu. Tolong jangan kau perpanjang masalah ini. Apalagi semua karena kau yang memulainya. Jadi, hentikan pengacaramu."

Bima berkata dengan wajah seriusnya di depan Riana, wanita yang dulu pernah satu kampus dengannya. Tapi tidak pernah dekat, seperti yang perempuan itu katakan pada Bima. Ia tidak pernah dekat dengan perempuan manapun dulu, karena yang ia cintai hanyalah belajar.

Tujuan utama Bima datang ke rumah sakit ini bukan untuk minta maaf. Karena dia paling tidak suka orang lain merendahkan Dami. Hanya dia yang boleh menyakiti istrinya, yang lain tidak boleh. Egois? Itulah dirinya kalau sudah berhubungan dengan Dami.

Alasan yang sebenarnya dia kemari adalah karena dia mendengar Riana telah menyuruh pengacaranya menuntut Dami. Tentu dia harus menghentikannya. Apalagi Dami bukan wanita biasa. Di belakang sang istri ada para mafia berkuasa. Dami keturunan mafia yang memiliki warisan penerus di tangannya. Yang dirugikan di sini pasti Riana juga.

Bima hanya ingin memberikan wanita itu peringatan sebelum dia masuk ke jurang yang akan dibuatnya sendiri.

"Kau menyuruhku jangan melaporkannya setelah wanita itu merusak wajahku seperti ini? Aku sampai perlu operasi berjam-jam Bim. Kau pasti tahu seperti apa rasanya kan?" Riana menatap Bima dengan ekspresi menahan kekecewaan. Tapi wajah laki-laki itu tetap datar, seakan tidak ada perasaan empati sedikitpun terhadapnya.

Riana tahu Bima memang seperti itu dari dulu. Tapi hari ini, jelas-jelas istrinya telah berbuat kesalahan yang fatal terhadapnya, tapi laki-laki itu masih juga membela orang yang bersalah.

"Kalau kau tidak menghinanya lebih dulu, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi. Istriku tidak pernah memulai pertengkaran kalau tidak ada yang memancingnya.

Riana kembali menatap Bima tidak percaya. Baiklah. Ingin dia menghentikan pengacaranya? Jangan harap. Dia bahkan akan menggunakan kekuasaannya menuntut agar wanita itu membusuk sekalian di dalam penjara. Keluarga Bima mungkin berkuasa, tapi dia juga punya relasi dengan hakim nomor satu negara ini. Dia yakin pasti menang.

"Aku tidak akan membatalkan laporanku." katanya.

"Aku punya banyak kenalan orang kelas atas. Adikmu memang kepala polisi dan keluargamu adalah keluarga besar yang sangat terhormat, tapi aku memiliki banyak sekali relasi orang-orang penting. Aku yakin aku tidak akan kalah. Apalagi aku adalah korban di sini." ia menambahkan.

Bima menatap wajah Riana dengan tatapan tetap tenang namun menusuk, tidak tergoyahkan sedikit pun mendengar ancaman yang dilontarkan wanita itu. Ia sudah menduga reaksi seperti ini, bahkan sebelum melangkahkan kakinya masuk ke ruang rawat itu.

"Kau boleh saja memakai segala relasi yang kau miliki, hakim, pengacara, atau siapa pun," ucap Bima pelan namun penuh penekanan, suaranya terdengar datar namun mengandung peringatan yang berat.

"Tapi kau juga harus tahu siapa yang kau lawan. Istriku? Dia bukan wanita biasa. Kau kenal Damian? Ethan? Matt? Nama-nama itu adalah nama yang bahkan ditakuti oleh Presiden. Dan istriku, dia memiliki darah mafia kejam yang mengalir di tubuhnya. Dia sudah membunuh orang-orang berkuasa di negeri ini. Kau pikir dia akan takut padamu? Kau pikir Damian mantan mafia kejam itu akan membiarkanmu mengusiknya? Dia akan mencincang-cincang tubuhmu sampai habis tak bersisa."

Riana tertegun sejenak, lalu tertawa sinis seolah mendengar lelucon yang tidak masuk akal. Wajahnya yang sebagian masih tertutup perban membuat tawanya terdengar aneh dan dipenuhi rasa meremehkan.

"Kau pikir aku percaya omong kosong itu? Hanya untuk menakut-nakutiku agar mundur?" katanya, meski nada bicaranya sedikit goyah. "Semua orang tahu Dami itu wanita biasa, gadis yatim piatu yang tidak punya siapa-siapa. Apa hubungan dia dengan nama-nama besar yang kau sebutkan itu? Itu hanya akal-akalanmu saja!"

Bima tidak tersinggung, justru sudut bibirnya terangkat sedikit membentuk senyum dingin yang tidak sampai ke matanya. Ia melangkah selangkah lebih dekat, membuat Riana secara refleks menegang dan bersandar ke sandaran tempat tidur. Suaranya kini lebih rendah, berat, dan menusuk ke dalam hati.

"Kau pikir orang yang bisa menguasai jaringan gelap di tiga negara berbeda, yang bisa membuat pejabat tinggi tiba-tiba hilang jejaknya hanya dengan satu perintah, akan memamerkan identitasnya di depan umum?" tanya Bima tenang.

"Kau pikir Damian, orang yang namanya saja membuat banyak orang gemetar ketakutan, akan melindungi sembarang wanita?"

Riana terdiam, wajahnya perlahan memucat. Ada sesuatu dalam tatapan mata Bima, keyakinan yang kuat, yang membuatnya mulai meragukan pendapatnya sendiri. Namun gengsi dan rasa dendam yang mendalam membuatnya tetap bersikap keras.

"Aku tidak percaya pada omonganmu.

"Terserah padamu," balas Bima singkat.

"Aku hanya ingin memberitahumu. Saat kau ingin berbuat sesuatu pada istriku, bukan hanya aku yang bergerak, tapi mafia-mafia kejam itu akan keluar dari sarang mereka, menghabisimu."

"Dan mereka tidak selembut aku yang masih memberi peringatan seperti ini," tambah Bima, suaranya tetap datar namun menusuk.

"Begitu ada yang menyentuh istriku, mereka tidak akan peduli siapa ayahmu, seberapa tinggi jabatan kenalanmu, atau seberapa berpengaruh hakim yang kau banggakan itu. Semua bisa lenyap dalam semalam tanpa jejak."

Riana menelan ludah, tangannya gemetar sedikit meski berusaha menutupinya. Bayangan nama-nama yang disebutkan Bima tiba-tiba terasa tidak lagi sekadar cerita. Ia pernah mendengar bisikan-bisikan di kalangan atas tentang kekuasaan gelap yang tak tersentuh hukum, tapi tak pernah menyangka hal itu benar-benar nyata, apalagi terhubung dengan istri Bima.

"Kau masih punya kesempatan terakhir," lanjut Bima, berbalik hendak pergi.

"Tarik laporan, terima ganti rugi yang aku tawarkan, dan semuanya selesai. Tidak ada yang akan mengganggumu lagi. Tapi jika kau tetap memaksakan kehendak ... jangan salahkan siapa pun jika akhirnya kau menyesal seumur hidupmu."

Pintu ditutup pelan, meninggalkan Riana yang kini duduk termenung. Rasa dendamnya perlahan tercampur rasa takut, membuatnya mulai mempertimbangkan kembali keputusannya sendiri.

1
Al Fatih
Emang begitu kan keadaan nya Dami...,, kalian masih belum bisa mengendalikan molly...,, jadi keamanannya Naya pun belum bisa d pastikan. Biarkan Naya bersama Langit.....
Al Fatih
Persis mason,, slalu menilai orang dari luarannya saja,, tanpa harus crosscek memastikan apakah itu benar atw tidak.
Lha emang ibu dan anak yaa,, jadi agak mirip🤭😄
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘯𝘢𝘺
Melia Gusnetty
kau atur aja anak mu...yg kyk setan itu...jgn kau paksa naya tinggal d rmh mu yg kyk neraka itu..bg naya. .didik ano mu dgn benar
Melia Gusnetty
enyah lh kau mason ..mengganggu ketenangan naya dn langit aja lo...sok bertanggung jawab lo...pdhl bpk lo dh ngizinin...bilang aja lo gk rela naya sm langit...sok ngatur..gk ada yg bagus sifat ank bima dn dami...menjijik kn aja semua nya...😏😏
Herman Lim
klo kalian ga hukum molly dgn baik dia Kan jadi wanita yg licik kyk ibunnya
Marhama Mappangara
Up lg dong please
Nurul
kok dikit 2 upnya sih thor??
Dian Rahmawati
👍👍
Agunk Setyawan
lha kamu aja gak bisa atur sama didik anak kamu dengan benar damini Gedeg jadinya
Ita rahmawati
untung kamu sadar diri Dami jd jgn byk tanya LG,, atur aja anak anakmu sendiri 🤣
Vtree Bona
cuma segitu aja Dami belain Naya,pada hal di titipin amanat sama mama papa nya
Alby Raziq
bagus Naya km Uda gede tau mana yg baik dan mn yg buruk buat dr kamu
Fitria Syafei
Naya kereen 😍 kk cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
Aida Kamil
bgus naya krna bima dan dami sdh tdk dpat dipercaya mnjaga kamu. sdh bberpa kali kamu dditnah anakx dcelakai anakx. dan kamu hrus mnjauh dr si ular moly. biarkan moly mndpatkan azab nya smoga moly celaka dtbrak mobil aetum dan ccat permanent wjahx. kakix tganx dan koma 5 tahun biar kapok dan bgitu sadar dia lgsg bnuh diri malunampak kan diri d dpan org jd nasib moly hrus mati tragis dgn ccat fsik
Mutia Efrida
Good naya. Ternyata sifat Mason yang sok iyes nurun dari dami, yg menganggap dirinya lebih baik dr orang lain, gak percaya sm orang lain, padahal dia sendiri jg gak bisa di percaya kwkwkwkwk

Thor please, eva & keny harus suka & sayang sm langit ya, harus merestui naya & langit, jangan ada episode gak setuju dari ortu naya utk langit 😭😭😭😭
LANY SUSANA: betul Mason sok baik dan ngeyel mirip ibunya
dan. Molly guk 2 mirip tante nya Bima yg jahat
total 2 replies
Enah Siti
aku kira ayah ya naya pak antoniy bukan keniy lupa 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Husniati
kok up nya dikit " thor,ayo dami urus anak mu biar jadi anak benar ya.
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘮𝘪
Ita rahmawati
iya itunya Dami,, liat kn ulah anakmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!