Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer
Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.
Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.
Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.
Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman
Dami terdiam sejenak mendengar bisikan ibu mertuanya, matanya melirik sekilas ke arah Bima yang masih berdiri di kejauhan dengan rahang mengeras. Ia tahu menolak secara terang-terangan hanya akan menimbulkan pertanyaan yang tidak perlu dan justru membuat situasi semakin mencurigakan. Dengan hati-hati, ia mengangguk pelan, berusaha menyembunyikan ketidaknyamanannya.
"Baiklah, sekali saja," jawabnya singkat, lalu membiarkan Jeremy memimpinnya menuju lantai dansa.
Begitu irama musik yang lembut mulai mengalun, Jeremy memeluk pinggang Dami dengan jarak yang terlalu dekat, membuat wanita itu segera menegang. Tangannya hanya diletakkan sekilas di bahu pria itu, berusaha menjaga jarak sejauh mungkin. Begitu mereka mulai berputar mengikuti irama, Dami segera berbisik dengan nada dingin dan tegas, berusaha agar suaranya hanya terdengar oleh mereka berdua.
"Jangan buat keributan di sini, Jeremy. Ini acara penting, hargai tempat dan orang-orang yang hadir."
Jeremy hanya tertawa pelan, suaranya rendah namun penuh godaan. Ia mempererat sedikit pelukannya, membuat Dami semakin tidak nyaman.
"Kau membuatku kesulitan menemuimu selama satu bulan ini. Memangnya kau tidak merindukan sentuhanku sedikit pun? Seperti malam itu." bisiknya kembali, matanya menatap tajam ke dalam mata Dami.
Mendengar kata-kata itu, amarah Dami perlahan memuncak. Tanpa ragu, ia mengangkat tumit sepatunya yang runcing dan menginjak kaki Jeremy dengan cukup keras, tepat di bagian telapak kakinya.
"Au!" Jeremy mendesis tertahan, wajahnya sedikit berubah karena rasa sakit.
"Kau gila. Jangan pernah berani mengganggu aku dan kak Bima lagi. Pernikahan ini nyata, dan aku tidak ingin ada urusan apapun lagi denganmu. Paham?" desis Dami dengan pandangan tajam, tidak gentar sedikit pun.
Namun Jeremy hanya tersenyum miring, seolah tidak menghiraukan ancaman atau rasa sakit itu. Ia tetap mempertahankan cengkeramannya, tidak berniat melepaskan Dami.
Dami mencoba mengalihkan pandangan, dan saat itulah matanya menangkap sosok Bima yang berjalan mendekat dengan langkah tegas dan cepat. Wajah pria itu terlihat dingin namun matanya menyimpan amarah yang siap meledak kapan saja. Tangan Bima terkepal erat di sisi tubuhnya, dan setiap langkahnya terasa penuh tekanan. Jantung Dami berdebar kencang, bukan karena takut pada Jeremy, tapi karena ia tahu reaksi Bima pasti akan membuat situasi semakin rumit.
Belum sempat ia berkata apa-apa, Bima sudah berdiri tepat di hadapan mereka. Tanpa basa-basi, ia meraih pergelangan tangan Dami dan menariknya perlahan namun pasti dari pelukan Jeremy.
"Sekarang giliranku. Aku ingin berdansa dengan istriku," ucap Bima dengan nada datar namun penuh wibawa yang tidak bisa dibantah.
Jeremy hendak menolak, namun tatapan tajam Bima membuatnya terdiam sejenak. Bukan takut, dia adalah sosok laki-laki kejam yang tidak takut dengan apapun. Tapi di sini dia ingat peringatan Dami tadi yang bilang jangan mengacau. Dengan senyum sinis, ia akhirnya melepaskan Dami.
"Silakan. Aku tidak apa-apa berbagi. Dia akan tetap ada di hatiku."
Bima yakin sekali kalau tidak ada banyak orang yang melihat, dia sudah menonjok laki-laki itu. Ia langsung memeluk pinggang Dami lebih erat dari seharusnya, posisinya terlalu dekat dan terlihat penuh kepemilikan. Mereka mulai berputar mengikuti irama musik, namun suasana di antara mereka terasa kaku dan panas.
"Kau pasti merindukannya, bukan? Kau pasti ingin disentuh oleh cinta pertamamu itu, jujur saja." bisik Bima dengan nada dingin dan penuh tuduhan, napasnya terasa hangat namun menusuk di telinga Dami.
Dami menggeleng cepat, matanya menatap wajah Bima yang terlihat sulit dibaca.
"Kak Bima, kau salah paham. Aku ingin menolaknya, tapi situasinya sulit mmphh ..."
Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Bima tiba-tiba menundukkan kepalanya dan mencium bibir Dami dengan kasar namun penuh gairah yang terpendam. Ciuman itu bukanlah ciuman lembut penuh kasih sayang, melainkan ciuman yang panas, penuh amarah, dan jelas bertujuan untuk menunjukkan siapa yang berhak atas Dami.
Seluruh ruangan seolah hening sejenak. Semua mata tertuju pada mereka, terkejut melihat sikap Bima yang tiba-tiba berubah drastis. Padahal laki-laki itu terkenal sangat sopan, tapi kini dia malah mencium wanita di depan banyak orang dengan cara yang seperti... Ya, walaupun wanita itu adalah istrinya sendiri.
Dami tertegun sejenak, matanya terbelalak lebar karena kaget, sebelum akhirnya ia memejamkan mata dan membalas sedikit demi sedikit, menyadari bahwa ini mungkin satu-satunya cara untuk menenangkan situasi dan membuat Jeremy mengerti batasannya. Dima sempat terhenti sebentar karena Dami membalas ciumannya, lalu kembali melumat bibir wanita dengan kasar dan penuh dominasi.
Jeremy yang melihat kejadian itu menatap dengan pandangan memerah karena marah. Tangannya yang memegang gelas berisi minuman keras terkepal erat, buku-buku jarinya memutih. Ia siap melempar gelas itu ke arah Bima atau bahkan melangkah maju untuk memisahkan mereka, amarahnya sudah mencapai puncaknya.
Namun tepat saat ia hendak bergerak, sebuah tangan besar dan kuat menahan bahunya dengan tegas.
"Jangan berbuat bodoh di sini, Jeremy. Ini tempat umum, dan kau adalah tamu. Aku tidak ingin mengusirmu dengan cara yang tidak menyenangkan," suara berat dan tegas terdengar dari sampingnya.
Jeremy menoleh dengan kasar, dan mendapati Damian sudah berdiri di sampingnya dengan pandangan tajam yang mengintimidasi. Di belakangnya, beberapa pengawal yang berpakaian rapi juga berdiri siaga, siap bertindak jika diperlukan.
Jeremy mengeratkan rahangnya, menahan amarahnya. Ia tahu jika berbuat kasar sekarang, itu hanya akan merugikan Dami. Dengan napas yang teratur, ia melepaskan genggamannya pada gelas itu dan tersenyum sinis.
"Baiklah, akan ku tahan," ucapnya sambil melepaskan diri dari pegangan Damian, lalu berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu dengan langkah berat, tidak mau menampakkan kekalahannya.
Sementara itu, Bima perlahan melepaskan ciumannya, matanya menatap tajam ke arah pintu tempat Jeremy menghilang, sebelum akhirnya beralih menatap wajah Dami yang terlihat memerah dan napasnya terengah.
"Gerakanmu kaku sekali barusan." bisiknya pelan, lalu beranjak pergi menjauh darinya.
Dami hanya menunduk, jantungnya masih berdebar kencang. Ia tidak tahu apakah harus merasa lega atau justru semakin bingung dengan sikap suaminya yang tidak terduga ini.
Di ujung sana, ada banyak wanita yang terus menatapnya dengan pandangan berbeda-beda. Paling banyak iri.
kmu hrsnya paham dgn kata2 Jeremy(Mau berbagi)Gak Ada Yg mau berbagi cinta&fisik dri orang yg kita cintai...hrsnya kmu sadar Bima klu udah mati rasa gak akan menghentikan dansa kmu&jeremy..krna dia cinta jdi dia gak mau miliknya di sentuh sma yg lainnya...Bima Marah krna Kesalahan Istrinya Fatal..meskipun bgtu DI SAAT MABOK PUN YG DI TMENIN ARSEN DIA JUJUR GAK BISA BENCI MESKIPUN KMU UDAH NYAKITIN BGTU PARAAH..MASIH TTP CINTA&GAK BISA LIAT KMU NANGIS..TAPI KATANYA2 GAK SEMENYAKITKAN ETHAN SAAT TAU DIRA HANYA DI COSPLAY SMA JEREMY GA SAMPAI HUB BADAN(PDHL DIRA BLM JDI ISTRI ETHAN SAAT ITU)ETHAN NYAKITIN BNGT KATA2NYA...NAHH BIMA SUAMI DAMI MSH BISA TINGGAL 1 ATAP MESKIPUN MSH CUEK TAPI YAKIN BIMA CINTA SMA DAMI😭😭😭😭😭
soaly kasian cuma jadi peran FIGURA aja .
kan kasian🙏🙏🙏
gak di cerita Dira gak di Sini cuma jadi Figura 😄✌️✌️✌️
jahat Banget gak sih.
semangat pendukungnya dami jeremy episode masih panjang masih bisa berharap
sama ka mae 🤭
jangan biarkan dami dan Bima intim dulu ka mae ya🙏
tunggu sampai dami hamil nanti
kasian jeremy
i love you dami jeremy😍