NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: tamat
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Suasana di sekitar mereka terasa mendadak dingin. Padahal matahari siang masih bersinar hangat di halaman rumah sakit.

Sahir yang berdiri di samping Sahira mulai menatap bingung ke arah ibunya dan Saga secara bergantian. Anak kecil itu tidak mengerti kenapa wajah ibunya tiba-tiba berubah tegang.

Sementara Saga masih berdiri diam, menunggu jawaban. Tatapannya tak lepas dari Sahira. Namun, yang ia dapatkan justru keheningan panjang.

Sahira menggenggam tangan Sahir lebih erat sebelum akhirnya menarik napas perlahan. Ketika ia kembali mengangkat wajah, matanya sudah memerah menahan sesuatu yang sejak tadi ia pendam.

“Dokter Saga,” ucapnya pelan, nada suaranya terdengar dingin.

“Dokter tidak berhak menanyakan urusan pribadi keluarga pasien.”

Saga terdiam.

“Itu bukan ranah seorang dokter,” lanjut Sahira dengan suara yang mulai bergetar. “Dan saya rasa … dokter cukup tahu batas profesional saja.”

Kalimat itu terdengar seperti tembok. Membuat jarak di antara mereka terasa semakin nyata. Namun, Saga justru menatapnya semakin dalam.

“Profesional?” ulangnya pelan.

Sahira menahan napas sesaat sebelum melanjutkan,

“Iya.”

Tatapannya perlahan jatuh pada Sahir yang masih memegang cup es krim di tangan kecilnya. Lalu kembali lagi pada Saga.

“Dan saya juga minta…” suara Sahira melemah sedikit, namun tetap terdengar tegas, “dokter jangan terlalu baik sama anak saya.”

Alisnya mengernyit tipis.

“Apa maksud kamu?”

Sahira menggigit bibirnya pelan sebelum berkata lirih,

“Karena dokter bukan siapa-siapa untuk dia.” Kalimat itu menusuk lebih dalam dari yang ia bayangkan sendiri.vNamun Sahira tetap memaksa dirinya kuat.

“Kita juga bukan siapa-siapa lagi satu sama lain,” lanjutnya pelan. “Hubungan kita cuma dokter dan keluarga pasien.”

Tak ada suara selain angin yang berembus pelan di taman rumah sakit. Sementara Sahir mulai merasakan suasana aneh di antara mereka. Anak kecil itu perlahan memegang ujung baju Sahira.

“Ibu…”

Namun Sahira tetap menatap Saga.

“Jadi…” suaranya mulai melemah, “tolong jangan buat anak saya terlalu dekat dengan dokter.”

Tatapan Saga perlahan mengeras. Entah kenapa dadanya terasa sesak mendengar semua itu. Lima tahun lalu, Sahira pergi meninggalkannya. Dan sekarang wanita itu kembali membuat garis tegas di antara mereka. Seolah dirinya benar-benar orang asing.

Saga tertawa kecil namun tak ada kehangatan di sana.

“Hanya dokter dan keluarga pasien?” ulangnya lirih.

Sahira tidak menjawab.

Karena kenyataannya kalimat itu bahkan lebih menyakitkan untuk dirinya sendiri. Saga menatapnya beberapa detik lebih lama sebelum akhirnya berkata pelan,

“Kamu berubah.”

Mata Sahira kembali memanas namun ia memaksa dirinya tetap tegak.

“Orang memang bisa berubah, Dok.”

Panggilan itu kembali terdengar asing di telinga Saga, bukan suara lembut seperti dulu. Melainkan jarak yang sengaja diciptakan dan anehnya hal itu jauh lebih menyakitkan daripada kebencian.

Suasana di antara mereka masih terasa tegang. Tatapan Saga belum lepas dari Sahira sejak wanita itu mengatakan bahwa dirinya bukan siapa-siapa lagi bagi Sahir.

Kalimat itu terus terngiang di kepala Saga, membuat emosinya perlahan naik tanpa bisa ia tahan. Sementara Sahira berusaha tetap tenang meski dadanya terasa sesak.

Ia hanya ingin segera pergi dari sana. Sebelum semuanya menjadi lebih rumit. Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Notifikasi pesan masuk. Sahira refleks menunduk melihat layar. Satu pesan transfer masuk dari Revano.

[Untuk bayar rumah sakit Sahir. Jangan nolak lagi.]

Jantung Sahira langsung berdegup tak nyaman. Belum sempat ia membalas ponselnya kembali berdering. Nama yang muncul di layar membuat udara di sekitar mereka terasa berubah, Revano Aditya.

Tatapan Saga langsung jatuh pada layar ponsel itu. Rahangnya perlahan mengeras.

Sementara Sahira tampak ragu beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat panggilan tersebut.

“Halo…”

[Ra?] suara Revano terdengar dari seberang. [Kamu kenapa nggak balas pesan aku? Sahir gimana sekarang?]

Tatapan Saga semakin tajam dan Sahira menyadarinya. Menyadari pria itu sedang memperhatikan setiap gerak-geriknya. Perlahan, Sahira menggenggam ponselnya lebih erat. Lalu dengan suara yang sengaja dilembutkan, ia berkata,

“Iya, Sayang … aku tadi lagi ngurus administrasi rumah sakit.”

Kalimat itu menghantam Saga tepat di dadanya. Tatapan pria itu berubah gelap seketika. Sementara Sahira memaksa dirinya tetap tenang meski jemarinya mulai dingin.

[Oh ya?] suara Revano terdengar lega. [Terus kondisi Sahir gimana?]

“Udah lebih baik,” jawab Sahira pelan sambil melangkah menjauh. “Sebentar lagi kami pulang.”

Sahir yang berdiri di dekat ibunya tampak bingung melihat perubahan suasana itu. Namun, Sahira terus berjalan sambil menempelkan ponsel ke telinganya.

[Iya … nanti aku telepon lagi, ya.]

Tanpa berani menoleh ke belakang, Sahira meninggalkan Saga yang masih berdiri diam di tempatnya. Tatapan pria itu mengikuti langkahnya. Tatapan yang tajam dan penuh amarah yang perlahan memuncak di dalam dirinya.

Kata sayang itu terus terngiang di kepala Saga. Lima tahun lalu, ia memergoki Sahira bersama Revano. Dan sekarang wanita itu memanggil sahabatnya sendiri dengan panggilan yang dulu hanya diberikan untuk dirinya.

Saga tertawa kecil. Namun tak ada sedikit pun kehangatan di sana. Tangannya mengepal kuat di samping tubuhnya. Rahangnya menegang. Sementara sesuatu di dalam dadanya perlahan terasa terbakar api cemburu. Ternyata rasa sakit yang dulu belum pernah benar-benar hilang.

1
Mamah Dini11
sukurlah kmu udh. nyampe semoga kedatanganmu bisa mengubah khidupan sahira dn sahir menjadi lbh baik dn mengakhiri penderitaan mereka ,makasih saga udh datang
Mamah Dini11
semoga si aldi gk menemukan saga. jelas kalau si aldi pasti saga di perdaya lgi lindungi saga thor pliisss 🙏
Mamah Dini11
aldi di percaya dia jahat nyonya sm kayak nyonya
Mamah Dini11
ohhhh jadi dalang. di blk itu semua ternyta si aldi dn si clarA manusia busuk itu , kalau saga tau dia gk akan mau sm si clara. gk tau diri itu , klau. kmu suka sm saga kenapa. bkn kmu aja yg melayani si saga bkn nya orng lain di korbanin dasar jalang , awas aja tunggu pembalasan saga, baru tau rasa kmu. clara
Mamah Dini11
semoga aldi. gk jahat
Mamah Dini11
itu keputusan bagus sahira bkb menghindari. saga tpi lbh baiknya menjauh dari ke 2 manusia pengacau itu , kalau saga gk bisa di hindari ke manapun kmu pergi pasti dia mencarimu karna setelah tau semuanya saga tak kan diam terlbh ada anaknya bersamamu,dn semoga ke depan nya kmu bisa bersama menjadi. kluarga bahagia , dn sahir butuh sosok seorang ayah ,moga kluarga saga bisa menerima pelan2, semangat sahira kmu. harus kuat jgn lemah apalagi. lembek. 💪💪💪💪💪
Amiera Syaqilla
hello author😁
Mamah Dini11
dua kali salahpaham si saga, pasti tunangan sm so ririn di percepat , kmu vano main peluk2 man ada kekasihmu do Sana gk takut dia cemburu
Mamah Dini11
jadi doktr nya agak lemot kmu mh ,gk gesit dn gk cepat peka begitu Ada yg ganjil Dari anak itu lgsung yg lain mh ngambil tindakan ,INI banyak berbelit2 Dan banyak mikir si saga mh
park jum
jadi curiga, jangan² sahira ma revano kembar
Mamah Dini11
kmu ITU lupa apa pikun saga apa ngeles atau per nah ngelus NASA sahira Hamil beg it u Saja, pantesan gk penasaran tes dna
park jum
in saga i betulan dokter?? tapi otak nya sangat lemot
Mamah Dini11
revano km jujur Aja ke saga Kalau ketemu , biar gak Ada salahpaham lgi, biar kmu bisa tenang ,apalagi kmu udh punya kekasih, biar jelas semuanya ITU lbh baik kayak nya,
Mamah Dini11
jujur aja sahira daripada di sangka yg bkn2
Wayan Sucani
Sepertinya Sahir anaknya Saga dech
Mamah Dini11
boleh jujur gk sahira anal siapa ITU. Kalau sahir anak saga bicaralah baik2 pd saga siapa tau Dia menerima nya dgn baik pula dan mungkin hidup kmu juga lbh baij kedepan ny demi anakmu
Mamah Dini11
APA gk penasaran kmu saga sm anak ITU mirip kamu gk. cobra tes DNA siapa tau cocok dgnmu
Mamah Dini11
asalamualaikum Ku mampir ni ikut nimbrung moga céritany bagus. dn menarik
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
anak Sahir 🤔🤔🤔
Aisyah Alfatih: Anakku Sahir tepatnya 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!