NovelToon NovelToon
AKU YANG DIPANDANG HINA

AKU YANG DIPANDANG HINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:613.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Dimata publik, kehidupan wanita bernama Ayunda sangatlah sempurna. Karir cemerlang, ekonomi mapan, paras cantik jelita dengan senyum menawan.

Namun dibalik itu semua, Ayunda memeluk lara seorang diri. Dipaksa bertanggung jawab atas dosa tidak pernah dilakukannya.

Sedari kecil, hidup Ayunda bak di neraka, diperlakukan semena-mena, haknya sebagai seorang anak dirampas.

Ketika dewasa, sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya, serta melakukan hal besar demi memperjuangkan masa depan yang hampir direnggut paksa.

Rahasia apa yang coba disembunyikan oleh Ayunda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 03

Vinira Guntara berdiri seraya bersedekap tangan, memandang dengan sorot mata merendahkan wanita yang bergeming, masih berdiri di batas tepi teras.

Ayunda tidak menyanggah maupun mencoba membela diri, yang dia lakukan hanyalah diam seperti biasanya.

“Gua kira kisah pelakor berhenti di nyokap lu, sayangnya malah dilanjutkan keturunan yang sama binalnya.” Vini melirik mobil Toyota Yaris warna putih keluaran tahun terbaru, terparkir di halaman depan hunian orang tuanya.

“Mobil itu kubeli dengan cara mencicil setiap bulannya,” jawab Ayunda santai.

“Lu pikir gua percaya? Hello … gaji lu gak seberapa, tapi gaya hidup hedon, kalau gak jual diri mana mungkin sanggup,” tuduhnya tanpa raut rasa bersalah.

Ayunda naik ke lantai teras, tidak lagi mau menanggapi. Percuma. “Kali ini apa tugasku? Masih sama seperti sebelumnya kah?”

Cih …. “Lagak lu, najis banget. Masuk gih, nyokap dan bokap gua butuh pelampiasan biar awet muda.” Bibirnya mencibir, lalu berbalik badan masuk ke hunian mewah.

Langkah kaki Ayunda tetap tenang, nyaris tidak menimbulkan suara derap kaki. Dia menatap lurus, enggan memperhatikan interior rumah terdapat banyak pajangan bernilai tinggi bahkan ratusan juta rupiah.

Pada ruang keluarga luas, anggota keluarga Guntara tengah duduk di sofa mewah berbahan kulit. Perlahan perhatian mereka teralih lalu menatap lekat wanita dibelakang Vinira Guntara.

“Apa kau merasa sudah hebat, Benalu? Harus dihubungi dulu baru sudi datang?” tanya wanita paruh baya, berpenampilan elegan, rambut pendeknya serasi dengan wajah berbentuk oval, dia adalah Serlina Guntara.

“Maaf, Nyonya. Saya sedang sibuk, selepas jam kantor masih harus membawa pulang berkas yang perlu diselesaikan,” suara Ayunda berada pada intonasi sedang, dia tatap sekilas sosok sedari dulu selalu memanggilnya benalu.

Ckk …. “Jabatan tak seberapa, gaji pun sudah pasti rendah, berani sekali kau membuat putri kesayanganku sampai menghubungimu cuma untuk mengingatkan anak tak tahu diri macam kau ini. Duduk di sana!” Dagunya bergerak ke arah bagian sela sofa yang mana terdapat bangku lipat khusus untuk Ayunda.

Ayunda menurut, duduk di tempat yang tidak pernah berubah, sebuah kursi lebih rendah daripada sofa – mempertegas statusnya di rumah ini.

Sang kepala keluarga – Sarda Guntara, enggan menatap wanita yang memiliki sedikit kemiripan dengan wajahnya. “Sabtu malam, temui salah satu kolega bisnis kami. Kau harus memuaskan dia sampai berhasil menjalin kerja sama dengan Guntara group.”

“Meski kini kau telah dewasa, tinggal entah dimana, tak serta-merta bisa lepas dari dosa yang ibumu lakukan dulu. Sampai batas waktu yang telah ditentukan, kau wajib membayar setiap rasa sakit akibat wanita bejat itu!” timpal kejam sang nyonya rumah.

“Saya tidak akan lupa dari mana asal diri ini, Nyonya. Sampai hembusan napas terakhir – saya tetap ingat jika terlahir dari rahim wanita perebut kebahagiaan kalian. Yang mana harus membayar karma atas perbuatan tak pernah saya lakukan,” katanya tenang, tanpa terdengar nada bergetar, mata berkaca-kaca.

"Baguslah kalau kau tahu diri.” Sarda Guntara menegakkan punggung, memandang penuh kebencian pada salah satu darah dagingnya sendiri. “Jalang itu sengaja menjebakku, lalu memeras kami demi keberlangsungan hidup glamornya. Sekarang kau lihat hidupnya, sangat bahagia diatas derita putri kandungnya sendiri yang dibuang saat masih berumur empat puluh hari.”

“Ya, saya menyaksikan setiap senyum, rasa bangga serta bahagia dia yang telah memiliki keluarga harmonis,” Ayunda menanggapi santai, seolah tengah membahas hal remeh.

“Beritahu saja siapa klien yang harus saya puaskan, dan dimana tempat melampiaskan nafsu itu,” katanya tegas tanpa mau menatap siapapun.

"Dasar pelacur murahan!” hina pria berpostur gagah yang sedari tadi cuma menonton.

Ayunda mendongak dan langsung bertemu tatap dengan netra yang memandang hina dirinya. “Bukankah kalian yang menjadikan aku layaknya wanita jalang? Setiap kali kesulitan menghadapi rekan bisnis, maka aku yang disodorkan sebagai umpan. Benar bukan?”

Efendi Guntara, putra sulung Sarda dan Serlina mendecih, sorot matanya penuh rasa jijik tertuju pada wanita yang tidak lain adalah adik kandungnya hanya beda ibu.

“Sekarang kau boleh pergi dari sini! Jangan lakukan kesalahan sedikitpun kalau tidak mau identitasmu sebagai anak haram terbongkar!” ancam Serlina, muak sudah dia harus satu ruangan dengan seseorang yang memiliki mata sama persis seperti wanita telah menghancurkan biduk rumah tangganya.

“Baik.” Ayunda berdiri, tersenyum lembut seraya menundukkan kepalanya, lalu melangkah mantap meninggalkan ruang keluarga yang tidak pernah mengharapkan kehadirannya.

Kala hendak berbelok di antara ruang keluarga dan bagian tangga tertutup dinding tinggi, sejenak napasnya tertahan ketika bertemu tatap dengan seseorang.

“Selamat malam tuan Daksa, nona Syafira.” Ayunda sedikit menunduk, menyapa sopan bos dan tunangannya.

Wanita cantik bertubuh seksi yang sengaja mengenakan gaun ketat tersenyum miring, memandang hina bawahan tunangannya. “Capek-capek mengejar beasiswa, berharap bisa merangkak sampai puncak karir, ujung-ujungnya cuma jadi asisten sekretaris. Sungguh perjuangan yang sia-sia bukan, Ayunda?”

Ayunda mengangkat dagu, dibalasnya tatapan mengejek itu dengan senyum lembut. “Anda benar, Nona. Bagi mereka yang terlahir dari sendok emas, jabatan saya bagaikan keset kaki. Namun, saya bangga dengan apa yang telah diri ini capai.”

“Selamat menikmati pertemuan keluarga, Nona dan Tuan. Saya permisi dulu. Selamat malam.” Dia kembali mengangguk sopan, lalu berjalan dengan langkah tegas. Tidak berminat ikut campur pertemuan tiga keluarga terpandang sekaligus berpengaruh.

Syafira Bekti menatap penuh rasa hina wanita yang tengah berjalan anggun.

Sedangkan Daksa Wangsa, sama sekali tidak melirik maupun memperhatikan salah satu bawahannya di kantor.

Keluarga Wangsa, Guntara, dan Bekti, sudah bersahabat sedari kakek nenek generasi ketiga. Mereka hampir menguasai setiap aspek bisnis menggurita.

Guntara group, menggeluti bisnis kesehatan, dan mempunyai rumah sakit skala internasional.

PT Bekti, bergerak dibidang usaha otomotif dan peralatan rumah tangga.

Begitu sampai pada parkiran mobil, Ayunda menghela napas panjang. Netranya berkilat kala menatap bagian bodi samping mobil yang baru berumur dua bulan di tangannya.

.

.

Bersambung.

1
Nabila Nabil
mampusssss salah si effendy yg kena ardo sama yeri... kasihan banget....
Ruwi Yah
semoga mas2 yg punya anjing nih yg datang mau menolong Yunda
Nabila Nabil
hajaaar aja yeri... ama yeri aja kalah... gimana sama Ardo... 🤣🤣🤣
Nabila Nabil
ini bodyguard bodyguardnya mana sih..... 😤😤😤😤😤 daksa tau mati semua kalian nanti... 😤😤😤
mamaqe
okeeyyy saat semuanya terungkap💃💃💃💃
mamaqe
tanya daksa mbah utiiii🤣🤣
mamaqe
tobat lah ..meratap aja buat apaa...sia sia pak tuaaa
Cublik: Mau buat lagu meratapi nasib dia, Maq🤣
total 1 replies
mamaqe
betul2 kuntilanak salehah kamu yun🤣🤣🤣🤣
Dew666
💟💟💟💟
Aurel Bundha
lanjut💪💪💪
lyani
duda manis ini
lyani
owalahh peliharaan si Pendi toh binar ini
Zeliii... S
Mulai skrg segera jemput Ayunda & jgn jauh² lagi... bereskan semua manusia iblis itu agar mereka jera...!!!
🌷💚SITI.R💚🌷
ya Allah..ikut tegang jg kawatir bangeet
Zeliii... S
Ayo... Daksa segera jemput Ayunda...
🌷💚SITI.R💚🌷
lah knp bisa lepas ya..smg ga jd rumit de
🌷💚SITI.R💚🌷
oh binar toh yg jd simpsnan fendi..
Iis Dawina
sy ko berprasangka SM si hitam manis itu ya ...yg ketemu Yunda itu
Moms Rafi-alhusaini 🌺
ada nama Daksa kan digelang itu 😩
Cublik: Lah iya, Kak
total 1 replies
Moms Rafi-alhusaini 🌺
ternyata binar mainan Efendi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!