NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Qi Refining tahap awal

Pagi hari datang perlahan. Matahari mulai naik, cahayanya menembus jendela kamar Yun Zhu, menyelimuti ruangan dengan kehangatan yang lembut.

Kelopak mata Yun Zhu bergetar.

Perlahan, ia membuka matanya. Pandangannya masih berat, lingkaran hitam samar terlihat jelas di bawah matanya. Tubuhnya terasa lemas, seolah seluruh tenaga terkuras habis.

Ia bangkit perlahan, duduk di tepi ranjang.

Tangannya naik, memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.

"Sangat... lelah," gumamnya serak.

Napasnya berat. Ia menarik udara dalam-dalam, mencoba menenangkan tubuhnya sendiri yang masih terasa asing.

Beberapa saat kemudian, ia menoleh ke samping.

Di sana, Tianqiong masih terlelap dalam tidur yang lelap. Bahunya yang polos terlihat begitu mulus dan seputih susu. Yun Zhu sangat sadar bahwa saat ini Tianqiong tidak mengenakan sehelai benang pun di balik selimut itu.

Reaksinya tetap tenang meski pemandangan di depannya cukup menantang. Tubuh Tianqiong memang tertutup selimut, namun bagian belahan dadanya sedikit terekspos ke udara terbuka.

Tianqiong sedikit bergerak.

Selimut itu sedikit turun.

Yun Zhu langsung mengalihkan pandangan.

Terlalu sadar.

Terlalu dekat.

"Bagaimana bisa jadi seperti ini..."

Suaranya pelan, hampir tak terdengar.

Ia menatap ke depan, namun pikirannya sudah melayang kembali ke kejadian semalam.

Semuanya terasa... tidak nyata.

Dari siang hingga malam.

Ia bahkan tidak benar-benar ingat kapan semuanya dimulai dan berakhir. Yang ia tahu, dirinya terus dipaksa mengikuti ritme Tianqiong.

Wanita itu—

Tidak pernah terlihat lelah.

Setiap kali Yun Zhu merasa sudah mencapai batasnya, Tianqiong masih tetap tenang, bahkan seperti baru saja memulai. Senyumnya, tatapannya, cara ia mengendalikan semuanya… membuat Yun Zhu tak punya ruang untuk mengambil alih.

Ia hanya bisa mengikuti.

Atau lebih tepatnya—

Terbawa.

Yun Zhu menunduk, menatap tangannya sendiri.

Masih terasa sedikit gemetar.

Sesaat mereka memang berhenti, namun itu hanya jeda singkat. Tidak pernah benar-benar selesai.

Dan ketika malam tiba...

Semuanya berlanjut lagi.

Lebih dalam.

Lebih melelahkan.

Yun Zhu menghembuskan napas panjang, bahunya sedikit turun.

Posisi mereka benar-benar terbalik.

Ia laki-laki, namun dalam semua itu, ia tidak pernah benar-benar memegang kendali. Setiap gerakan, setiap ritme, semuanya ditentukan oleh Tianqiong.

Dan yang lebih mengganggu—

Ia tidak sepenuhnya menolaknya.

Perasaan itu aneh.

Campuran antara kelelahan, kebingungan, dan sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

Ia menoleh sekilas lagi ke arah Tianqiong.

Wanita itu masih tertidur dengan tenang, seolah semalam tidak terjadi apa-apa.

Berbanding terbalik dengannya.

Yun Zhu mengusap wajahnya pelan.

Pagi itu terasa berbeda.

Bukan hanya karena kelelahan.

Tapi karena ia tahu—

Mulai hari ini, jalannya tidak akan pernah sama lagi.

Yun Zhu memegangi kepalanya, jari-jarinya menekan pelipis seolah mencoba menenangkan pikirannya yang kacau.

"Ini terlalu memalukan."

Ia menunduk, napasnya keluar pelan. Namun di tengah rasa canggung itu, ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda.

Tangannya perlahan turun.

Matanya terpejam sejenak, kesadaran ilahinya bergerak, menelusuri aliran Qi di dalam tubuhnya.

Tenang.

Ringan.

Tidak seperti biasanya.

Aliran itu terasa lebih halus, lebih stabil. Tidak lagi tersendat seperti dulu.

Perubahannya jelas.

Qi miliknya... berkembang.

"Ini..."

Kelopak matanya terbuka. Sorot matanya berubah.

Yun Zhu telah menembus Alam Qi Refining tahap awal.

Ia membeku sesaat.

Lalu ekspresinya berubah, antara tidak percaya, senang, dan... malu.

Wajahnya perlahan memerah.

Tangannya langsung terangkat, menutupi wajahnya sendiri.

"Bertahun-tahun kerja keras, ternyata malah menerobos saat berhubungan badan."

Suaranya lirih, penuh keputusasaan yang aneh.

"Kalau sampai ada yang tau tentang ini, aku mungkin akan menjadi bahan penghinaan yang lebih buruk."

Ia menghela napas panjang, bahunya turun lemas.

Beberapa detik ia hanya duduk diam, lalu akhirnya menggerakkan tubuhnya.

Perlahan, ia turun dari ranjang.

Kakinya menyentuh lantai yang dingin. Ia berjalan menuju meja, mengambil pakaiannya dengan gerakan cepat, seolah ingin segera keluar dari situasi ini.

Tanpa banyak pikir, ia langsung mengenakan pakaiannya.

Gerakannya agak tergesa, bahkan sempat tersangkut sedikit di lengan, membuatnya mendecak pelan.

Setelah rapi, ia tidak berhenti.

Langsung melangkah ke arah pintu.

Tangannya sudah menyentuh gagang.

"Yun Zhu..."

Langkahnya terhenti.

Tubuhnya sedikit menegang.

Ia menoleh.

Di belakangnya, Tianqiong masih berada di atas ranjang. Tubuhnya tertutup selimut, hanya punggung halusnya yang terlihat dari arah Yun Zhu. Rambut hitamnya terurai, sebagian menutupi bahu.

"Mau kemana?"

Suaranya tenang, bahkan terdengar santai.

Yun Zhu mengalihkan pandangan sejenak sebelum menjawab.

"Cari udara segar. Aku tidak tahan terkurung di sini lebih lama."

Tangannya masih di gagang pintu, jemarinya sedikit mengencang.

Kamar itu... terasa berbeda sekarang.

Lebih sempit.

Lebih... sulit untuk bernapas dengan tenang.

"Begitu," ucap Tianqiong singkat. "Kau sudah menembus Qi Refining, ingatlah untuk mencoba kekuatanmu. Jika tidak, mungkin sulit mengendalikannya nanti."

Nada suaranya terdengar biasa saja, namun ada sesuatu di baliknya.

Seolah ia sudah memperkirakan semuanya sejak awal.

"Aku tau."

Yun Zhu menjawab singkat.

Tanpa menoleh lagi, ia membuka pintu.

Cahaya dari luar langsung masuk, menyapu sebagian tubuhnya.

Ia melangkah keluar.

Lalu menutup pintu kembali dengan hati-hati.

Tangannya sempat berhenti di daun pintu beberapa detik, memastikan tidak ada yang melihat.

Baru setelah itu, ia benar-benar melepaskan napas yang sejak tadi ia tahan.

Yun Zhu akhirnya melangkah pergi.

Langkahnya tenang, stabil. Tidak terburu-buru, namun juga tidak ragu. Ada sesuatu yang berbeda darinya. Sikapnya lebih mantap, seolah ada keyakinan baru yang perlahan tumbuh di dalam dirinya.

Ia bukan lagi Yun Zhu yang kemarin.

Kakinya membawanya ke halaman Sekte Qingyun. Pagi itu, para murid sudah berkumpul, berlatih dengan penuh semangat. Denting senjata dan aliran Qi terdengar bersahutan, memenuhi udara.

Namun Yun Zhu hanya lewat.

Tanpa berhenti.

Tanpa melirik terlalu lama.

Baginya, semua itu dulu terasa jauh. Dan sekarang... masih terasa jauh, tapi tidak lagi mustahil.

Ia berjalan menyusuri jalan setapak di samping taman. Pepohonan tertata rapi, daun-daunnya bergoyang pelan tertiup angin. Hembusan udara pagi menyentuh wajahnya, dingin dan menyegarkan.

Yun Zhu menarik napas dalam.

Perlahan menghembuskannya kembali.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

"Hei kau!"

Suara itu kasar. Mengganggu.

Ekspresi Yun Zhu langsung berubah. Tatapannya mengeras sedikit, ada kilatan ketidaksukaan yang tak ia sembunyikan.

Ia berhenti.

Lalu berbalik.

Di belakangnya, beberapa murid berdiri dengan sikap meremehkan.

"Masih belum pergi juga dari sekte ini?"

Yang berdiri paling depan adalah Wang Chen. Tatapannya penuh ejekan. Auranya lebih kuat dari murid biasa, jelas menunjukkan ia telah mencapai Qi Refining tahap menengah.

Di belakangnya, beberapa murid lain ikut tersenyum sinis.

"Kenapa aku harus pergi?" Yun Zhu membalas santai. Suaranya datar, tidak terpancing.

Beberapa murid di belakang Wang Chen mulai berbisik.

"Sudah seperti ini pun masih melawan."

"Benar-benar tidak sayang nyawa."

"Dia pikir, dia itu siapa?"

Semua itu terdengar jelas.

Namun Yun Zhu hanya menghela napas pelan. Bahunya sedikit turun, seolah malas menanggapi.

"Kau itu... tidak layak ada di sini. Sampah Body Refining!"

Kata-kata itu tajam.

Namun tidak lagi melukai.

Yun Zhu hanya berdiri diam. Tatapannya tenang, seolah hinaan itu hanyalah angin lalu.

Sikap itu justru membuat Wang Chen mengernyit.

Ia melangkah maju satu langkah.

Tangannya terangkat, Qi mulai menyelimuti telapak tangannya. Udara di sekitarnya sedikit bergetar.

Tanpa peringatan—

Dorongan keras dilepaskan.

Tubuh Yun Zhu terdorong ke belakang.

BRAK!

Ia jatuh ke tanah. Debu sedikit terangkat saat tubuhnya menyentuh permukaan.

Yun Zhu meringis pelan. Tangannya menahan tubuh, lututnya sedikit tertekuk.

Rasa sakit itu ada.

Namun tidak sebesar dulu.

Di sisi lain, Wang Chen tersenyum puas. Ia berdiri tegak, satu tangan bertumpu di pinggang, jelas menikmati pemandangan itu.

Murid-murid di belakangnya tertawa dan bersorak kecil.

Menganggap itu hiburan.

Namun mereka tidak menyadari—

Ada sesuatu yang berbeda.

Yun Zhu perlahan mengangkat kepalanya.

Tatapannya tidak lagi sama.

Tenang.

Dalam.

Dan dingin.

"Wang Chen... akan kuingat ini, dan semua yang telah kalian lakukan padaku, akan kubalas nanti," batinnya.

Tangannya perlahan mengepal di tanah.

1
Chen Xi
nextt~/Determined//Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
Cecilia: eithhh
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Cecilia: beda bangun kalau deskripsiin cwo🗿
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
[?.?.?]
yandere kah?🗿
Chen Xi
next bantai²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!