NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Pagi itu, kantor guru SD Pelita Harapan riuh rendah. Bukan karena kenakalan murid kelas empat, melainkan karena sebuah telepon yang masuk ke meja Kepala Sekolah. Runa, yang baru saja selesai menyesap teh tawar hangat untuk menenangkan lambungnya yang mulai perih, hanya bisa melongo saat Pak Haris, sang kepala sekolah, menghampirinya dengan wajah merah padam karena terlalu semangat.

"Runa! Kamu pakai pelet apa sampai perusahaan sebesar Zelbarra Group mau kasih dana hibah?!" seru Pak Haris sambil menggebrak meja kayu yang sudah mulai goyang kakinya.

Runa tersedak tehnya sendiri. "Zel... siapa, Pak?"

"Zelbarra! Itu, perusahaan properti dan teknologi yang punya gedung-gedung paling tinggi di Jakarta. Mereka baru saja menelepon. Katanya mereka tertarik dengan proposal sekolah alam kita yang kamu bagikan di bandara kemarin!"

Runa merasa dunianya sejenak berputar. Nama itu. Nama yang kemarin sempat ia tepis jauh-jauh kini menghantamnya kembali seperti ombak besar.

"Tapi Pak, saya cuma bagikan brosur... saya nggak kasih proposal detail," sahut Runa pelan, suaranya sedikit bergetar.

"Nggak tahu ya, mungkin ada malaikat yang sampaikan. Tapi intinya, mereka mau tanda tangan kontrak bantuan penuh pagi ini juga. Syaratnya cuma satu: kamu yang harus datang ke sana mewakili sekolah."

"Kenapa harus saya, Pak? Bapak kan kepala sekolahnya." Runa mulai merasa tidak enak. Overthinking-nya mulai bekerja. Kenapa dia? Apa dia melakukan kesalahan saat membagikan brosur kemarin? Atau apa ini hanya jebakan?

"Mereka bilang mereka ingin bicara langsung dengan gadis yang kemarin terjun 'lapangan'. Sudah, jangan banyak tanya! Pakai baju terbaikmu, Runa. Ini masa depan sekolah kita, masa depan gaji teman-temanmu juga."

Runa tidak punya pilihan. Dengan tangan yang sedikit dingin, ia merapikan kemeja putihnya dan rok kain hitamnya. Ia mematut diri di cermin kamar mandi sekolah yang buram. Wajahnya memang pucat, tapi ia tak punya waktu untuk memoles makeup tebal. Ia hanya mengoleskan sedikit pelembap bibir agar tidak terlihat seperti orang sakit.

Satu jam kemudian, Runa berdiri di depan lobi utama Zelbarra Tower.

Gedung itu begitu megah, dengan dinding kaca yang menjulang menembus awan. Runa merasa seperti semut yang tersesat di istana raksasa. Orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya tampak sangat profesional; wanita dengan sepatu hak tinggi yang berbunyi tuk-tuk-tuk di atas lantai marmer, dan pria dengan setelan jas yang harganya mungkin setara dengan gajinya selama sepuluh tahun.

"Permisi... saya Runa Elainzica, dari SD Pelita Harapan. Ada janji dengan... direksi?" suara Runa hampir tenggelam oleh bisingnya lobi.

Resepsionis cantik di depannya tersenyum sangat ramah, jauh lebih ramah dari yang Runa bayangkan. "Oh, Ibu Runa. Mari, saya antar ke lantai paling atas. Pak CEO sudah menunggu Anda."

CEO? Jantung Runa mencelos. Ia pikir ia hanya akan bertemu dengan manajer pemasaran atau kepala divisi CSR.

Di dalam lift yang bergerak sangat cepat, Runa mencengkeram tas bahunya kuat-kuat. Ia merasa mual. Bukan karena lift-nya, tapi karena rasa minder yang tiba-tiba meluap. Ia merasa sangat salah kostum, sangat tidak pantas berada di sini dengan sepatu yang bagian tumitnya sudah sedikit terkikis.

Pintu lift terbuka dengan denting halus. Runa disambut oleh seorang pria berkacamata yang tampak sangat sigap—asisten yang kemarin dilihatnya di bandara.

"Mari, Ibu Runa. Silakan masuk. Pak Azel sedang di dalam."

Mendengar nama itu disebut dengan begitu santai, lutut Runa lemas. Ia melangkah masuk ke ruangan luas dengan jendela kaca raksasa yang memperlihatkan pemandangan seluruh Jakarta.

Di balik meja hitam besar, seorang pria sedang memunggungi pintu, menatap keluar jendela.

"Zel?" panggil Runa hampir berbisik.

Pria itu memutar kursinya perlahan. Azel tidak berubah. Tatapannya masih setajam dulu, namun sekarang ada keangkuhan yang lebih dewasa di sana. Ia meletakkan sebuah map kulit di atas meja.

"Kamu terlambat sepuluh menit, Runa," ucap Azel datar. Matanya tidak lepas dari wajah Runa, meneliti setiap inci perubahan pada wanita itu.

Azel memperhatikan bagaimana tangan Runa meremas tali tasnya. Ia juga memperhatikan bagaimana Runa terus-menerus membasahi bibirnya yang kering. Dia haus, tapi dia terlalu malu untuk minta, batin Azel.

"Aku... aku tadi harus naik bus dulu," jawab Runa, berusaha menjaga suaranya agar tidak bergetar. "Azel, apa maksudnya ini? Kenapa sekolahku? Kenapa aku?"

Azel tidak langsung menjawab. Ia menekan sebuah tombol di interkomnya. "Bawakan air mineral suhu ruang dan teh manis hangat sekarang. Juga satu porsi bubur ayam tanpa kacang."

Runa mengerutkan kening. "Zel, aku ke sini untuk urusan sekolah, bukan untuk makan."

Azel menyandarkan punggungnya, menatap Runa dengan tatapan yang sulit diartikan. "Tanda tangan kontrak ini butuh waktu lama, Runa. Dan aku nggak mau tamu sekolahku pingsan karena maag-nya kambuh hanya dalam waktu lima menit pembicaraan. Duduk."

Kata "Duduk" itu terdengar seperti perintah yang tidak bisa dibantah. Runa akhirnya duduk di kursi kulit di depan meja Azel, merasa kecil dan bingung, sementara Azel terus memperhatikannya dengan cara yang membuatnya ingin menghilang dari sana.

"Ayo mulai pembicaraannya, Azel. Kenapa kamu mau bantu sekolah kami?"

Azel mengambil pulpen mahal dari mejanya, memutarnya perlahan di antara jari-jarinya. "Karena aku butuh sesuatu dari kamu, Runa. Sesuatu yang hanya bisa kamu berikan."

Runa menahan napas. Ini dia, pikirnya. Drama ini dimulai.

"Bantu aku menghindari perjodohan gila ibuku, dan aku akan pastikan sekolahmu jadi sekolah swasta terbaik di kota ini."

1
Ayusha
ya ampun kirain aku yg kelewat baca beneran ke IGD. 😄
Ayusha
nyatet nya tar aja kenapa si jel, lg panik masih sempet2nya nulis /Facepalm/
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣
kelakuan ajel emang...
total 1 replies
Ayusha
ya ampyuun sampe segitunya jel /Facepalm/
Ayusha: kalo aku di posisi Runa mungkin udh gila. gila karena ke absurdan Ajel, dan Ter gila2 Karena kebucinan nya 🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Ayusha
/Joyful//Joyful/
Ayusha
katanya kayak meluk kayu kering, emang masih naf su juga 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar ajel mah bilangnya apa tapi kelakuannya apa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
balon kali terbang /Sob/
Ayusha
mantap jel, aku padamu 😍
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nesya
dapat suami yang mencintai, mertua yang baik dan pengertian beruntung ny kamu runa, nikmati harimu runa waktunya bahagia
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nesya
👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya kak♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
sa ae lu jel. melting kan gue 🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
tinggal bilang "menikahlah denganku"
apa susahnya sih, pake alesan dijodohin segala 🤣
Ariska Kamisa: tsundere banget ya kak ...🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
oke, tim cowok posesif dengan segala obsesi nya🤭
Ariska Kamisa: oke satu tim kita kak.. terimakasih banyak ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!