mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Setelah sampai di ujung terowongan dia menendang pintu yang ditutupi nya dengan rumput liar, dari kejauhan datang mobil yang berhenti tepat di hadapannya “masuk” ucapnya....
...Darren dengan cepat masuk kedalam, “lama tidak bertemu sam” ucapnya sambil memeluk Samuel. “Mari rayakan pertemuan kita teman ku” ucap Samuel melajukan mobilnya ke arah kota....
...Masih di lokasi hutan Patrick masuk kedalam rumah Darren melihat setiap sudut rumah Darren, Patrick dibuat terkejut dengan keadaan kamar Darren yang kosong terlebih lemari Darren yang terbuka tanpa adanya posisi baju yang tertata rapi di dalamnya, “sial dia kabur” ucapnya kesal sambil berlari ke arah depan rumah....
...Para anak buahnya yang berpencar berlari mendekatinya memberitahu bahwa mereka sudah menelusuri hutan namun tak ketemu, tak butuh waktu lama Darren menekan tombol remot yang di bawa nya untuk mengebom rumah dan sekitarnya. Patrick yang belum siap adanya serangan dadakan terlempar jauh ke tanah, anak buahnya terluka bahkan ada yang tewas....
...“Darrennnnnn” teriaknya penuh dengan rasa benci....
...“Kamu pencet tombol apa itu ren?” Tanya Samuel keheranan sambil menyetir....
...“Hanya tombol mainan yang sudah tidak berguna” ucapnya sambil tersenyum lalu melempar remot tersebut keluar jendela mobil....
...Suara ledakan tersebut sampai di telinga Samuel yang menatap wajah Darren dengan penuh rasa tak menyangka, dirinya tersenyum tipis melanjutkan laju mobilnya ke arah kota....
...Sore hari Darren sampai di pemakaman bersama Samuel, “aku tunggu sini” ucap Samuel membuka jendela mobil sambil menyalakan rokoknya....
...“Hmm” jawab Darren....
...Darren memetik setangkai bunga mawar merah yang tertanam di sekitar pemakaman, dia berjalan pelan ke arah dua makam kusam yang banyak rumput liarnya. Wajahnya yang dingin semakin dingin melihat dua makam yang ditaburi bunga, dia berjongkok mengusap makam kedua orang tuanya....
...“Ayah ibu” ucapnya pelan....
...“Maafkan Darren gak bisa jaga ibu dan ayah” ucapnya lirih....
...“Kamu siapa?” Ucap wanita yang ada dibelakangnya....
...Darren mulai bangkit berdiri membalikkan badannya agar bisa melihat wajah dari pemilik suara wanita tersebut, “Darren” ucap wanita tersebut terkejut tak menyangka orang yang di depannya yang sudah meninggalkannya 7 tahun yang lalu....
...“Clara” panggilnya....
...Clara yang terlalu benci dengan Darren memutuskan untuk pergi dari hadapan laki laki yang dulu sangat mencintainya, dengan wajah marah Clara meletakkan bunga di depan makam orang tua Darren lalu berjalan cepat meninggalkan Darren. Darren hanya bisa menggapai bayangan Clara, “kepergian ku membuat semua orang terluka” ucapnya dalam hati....
...Samuel yang menunggu Darren sedari tadi menepuk pundaknya dari belakang, “kamu lihat apa?” Tanya Samuel sepintas melihat wanita yang berjalan lalu belok arah kanan....
...“Clara” jawab Darren....
...“masih saja dia perhatian terhadap orang tuamu”....
...“Maksudmu sam?”....
...“Iya, setiap dua Minggu sekali pasti Clara kesini ke makam orang tuamu tapi setahun terakhir ini sepertinya dia baru ini kesini”....
...Darren menatap wajah Samuel terheran-heran....
...“Aku tahu dari langganan toko bunga pacarku. Saat aku antar pacarku beli bunga, aku tak sengaja berpapasan dengan Clara namun dia tak banyak bicara, dia langsung pergi begitu saja. Karyawan toko bilang kalau Clara selalu membeli bunga yang sama di hari kamis setiap 2 Minggu sekali. Aku diam diam mengikutinya dengan pacarku tak sangka dia ke makam orang tua mu” jelas Samuel....
...Samuel mengantar Darren ke apartemen yang disewanya yang berada di tengah ibukota, “kamu bisa istirahat disini” ucap Samuel membuka pintu apartemen....
...“Thanks” jawab Darren sambil meletakkan tas ranselnya diatas ranjang....
...“Besok konferensi pers di depan halaman kenegaraan, wakil presiden ingin mengumumkan diri bahwa dirinya akan mengambil alih jabatan kepresidenan” ucap Samuel memberitahu....
...“Besok kita ketemu di markas” ucap Darren....
...“Oke, sampai jumpa” ucap Samuel tos tangan kepada Darren....
...Di belakang halaman rumah Darren, dia memeluk kedua orang tuanya yang sedang merayakan ulang tahunnya bersama Clara yang membawa kue ulang tahun beserta mahkota kertas yang di buat Clara bersama ibu Darren, “selamat ulang tahun anak ibu” ucap ibu Darren memeluk anaknya....
...“Semoga panjang umur, sehat selalu” ucap ayahnya memeluk Darren....
...Darren yang melihat Clara masih berdiri tegak sambil membawa kue menghampiri nya, “Happy birthday sayang” ucap Clara tersenyum manis didepan Darren....
...Darren memejamkan mata sejenak untuk berdoa dan meniup lilin yang menyala di atas kue tart. Dicoleknya cream kue tersebut, “enak” ucapnya....