NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 17

Panggilan Pak Henry

**

Selesai sampai di kelas Some, Dina juga Cassie langsung mengambil bangku masing - masing untuk mengobrol. Karena pagi juga sepertinya baru datang, jadi anak - anak SMA Bhakti Darma belum siap belajar. Mereka saling melirik ketika melihat wajah Cassie yang nampak cemberut itu.

"Kayaknya yang paling bet mood di pagi ini diraih oleh," ucap Dina sambil menunjuk dirinya, Some dan Cassie secara memilih kandidat paling galau pada hari ini.

"Nggak bisa di beri kandidat kalau masalahnya juga belum tahu Din," ucap Some tidak setuju. Bahkan jika boleh jujur sebenarnya Some bukan hanya galau tapi beneran sakit hati. Bukan karena cinta, Daniel tak selalu membuatnya merasa sakit. Atau menjalankan hubungan secara berbelit - belit. Mereka terlalu menjaga hubungan seolah pacaran itu hanya antara perasaan saja.

"Bener banget," ucap Cassie menyetujui meskipun memang wajahnya yang cenderung bad mood itu, tapi Cassie jujur kalau dia sedang baik - baik saja.

"Terus kenapa loe yang paling bat mood?" tanya Dina menatap Cassie bete. Menurutnya kalau emang punya masalah sebaiknya cerita langsung saja, hanya saja sikap Cassie yang cenderung agak tertutup membuat Cassie paling sulit ditebak. Padahal dari raut saja sudah kelihatan.

"Emang kelihatan banget kalau ada yang membuat gue sedikit keki," jawab Cassie sambil berkaca pada cermin yang lumayan kecil.

"Bukan keki kali tapi lebih ke bad mood," ucap Some memberitahukan membuat Cassie segera menghembuskan nafas heran.

"Ya udah kalau ada masalah langsung cerita aja, kamu duluan aja Din," ujar Cassie mengintruksikan. Ia lalu mendengarkan dengan wajah yang sengaja agar tidak kelihatan bad mood, sekalipun perasaannya sulit di ajak kompromi.

"Gue nggak pernah merasa hubungan seburuk ini guys, masa itu perasaan datang sekarang pas gue dan dia udah pacaran lama," ucap Dina sambil menghembuskan nafas pasrah. Secara cerita Dina begitu galau jadi benar tebakan Cassie kalau nggak ada yang tahu kandidat galau itu.

"Dia menjauh atau emang loe aja yang mulai jengah sama perasaan aneh loe aja," ucap Some mengerti. Sedari dulu Some dan Dina punya pacar dan mereka menjalani dengan sama - sama senang, namun terkadang Dina merasa mengeluh akan keputusan pacarnya.

"Perasaan aneh itu selalu kita abaikan, karena kita juga punya cinta yang harus di jaga Some," jelas Dina lalu menyatukan kedua tangannya untuk menahan air mata yang ingin keluar karena muak.

"Itu kan bagusnya pacaran, saling menjaga," kata Cassie sambil menggelengkan kepala. Justru ia yakin untuk sekarang Dina akan dijadikan kandidat galau.

"Yang sabar aja, sampai loe merasa siap untuk pergi dari dia," ucap Some sambil berusaha menampilkan senyum kecilnya demi menyemangati Dina yang bad mood karena pacar.

"Tapi gue senang," tegas Dina tersenyum cerah, seolah pacarnya selalu menjadi pacar tercintanya. Yang membuat Some dan Cassie sama - sama berdecak, karena saking bucin kelakuan itu.

"Gue gini karena masih seputar pacaran sih, dan nggak mungkin ada yang mau sama orang yang menggantung kita," ucap Cassie mengingat perasaannya dan perasaan Setyo yang kabarnya sama, tapi cowok itu masih suka mendekati cewek lain di depan matanya.

"Oh sama teman loe yang deketin loe mulu," ucap Some sambil terkekeh geli. Bisa - bisanya mikirin orang dengan wajah bad mood abis ala Cassie.

"Kapan sih dia punya waktu ngajak loe ke tempat special buat nembak gitu," ucap Dina bingung mengingat hampir berbulan - bilan pdkt tapi ujungnya malah teman saja.

Some meminta Dina dan Cassie berhenti karena Setyo baru saja tiba di kelas, dan pastinya telinganya terpasang untuk mendengar gosip mereka.

"Kalau aku," Some menunduk ragu untuk mengatakan semuanya, karena mungkin sahabatnya perlu tahu tentang penyakit tapi Some akan menyembunyikan semuanya. "Gue udah di pinang gitu sama orang lain, bayangkan gue bakalan di adu - aduin sama anak teman - teman papa," lanjut Some membuat Cassie seolah mau pingsan ke belakang tapi langsung di pegang Some.

"Nggak usah gitu juga Cas," kesal Some melihat tingkah centil temannya ini.

"Maksud loe pinang atau acara perjodohan lalu married?" heran Dina bingung.

"Pinang itu di pilih sama seorang yang menerima kita dan menerima pertunangan orang tua Din," jelas Cassie panjang lebar.

"Loe bakalan serius sama dia, padahal loe masih SMA Some. Ingat! Papa loe kok gila banget sama rencana ini," pekik Dina kaget karena ia tahu kalau tentang orang tua pasti perjodohan itu adalah perjodohan sakral yang tidak bisa di tolak.

"Enggak. Gue nggak akan melanjutkan dan pilih sendiri, setelah lulus," jawab Some sambil mengangkat bahu seolah tidak peduli.

"Hmm loe pasti bahagia some apalagi mereka kaya, bisa buat belanja dan loe pasti kaya raya," ujar Cassie membayangkan dirinya yang ada di posisi Some. Dia jelas mata duitan.

"Tapi gue masih punya masa depan Cas, gue pengen dia itu nggak menjadi pacar gue dan menghambat kegiatan belajar," ujar Some sambil memutar bola matanya seolah kesal sekali. "Di umur gue yang ke 16 tahun, papa aneh," lanjut Some sambil berpekik kesal.

"Ya sih masih SMA mana mungkin kepikiran buat married atau nikah," kata Cassie sambil menepuk keningnya.

"Hahaha rasain loe Some," kekeh Dina menertawakan nasib Some.

**

Some gadis yang baru saja pulang sekolah itu, sedang tertidur di atas kasur empuknya dengan celana pendek dan kaos rumahan. Di tengah kaos itu terdapat gambar mickey mouse, dengan kain warna kuning Disney. Some melihat layar hpnya terus, sedang asik melihat foto - fotonya yang di like ribuan. Tiba - tiba terdapat panggilan dari pak Hanry yang membuat Some bangkit dari kasur untuk mengangkat panggilan tersebut.

"Iya pak?" tanya Some sambil menggigit kuku - kukunya karena merasa heran di panggil di siang hari begini. Ia berdiri di depan pintu kamarnya menunggu.

"Hi Some gimana kabar kamu sekarang?" tanya pak Hanry membuat Some menghembuskan nafas perlahan untung saja tidak ada kabar lebih buruk. Jelas kekhawatiran pak Hanry membuat terkadang Some lelah juga.

"Baik - baik aja pak, semenjak aku menjalani hari seperti biasa. Udah jarang banget mimisan dan merasa sakit," jawab Some dengan tenang. Benar ia akan menjalani hidup seperti biasanya, dan ternyata penyakit itu kalah dengan tawa yang selalu keluar dari dalam dirinya.

"Tapi pernafasan kamu juga normal kan? Bapak khawatir Some ini menyangkut paru - paru lho, bukan barang sembarangan," ucap pak Hanry yang membuat Some terkekeh geli karena pak Hanry memang selalu seperti itu. Mementingkan Some seolah dia adalah anak kandungnya.

"Aku sebenarnya mau bilang baik - baik aja pak, tapi karena bapak khawatir banget aku jujur aja. Semenjak terkena itu pernafasan aku lumayan sering lambat pak," ucap Some dengan nada pasrah. Mungkin benar penyakitnya terlalu parah untuk diharapkan menggapai masa depan.

Pak Hanry terdengar tidak merasa tenang, "Padahal obat yang bapak beri udah ditambahkan beberapa resep Some," kata pak Hanry. Membuat Some melihat jenis - jenis obat itu sambil menggelengkan kepala. Sebagai seorang anak yang masih SMA, ini akan menjadi pengalaman paling panjang dilakukan olehnya.

"Makasih pak udah perhatian sama itu," ujar Some sambil merasa berbangga hati karena ditemani oleh guru sekaligus dokter yang masih peduli padanya. Bahkan ia sama sekali tak membocorkan rahasia Some pada kedua orang tuanya.

Semenjak banyak dugaan - dugaan dari dokter dan guru itu Some memang enggan menemui pak Hanry. Jadi memang sebelumnya ia sempat bilang untuk jaga - jaga tentang paru - parunya membuat Some kepikiran dan beranggapan dokter itu aneh. Namun pada akhirnya ia memutuskan percaya sebelum terlambat.

"Itu adalah tugas saya sebagai guru dan dokter yang memang kebetulan tahu gejala - gejala yang kamu alami Some," aku dokter Hanry tanpa membantah sedikit pun. Baginya menyayangkan sekali ketika ada anak muda harus repot - repot operasi, mimisan dan merasakan sakit karena tumor yang berada di paru - parunya. Dulu memang Some hanya akan sering sesak nafas, tapi tidak ada yang memastikan apa yang terjadi di masa depan.

"Iya pak, saya harap bapak tetap menjaga rahasia kita ya," kata Some mengucapkan nada terimakasih. "Terimakasih telah membatu saja berjuang," lanjut Some parau.

"Iya. Ngomongin paru - paru kamu," kata Pak Hanry agak canggung. Namun Some merasakan sesak di dadanya, ia lalu memegang dadanya itu sambil berusaha menahan hp agar tak terjatuh.

"Maaf pak, aku belum siap," kata terakhir Some sebelum ia benar - benar mematikan nada panggilan itu. Dan disanalah ia menangis sambil memegang obat - obat yang biasa ia konsumsi untuk merawat paru - parunya.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!