NovelToon NovelToon
Di Balik Senyum Anak Pertama

Di Balik Senyum Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhikmatul Jannah

"Menjadi anak pertama berarti harus siap menjadi benteng, harus siap mengalah, dan harus terlihat kuat meski hati rapuh.

Di mata semua orang, Zhira adalah anak yang beruntung. Tapi siapa sangka, di balik senyumnya yang tulus, tersimpan luka mendalam karena perlakuan dingin sang Ibu dan rasa tidak dianggap di rumah sendiri.

Ini adalah kisah perjuangan seorang anak sulung untuk membuktikan dirinya berharga, meski harus berjalan sendirian meniti jalan yang penuh duri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhikmatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah di Balik Kejahatan

POV Zhira

Malam itu terasa panjang dan mencekam. Pesan ancaman itu terus berputar di kepalaku, membuatku tidak bisa tidur nyenyak. Setiap kali memejamkan mata, bayangan kata-kata jahat itu selalu muncul. "Kamu pembawa sial... kamu nggak pantas bahagia..."

Arfan tidak membiarkanku sendirian. Dia menginap di rumah orang tuanya dan terus menenangkanku lewat telepon sampai larut malam. Suaranya yang berat dan tenang berhasil sedikit demi sedikit mengusir ketakutanku.

"Jangan mikir aneh-aneh ya Sayang. Besok pagi-pagi kita cek ke kantor polisi atau kita lacak nomornya. Aku janji, pelakunya bakal ketahuan dan dia bakal minta maaf sama kamu," janji Arfan tegas.

Pagi harinya, suasana di rumah keluarga Arfan masih terasa tegang. Bu Ratna terlihat sangat perhatian dan sayang, dia bahkan membuatkan sarapan khusus buatku supaya aku tidak stres.

"Nduk, makan dulu ya. Jangan dipikirin terus. Orang jahat pasti ketahuan kok kelakuan busuknya," ucap Bu Ratna sambil mengelus punggungku.

"Terima kasih, Bu," jawabku pelan.

Tiba-tiba ponsel Arfan berbunyi nyaring. Dia melihat layarnya, lalu wajahnya berubah serius sekali.

"Ini dari teman aku di kantor polisi. Dia baru saja lacak nomor itu. Katanya... nomornya terdaftar atas nama seseorang yang kita kenal," kata Arfan pelan tapi penuh tekanan.

Jantungku serasa mau copot. "Siapa... siapa Fan?"

Arfan menatapku dalam-dalam, seolah ragu untuk mengatakannya. "Nomor itu terdaftar atas nama... Sari. Tetangga sebelah rumah kamu di kampung."

"Apa? Tante Sari?" mataku terbelalak tak percaya. Tante Sari? Wanita yang selama ini terlihat ramah dan sering tersenyum padaku? Kenapa dia melakukan hal sejahat ini?

"Tapi kenapa Fan? Apa salah aku sama dia? Aku bahkan nggak pernah ngomong kasar sama dia," air mataku mulai jatuh lagi, kali ini campur rasa kaget dan kecewa.

"Katanya... Tante Sari itu iri, Ra. Dengar-dengar dari orang kampung, dia itu selama ini iri banget sama Ibu kamu. Dia iri karena Ibu kamu punya anak perempuan cantik, pinter, sukses di kota, dan sekarang mau nikah sama laki-laki kaya dan baik kayak aku."

Arfan mendengus kesal. "Karena dia nggak punya apa-apa, dan anaknya juga nggak sekeren kamu, jadinya dia sakit hati dan mau ngerusak kebahagiaan kamu dengan cara kotor. Dasar orang iri!"

Wajahku pucat pasi. Jadi selama ini ada orang yang pura-pura baik tapi di belakang menusuk? Ternyata kebencian itu bisa tumbuh tanpa alasan yang jelas, murni karena rasa iri yang membutakan mata hati.

 

Belum selesai aku kaget dengan kenyataan itu, tiba-tiba pintu rumah terbuka keras. Dan siapa yang datang? Bukan orang lain, tapi Ibu Zainal!

Dia terlihat panik, keringatan, dan wajahnya pucat pasi.

"ZHIRA!!" teriaknya langsung berlari menghampiriku dan memelukku erat-erat. "Ya Allah Nak! Kamu gapapa kan? Ibu baru dapat telepon dari tetangga! Ibu kaget banget dengarnya!"

Aku dan Arfan saling pandang bingung. "Ibu? Kok bisa Ibu ada di sini? Kok tahu kita di sini?" tanyaku heran.

"Ibu tadi ada di kota, Nak! Ibu mau ke sini diam-diam mau bantuin persiapan nikahan kamu eh malah dengar kabar ada yang ngancam kamu! Siapa orangnya?! Berani-beraninya dia ganggu anak Ibu!"

Wajah Ibu Zainal berubah merah padam menahan amarah. Untuk pertama kalinya, aku melihat Ibu begitu membela dan melindungiku sekuat tenaga. Matanya berkaca-kaca menatapku penuh khawatir.

"Siapa pelakunya?! Bilang sama Ibu! Ibu mau lawan dia! Jangan tanggung-tanggung! Berani-beraninya dia bilang anak Ibu pembawa sial! Dasar mulut sampah!"

Melihat Ibu yang begitu marah demi membela diriku, hatiku terasa hangat luar biasa. Rasa takut tadi perlahan hilang digantikan rasa haru. Ibu... Ibu benar-benar sayang aku. Dia hanya caranya saja yang dulu salah.

"Ibu tenang Bu... sudah ketah kok pelakunya," kata Arfan pelan.

"Siapa?!"

"Tante Sari, Bu. Tetangga sebelah rumah kita sendiri," jawabku lirih.

Mendengar nama itu, Ibu Zainal langsung meledak!

"APA?! WANITA ITU?! YA ALLAH SAKTI!! DASAR MULUT BAU!! SELAMA INI IBU KIRA DIA TEMEN, TAUNYA JAHAT BANGET!!"

Ibu langsung mengambil HP-nya dan menelepon nomor Tante Sari dengan tangan gemetar karena marah.

"HALO SARI!! KAMU SADAR DIRI NGGAK SIH?! BERANI-BERANINYA KAMU GANGGU ANAK SAYA?! KAMU ITU IRI YA?! IRI LIHAT ANAK SAYA BAHAGIA?! KAMU JAHAT BANGET SIH!! JAGA MULUT KAMU YA! JANGAN SAMPAI SAYA SAMPAI RUMAH, SAYA ADUIN KE RT DAN WARGA SEMUA KELAKUAN KAMU ITU!"

Teriak Ibu Zainal terdengar sangat keras dan garang. Dia benar-benar marah besar. Di seberang sana pasti Tante Sari sudah gemetar ketakutan.

Setelah menutup telepon, Ibu langsung memelukku lagi.

"Maafin Ibu ya Nak... Maafin Ibu dulu pernah ngomong kasar sama kamu. Ibu menyesal banget. Ternyata diluar sana banyak orang yang mau nyakitin kamu, dan Ibu malah ikut bikin kamu sedih. Mulai sekarang, nggak ada yang boleh sakitin anak Ibu. Siapa pun itu!"

Air mataku jatuh membasahi baju Ibu. "Ibuuu..."

"Udah jangan nangis lagi. Kamu calon pengantin cantik, harus senyum terus. Biar Arfan dan Ibu yang urus orang jahat itu. Kamu fokus bahagia aja ya," kata Ibu sambil mengusap air mataku dengan jemarinya yang kasar tapi penuh kasih sayang.

 

Di sudut ruangan, Arfan dan orang tuanya menyaksikan adegan itu dengan senyum haru.

"Lihat tuh Pak," bisik Bu Ratna. "Ternyata Ibu Zhira sayang banget sama anaknya. Cuma dulu caranya salah. Sekarang mereka sudah baikan."

"Iya Bu. Zhira anak hebat. Dia berhasil maafin dan meluluhkan hati ibunya sendiri. Arfan beruntung dapat keluarga yang hangat begini," jawab Pak Darmawan tersenyum bangga.

Misteri terpecahkan. Penjahatnya ternyata orang terdekat yang pura-pura baik. Tapi berkat kejadian ini, hubungan aku dan Ibu Zainal malah jadi jauh lebih erat dan hangat. Seolah kejadian ini jadi penguat tali kasih sayang kami.

"Tante Sari kira dia bisa merusak semuanya dengan pesan murahan," bisikku dalam hati. "Dia salah besar. Karena justru karena kejahatan dia, aku makin sadar betapa berharganya aku di mata orang-orang yang benar-benar sayang sama aku."

Badai kecil ini berhasil dilewati. Dan kini, tidak ada lagi yang bisa menghalangi langkahku menuju pelaminan.

POV End

...----------------...

 

Waduh! Ternyata Tante Sari yang jahat! 😱😤 Tapi malah bikin Ibu Zainal makin sayang sama Zhira! Seru banget kan ceritanya? Gimana Bestie? Lanjut Bab 26 lagi gas! Kita mau masuk hari-H pernikahan nih! 💍👰🤵✨

1
Mona
Bagus banget Thor, kalimat dan alurnya menarik dan membuat tertarik, keren 👍👍👍👍👍
Nurhikmatul Jannah
ya kak terimah kasih ya😍,iya kak nanti tak mampir
haniswity
ceritanya seruuu ,banyak banget plott twist nya suka banget ,walaupun pemula tapi cerita hebat banget 👋
Nurhikmatul Jannah: Terimah kasih sudah mampir
total 1 replies
haniswity
cerita nya bagus bangett,ngene banget banyak juga plot twist ny💪,semngat
Nurhikmatul Jannah: terimah kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Nurhikmatul Jannah
bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!