Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Tak lama, om Leon masuk mobil memukul setir mobil sampai tangannya memerah. “Brengsekkk” teriak om Leon sambil mengeluarkan sebatang rokok yang tersimpan di dalam saku jasnya. Om Leon menenangkan diri dengan menghisap rokok, berapa isapan rokok ponsel om Leon berbunyi. Saat dilihatnya om Leon tampak tak Sudi untuk mengangkatnya, beberapa kali ponsel om Leon berdering namun dia tak mau mengangkatnya hingga telpon yang terakhir dia baru mau mengangkatnya “kita gak ada urusan lagi jadi jangan ganggu aku” ucap om Leon dengan nada ketus....
...“Enak banget kamu bicara seperti itu” ucap Rasti....
...“Terus maumu apa? Nyesel aku nyuruh kamu kalau akhirnya kamu manfaat kan aku demi kantong dompetmu itu” celetuk om Leon melempar rokok yang habis dihisapnya diluar jendela mobil....
...“Jual diri aja kalau kamu gak bisa lunasi utang kamu” ketus om Leon....
...“Aku udah jual tubuh aku ke kamu Leon” teriak Rasti menggila....
...“Hahaha ngayal… ngacooo” ...
...“Aku hamil anak kamu Leon” teriak Rasti dengan nada menekan....
...“Bohong”....
...“Jahat kamu Leon”....
...“Kamu jebak aku!!! Aku gak merasa menyentuhmu”....
...“Tapi kenyataannya malam terakhir kita ketemu di klub kamu menikmati itu semua”....
...Om Leon yang merasa tertekan dengan ucapan Rasti langsung mematikan telponnya, “cewek sinting” ucapnya lirih sambil melempar ponselnya di kursi samping kursi kemudi....
...Tak lama ponsel om Leon kembali berbunyi kali ini ada pesan singkat masuk, om Leon membukanya yang membuat dirinya duduk terpaku tak bisa berbicara bahkan tangannya bergetar hebat. Pesan singkat tersebut dari Rasti yang berisikan foto saat dia tidur bersama om Leon dalam keadaan tanpa busana, “jangan lari dari tanggung jawab kalau ingin bukti lebih aku bisa kirim videonya ke kamu agar kamu tahu kelakuan bejatmu” ucap Rasti di pesan singkat yang dikirimnya....
...Om Leon tak membalas pesan rasti, dia langsung mematikan ponselnya fokus menyetir mobil menuju rumah Susan....
...Rasti yang berada di rumahnya tersenyum sinis sambil memakan buah apel yang dipegangnya, “kamu yang memulai Leon, kamu jadikan aku kambing hitam di rumah tangga yang seharusnya gak aku rusak” ucapnya dalam hati....
...“Cintaku yang tulus kamu rusak begitu saja, aku memang butuh uang tapi tak seharusnya kamu jerumuskan aku sampai menekan leherku di dalam tanah” gumamnya lagi....
...“Aku berkorban pun kamu lepehin cintaku gitu aja, jangan salahkan aku kalau aku bertingkah lebih dan jangan salahkan aku kalau aku melangkah dua langkah di depanmu” ucapnya lagi....
...Beberapa menit ponsel Rasti berbunyi, dia mengecek ada pesan masuk dari keponakannya yang memberikan kabar bahwa keponakannya pulang telat karena ada kerjaan di bengkel, “tant aku pulang telat ada kerjaan tambahan”....
...Belum sampai Rasti membalas pesan dari keponakannya, notifikasi bank pun berbunyi, “tant aku kirim uang buat bayar hutang Tante sisain dikit buat Tante belanja keperluan rumah”....
...Pesan dari keponakannya membuat badan Rasti lemas hingga menjatuhkan buah apel yang dibawanya, dia duduk di kursi sofa dengan posisi sedikit membungkuk. Matanya memerah berkaca kaca tak lama air matanya menetes membasahi pipinya, “maafin aku ya bang, karena hutangku anakmu jadi kerja sampingan demi bantuin aku” ucap Rasti sambil menatap foto kakak dan kakak iparnya yang terpajang di dinding....
...Di siang hari Susan pergi ke kantor pengacara Rosa dengan menggunakan taksi. Dari belakang nampak dua pemotor yang mencurigakan membuntuti nya, Susan yang mengetahui menyuruh sopir taksi untuk melajukan taksinya dengan kecepatan tinggi. “Tolong agak dipercepat pak jangan sampai motor yang dibelakang mengejar kita” suruh Susan kepada sopir taksi....
...“Baik non” ucap sopir taksir sambil menambahkan kecepatan....
...Dua pemotor tersebut sedikit kewalahan mengejar taksi yang di naiki Susan hingga sampai di perempatan detik detik menjelang lampu merah Susan berteriak pada sopir taksi untuk terus menggas taksinya....
...“Ayooo pak”....
...Di Detik terakhir taksi yang dinaiki Susan berhasil lolos dari kejaran dua pemotor tersebut, “pak pak saya turun depan halte situ aja” ucap Susan sambil membayar uang taksi....
...“Terimakasih non”....