NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Suami Sahabat

Terjerat Gairah Suami Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:240.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.

Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Hari ini pekerjaan begitu banyak menyita waktu Lidia. Sepertinya ia harus lembur kembali karna ada beberapa file yang harus di selesaikan untuk meeting besok.

Meski lelah Lidia terus menyemangati dirinya bahwa ia bisa, ia kuat.

"Sedikit lagi, ayo semangat Lidia. " gumamnya lirih. Sesekali ia nampak meregangkan otot - ototnya yang terasa kaku.

Suasana kantor sudah tampak sunyi dan sepi hanya lampu di ruang kerja Lidia dan Panca yang masih menyala.

"Kamu belum pulang?" tanya suara dari arah pintu membuat Lidia tersentak karna kaget. Ia tersenyum kala melihat siapa gerangan yang menyapanya.

"Eh bapak, belum pak. Bentar lagi. Bapak kok masih di sini " Jawab Lidia gugup.

"Nungguin kamu." jawab lelaki santai.

"Ga usah pak, saya itu ga perlu di tungguin. Saya bisa pulang sendiri kok. Kasihan orang rumah nungguin bapak kelamaan." ada rasa sakit di sudut hatinya saat mengatakan itu. Apakah ia cemburu? ga, ga boleh. Bathin Lidia.

Panca berjaln perlahan menuju kearah meja Lidia membuat Lidia buru - buru menghentikan pekerjaannya dan menoleh kearah Panca yang sudah berdiri tak jauh dari tempat ia duduk.

"Aku kangen kamu." bisik Panca di teliang Lidia membuat Lidia meremang karna hembusan nafas hangat Panca.

"Pak, tolong jangan kaya gini terus, ini salah pak. Kita harus hentikan ini." Lidia mengigit bibirnya menahan getaran rasa bersalah yang terus menghantui dirinya.

"Kamu yakin mau berhenti? Jangan bohong Lidia, kamu tak bisa menolak aku. Dan aku tau itu."

"Tapi pak, aku tidak mau terus di hantui perasaan bersalah pada Wulan. Aku ini sahabatnya, apa yang akan terjadi jika Wulan sampai tau hubungan ini." sudut mata Lidia mulai mengembun tapi buru - buru ia hapus. Ia tak boleh cengeng di depan Panca.

"Tanya hati kamu Lidia, apa benar kamu mau tak lagi mau bersama?"

Lidia terdiam, ia binggung akan perasaanya. Satu sisi ia sudah jatuh dalam pesona Panca dan kalau boleh rakus ia juga ingin memiliki lelaki itu tapi kenyataannya Panca itu sudah ada yang punya dan tak lain adalah sahabatnya sendiri, Wulan. Apakah dia tega menyakiti sahabatnya sendiri?

Panca tersenyum miring, tangan panca menyentuh pipi Lidia. Ia belai lembut wajah itu dan wajah Panca makin dekat dan semakin dekat.

Bibir ranum yang selalu menggoda untuk di emut membuat Panca lupa diri, dalam hitungan detik bibir lelaki itu sudah mendarat di bibir Lidia. Lidia tak bisa menolak perlakuan manis Panca. Bohong jika ia tak menikmati sentuhan Panca.

Ciuman Panca berpindah ke leher jenjang Lidia membuat Lidia melenguh.

"Akh...... pak jangan di hisap. Aku ga mau nanti berbekas dan menimbulkan tanda tanya di mata orang." cegah Lidia saat Panca mulai menyesap lehernya.

Ciuman Panca makin turun dan berpindah ke gunung kembar bermata pink nan empuk. Panca seperti anak bayi menyesap kanan kiri bergantian. Suara desakan Lidia yak lagi bisa ia tahan, rasa geli bercampur nikmat membakar tubuhnya. Tangan Lidia memegangi kepala Panca menekan dan sedikit menjambak rambut lelaki itu.

Entah berapa banyak jejak Cinta Panca tinggalkan di gunung kembar Lidia. Nampak seberapa bringasnya lelaki itu. Panca menyudahi permainannya karna hari semakin larut. Ada rona kecewa di wajah Lidia karna permainan berakhir begitu saja.

"Kita pulang sekarang, rapiin penampilan kamu. Aku tunggu di bawah." perintah Panca yang tak bisa di tolak Lidia. Buru - buru Lidia merapikan penampilanya yang berantakan dan membereskan meja kerjanya baru menyusul Panca menuju parkiran.

...****************...

Assalamualaikum kk, apa kabar? ketemu lagi kita di episode baru. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya. Saran dan masukan dari kk semuanya adalah penyemangat bagi thor😘😘🙏🙏🙏

1
ardiana dili
semangat kak💪
Dew666
💄💄💄
Nunung Elasari
typo parah kak.
Ima Susanti: siap kk, nanti di revisi 🙏🙏
total 1 replies
Nunung Elasari
katanya wulan wanita karir, ko sekarang ceritanya g punya keahlian.
Ima Susanti: namanya di kampung ga sama kaya di kota😊
mana ada kantor di kampung kecuali kantor kepala desa.
total 1 replies
Nunung Elasari
sepertinya ada konspirasi...
Ima Susanti: 🤭/Chuckle//Chuckle//Facepalm/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: siap kk🙏😘
total 1 replies
Lusi Ana
Atasnya apa atasannya..?
Ima Susanti: aduh🤦‍♀️mksh kk, nanti thor revisi😊
total 1 replies
Ima Susanti
siap kk🙏😘
ardiana dili
lanjut
🍁Dhita❣️💋🄽🄸🄴🄻🄰👻ᴸᴷ
iya betul kalimatnya kurang satu huruf kk.. jadi bingung bacanya kan❣️
Ima Susanti: siap kk🙏🙏😘
total 1 replies
🍁Dhita❣️💋🄽🄸🄴🄻🄰👻ᴸᴷ
maaf kak kalimat nya ada yang kurang kata seperti contoh atasan jadi atasnya🙏
Ima Susanti: nanti di revisi kk,terima kasih atas koreksinya 🙏
total 1 replies
Bunda
ceritanya menarik,tapi bnyak typonya🙏🏻
Ima Susanti: terimakasih kritikan nya kk🙏🙏, nanti di revisi
total 1 replies
Dew666
💃💃
zahrahaifa
kelamaan thor .. udeh gitu masalahnya ga kelar2... itu2 aja .... udah hampir bab 100
Ima Susanti: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Bunda
Robby??
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Bunda
typo kak ,lidia jadi Luna
Ima Susanti: baik kk, nanti thor revisi 🙏🙏
total 1 replies
Sri rahayu
munafik Luh Lidia ,udah bagus panca mau tanggung jawab
Ima Susanti: karna rasa bersalah sama sahabat makanya Lidia jadi gitu 😔
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: pak kk🙏
total 1 replies
Santi Maria Havernandes
banyak typo 💪
Ima Susanti: terimakasih koreksinya kk,nanti thor revisi🙏🙏💪
total 1 replies
ardiana dili
semangat kak💪
Ima Susanti: /Determined//Determined//Determined/💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!